Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Kejutan


__ADS_3

Sesampainya di tanah air. Daffa menyiapkan kejutan untuk keluarga tercintanya. Ia pulang tanpa memberitahu ibu dan adiknya.


Ketika ia sudah berada di depan rumahnya. Ia melihat sosok ibunya sedang menjahit pakaian anaknya. Di mana pakaian itu tak lain adalah milik Daffa. Pakaian itu merupakan pakaian yang sangat ia sukai. Meskipun sudah ada bagian dari pakaian tersebut yang rusak. Namun, ia enggan untuk membuangnya. Karena pakaian itu merupakan hadiah ulang tahunnya yang ke 17.


"Ibu...." Daffa memanggil ibunya yang sedang duduk di teras rumah.


Mendengar suara orang yang sedang memanggilnya, ia pun segera beranjak dari tempat duduknya. Lalu menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.


Dengan rasa haru dilihatnya putra kesayangannya telah berdiri di hadapannya. Ia pun meneteskan air mata kebahagiaan.


Dengan rasa kangen, Daffa pun berlari menghampiri ibunya yang sedang berdiri tak kuasa menahan tangisnya.


Lalu, ia pun memeluk ibunya dengan erat, seolah tak ingin melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Ibu, aku pulang. Aku kangen sekali dengan ibu." ucap Daffa sambil memeluk ibunya dengan erat.


"Daffa anakku. Ibu sangat senang, kamu sudah kembali ke rumah, Nak. Ucap ibunya dengan rasa haru.


Ia pun mengajak putra kesayangannya segera masuk ke dalam rumah.


"Kapan kamu pulang, Nak? Kenapa kamu tidak memberitahu ibu dan Deva. Jika kamu memberitahu kami, pasti kami akan menjemput kamu di bandara."


" Aku memang sengaja, Bu, tidak memberitahu kalian. Karena aku ingin memberi kejutan kepada kalian berdua." ucap Daffa dengan rasa bahagia.


"Tidak apa-apa, Bu. Bisa bertemu dan kembali ke rumah dengan selamat saja aku sudah bersyukur. Oh iya, dari tadi aku belum melihat Deva. Di mana dia Bu?" ucap Daffa penasaran.


"Deva sedang kuliah, Nak. Sekarang ia sudah bertunang dengan putranya bos ibu."

__ADS_1


"Apa? Bertunangan?" Daffa tampak kaget mendengar bahwa adiknya telah bertunangan .


"Iya, bertunangan. Mereka berdua saling menyukai. Awalnya ibu mengajak Deva untuk menghadiri undangan dari bos ibu. Lalu bos ibu melamar Deva untuk dituangkan dengan putranya, yaitu Angga. Angga pria yang baik, ia merupakan laki-laki yang bertanggung jawab. Dan ia juga sudah cukup mapan. "ucap Ibunda Daffa."


Mendengar cerita dari ibunya, Daffa tampak lega, akhirnya adik kesayangannya punya calon suami yang baik.


"Syukurlah Bu, Deva dapat bertemu dengan laku-laki yang baik. Daffa hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua." ucap Daffa


"Iya Daffa, ibu juga hanya bisa mendoakan semoga Deva dan Angga bisa menjadi pasangan yang berbahagia. Semoga saja Angga menjadi pilihan terbaik untuk adikmu Deva." tutur Rina kepada putranya.


Lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah. Rina segera menyiapkan hidangan untuk menyambut kedatangan putranya.


"Kamu istirahat saja dulu Daffa, kamu tentu saja cape kan. Kamarmu sudah ibu rapihkan. Nanti, kalau kamu mau mandi, ibu akan menyiapkan pakaian untukmu. Ibu akan masak kesukaanmu. Kamu tentu lapar kan setelah melakukan perjalanan jauh." ucap Rina sambil memasak makanan kesukaan putranya itu.

__ADS_1


"Iya Bu. Aku akan istirahat dulu. Terimakasih ya Bu sudah menyiapkan keperluan Daffa. Daffa sangat beruntung punya ibu seperti dirimu. Semoga ibu selalu sehat dan selalu ada untuk Daffa." Jawab Daffa, sambil memeluk ibunya dari belakang.


__ADS_2