Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Pesta Perpisahan


__ADS_3

Hari menjelang pagi. Ayam jantan mulai berkokok, matahari memancarkan cahayanya menerangi bumi indah nan asri.


Suara adzan mulai berkumandang, saatnya mulai beraktivitas seperti biasa.


Setelah bangun dari tidurnya, Rina segera mandi dan melaksanakan sholat subuh. Sementara kedua anaknya masih terlelap dalam tidurnya. Setelah melaksanakan sholat subuh, Rina tak lupa pula untuk membangunkan kedua anaknya agar melaksanakan ibadah sholat subuh.


Setelah mereka selesai melaksanakan sholat subuh, Rina menyuruh kedua anaknya untuk segera mandi secara bergantian lalu bersiap-siap berangkat ke sekolah.


Sebelum berangkat kerja dan mengantarkan kedua anaknya ke sekolah. Rina selalu menyempatkan membuat sarapan untuk kedua anaknya. Setelah semuanya siap, mereka sarapan bersama.


Saat mereka sedang sarapan. Tiba-tiba handphone Rina berdering, sehingga ia pun mengecek handphonenya untuk memastikan siapa yang telah menelponnya.


Rupanya hari ini ia ada meeting dengan klien bosnya. Dan ia diminta oleh bosnya untuk hadir lebih awal. Untuk itulah ia segera bersiap-siap berangkat kerja.


Dan ia pun meminta kedua anaknya berangkat ke sekolah menggunakan taksi.


"Nak, ibu harus berangkat lebih awal. Nanti kalian naik taksi aja ya!" ucap Rina sambil tergesa-gesa.


"Baik mah. Hati-hati di jalan!" jawab Daffa.


Setelah berpamitan dengan kedua anaknya. Rina pun berangkat mengendarai mobil kesayangannya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, ia pun sampai di kantor. Di sana ia sudah ditunggu oleh bosnya. Rina pun langsung menemui bosnya itu.


"Selamat pagi Pak." sapa Rina sambil tersenyum.


"Pagi. Hari ini kita akan berangkat ke luar kota dengan pesawat. Tolong kamu pesankan tiket pesawatnya." ucap bosnya.


"Baik pak, segera saya pesankan." ucap Rina.


Setelah memesankan tiket pesawat. Rina segera masuk ke dalam ruang kerjanya. Dan ia menyiapkan dokumen yang diperlukannya untuk presentasi dengan kliennya.


Setelah semuanya siap. Mereka pun berangkat ke bandara bersama-sama.


Sementara itu kedua anaknya yang sedang sarapan segera menyelesaikan sarapannya dan bersiap berangkat ke sekolah.


Karena mereka tidak bisa menemukan taksi. Oleh karena itu, Deva berinisiatif untuk menelpon ayahnya. Kebetulan siang nanti ayahnya berjanji untuk makan bersama.


"Kak, sekarang kita sudah kesiangan. Kita belum menemukan taksi juga. Bagaimana kalau kita menelpon ayah untuk mengantar kita ke sekolah." ujar Deva


" Iya, kita hampir terlambat. Sebentar kakak hubungi ayah dulu." jawab Daffa.


Lalu Daffa segera menelpon ayahnya.

__ADS_1


"Ayah, tolong antarkan kami berangkat ke sekolah." pinta Daffa kepada ayahnya.


Mendengar permintaan anaknya. Rio pun segera menancapkan gas mobilnya untuk menjemput kedua anaknya.


Tak berselang lama, mobil yang dikendarai Rio telah berada di depan rumah mantan istrinya.


Mendengar suara mobil ayahnya. Daffa dan Deva segera keluar dari rumah untuk menemui ayahnya tersebut.


Setelah itu mereka pun berangkat ke sekolah diantar oleh ayahnya.


Selama dalam perjalanan menuju lokasi kedua anaknya bersekolah. Rio berucap.


"Memangnya ibumu kalian kemana ?" tanya Rio kepada kedua anaknya.


Deva pun menjawab pertanyaan ayahnya. "Kebetulan pagi ini mama di telpon untuk berangkat lebih awal."


"Iya, yah. Tadi dari kantor mama nelpon mama untuk berangkat lebih awal. Jadi mama segera berangkat dan meminta kami untuk naik taksi. Karena kami tidak bisa menemukan taksi. Maka kami menghubungi ayah." sambung Daffa.


"Oh jadi seperti itu masalahnya. Ya sudah tidak apa -apa. Hari ini ayah yang mengantar kalian ke sekolah." ucap Rio


.

__ADS_1


__ADS_2