Tetangga Cantik Kesayangan Putriku

Tetangga Cantik Kesayangan Putriku
Dengan Orang Yang Berbeda


__ADS_3

Harap Jangan Baca Sebelum Selesai Puasa!!!


***


Jam dinding terus berputar, sepuluh menit telah berlalu namun nyatanya setengah jam Arin belum juga turun menemuinya.


Kemana wanita itu? Apa jangan-jangan Arin ketiduran ketika menidurkan Meimei?!


Sonny menghela nafas kasar, apakah malam ini tidak akan ada yang terjadi diantara mereka?? Apakah lagi-lagi Sonny harus menunda hal yang sangat ia inginkan itu?!!


Hufttt.......!


"Mas Sonny.. "


Suara itu membuat pemilik nama tersebut sontak menoleh, indera penglihatan Sonny menyorot kepada seorang wanita yang tak lain adalah istrinya sendiri.


Arin berdiri disana, alis Sonny mengernyit tatkala melihat sesuatu yang berbeda dari Arin.


Arin mengganti pakaiannya? Wanita itu kini malah memakai setelan tidur yang menutupi hampir seluruh tubuh Arin.


Arin mendekat dan berdiri di hadapan Sonny.


Istrinya itu menatap dengan sorot yang sama seperti kemarin malam, tatapan penuh damba namun tak berani untuk diungkapkan.


Sonny menelisik wajah sang istri, mencoba mencari tahu isi hati wanita itu.


Dengan satu gerakan tangan Sonny menarik lengan Arin dan mendudukkan wanita tersebut di atas pangkuannya.


Arin sedikit terkesiap, namun dalam sekejap ia seolah terhipnotis dengan tatapan teduh di depannya.


Jari tangan Sonny terangkat menyelipkan anak rambut Arin yang menutupi kecantikannya, dengan gerakan yang lambat namun membuat tubuh Arin berdesir hebat.


"Anak-anak sudah tidur?" Tanya Sonny berbisik.


Tanpa bisa berkata Arin hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.


Senyum tak lepas dari bibir lelaki dewasa itu, hatinya berbunga-bunga berada di dekat Arin. Kini ia bisa leluasa berdekatan dengan sang istri tanpa ada yang mengganggu kegiatan mereka.


Pandangan Sonny turun dan berhenti pada pakaian tidur Arin, kedua jari Sonny memegang satu kancing baju Arin yang paling atas. Sonny memutar-mutar benda itu, membuat sensasi diantara mereka semakin menjadi-jadi.


"Kenapa mengganti pakaianmu?" Ucap Sonny.


Pertanyaan Sonny membuat wajah Arin memerah bak udang yang baru direbus, ternyata Sonny menyadari keanehan pada dirinya, Arin merasa sangat malu saat ini.


"T-tidak apa-apa" Cicit Arin merona.


"Benarkah? Padahal aku suka kamu memakai baju tadi... " Ungkap Sonny.

__ADS_1


Wajah Sonny semakin mendekat dan berhenti didepan daun telinga Arin.


"Kamu kelihatan seksi... " Tambahnya membuat Arin makin meremang!


"Huh!" Sonny meniup salah satu bagian sensiitiff itu, membuat Arin sontak mengeratkan kedua matanya.


"Lihat aku!" Sonny mengapit rahang sang istri, membuat Arin bersisitap lagi dengan dirinya.


"Lihatlah aku malam ini... Hanya aku! Tidak ada yang lain"


Ucapan Sonny membuat Arin sedikit kebingungan, baru saja ia membuka mulut hendak bertanya namun, Sonny dengan cepat membungkam mulutnya dengan bibir seksi itu.


Cup!


Arin termangu melihat aksi suaminya, tetapi ia tak menolak, jelas saja Arin juga menginginkan hal ini.


Ia memejamkan kedua matanya, menikmati ciuman yang sejak kemarin ia idam-idamkan.


Sonny melum*at bibir lembut Arin dengan penuh hasrat, membelitkan lidah mereka dan mengigit bibir bawah Arin hingga sedikit membengkak.


Sonny melepaskan pertautan bibir itu, memandang lekat wajah Arin sambil membuka satu-persatu kancing piyama tersebut.


Arin hanya pasrah melihat perilaku Sonny, tubuhnya sudah dibakar oleh hasrat dan nafsu yang sudah hampir setahun tidak pernah ia rasakan lagi.


Kali ini Arin melakukannya dengan lelaki yang berbeda, namun sensasi bersama Sonny justru melebihi ketika Arin bersama suaminya dulu. Padahal ia belum tau perasaan apa yang sebenarnya Arin rasakan terhadap Sonny.


