
Dengan nafas terengah-engah Faris berlari mencari tempat penjual minuman, sangking banyaknya pengunjung membuat penglihatan Faris tertutupi oleh ratusan orang tersebut.
Faris tak gentar, ia terus menelusuri setiap tempat sampai akhirnya menemukan pedagang yang menjual berbagai aneka makanan dan minuman.
Faris tau Arin lebih menyukai air putih dibanding minuman lainnya, membuat pria itu mengambil satu botol mineral berukuran sedang kemudian membayarnya.
Selanjutnya Faris berlari lagi ke tempat semula, sambil sesekali melihat minuman yang dipegangnya dengan hati gembira, Faris yakin dengan perhatian kecil semacam ini akan membuat Arin perlahan-lahan memaafkan kesalahannya.
Tak berselang lama Faris pun tiba ditempat sebelumnya, namun tak ada Arin maupun Noval disana bahkan Sonny dan putrinya juga tak terlihat, Faris mengernyit heran.
"Kemana mereka semua?" Gumam Faris bingung.
Padangan Faris mengedar segala arah, berharap salah satu diantara mereka terlihat oleh bola mata pria tersebut. Tetapi Faris tetap tak dapat menemukannya.
Tak ada cara lain selain mencari keempat orang itu, Faris pun kembali melangkahkan kaki ke tempat yang sekiranya mereka datangi.
Hampir lima belas menit usaha Faris belum juga membuahkan hasil, membuatnya semakin kebingungan. Tidak mungkin kan mereka pulang?
Padahal ia tidak terlalu lama membelikan minuman ini tapi Arin dan yang lainnya justru pergi entah kemana.
"Hufftt..... Kemana sih mereka ini?! Kemana susah sekali menemukannya!" Keluh Faris mulai merasa lelah.
Akan tetapi ditengah kerumunan orang-orang Faris samar-samar mendengar suara teriakan sang putra! Seketika Faris mencari dimana asal sumber suara itu.
Dan tak jauh dari tempatnya berdiri terlihat keempat orang yang ia cari-cari sedari tadi rupanya tengah asyik melakukan permainan lempar kaleng.
__ADS_1
Haisss.... Enak sekali mereka sedangkan dirinya dibuat kesusahan sedari tadi!
Dengan rasa kesal yang memuncak Faris lantas berjalan ke arah tersebut.
Satu langkah...
Dua langkah...
Tiga langkah...
Dan...
Stop.
Tiba-tiba langkah Faris terhenti secara mendadak, botol minuman yang ia pegang pun hampir terlepas dari genggaman tatkala dirinya melihat sebuah pemandangan didepan mata.
"Horeeee!!!"
"Papah meimei juga mauuuuu.... "
"Coba sekali lagi Om! Ayo Om... "
"Ayo mas Sonny kenain kaleng nya"
Suara-suara itu...
__ADS_1
Kenapa terdengar memilukan hatinya?!
Raut bahagia yang mereka pancarkan membuat api semangat didalam jiwa Faris seketika padam tak tersisa.
Satu hal yang membuat ia tertegun!
Noval tersenyum!
Anak itu tertawa lepas disana... Sambil menyebut nama lelaki lain selain dirinya.
Sudah berapa lama ia tak mendengar tawa bahagia itu?
Dan Arin...
Wanita yang ia cintai sampai saat ini begitu terbuka tak sama seperti ketika Faris berada diantara mereka.
Senyumnya masih sangat manis, Faris rindu senyuman itu.
Keduanya tampak riang gembira seperti keluarga kecil yang bahagia, padahal yang mereka lakukan sekarang hanyalah sebuah permainan kuno dan sederhana Faris pun bisa melakukannya, tapi... Apakah akan ada senyum dan tawa??
Keberadaan Sonny dan putrinya seperti menjadi pengaruh besar bagi Arin dan Noval, suasana yang tadinya sama sekali tak ada kehangatan didalamnya berubah beberapa saat karena ketiadaan Faris.
"Yeayyyy..... Kita menang lagi Om!!"
"Yeayyyy..... Kita menang!!"
__ADS_1
Sonny dan Noval terlihat melakukan adu toss satu sama lain begitu pula dengan dua perempuan di sampingnya.
Faris menatap kembali benda yang ia pegang, seakan benda ini tak ada artinya lagi, sang pahlawan pun sudah berpindah tangan.... Bukan lagi dirinya.