
Setalah makan malam selesai Deva dan Angga berbincang-bincang di teras.
Mereka ngobrolin banyak hal, di antaranya hobi dan sekolah serta cita-cita.
Saat berada di teras, Deva bertanya tentang ibunda Angga.
"Ngomong-ngomong dari tadi aku ga liat ibu kamu mas, memangnya ibu kamu ke mana mas? tanya Deva penasaran.
Angga pun terdiam sejenak, lalu menjawab pertanyaan Deva.
" Ibuku sudah meninggal. Belum lama aku kehilangan ibuku. Ibuku meninggal karena sakit parah. Dan ayahku sudah berusaha untuk membawa ibuku berobat ke berbagai rumah sakit. Namun, ibuku tetap tidak tertolong."
"Aku turut berduka cita mas, atas kepergian ibu kamu. Kamu yang tabah ya mas." ucap Deva.
"Makasih ya Dev." ucap Angga.
"Ngomong-ngomong aku juga tidak liat ayah kamu. Kata ayahku kamu sekeluarga diundang makan malam ke rumah."tanya Angga penasaran.
__ADS_1
"Oh, itu. Ayah dan ibuku sudah bercerai. Kamu sudah tidak serumah lagi dengan ayahku. Aku dan kakakku ikut bersama ibuku.' ucap Deva.
"Kenapa orang tua kamu berpisah Dev?" tanya Angga penasaran.
"Ada lah biasa Masalah orang tua. Aku juga tidak tau persisnya kenapa mereka berdua sampai berpisah." ucap Deva.
"Iya, setiap orang tua pasti punya masalah masing-masing. Kita sebagai anak tidak berhak untuk melarang keputusan keduanya. Jika berpisah itu jalan yang terbaik, ya kita harus terima dengan lapang dada. ucap Angga.
Sementara itu Rina dan pak Burhan sedang ngobrolin kedua anak mereka.
Dalam pembicaraan mereka berdua. Mereka berencana untuk Menjodohkan Angga dan Deva. Namun karena usia Deva masih di bawah umur. Jadi mereka berencana untuk mengadakan tunangan dulu.
Tapi, Rina menyerahkan keputusan kepada putrinya. Bila putrinya setuju mereka akan dinikahkan. Akan tetapi apabila mereka berdua tidak setuju maka rencananya tidak akan terwujud.
Di teras Deva dan Angga tengah berbincang-bincang. Mereka sangat akrab dan tanpa rasa canggung bersenda gurau.
Angga yang kala itu, masih merasa sedih karena teringat dengan ibu kandungnya.
__ADS_1
Kini ia merasa terhibur dengan kehadiran Deva yang menemaninya di saat yang dibutuhkan.
Angga bertanya kepada Deva, yang sedang duduk di bangku teras rumah. "Ngomong-ngomong besok kamu berangkat sekolah, Dev?
"Ya iyalah, masa bolos. Gimana sih mas ini?" ucap Deva sambil bercanda.
"Ya kan aku bertanya Dev. Kamu mau ga pulang sekolah aku jemput?" tanya Angga.
"Loh, memangnya mas ini ga kerja apa? Kok mau menjemput aku di sekolah." ucap Deva.
"Ya kerja, tapi besok aku hanya ke kantor sebentar untuk menemui klien. Setelah itu, aku pulang ke rumah. Rasanya sungguh bosen sendirian tanpa teman. Ayahku sibuk di kantornya. Aku hanya bertemu dengannya cuma sebentar." ucap Angga.
"Emangnya mas ga punya teman ya?" tanya Deva penasaran.
"Punya. Tapi kan teman aku kan punya kesibukannya masing-masing. Jadi aku tidak bisa kumpul dengan teman sesuka hati." Ucap Angga.
"Sebenarnya sih, besok aku ada kerja kelompok di rumah teman. Tapi aku tanya dulu ya ke teman-teman aku, bisa di lain hari atau tidak." ucap Deva.
__ADS_1
"Klo kamu memang sibuk, ga apa-apa kok, aku jemput ya lain waktu saja. Ucap Angga.