
"Kok wajahmu murung banget sih dari tadi? Ada apa? Cerita dong" Imbuh Sonny duduk disamping istrinya, menatap heran pada raut wajah Arin yang tidak biasa.
"Arin??" Seru Sonny sekali lagi.
"Noval, mas... " Lirih Arin.
Sonny mengernyit, tak mengerti tiba-tiba Arin menyebut nama putranya sendiri. Ada apa sebenarnya? Sonny menatap Noval yang tengah bermain bersama Meimei, anak lelaki itu baik-baik saja nampaknya.
"Ada apa dengan Noval?" Tanya Sonny.
"Kemarin malam aku bertanya padanya, bagaimana jika aku menikah lagi dan dia mempunyai Ayah sambung. Tapi jawaban Noval sangat diluar dugaan, dia tidak ingin aku menikah lagi. Katanya takut aku menangis dan sedih, dia seolah punya ketakutan yang mendalam terhadap sosok Ayah" Jelas Arin sendu, ia masih kepikiran dengan ucapan putranya. Kepala Arin terasa pening karena terlalu sering memikirkan hal demikian.
Sonny mendengarkan dengan seksama, tatapannya tertuju pada Noval. Seberapa takutkah Noval memiliki seorang Ayah? Bahkan pada Ayah kandungnya sendiri.
"Apa dulu Noval pernah mendapatkan kekerasan?" Tanya Sonny.
Arin menggeleng lesu, "Tidak, hanya saja diam-diam dia selalu mendengar aku menangis. Dia hanya takut Ibunya terluka lagi... " Ujar Arin bergetar, matanya mulai berkaca-kaca, ingin menangis menumpahkan kesedihan yang dia rasakan.
Sonny mengelus lembut punggung Arindita, memberi ketegaran pada wanita rapuh disebelahnya ini.
"Mungkin Noval hanya butuh waktu, kita menikah memang terlalu cepat dan mendadak. Kita saja tidak menyangka akan menjadi suami-istri, apalagi Noval yang tidak tau apa-apa, dia pasti sangat syok mengetahui jika kamu sudah menikah lagi disaat rasa takutnya saja belum hilang sepenuhnya" Tutur Sonny panjang lebar.
"Tapi sekarang apa yang harus kita lakukan? Kita enggak mungkin merahasiakan. pernikahan kita terlalu lama, kan? Mau berapa lama pun ujung-ujungnya orang pasti akan tau" Lirih Arin bingung, kegelisahan di dalam jiwanya semakin menjadi-jadi.
Sonny diam sambil menarik nafas panjang, sebagai kepala keluarga ia harus bisa mencari solusi terbaik untuk pernikahannya dengan Arin.
"Aku akan berusaha lebih dekat lagi dengan Noval... Aku ingin menghapus rasa takut itu! Aku ingin membuktikan jika aku bisa membahagiakan kalian berdua, aku akan berusaha meyakinkan Noval jika aku tidak akan pernah membuat kamu menangis... Jadi tolong, jangan pernah menunjukkan air mata itu... Itu akan membuat aku merasa tidak pantas untuk kamu" Ujar Sonny mengelus kedua pipi Arin, mencegah kulit halus tersebut terkena air yang akan membasahi bagian tersebut.
Arin menatap dalam-dalam netra hitam Sonny, mencoba meyakinkan dirinya lewat mata itu.
Namun yang Arin lihat hanyalah sebuah tekad kuat yang timbul dari sorot mata Sonny!
Ya! Dirinya harus kuat, ia harus mendukung semua yang Sonny lakukan. Ia harus percaya jika Sonny bisa memperbaiki masalah ini.
"Mas yakin bisa meluluhkan hati Noval?"
Sonny mengangguk seyakin-yakinnya, "Ya, tapi mungkin butuh waktu yang lumayan lama. Aku tidak bisa meyakinkan Noval dengan waktu singkat. Tapi aku janji, dia akan menerima pernikahan kita" Jawabnya dengan tegas.
Arin mulai melengkungkan kedua ujung bibirnya, rasa khawatir didalam diri Arin mulai berkurang. Kini ia tak akan pernah merasa sendiri, ada Sonny disisinya. Pria itu akan melakukan segalanya.
"Terimakasih, mas.... "
"Sekarang kamu sudah cukup tenang?' dan dijawab anggukan oleh wanita itu.
"Jika masih ada yang mengganjal di hatimu katakan padaku, kita cari solusinya bersama-sama... "
"Iya, mas"
__ADS_1
Sonny tersenyum mendengar jawaban Arin, ia mendekatkan wajah istrinya lalu mengecup kening Arin dengan penuh kasih sayang.
