
Hari ini Sonny menghadiri pertemuan dengan beberapa kolega bisnisnya di salah satu hotel bintang lima.
Sonny melangkahkan kaki ke arah lobi hotel, tanpa ditemani oleh asisten dan sekertarisnya.
Ia terus berjalan tanpa menyadari jika ada seseorang dibelakangnya.
"Tuan Sonny?"
Sonny yang merasa namanya di panggil lantas menoleh kebelakang.
Ia sedikit terkejut mendapati Tasya yang juga berada di hotel ini.
"Nona Tasya? Anda disini juga?"
Tasya menjajarkan langkah kakinya dengan Sonny, ia mengangguk seraya berujar.
"Iya, kebetulan hari ini saya menggantikan Ayah saya lagi. Kebetulan sekali kita bertemu disini"
"Benar, saya juga tidak menyangka Nona Tasya hadir di acara pertemuan para kolega" Tambah Sonny.
"Saya sedikit gugup sebenarnya, apalagi ini pertemuan penting"
"Tenang saja, meskipun ini pertemuan para pembisnis tapi kita tidak seserius ketika berada di ruang rapat. Biasanya kita akan berbincang santai" Jelas Sonny mengurangi rasa cemas seorang Tasya.
"Benarkah?? Tapi... Tetap saja saya masih merasa gugup" Katanya diiringi tawa kecil.
"Hahaha.... Tidak perlu khawatir, jika ada yang membuat anda kebingungan anda bisa tanyakan pada saya" Ujar Sonny.
Tasya langsung menatap pria di sampingnya, senyum indah terbit membentuk lengkungan.
"Terimakasih atas bantuannya, maaf saya selalu merepotkan Tuan Sonny" Ucap Tasya tak enak hati.
"Sama sekali tidak" Balas Sonny santai.
Mereka memasuki ruangan dimana acara tersebut berlangsung, Sonny dan Tasya menghampiri beberapa pengusaha yang berada didalam sana.
"Wah wah wah... Lihat siapa yang datang" Ucap pria tersebut ketika melihat Sonny bersama dengan seorang wanita di sampingnya.
"Selamat siang semuanya.. " Sapa Sonny.
"Selamat siang juga Tuan Sonny, sepertinya ada yang berbeda dari anda saat ini" Ucap lelaki bernama John.
"Benarkah? Apa itu?"
__ADS_1
"Tentu saja karena anda datang bersama dengan seorang wanita cantik, siapa dia? Apa dia kekasihmu?" Tanyanya penasaran.
"Hahaha.... Bukan Tuan John, perkenalkan namanya Tasya dia putri bungsu Tuan Hans" Imbuh Sonny memperkenalkan Tasya dengan para kolega.
Tasya menoleh ke arah Sonny, tersenyum kecut kala mendengar jawaban Sonny yang membantah jika mereka bukanlah seorang kekasih, padahal ia dan Sonny memang tidak memiliki hubungan apapun kecuali rekan bisnis saja. Tapi entah kenapa hatinya tak senang mendengar hal itu.
"Oh benarkah??? Ya ampun, maaf saya tidak mengetahui anda sebelumnya"
Tasya buru-buru mengalihkan perhatiannya, ia tersenyum ramah kepada para pembisnis itu.
"Tidak apa-apa, sangat wajar karena ini juga baru pertama kali saya kemari. Saya harus menggantikan orang tua saya yang berhalangan hadir" Tutur Tasya memperjelas.
"Senang bisa bertemu dengan anda Nona Tasya, semoga kita bisa menjadi rekan bisnis selanjutnya"
Tasya menganggukkan kepala, ia pun mulai berbincang-bincang santai mengenai bisnis. Dan yang pasti ia tak lepas bisa dari Sonny, Tasya banyak bertanya pada pria itu. Tasya sangat membutuhkan kemampuan Sonny saat ini, dan lagi... Ia senang berada di dekat pria itu.
***
Malam itu Arin memberanikan diri bertanya pada Noval, ia ingin membahas sesuatu yang penting menyangkut pernikahannya dengan Sonny.
Ketika makan malam tengah berlangsung, Arin mencoba membuka bersuara.
"Noval... " Panggil Arin.
"Emm.... Noval pernah gak ditanya mau punya Ayah baru atau enggak sama seseorang?" Tanya Arin basa-basi.
