
Setelah berbagai keganjilan yang telah dialami oleh mereka selama menginap di hotel. Akhirnya hari mulai pagi dan mereka bisa bernafas dengan lega. Mereka mandi pagi dilanjutkan dengan sarapan lalu bergegas merapihkan perlengkapan yang mereka bawa untuk meninggalkan penginapan yang penuh dengan misteri.
Setelah bangun pagi Rina berkata kepada anak-anaknya "Daffa, Diva ayo lekas bangun pagi, kita akan bergegas berangkat ke pemandian air panas. Kita akan meninggalkan penginapan ini." "Baik, mah... kami akan segera mandi." Sahut Daffa sambil merapihkan tempat tidurnya.
"Kak, aku yang mandi duluan ya...?" Pinta Diva. "Ya udah sana... kamu mandi duluan, tapi jangan lama-lama ya, kakak juga mau mandi." Jawab Daffa. "Iya kak, tenang aja. Aku mandi gak lama kok." Jawab Diva lagi.
Sementara itu Rio, yang sudah bangun lebih awal. Ia keluar hotel lari pagi untuk olahraga ditemani oleh Budi. Selama mereka berolahraga, mereka sambil mencari sarapan pagi di luar hotel. Mereka membeli nasi uduk dan juga gorengan.
Setelah mereka menemukan penjual gorengan dan nasi uduk, mereka langsung membelinya dan segera kembali ke hotel karena mereka akan melanjutkan perjalanan lagi ke tempat tujuan, yaitu Pemandian Air Panas.
"Kalian dari mana saja, kok baru pulang? Memangnya kalian olahraganya ke mana?" Tanya Rina kepada mereka.
"Kami pergi olahraga tidak jauh dari hotel. Sebelum kembali ke hotel kami membeli sarapan pagi, nasi uduk dan gorengan." Jawab Daffa sambil menyerahkan sarapan yang mereka beli ke Rina.
"Oh, ya Rin.. Mika dan ibunya apakah sudah bangun Rin?" Tanya Budi ke Rina.
"Sudah mas, tadi mba Mala mencari kamu mas ke mari. Dan dia juga menanyakan kapan kita akan berangkat lagi." Ucap Rina ke pada Budi.
"Oh, gitu... terima kasih ya Rin. Kalau begitu aku akan pergi ke kamar dulu ya." Ucap Budi lagi.
__ADS_1
"Oh iya mas... jangan lupa nanti kita sarapan bersama-sama mas, kita sarapan di sini ya... kita tunggu." Rina berkata kepada Budi.
"Iya Rin, aku juga mau mandi dulu dan melihat istri dan anak aku dulu di kamar. Apakah mereka sudah rapih - rapih atau belum." Ucap Budi lagi.
Budi pun kembali ke kamarnya. Di kamarnya ia melihat anak dan istrinya sudah rapih. Lalu, ia buru-buru mandi membersihkan badannya setelah ia berolahraga di pagi hari. Setelah mereka beberes perlengkapan yang mereka gunakan dan merapihkan kembali perlengkapan yang mereka bawa agar tidak tertinggal di hotel. Setelah mereka memastikan semuanya selesai dan tidak ada yang tertinggal. Mereka membawa perlengkapan mereka menuju kamar hotel di mana Rio dan Rina menginap. Di sana Rio dan Rina sudah menyiapkan sarapan pagi mereka sebelum mereka berangkat menuju ke tempat tujuan.
"Tok...tok...tok...
Budi mengetuk kamar Rio. Tak lama kemudian Rina pun membukakan pintu kamarnya dan mempersilahkan Budi beserta keluarganya masuk ke dalam.
"Masuk, mas... mba... silahkan duduk, kita sarapan dulu ya sebelum berangkat. Tadi mas Rio dan mas Budi sudah membelikan sarapan pagi nasi uduk dan gorengan selagi mereka berolahraga. Aku juga sudah membuatkan telur dadar dan roti bakar untuk sarapan kita." Ucap Rina sambil menyiapkan sarapan di meja makan.
