Tetangga Cantik Kesayangan Putriku

Tetangga Cantik Kesayangan Putriku
Firasat Buruk


__ADS_3

Sore hari Sonny memasuki pekarangan perumahan, ia sudah pulang dari kantor lebih awal dari biasanya.


Lelaki itu mengendarai mobilnya melewati beberapa rumah di komplek itu, ketika Sonny melewati taman komplek alisnya menyatu tatkala melihat sebuah mobil terparkir di tepi lapangan.


"Siapa yang memarkirkan mobil di sembarangan tempat seperti ini? Sepertinya bukan milik tetanggaku"


Sonny mencoba menghiraukan kendaraan beroda empat itu, ia fokus menuju rumahnya.


Tak lama Sonny memarkirkan mobil di depan rumah, ia keluar dengan senyum mengembang, Sonny membuka bagasi mobil dan mengeluarkan dua paperbag besar yang berisikan mainan anak-anak.


Sonny membawa dua kantung besar tersebut menuju rumah Arin, dimana Meimei dan Noval berada.


Sonny menekan bel rumah Arin, dan memanggil nama putrinya yang biasanya akan menyambut kedatangannya ketika pulang.


Ting! Tong!


"Meimei..... Papah pulanggg....!!"


Tok Tok Tok!


Clekkk....


"Papahhhh....!!"


Pintu terbuka dan langsung disambut oleh teriakan Meimei, gadis kecil itu begitu senang mendapati sang Ayah di depan pintu rumah Arin.


"Papah ayo masuk...!"


Meimei menarik begitu saja lengan Sonny, membawa pria dewasa itu ke dalam.


Ketika Sonny masuk, pandangannya langsung terpaku pada dua orang yang tengah duduk di ruang tamu!


Arin, dan satu orang pria yang tidak pernah Sonny lihat sebelumnya. Siapa pria itu??


Mereka tampak duduk tanpa mengeluarkan suara, keduanya membisu dengan raut wajah sendu.


Sonny yang tadinya sangat senang seketika berubah kebingungan, ia bahkan lupa tengah membawa dua kantung besar di tangan kanan dan kirinya.


Sorot mata Sonny tertuju pada Arin yang juga tengah memandangnya, Arin hanya diam dengan wajah muram.


Sonny mengalihkan tatapannya pada orang di sebelah Arin, kedua pria itu saling menatap satu sama lain. Bingung siapa pria di depannya?


"Mas Faris sebaiknya pulang... " Lirih Arin tanpa menatap pria di sampingnya.


Sonny sedikit melebarkan matanya! Faris??!! Bukankah itu nama mantan suami dari Arin?? Jadi, lelaki itu....


"Tapi mas ingin bertemu dengan Noval dulu..." Imbuhnya merasa keberatan dengan permintaan Arin.

__ADS_1


"Noval tidak akan mau bertemu mas saat ini, dia butuh waktu. Tolong mengertilah.... " Sembur Arin sedikit bernada kesal.


Faris nampak menghembuskan nafas berat! Niat bertemu dengan sang anak, Noval justru kabur dan memilih mengurung diri di kamarnya bahkan hingga sore hari.


"Tapi... Tolong bujuk dia nanti, mas sangat ingin bertemu dengannya" Pinta Faris penuh harap.


Arin diam tak menanggapi seruan mantan suaminya, membuat Faris lagi-lagi harus menghela nafas berat.


"Mas akan pulang dulu kalau begitu, sudah dari siang juga mas disini. Kamu juga pasti banyak kegiatan, maaf karena mas menggangu waktumu" Cicitnya.


Faris bangkit dari kursi, melangkah menuju pintu utama. Disana ia berpapasan dengan Sonny, Faris tersenyum kecil.


"Anda pasti Ayah dari gadis kecil ini ya? Arin sudah memberitahu ku kalau dia yang menjaga putri anda. Tapi sepertinya Arin sedang lelah hari ini, syukurlah anda sudah pulang dan menjemput putri anda" Ucap Faris tiba-tiba, Sonny hanya diam mendengarkan apa yang pria ini ingin katakan padanya.


"Tolong jangan terlalu lama berada disini, Arin butuh istirahat... " Lanjut Faris.


Sonny menampakkan raut wajah dingin, andai saja pria ini tau jika dirinya adalah suami dari Arin sekarang, mungkin ia yang akan mengucapkan kata itu pada lelaki di hadapannya tersebut!


"Tidak perlu khawatir, jika anda sudah selesai dengan urusan anda. Anda boleh keluar lebih dulu... " Ucap Sonny dengan percaya diri.