"Pernah, sama Ibu-ibu komplek juga sering ditanya gitu"
Arin mencondongkan badannya ke depan, ia penasaran dengan ungkapan anak semata wayangnya.
"Terus, biasanya Noval suka jawab apa?" Ucap Arin bernada serius.
Noval menelan makanannya terlebih dahulu, setelah itu baru ia menjawab pertanyaan yang diajukan Ibunya.
"Noval selalu bilang gak mau!"
Arin tersentak! Ia mendadak tidak karuan. Jawaban putranya membuat jantungnya dag-dig-dug cepat.
"K-kenapa? Emm... Maksud bunda, apa Noval gak pernah punya keinginan punya Ayah baru?" Tanya sekali lagi.
Noval menggeleng lesu, "Noval pingin sama bunda aja, Noval gak mau punya Ayah lagi. Nanti bunda nangis lagi" Lirihnya sedih.
Deg!!!
__ADS_1
Arin terhenyak mendengar alasan Noval! Jadi itu alasannya?? Noval tau apa yang terjadi selama ini pada dirinya? Darimana pria kecil ini tau kalau Arin sering menangis ketika masih bersama Ayah kandung dari putranya.
Arin terasa dihantam batu besar, padahal ia sudah berusaha menutupi semua rasa sakitnya agar Noval tidak tau seperti apa rumah tangga yang dijalani kedua orang tuanya dan alasan mereka bercerai.
Namun, sang buah hati selama ini juga menutupi apa yang dia ketahui. Bahkan Noval seolah punya ketakutan akan sosok seorang Ayah. Takut Arin terluka lagi.
"B-bunda enggak pernah nangis kok! N-noval salah denger kali" Elak Arin membantah.
"Tapi waktu dulu Noval sering denger suara orang nangis di kamar bunda sama Ayah. Pasti bunda kan yang nangis? Gak mungkin itu Ayah, Ayah kan jarang pulang ke rumah" Jelas Noval membeberkan apa yang dirinya ketahui.
Pernyataan Noval membuat Arin membeku! Kenapa putranya harus mendengar semua itu?? Kenapa ia teledor dulu sampai saat ini Noval mempunyai kenangan buruk yang sudah amat menguasainya.
"Emang kenapa? Bunda mau nikah?" Tanya Noval.
Bibir Arin terasa kelu, apa yang harus ia jawab sedangkan pada kenyataannya ia sudah menikah dengan Sonny. Dan Sonny sudah menjadi Ayah baru untuk putranya.
"Bunda gak akan nikah lagi kan?"
Arin masih diam mematung.
"Noval gak mau punya Ayah tiri, Noval pingin sama bunda aja" Cetusnya lagi.
Bola mata Arin mulai menggenang, ia seolah mengkhianati putranya sendiri.
"T-tapi... Gak semua laki-laki bakal bikin bunda nangis, kamu tau kan sepupu kamu yang di medan? Dia juga punya Ayah sambung yang baik yang bisa buat Ibu dan anaknya bahagia"
Noval tak menanggapi ucapan Arin, perlahan Noval mengangkat kepalanya, menatap wajah cantik wanita yang telah melahirkannya itu.
"Emangnya kita gak bisa berdua aja ya bun? Kenapa harus ada orang baru?" Cicit Noval sendu.
Kali ini Arin tak bisa menjawab, ia juga bingung harus bagaimana? Bukannya mereka tidak bisa hidup berdua saja, namun sekarang Sonny dan Meimei sudah menjadi bagian dari mereka. Arin tak bisa melepasnya begitu saja.
"Waktu Noval masih tinggal sama Ayah, apa Noval gak seneng? Bukannya Ayah baik sama Noval?"
"Walaupun Ayah baik sama noval, tapi Ayah gak sayang sama bunda, sering buat bunda nangis. Noval gak mau punya Ayah lagi!" Kata Noval mempertegas.
Ini tidak bisa dibenarkan, Noval sudah sangat membenci sosok seorang Ayah. Lalu bagaimana jika di tau kalau Sonny adalah Ayah sambungnya?!
"Terus gimana kalau misalkan bunda dapet sosok pengganti Ayah yang bikin bunda sama Noval bahagia, apa Noval bakal nerima orang itu?"
"Gak mau! Noval pingin sama bunda aja!" Tolak Noval mentah-mentah.
"Noval pingin kayak gini aja, Noval bahagia meski cuma sama bunda"
__ADS_1