
Faris secara paksa mengeluarkan Sonny dari kediaman Arin, tak sampai di situ, Faris masih terus memukul Sonny hingga menimbulkan keributan.
Para warga yang berada disana langsung keluar dari rumah masing-masing.
"BAJINGANNN....!! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA ARIN HAH?!! KETERLALUAN!!"
Bugh!
Bugh!
"MAS FARIS BERHENTIII....!" Arin berusaha memisahkan keduanya namun Faris terus saja bertindak kasar kepada Sonny.
Para warga terutama laki-laki disana ikut memisahkan Faris dan Sonny dengan susah payah hingga mereka berhasil memisahkan kedua pria tersebut.
"LEPASSS....! AKAN KU BUAT DIA TERLUKA HINGGA MATI DITANGAN KUUU...!! LEPASS!!" Faris memberontak dari genggaman para warga, jiwanya sudah dikuasai oleh amarah yang membuncah.
Para Ibu-ibu pun ikut mengerumuni Arin sang tetangga, mereka bingung dengan apa yang terjadi.
"Mbak Arin ada apa ini?" Tanya salah satu tetangga.
"Hiksss.... Hiksss... " Namun Arin hanya bisa menangis melihat peristiwa yang baru saja terjadi.
"Dia! Lelaki brengsek itu...!!" tunjuk Faris pada Sonny.
__ADS_1
"LELAKI BRENGSEKK ITU SUDAH MENYETUBUHI ARIN!! DIA SUDAH MELAKUKAN TINDAKAN TAK SENONOH TERHADAP ARIN! PRIA ITU HARUS MATI SEKARANG JUGAAA!!! LEPASSS..... "
Sontak ucapan Faris membuat para warga disana syok, mereka saling pandang dan berbisik-bisik, ditambah Sonny yang memang hanya bertelanjang dada seakan membenarkan apa yang Faris ucapkan. Arin semakin menangis sedangkan Sonny hanya bisa menunduk disana.
"Mbak Arin apa itu benar?" Tanya seorang warga.
"Itu benar! Aku melihatnya dengan mataku sendiri!" Sergah Faris menyela.
Pak RT yang berada disana mulai menengahi keributan itu.
"Mohon tenang semuanya! Biar saya yang urus ini semua" Ucap pak RT.
"Mbak Arin, mohon jujur pada kami semua agar tidak terjadi kesalahan pahaman. Apakah yang dikatakan lelaki ini benar? Apakah mas Sonny sudah melakukan hal yang tak senonoh kepada mbak Arin?" Tanyanya setenang mungkin.
Namun ditengah tangisnya Arin menggeleng, apa yang Faris katakan tadi tidaklah benar adanya.
Jawaban Arin membuat Faris dilanda kekesalan.
"Rin!!"
"ITU SEMUA TIDAK BENAR!" Ucap Arin berteriak.
"Itu tidak benar... Hiksss.... "
__ADS_1
"Lantas kenapa mas ini mengatakan hal seperti itu? Tolong jelaskan mbak Arin, kami akan mendengarkan dengan sebaik mungkin. Kasihan anak-anak kalian nanti" Jelas pak RT.
"Yang dia lihat memang benar adanya, kami memang melakukan sesuatu yang dia katakan. Tapi itu bukan zina! Kami melakukannya... K-karna... Karena kami sudah menikah" Jelas Arin.
Deg!
"M-menikah? A-apa yang kamu katakan Rin? K-kamu menikah dengan dia? Tidak! Itu tidak mungkin!" Elak Faris tak percaya.
"Itu benar! Aku dan mas Sonny sudah menikah siri. Kami menyembunyikannya karena suatu alasan, bahkan orang tua dan anak-anak kami pun tidak ada yang tau... Jadi tolong...Hiks... Jangan salahkan kami... Hiks... Mas Sonny tidak bersalah.... "
"Tidakkk..... Itu tidak mungkin, tolong jangan katakan itu Rin" Seru Faris menggeleng tak terima.
"Yang dikatakan Arin benar adanya, kami sudah menikah beberapa bulan lalu. Jika kalian tidak percaya kami punya buktinya, dan kami minta maaf jika kami menyembunyikan ini dari kalian semua" Sambung Sonny membenarkan.
Dengan sekuat tenaga Faris berusaha lepas dari genggaman kedua pria disisinya, ia langsung berlari ke arah Arin guna menuntut penjelasan.
"Katakan itu tidak benar Rin! Kamu berbohong kan?" Tuntut Faris mencekal kedua bahu Arindita.
"Itu benar mas dan kamu harus percaya mulai sekarang! Jadi tolong, jangan usik hidup ku lagi" Timpal Arin menghempaskan lengan Faris.
Tubuh Faris mendadak lemas, dunianya runtuh dalam sekejap mata menerima kenyataan jika Arin kini sudah benar-benar menjadi milik orang lain. Tak ada kesempatan baginya, semuanya sirna, tak akan pernah kembali seperti dalam mimpinya.
Kini semuanya sudah berakhir, berakhir sampai disini.
__ADS_1