
Beberapa Bagian Sebaiknya Dibaca Ketika Buka Puasa!!!
***
"Emmm...... Mas....... "
"Ya sayang... Teruskan..... "
Arin terus bergerak diatas tubuh Sonny, meliuk-liukkan tubuhnya dengan begitu seksi, mencari kenikmatan ditengah penyatuan mereka.
Sedangkan Sonny terlihat menikmati permainan istrinya, ia memandang kagum wajah cantik Arin sembari memegang kedua sisi pinggang wanitanya.
Peluh membasahi sekujur tubuh sepasang suami-istri itu, berbagai gaya telah mereka kuasai. Mereka pun saling memuaskan satu sama lain, tidak hanya Sonny saja tetapi Arin juga ikut andil dalam kegiatan panas tersebut.
Disaat tenaga Arin kian melemah Sonny membantunya dengan menggerakkan pinggulnya sendiri membuat keduanya mendesaah hebat!
"Ahhh..... Mas Sonny......!!" Arin menjerit merasakan kenikmatan yang tiada tara.
"Sebut namaku sayang.... " Ujar Sonny terengah-engah.
"Mas Sonnyyy....! A-aku tidak kuat lagiiii...!"
Dan entah untuk yang keberapa kali, Arin pun melakukan pelepasan lagi.
"Akhhhh.....!!!"
Namun tidak dengan Sonny, lelaki itu masih belum mendapatkan puncaknya. Ia membawa Arin dari ranjang lalu melakukan penyatuan dengan posisi berdiri.
Sontak Arin melingkarkan kedua kalinya di pinggang sang suami dan berpegang di kedua bahu pria itu.
Sesaat Sonny mencium Arin lebih dulu, memberi Arin waktu sebelum ia menggempurnya kembali.
"Manis.... Aku suka" Ucap Sonny ketika ciuman itu terlepas.
Selanjutnya, Sonny kembali memasukan adik kecilnya ke dalam lubang pusaka ternyaman.
Setelah berhasil Sonny kemudian melanjutkan kegiatan panas mereka, membuat Arin mendesaah dalam dekapannya.
Lima belas menit kemudian Sonny mendapatkan pelepasan, ia menggeram hebat sembari memeluk tubuh Arin dengan erat. Merasakan cairan hangat yang mengalir keluar didalam tubuh Arin.
"Arrgghh.....!!"
Nafas keduanya berpacu layaknya berlari marathon, namun kelegaan menguasai mereka. Mereka sama-sama tersenyum bahagia.
***
"Sesekali menginap lah disini, ada banyak kamar kosong yang bisa ditempati. Kita bisa tidur satu kamar" Ucap Sonny pada Arin, kiri keduanya tengah berendam didalam bathup membersihkan diri dari sisa-sisa percintaan.
"Tapi apa alasannya?" Tanya Arin menyandarkan punggung lelahnya pada dada bidang Sonny.
"Nanti kalau Meimei ingin tidur denganmu kalian tidur saja di rumahku, ajak Noval juga" Jawab Sonny membelai bagian depan istrinya, membuat Arin geli dibuatnya.
__ADS_1
"Emm.... Lihat nanti saja" Lirih Arin sulit berbicara akibat kelakuan sang suami.
Tangan Sonny turun ke bagian perut, mengelus perut rata itu dengan lembut. Tiba-tiba saja pikiran Sonny melayang jauh, membayangkan jika Arin mengandung darah dagingnya.
Gerakan Sonny membuat perhatian Arin teralih, ia menggenggam kedua tangan Sonny untuk menghentikan gerakan tangan pria ini.
"Apa sih mas, kayak ngelus orang hamil aja" Ujar Arin tertawa kecil.
"Bagaimana kalau kamu beneran hamil, Rin?" Tanya Sonny.
Ekspresi Arin berubah total, pertanyaan Sonny langsung menjurus begitu tepat! Arin langsung melamun dibuatnya.
"A-aku gak boleh hamil saat ini... " Lirih Arin.
"Kenapa?"
"Tentu karena orang-orang gak ada yang tau pernikahan kita. Kalau aku tiba-tiba hamil pasti mereka mikir yang enggak enggak, aku harus beli obat penunda kehamilan" Imbuh Arin.
Tanpa Arin sadari perkataannya membuat hati Sonny tercubit, disaat ia senang jika suatu saat Arin mengandung anaknya, Arin justru tak ingin mengandung. Menunda pengumuman pernikahan sama saja dengan menunda kehamilan, jujur Sonny ingin mengikat Arin lebih dalam.