***
Hari selanjutnya, tepatnya di siang hari. Terlihat anak-anak komplek tengah asyik bermain bola di taman.
Meski di siang terik yang menyengat tak menyurutkan semangat anak lelaki itu untuk berhenti bermain, semakin panas sinar matahari menyengat semakin mereka bersemangat untuk berlari di atas rumput hijau itu.
Keringat yang bercucuran sudah biasa bagi mereka, yang penting mereka dapat mencetak gol untuk timnya masing-masing.
"Noval.... Tendang kesini..!!!"
Noval yang tengah menendang bola mendapat arahan dari salah satu temannya.
Ia langsung menendang jauh bola tersebut.
Setelah mendapat bola dari Noval lelaki itu langsung berlari ke arah gawang lawan, namun dirinya di kepung oleh dua orang musuh.
"Adit...! Ke arah sini" Teriak Noval.
Tanpa menunggu lama Adit langsung menendang bola itu ke arah Noval, dan seketika Noval langsung menyundul bola dengan kepalanya ke arah gawang.
Dan hasilnya....
"GOALLLL........!!!!!"
Noval berhasil memasukkan bola dan memberi satu poin untuk timnya, semua rekannya berkumpul saling merangkul sembari berputar-putar sangking senangnya.
"Permainan kamu jago banget, Val!"
"Iya, akhir-akhir ini kamu makin jago main bola. Kamu ikutan les kayak Bagas ya?" Tanya Adit menatap kagum pada temannya.
"Enggak kok! Aku sering diajarin tak-tik main bola sama Om Sonny, makanya aku bisa!" Ungkap Noval memberitahu alasan kenapa sekarang ia lebih hebat dalam bermain permainan sepak bola.
"Om Sonny? Oh... Ayahnya Meimei ya?"
"Iya, Om Sonny jago banget loh main bolanya. Dia ngasih tau aku rahasia cetak goal ala Manchester United" Bisik Noval.
"Serius?!! Aku juga mau dong diajarin"
"Nanti aku ajarin deh, tapi kita selesain dulu permainan hari ini" Ucap Noval.
"Bener ya? Oke deh... Ayo kita lanjut main!"
Sesi kedua pun dimulai, di sesi ini Noval semakin menunjukkan kualitas bermainnya. Para tim lawan kian dibuat kesusahan, mereka terlalu menyepelekan anak lelaki itu, berkat latihannya bersama sonny, kini Noval bisa semakin jauh lebih baik lagi dalam bermain sepak bola.
Disaat mereka tengah asik-asik nya bermain, sebuah mobil hitam berhenti di tepi lapangan, awalnya mereka semua tak ada yang memperdulikan itu.
__ADS_1
Namun, ketika si pemilik mobil turun... Dia langsung memanggil salah satu nama anak lelaki disana.
"Noval....!"
Sontak semua anak-anak menghentikkan kegiatannya dan menatap ke arah sumber suara.
Begitupula dengan Noval, mendengar namanya di panggil ia pun lantas berbalik badan.
Dan ketika Noval berbalik alangkah terkejutnya ketika ia tahu siapa yang baru saja memanggil namanya!!
***
Setelah istirahat siang di salah satu restoran yang berada di mall, Sonny memutuskan berkunjung ke sebuah toko mainan anak-anak.
Ia berniat ingin membelikan Meimei dan Noval beberapa mainan yang kiranya mereka sukai.
Banyak sekali mainan untuk semua kalangan, Sonny membawa satu troli dan memasukkan beberapa mainan ke dalam troli tersebut.
"Kalau Meimei sudah pasti suka mainan Barbie, Noval juga sudah punya banyak robot-robotan, kira-kira aku harus membeli mainan apa?" Gumam Sonny bingung
Sangking bingungnya, akhirnya Sonny mengambil apa saja yang ia lihat hingga satu troli itupun tak muat menampung box mainan tersebut.
"Aku rasa sudah cukup!"
Setelah dirasa cukup, Sonny akhirnya membayar semua barang-barang yang ia beli, menggesek kartu berwarna hitam itu di kasir.
"Terimakasih, selamat berbelanja kembali"
Sonny hanya mengangguk sebagai tanggapan, ia membawa kedua paperbag di tangannya dengan senyum gembira.
•
•
•
•
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir dan Batin 🙏🏻
Mamie Mau Minta Maaf Jika Selama Ini Mamie Punya Salah Sama Kalian Baik Yang Disengaja Maupun Tidak Disengaja 😭
Selamat Lebaran Bagi Yang Merayakan 😇
Minal Aidzin Wal Faidzin 🥰🙏🏻
__ADS_1
*Untuk Yang Belum Vote, Cus... Mamie Tunggu😁
Love❤