Tetangga Cantik Kesayangan Putriku

Tetangga Cantik Kesayangan Putriku
Iri Hati


__ADS_3

Hampir satu jam berlalu, Faris terlihat duduk merenung di sebuah kursi yang berada di tempat sebelum ia dan yang lainnya berpisah.


Tak ada niatan untuk Faris menghampiri keempat orang tersebut, entah kenapa ia memilih menjauh dari mereka. Dan kini Faris seperti orang tak punya tujuan yang dikelilingi orang-orang asing di sekitarnya.


Minuman yang Faris beli pun tersimpan rapi sebelahnya, mungkinkah seharusnya Faris buang saja? Mungkin Arin sudah tak membutuhkan benda yang akan menghilangkan dahaganya.


Disaat Faris sedang berdebat dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba orang yang ia cari muncul di hadapannya.


"Lho, mas Faris dari tadi diam disini?" Celetuk Arin melihat lelaki tersebut duduk seorang diri.


Faris yang sadar dari lamunannya hanya menganggukkan kepala.


"M-maaf mas kita lupa memberitahu mas Faris, tadi kita pergi ke tempat permainan" Jelas Arin bermaksud memberitahu, tanpa ia ketahui Faris sudah tau sedari tadi.


Faris melihat Noval dan Meimei yang tengah memegang boneka hasil dari permainan lempar kaleng itu, wajah Noval tampak berseri. Faris tersenyum getir, bisa-bisanya mereka melupakan dirinya selama satu jam ini.


Sedangkan pandangan Arin tertuju pada botol minuman di samping Faris, Arin bahkan lupa jika tadi Faris berniat membelikannya minuman, Arin yakin itu pasti minuman untuknya.


"Minuman itu, pasti untukku kan mas?" Tanya Arin.


Faris menoleh ke samping menatap benda yang memang ia belikan untuk sang mantan istri.


"Aku ambil ya, mas!" Ketika Arin akan mengambil botol tersebut seketika Faris merebutnya terlebih dahulu membuat Arin mendadak dibuat kebingungan, ditambah Faris yang berdiri dari kursi tersebut.

__ADS_1


"Mas yakin kamu sudah tidak membutuhkan minuman ini lagi, lebih kita pulang. Mas rasa sudah cukup mengajak Noval berlibur hari ini" Setelah berkata demikian Faris melangkahkan kakinya dari tempat itu menuju parkiran dimana mobilnya berada.


Arin hanya bisa melongo melihat kepergian Faris, dari nada bicaranya pun Faris terdengar lebih cuek.


"Ayo Rin, kita pulang sekarang" Seru Sonny mengajak sang istri untuk pergi.


Arin mengangguk lalu mengajak putra-putri nya pulang dari kebun binatang ini.


***


Selama perjalanan Noval dan Meimei lebih sering bercengkrama, menceritakan keseruan mereka ketika di kebun binatang tadi.


Faris yang tengah menyupir jelas mendengar cerita-cerita yang keluar dari bibir putranya, dan pasti membuat Faris iri karena tak ada dirinya dalam cerita sang putra.


Hanya ada Arin dan juga Sonny, semua rencananya gagal total. Benar-benar tak ada hal seru yang Faris dapatkan.


"Ayok, nanti kalau ada waktu kita main lagi ya" Balas Sonny.


"Meimei juga mau pahhh... !! Meimei mau boneka yang buanyaaaakkkkk banget" Ungkap gadis kecil itu.


"Iya dong, pokoknya nanti papah ajak kak Noval sama Meimei main lempar kaleng lagi, Oke!"


"Yeayyyyyyy.......!!!" Suara teriakan dua anak kecil disana terdengar menggema di dalam mobil.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ucapan itu menyayat hati seorang Faris Kusuma, Ayah mana yang tidak sedih tatkala buah hatinya sendiri lebih senang mengajak pria lain dibanding Ayah kandungnya sendiri?


Meski memang tidak bermaksud melukai perasaan Faris secara terang-terangan tetapi tetap saja kalimat polos itu seperti tamparan keras bagi Faris.


Menyadari fakta jika Noval dekat dengan lelaki dewasa selain dirinya rupanya lebih sakit dibanding penolakan Noval saat pertama kali bertemu.






Hai Para Readers Mamie Tercinta 🙋


Gimana Kabarnya?


Udah Lama Nih Gak Ketemu 😁


Mohon Maaf Sebelumnya Mamie Baru Up Lagi, Karena Beberapa Minggu Ini Mamie Lagi Sibuk Ujian Jadi Belum Sempat Menulis. 🤧


Dan Mohon Maaf Mamie Belum Bisa Up Banyak, Karena Masih Belum Punya Banyak Waktu. 🥺🙏🏻

__ADS_1


Sekali Lagi Mamie Mohon Maaf Dan Terimakasih Kepada Semua Readers Yang Setia Menunggu Kelanjutan Novel Ini😇❤


Jangan Lupa Vote nya, Mamie Tunggu🥰


__ADS_2