"Tapi..... Kalau suatu saat semua orang tau jika kita sudah menikah, apa kamu mau mengandung anakku?"
Deg!
Arin termangu seketika! Pertanyaan ini lebih berat dari yang sebelumnya. Apa yang harus ia jawab? Sedangkan pernikahan mereka hanyalah sebuah ketidaksengajaan.
"A-aku...... " Arin berhenti ditengah jalan, belum tau keputusan yang tepat untuk dirinya ambil.
Arin tersenyum samar, ia tahu Sonny serius dengan ucapannya namun ia belum bisa memberikan keputusan yang tepat.
"Do'akan saja yang terbaik untuk kita, lagipula Meimei masih kecil, aku ingin memanjakan anak itu dulu setidaknya sampai Meimei sudah sekolah" Kata Arin menambahkan.
"Begitu ya? Aku sih setuju-setuju saja, apalagi Meimei belum pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu. Dia pasti akan sangat senang jika mengetahui kalau kamu sekarang adalah Ibu sambungnya" Ucap Sonny membayangkan.
Arin mengangguk, membelai wajah Sonny sembari mendongak ke belakang.
Sonny langsung menunduk dan mencium bibir manis istrinya, meraup sensasi luar biasa yang selalu timbul kala mereka berciuman.
"Sepertinya aku butuh satu ronde lagi"
"Mas!"
***
Arin kembali ke rumah pukul dini hari, Sonny mengantarkannya sampai ke gerbang depan. Setelah itu Sonny kembali lagi ke kediamannya.
Arin masuk ke dalam rumah, ia mengecek kamar Noval apakah putranya masih tertidur atau tidak. Ketika Arin membuka pintu kamar, Noval masih tertidur pulas, bahkan hingga mendengkur kecil.
Arin lantas menutup pintu dengan sangat hati-hati, takut membangunkan buah hatinya.
Arin kemudian naik ke lantai atas, ia membuka pintu kamarnya sendiri, dimana seorang gadis kecil sedang tertidur di atas ranjang empuk miliknya, Arin menghembuskan nafas lega.
__ADS_1
"Hufftt..... Syukurlah, mereka semua tertidur pulas" Gumam Arin.
Arin berjalan ke arah lemari guna mengambil pakaian tidurnya, ia mengganti seluruh pakaiannya dengan pakaian bersih. Setelah itu baru ia membaringkan diri di atas kasur bersama dengan Meimei.
Arin mengambil ponsel miliknya, menyalakan gawai tersebut yang ternyata ada pesan masuk dari Sonny.
Arin langsung membuka pesan tersebut.
"Sudah tidur?"
Arin tersenyum ketika membaca pesan singkat itu, buru-buru ia membalasnya.
"Belum, baru selesai mengganti baju" Balas Arin.
"Aku sendirian di rumah :( "
Arin tertawa ketika membaca pesan itu, sangat lucu apalagi diiringi dengan emot sedih.
"Bukannya sudah terbiasa?"
"Entahlah, malam ini aku ingin ditemani seseorang"
"Siapa itu?" Balas Arin pura-pura tidak tau.
"Seorang wanita cantik!"
"Memangnya kenapa harus ditemani segala? Apa yang akan mas Sonny lakukan?" Imbuh Arin memancing Sonny.
"Apa yah? Biasanya apa yang akan terjadi jika seorang pria dan wanita berada dalam satu kamar?"
Arin melotot melihat balasan pesan dari Sonny, pipinya memerah menahan malu.
"Bukannya tadi sudah?"
"Apanya yang sudah? Wah.... Kamu pasti sedang berpikir yang aneh-aneh" Kata Sonny.
Arin ternganga dibuatnya, kenapa pertanyaan Sonny malah menjadi boomerang bagi Arin?!!
"Ishh... Mas Sonnyyyyy!!!!"
"Hahaha..... Kenapa kamu marah? Katakan padaku apa yang sedang kamu pikirkan??"
"Tidak ada!! Lupakan saja, sebaiknya mas tidur sekarang. Aku sudah ngantuk"
"Cup cup cup.... Jangan marah begitu dong, nanti cantiknya hilang loh"
"Terserah! Aku gak peduli... Mas Sonny nyebelin...!!"
"Hahaha.... Maaf maaf... Aku cuma bercanda jangan marah ya"
Arin tersenyum ditengah rasa kesalnya, ia tak membalas pesan Sonny dan memilih tidur untuk menghadapi hari esok.
__ADS_1