Setelah pakaian atas Arin terbuka Sonny membuka kembali celana tidur istrinya, membuat Arin kini hanya dibaluti pakaian dalam.


Sedangkan Sonny sudah disibukkan dengan kegiatannya, ia mengecapi seluruh tubuh Arin dari mulai bahu hingga turun ke tulang selangka.


Arin menggeliat kan tubuhnya, sensasi geli bercampur nikmat membuat Arin tersiksa dibuatnya.


Arin mencoba untuk tidak mendesah, namun rasa nikmat ini tak bisa hanya Arin rasakan saja.


"Emm.... M-mas Sonny.... " Desah Arin menjerit kecil.


Sonny makin tidak tahan mendengar suara sensual itu, ia lantas membaringkan tubuh Arin di atas sofa hingga terlentang.


Brukk!


"Akhhh.... Mas Son.... Hmphh....!" Sonny membungkam bibir itu, meluma*tnya seperti singa yang kelaparan, begitu buas namun tak membuat mangsanya takut sama sekali.


Sonny kembali melakukan aksinya, ia menjilati semua bagian tubuh Arin. Tangannya pun tak tinggal diam, ia merem*as kedua gundukan besar itu membuat Arin serasa terbang ke puncak nirwana.


Tak berhenti sampai disitu, Sonny membuka penutup bagian atas Arin membuat daging segar itu menyembul tepat di depan wajah Sonny.


Wajah Sonny memerah! Ia sudah tidak kuat lagi! Sonny ingin merasakan haknya.

__ADS_1


Dalam sekejap Sonny melahap bagian itu membuat Arin terlonjak seketika!


"Ahhh.....!!"


Sonny terus mengulum benda tersebut, memainkan pucuk merah muda itu dengan lidahnya.


"Mas.... Sshhhh.....!"


Arin menjambak rambut belakang sang suami seolah menyalurkan segala yang tengah ia rasakan.


Sonny memainkan bukit kembar itu silih berganti, seperti seorang anak kecil yang menemukan mainan baru. Sonny menyukai ini! Sangat pas dalam genggaman.


Cukup lama Sonny memainkan bagian tersebut, ia kembali mencium bibir Arin dengan satu tangan yang menyikap benda terakhir wanitanya.


Arin merasa bagian bawahnya berdenyut tatkala Sonny mengusap bagian yang sangat sensitiff itu!!


"Hmmphh.....!!!"


Arin semakin menggeliat, tubuhnya bergetar hebat akibat reaksi yang dilakukan Sonny.


"Kamu sudah basah, sayang" Bisiknya ketika ciuman mereka terlepas.


Arin dibuat frustasi, ia mencengkram pundak Sonny sambil menatap seolah memohon pada lelaki itu.


Sonny mengerti! Ia menjauhkan tubuhnya dari Arin lalu melepas kaos yang dipakainya hingga terpampang lah tubuh kekar nan berotot yang akan membuat para wanita meleleh ketika melihatnya.


Ditambah perut dengan enam potongan bak roti sobek yang menggugah selera.


Namun itu belum seberapa sebelum Sonny membuka resleting celananya.


"M-mas...!" Arin nampak tercekat, bukannya semakin tak sabar nyali arin justru menciut takut ketika melihat sesuatu yang muncul dari balik kain itu.


Ia mendadak tidak yakin ingin meneruskan permainan ini, benda itu hampir sama besarnya dengan pergelangan tangan Arin, ia merasa tak sanggup dimasuki olehnya.


"H-hentikan...!"


"Syutttt.....! Cukup diam dam nikmati saja" Titah Sonny mulai membuka lebar-lebar kedua kaki Arin.


Bagaikan seorang gadis perawan, Arin mulai merasakan bagian intinya nyeri berkali-kali lipat ketika sesuatu memasuki bagian tersebut.


"A-ahhh..... Sakitttt......!"


Dengan cepat Sonny mencium bibir Arin agar meredam jeritan sang istri.


Perlahan namun pasti Sonny mulai menggerakkan pinggulnya, membuat pusakanya memasuki Arin lebih dalam.


Rasa sakit itu kian menghilang dan berganti nikmat yang tak bisa dibisa diungkapkan.

__ADS_1


Arin mendesaah sepanjang malam, menyebut nama Sonny begitupun sebaliknya. Kedua insan itu akhirnya merasakan kembali surga dunia dengan orang yang berbeda, keringat saling bercucuran membasahi keduanya.


Tidak ada yang tau sampai kapan mereka akan berhenti, namun yang pasti Arin maupun Sonny belum ada yang mau mengakhiri malam indah tersebut.


__ADS_2