Faris sedikit tak suka dengan ucapan Sonny, namun ia tak membalas perkataannya. Faris memilih pergi dari sana dengan perasaan berkecamuk.


Selepas Faris pergi Arin bisa bernafas lega, kedatangan Faris begitu mendadak. Sejujurnya Arin belum siap bertemu dengan sang mantan suami, ia belum menyiapkan mental apapun. Rasanya Arin ingin menangis saat ini juga!!


“Papah bawa apa? Kok besar banget kantongnya?” Seru Meimei membuyarkan pikiran Sonny.


“Wawww…. Meimei mau liat pah!” Kata Meimei tak sabar.


“Boleh, Meimei buka sendiri ya. Papah mau ke tante Arin dulu”


Sonny membiarkan Meimei sibuk dengan barang bawaannya, sedangkan ia berjalan ke arah Arin yang masih terduduk di kursi tamu.


Sonny ikut duduk di samping Arin, Arin buru-buru mengusap pipinya ketika Sonny mendekat, ia tak mau kelihatan menangisi sang mantan suami.


“Rin… kamu baik-baik saja?” Tanya Sonny cemas.


Arin mengangguk, meski demikian Sonny tau Arin berbohong.


“Ada apa sebenarnya? Bisa kamu ceritakan padaku?”


Arin menarik nafas panjang, sejujurnya ia sedang tidak ingin membahas kejadian tadi, tapi bagaimana pun Sonny harus tau agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara mereka.


“Dia mas Faris… mantan suamiku” cicit Arin.


Sonny merasa dadanya seperti dihantam batu besar, ternyata benar pria tadi adalah mantan suami Arin.


“Dia datang ke sini mau menemui Noval, tapi Noval menolak dan lari ke kamarnya. Dia tidak mau bertemu mas Faris, mas Faris bermaksud ingin meminta maaf pada kami berdua… Ini sangat mendadak, jujur aku sendiri belum siap bertemu dengannya” jelas Arin menceritakan semua yang terjadi beberapa jam yang lalu.

__ADS_1


Sonny menatap pintu kamar Noval yang tertutup rapat, ia ikut merasakan apa yang Arin dan Noval alami saat ini. Entah bocah lelaki itu tengah apa di dalam sana, mungkin tengah menangis pilu.


"Dia datang sendiri?"


"Hmm, dia datang seorang diri kesini"


"Istrinya mengizinkan dia menemui Noval?" Tanya Sonny sekali lagi.


Arin meneguk air liurnya ketika mendengar hal yang satu ini, masih teringat ucapan Faris yang membuatnya terkejut setengah mati.


"Dia sudah bercerai lagi... "


Deg!!!


"B-bercerai... ?!!"


Kali ini jantung Sonny serasa akan jatuh dari tempatnya!! Ia terperangah mendengar penjelasan dari Arin, Faris sudah bercerai dengan istri barunya?? Apa karena itu lelaki tersebut datang kemari ingin menemui Noval atau malah.... Ingin menemui Arin?!


Seketika rasa ketakutan Sonny muncul, takut jika Faris datang bukan bermaksud ingin menemui putranya tapi justru ingin menemui Arin setelah bercerai...! Apa maksud sebenarnya dari kedatangan Faris?!!!


Arin berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamar sang putra, ia mengetuk pintu kamar Noval, Arin ingin memberitahu jika Faris sudah pergi dari sini.


“Noval buka pintunya, nak. Ayah udah pergi… Noval bisa buka pintu sekarang, jangan mengurung diri di kamar terlalu lama kamu juga belum makan siang” Pinta Arin namun tak ada sahutan dari dalam sana.


“Noval… Kamu denger suara bunda kan?”


Usaha Arin nampaknya sia-sia, Noval belum ingin keluar dari ruangan itu, membuat Arin berjalan menjauh dari sana.


“Biarkan dia menenangkan diri lebih lama, jangan terlalu memaksanya aku yakin dia baik-baik saja didalam. Kamu istirahat lah..." Ucap Sonny berusaha menenangkan istrinya.


"Aku akan ke kamar sebentar, maaf aku jadi mengabaikan mas Sonny... "


"Tidak masalah, jangan terlalu dipikirkan. Sekarang yang terpenting kamu tenangkan diri kamu dulu"


Arin mengangguk patuh dan menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya.


"Ya Tuhan... Semoga saja firasat ku salah" Gumam sonny gelisah.






Mana Nih Yang Belum Vote?? Masih Mamie Tunggu Ya 🥰😁

__ADS_1


__ADS_2