Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Kembali Pulang


__ADS_3

Setelah Daffa, ibu dan ayahnya mencari sumber suara di mana terdengar sayup-sayup suara dari kejauhan. Mereka pun menghampiri sumber suara tersebut.


Rupanya benar sekali, suara tersebut memang suara Diva. Anak mereka yang hilang saat menghadiri acara di malam hari.


"Diva... anakku. Syukurlah akhirnya kamu ketemu juga. Kamu selama ini tidur di mana? Kami semua mencari kamu Nak." ucap Rina sambil memeluk putri bungsunya.


"Iya Diva, kami semua mengkhawatirkan kamu. Kami semua sibuk mencari kamu di mana-mana. Terutama mama, orang yang paling sangat sedih ketika kamu menghilang. Mama menangis terus, tidak mau makan apa-apa karena mencemaskan kamu. Syukurlah kamu tidak kenapa-kenapa." Ucap Daffa sambil tersenyum bahagia.


Sementara itu, Rio tidak dapat berkata-kata. Senyum bahagia terpancar dari wajahnya. Betapa tidak, Diva adalah putri satu-satunya yang paling dia sayangi. Setelah mereka berkumpul kembali. Tiba-tiba perut Diva berbunyi pertanda ia menahan lapar karena beberapa hari tidak makan. Oleh karenanya mereka singgah dahulu ke restauran.


Diva terlihat lahap menyantap makanannya. Karena memang ia benar-benar sangat lapar. Semuanya terlihat bahagia bisa menyaksikan Diva baik-baik saja dan menyantap makanannya dengan lahapnya.


Setelah mereka semua menghabiskan makanannya mereka kembali ke hotel tempat di mana ia menginap selama mereka tinggal di Amerika. Setelah kejadian ini mereka memutuskan untuk kembali pulang ke Indonesia. Malam itu, setelah mereka sampai di hotel, mereka mulai menyiapkan barang bawaannya. Dan keesokan harinya mereka akan berangkat pulang, kembali ke Indonesia.


Saat pagi hari tiba, mereka sekeluarga check out dari hotel dan melanjutkan perjalanan menggunakan taksi ke bandara.


Sambil menunggu keberangkatan ke Indonesia. Mereka membaca koran yang tersedia di bandara. Setelah tepat jam keberangkatan, mereka pun naik ke pesawat dan kembali ke Indonesia.

__ADS_1


"Akhirnya kita sampai juga di Indonesia. Betapa bahagianya bisa pulang ke rumah lagi, setelah berlibur selama dua pekan." Ucap Daffa.


"Tentunya ini pengalaman kita yang paling berharga yang tidak bisa kita lupakan. Dari peristiwa ini kita belajar banyak hal, kita harus berhati-hati, jangan lengah dan tetap kompak saling menjaga satu sama lainnya."ucap Rina kepada keluarganya.


Tak mau kalah, Rio pun ikut membenarkan ucapan mantan istrinya. "Iya mulai sekarang kita harus saling menjaga satu sama lain. Jangan pernah lengah dan tetap optimis."


"Mah kita kan sudah kembali ke Indonesia, setelah sampai di rumah bolehkah aku main sama Rara?"Ucap Diva.


"Rara yang mana Diva? Rara tetangga sebelah rumah kita itu? Anak yang hitam manis itu kan?" Ucap Rina kepada Diva.


"Iya betul Rara tetangga kita, boleh ya mah?" ucapnya lagi.


"Kamu kan baru sampai Diva, tidak seharusnya kamu langsung main. Kamu istirahat dulu di rumah. Lagian kan kamu di sana telah mendapatkan hal buruk jadi ayah tidak sembarangan mengizinkan kamu ke luar rumah. Ayah harap kamu bisa paham." Ucap Rio menegaskan.


"Iya yah, aku akan istirahat dulu, tapi besok aku boleh main kan yah?" Ucapnya sambil membujuk ayahnya.


"Iya, ayah akan izinkan kamu bermain asalkan kamu bisa menjaga diri dan tidak boleh main jauh-jauh ya." ucap Rio kembali menegaskan.

__ADS_1


"Asyik, ayah mengizinkan. Aku janji yah akan menjaga diri dan tidak bermain jauh-jauh." Ucap Diva sambil jingkrak kegirangan.


Keesokan harinya, seperti biasanya mereka mulai melakukan kegiatan seperti biasanya. Rio mulai bekerja di kantornya, Daffa dan Diva mulai bersekolah kembali setelah mereka menghabiskan hari liburnya. Dan Rina turut menyiapkan sarapan pagi untuk mereka sarapan. Meskipun Rina dan Rio sudah bercerai tetapi mereka tinggal satu atap demi anak-anak mereka.


"Yah cepetan kita sudah terlambat nih.


Ini hari pertama kita masuk sekolah setelah liburan semester." Teriak Daffa dari dalam mobil.


"Iya yah, kita sudah hampir terlambat nih, cepetan ayah ambil kunci mobilnya. Aku tidak sabar nih ingin menceritakan pengalamanku selama liburan semester. Pasti liburanku yang paling sedih." Ucap Diva sambil cengengesan.


"Apaan kamu sih Div, memangnya kamu menceritakan dirimu sendiri ya, yang hilang di negara orang. Memangnya kamu tidak malu dengan teman-temanmu. Hehe... bisa-bisa kamu nanti ditertawakan." Canda Daffa kepada Diva.


"Ih kakak, masa menertawakan aku sih. Itu juga kan pengalaman yang paling berkesan. Meskipun aku telah hilang, untungnya ada keluargaku yang masih peduli denganku. Ada ayah, ibu, kakak dan yang lainnya.Mereka semua keluargaku yang paling aku sayangi


Tanpa kalian aku tidak tau pasti apakah aku bisa berkumpul kembali dengan keluargaku." Balas Diva.


"Iya adikku, kakak kan cuma bercanda. Jangan diambil hati. Kakak bangga sama kamu Diva, meskipun kamu hilang tapi kamu tetap bisa melewati itu semua. Kamu hebat, pengalamanmu sungguh luar biasa, kakak kalah sama kamu Diva. Kamu benar-benar anak yang sangat mandiri, di Negeri orang kamu bisa menghadapi semua itu sendirian. Kakak aja belum tentu bisa melewati itu semua." ucap Daffa kepada Diva.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, setelah peristiwa itu terjadi mereka semua menjadi lebih dewasa dan saling menjaga satu sama lain.


Diva sudah menjadi anak yang pemberani dan Daffa telah menjadi kakak yang paling menyayangi terhadap adiknya.


__ADS_2