Tetangga Cantik Kesayangan Putriku

Tetangga Cantik Kesayangan Putriku
Ungkapan Sonny


__ADS_3

"Emm... S-soal itu..... S-sebenarnya..... "


"Ada apa Rin? Kenapa kamu terlihat sangat gugup? Apa ada yang tidak beres?" Tanya Sonny mulai curiga dengan gelagat Arin, setiap ia menanyakan soal hal tersebut Arin selalu cemas dan seolah menutupinya dari Sonny.


"T-tapi mas Sonny jangan paham, dengarkan penjelasan ku sampai akhir aku akan menjelaskan semuanya" Pinta Arin terbata-bata.


"Baiklah, aku tidak akan menyela ucapanmu"


Jari-jari Arin saling meremmas satu sama lain, keringat dingin pun mulai bercucuran memenuhi dahinya, ia seperti orang yang tengah ketahuan selingkuh dan dimintai penjelasan.


"K-kemarin...... Kemarin mas Faris datang kesini" Tuturnya mengakui.


"APA???!!"


Mendengar teriakan Sonny sontak Arin memegang lengan suaminya dengan tubuh yang sedikit bergetar, takut melihat ekspresi Sonny yang mendadak berubah.


"Mas dengarkan penjelasan aku dulu! Mas Sonny jangan berteriak seperti itu aku jadi takut" Pekik Arin.


Sonny pun mencoba menstabilkan emosinya, mengetahui mantan suami Arin datang Sonny seketika meradang, terlebih kemarin tak ada Noval disini. Itu artinya Arin dan Faris hanya berdua di rumah ini!


"Kenapa kamu tidak memberitahu ku, Rin?! Apa yang dia lakukan pada kamu? Dia menyakitimu?!!" Desak Sonny menuntut jawaban.


"Kemarin mas Faris datang untuk menemui Noval, aku sudah memberitahu dia kalau Noval tidak ada jadi aku menyuruhnya untuk pulang. Tapi karena saat itu bersamaan dengan hujan turun mas Faris memohon untuk singgah sebentar, awalnya aku juga menolak tapi.... " Arin terus menceritakan semua kejadian yang terjadi tanpa ada yang tertinggal sedikit saja, menceritakan alasan kenapa ia membiarkan Faris untuk masuk dan sekedar berteduh sebentar dirumahnya serta alasan kenapa ia menangis semalam, semua Arin jelaskan pada sang suami.


Selama Arin bercerita Sonny nampak menahan amarahnya, terlihat dengan tangan Sonny yang mengepal sedari tadi.

__ADS_1


Sampai dimana Arin selesai bercerita dan meminta maaf pada Sonny karena tak memberitahu suaminya sendiri.


"Maaf mas... Tolong jangan salah paham, aku juga bersumpah kami tidak melakukan hal apapun yang diluar batas" Ucapnya memohon agar Sonny percaya.


Sonny seolah membisu dan menghiraukan semua permohonan Arin, pria itu tetap diam dengan raut marah yang tersirat di wajah rupawan nya. Hal tersebut jelas membuat Arin gusar.


"M-mas Sonny..... " Cicit Arin.


Namun lagi-lagi Sonny tetap bungkam, bahkan tak menatap Arin sedikitpun.


"Mas Sonny.... K-kamu marah?" Tanya Arin dengan bodohnya.


Arin menjadi tambah bersalah, Sonny pun ikut kecewa padanya, ini terlalu rumit bagi Arin. Arin paham memang, apa yang dirasakan Sonny sebagai seorang suami.


Hening...


Hening...


Hening...


"Rin... " Seru Sonny membuat Arin seketika mendongak menatap Sonny yang mulai bersuara.


"Iya mas?" Jawabnya cepat.


"Apa kamu masih belum bisa melupakan masa lalu kamu? Maksudku, bukan tentang rasa sakitnya tapi tentang orangnya" Ujar Sonny memperjelas.

__ADS_1


"Aku paham rasa sakit yang pernah kamu alami tidak akan pernah bisa hilang dan akan selalu membekas, tapi apakah orang yang menaruh luka itu juga masih tersimpan rapat di hati kamu? Hingga kamu selalu menangis ketika mendengar namanya"


Jlebb!


Apa ini? Perkataan Sonny begitu menancap tepat di ulu hatinya, ucapan Sonny sangat menyentil lubuk hati Arin. Mungkinkah selama ini Arin keliru dengan yang tengah dirasakannya???


"Aku ingin bertanya sekali lagi Rin... Apakah, kamu masih mencintai dia... Meski hanya tinggal secuil saja?" Tanya Sonny.


Tes!


Air mata Arin tanpa izin turun begitu saja, mengalir membasahi kedua pipi mulus perempuan satu anak tersebut. Hatinya dibuat obrak-abrik oleh semua ini terutama oleh suaminya, Sonny.


Perlahan Sonny beralih menggenggam kedua lengan Arin, menatap pemilik tangan itu dengan sorot mata teduh.


"Jika kamu masih mencintainya, maka aku... Aku akan mundur Rin. Aku tidak akan menghalangi cintamu yang begitu besar padanya, jika dia memang benar-benar ingin bersungguh-sungguh untuk memperjuangkan kamu lagi, aku akan berusaha untuk mengikhlaskan kamu" Imbuh Sonny.


"Mas..!!" Arin langsung memprotes semua kata-kata yang keluar dari mulut suaminya, Arin menggeleng tak terima, ia pun semakin menangis dibuatnya.


"Tolong yakinkan hati kamu dulu, Rin. Namun jika yang ada dihati kamu hanyalah rasa sakit itu, maka aku yang akan berusaha menyembuhkannya.... "


"Sampai tidak ada lagi ruang untuknya di hati kamu... "


"Sampai semuanya jelas dan kita bisa menentukan kemana kita akan melangkah"


"Aku akan selalu berdoa agar akulah orang yang dipilih Tuhan untuk kamu"

__ADS_1


"Arindita... Aku mencintamu... "


__ADS_2