"Tidak apa-apa mba, kamu tidak merasa direpotkan kok, justru kami senang bisa sarapan bareng. Lagi pula ini juga tadi mas Budi yang beli sarapannya bersama mas Rio." Sahut Rina.
"Ayo, sekarang kita makan... ayo duduk semua. Perjalanan kita masih jauh ke tempat tujuan. Ayo kita isi dulu perut kita agar tidak kelaparan di jalan." Ucap Rio.
Akhirnya mereka bisa sarapan pagi bersama. Setelah mereka menyelesaikan sarapannya. Mereka pun bergegas untuk keluar hotel. Rina dan Mala beserta anak-anak mereka menuju mobil. Sementara itu Rio dan Budi check out lalu menyerahkan kunci kamar ke resepsionis. Setelah itu mereka ke mobil dan segera melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat tujuan yaitu Pemandian Air Panas.
Setelah tiba di tempat Pemandian Air Panas, mereka pun membayar tiket masuk ke dalam sana. Rupanya di Pemandian Air Panas tersebut dipenuhi oleh pengunjung yang sudah mulai berdatangan semenjak pagi hari. Ada juga pengunjung yang sengaja menginap di dekat lokasi tersebut. Dengan sangat gembira Daffa, Diva dan juga Mika segera turun dari mobil. Mereka ingin mandi air panas di lokasi tersebut. Karena semenjak kemarin mereka sudah tidak sabar ingin segera sampai di lokasi pemandian air panas.
__ADS_1
"Sudah yah, parkir di sini aja, kami ingin segera mandi air panas." Ucap Daffa yang sudah tidak sabar lagi ingin segera turun dari mobil.
"Sabar Daffa, ayah kan harus cari tempat parkir dulu. kita tidak boleh sembarangan parkir. Nanti sulit kalau mobil kita ingin keluar jika parkir sembarangan." Ucap Rio memberikan penjelasan kepada putranya.
"Iya, kamu yang sabar Daffa, ayahmu kan harus parkir mobil dulu. Kalian semua harus sabar tidak boleh terburu-buru." Rina kembali mengingatkan kepada anak-anaknya.
"Baik, mah... kami menunggu ayah parkir mobil dulu." Jawab Daffa kembali.
"Nah gitu dong, itu baru namanya anak hebat." Puji Rina kepada anaknya Daffa.
Setelah Rio berhasil memarkirkan kendaraannya, Daffa, Diva dan Mika segera turun dari mobil. Mereka ingin cepat-cepat mandi air panas. Namun, sebelum anak-anak mereka turun ke lokasi pemandian air panas. Rio mengingatkan kembali kepada mereka agar mereka berhati-hati dan tidak boleh sembarangan di lokasi tersebut. Mengingat ini pertama kalinya mereka ke tempat tersebut.
'Daffa, Diva dan Mika ayah dan mamah akan menunggu kalian di atas ya... Ayah dan mamah akan mencari tempat untuk menyimpan barang-barang bawaan kita." Ucap Rina kembali berpesan kepada anak-anaknya.
Rupanya anak-anak mereka sangat senang bisa mandi di tempat Pemandian air panas tersebut. Selama anak-anak mereka mandi. Rina, Rio dan Budi beserta istrinya menunggu sambil melepas lelah di tempat yang sudah mereka booking. Hampir tiga jam lamanya, anak-anak mereka berendam di pemandian air panas tersebut. Mereka tidak kunjung selesai karena mereka masih ingin menikmati berendam di air panas yang masih alami.
Sementara itu Rina dan Mala menghampiri mereka, mengingatkan mereka agar segera naik ke atas untuk makan siang. Agar mereka tidak sakit.
"Daffa, Diva, Mika... Ayo kalian naik dulu. Nanti kalian bisa lanjutkan kembali setelah kalian makan siang dulu. Memangnya kalian tidak lapar apa?" Tanya Rina kembali.
__ADS_1