Tetangga Cantik Kesayangan Putriku

Tetangga Cantik Kesayangan Putriku
Tak Bisa Berkata


__ADS_3

"Arindita... Aku mencintaimu... "


Duarrr!!


Arin terbelalak lebar! Bagai disambar petir Arin seketika mematung di tempat. Kata-kata Sonny sukses membuat dunia Arin berhenti beberapa detik.


Apa katanya tadi?? M-mencintai?!! S-sonny mencintainya???


Apakah ini mimpi?? Atau telinganya rusak dan salah mendengar?!!


Pikiran Arin mendadak kosong melompong, tetapi jantungnya justru berdebar hebat seolah akan keluar dari tempatnya.


"M-mas Sonny.... "


Lidah Arin terasa kelu, air matanya yang berjatuhan langsung berhenti begitu saja!

__ADS_1


"A-apa yang baru saja mas katakan? M-mas pasti salah berbicara kan?" Pungkas Arin tergagap-gagap.


Sonny menggeleng pasti, Arin mencoba mencari jawaban dari sorot mata itu, namun yang ia lihat adalah sebuah kejujuran dan keseriusan. Benarkah Sonny mencintainya??


"Aku serius Rin, aku mencintai kamu! Mencintai semua yang kamu miliki, tidak peduli karena apa kita bisa berada di posisi seperti sekarang ini, entah kapan dan dimana tetapi yang aku tahu aku begitu mencintai dan menyayangi kamu Arindita" Ungkap Sonny penuh keyakinan.


Sonny semakin menggenggam erat jari-jari lengan Arin yang terasa dingin, ia ingin membuktikan jika kata-kata barusan bukan hanya sebuah ucapan semata, tapi sebuah isi hati Sonny yang sudah lama terpendam.


Awalnya Sonny pun ragu mengartikan perasaannya terhadap Arin, namun rasa cemburu ketika melihat Arin bersama Faris seolah menyadarkan Sonny, dan juga ketika Arin menangis jiwanya seperti ikut hancur dan marah. Maka dari itulah Sonny pikir memang rasa cinta itu sudah tumbuh sedari lama.


Arin terperangah mendengar pengajuan Sonny, jadi perhatian yang selama ini Sonny tunjukan bukan cuma sebatas tanggung jawab saja? Tapi juga karena perasaannya pada Arin.


Kedua mata Arin nampak berkaca-kaca, sekali saja ia berkedip maka air mata itu akan jatuh untuk yang kesekian kali.


"Hikss.... Mas Sonny.... " Arin tak bisa menanggapi apapun, Arin hanya mampu menangis entah karena ia terharu atau karena rasa bersalahnya terhadap Sonny.

__ADS_1


Sonny tak banyak bicara, ia meraih tubuh Arin membawa wanita tersebut kedalam pelukan hangatnya, memberikan Arin yang tengah rapuh ini sebuah sandaran sederhana.


"Hiksss.... Hiksss...." Terdengar sangat pilu ditelinga Sonny, namun ia tetap membiarkan Arin menumpahkan semua air mata itu sampai tak ada yang tersisa sembari mengelus lembut punggung Arin.


Hanya karena sebuah pelukan saja Arin bisa merasakan kasih sayang Sonny padanya, begitu tulus dirasanya, bahkan pelukan Faris kemarin sangat terasa jauh berbeda dari pelukan seorang Sonny.


Arin ingin berhenti menangis, tetapi emosional didalam jiwanya terlalu menguasai, bagaimana jika anak-anak mereka melihatnya? Mereka pasti kan berpikir yang tidak tidak, namun hanya untuk sedetik saja rasanya sangat sulit bagi Arin.


"Maaf aku membuat kamu semakin sedih" Bisik Sonny dalam pelukan.


Tidak mas, ini bukan karena kamu. Aku yang seharusnya minta maaf, reaksi ku pasti membuat kamu kecewa.


Arin ingin berkata demikian, tetapi pita suaranya seakan tak bisa mengeluarkan kalimat itu.


Tanpa keduanya sadari, dari balik pintu salah satu ruangan yang ada disana berdiri seorang anak lelaki yang tengah melihat Ibunya menangis di pelukan Sonny.

__ADS_1


Ekspresinya sama sekali tak terbaca, datar dan tak ada gerak-gerik apapun yang akan dilakukan olehnya. Hanya berdiri tanpa ada niatan untuk menghampiri.


__ADS_2