
Pagi-pagi sekali Faris sudah datang mengunjungi rumah Arin, lelaki itu berniat mengantarkan putranya ke sekolah. Dengan penampilan rapi dan senyum yang berseri Faris berharap Noval mau menerima niat baiknya ini.
Ketika Faris baru saja hendak menekan bel rumah Arin, sang pemilik rumah sudah lebih dulu membukanya.
Nampak raut wajah Arin terkejut mendapati Faris berdiri disana.
"Mas Faris?!!"
Faris tersenyum manis pada mantan istrinya, senang bisa melihat Arin. Wanita itu makin lama semakin cantik saja, Faris merasa kembali dibuat terpesona.
"Selamat pagi Arin!" Ucap Faris menyapa.
"P-pagi.... A-ada urusan apa mas Faris kemari?" Tanya Arin tanpa basa-basi.
"Maaf, mas mengganggu kamu sepagi ini. Tapi... Mas berniat bertemu dengan Noval lagi, mas ingin mengantarkan dia ke sekolah" Ungkap Faris menyampaikan maksudnya.
Arin diam mendengarkan penjelasan sang mantan suami, tanpa membalas senyum pria itu. Masih sangat sulit berinteraksi kembali dengan pria yang pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.
"Bukannya aku menolak, tapi mas Faris lihat sendiri kan kemarin saja Noval masih belum mau bertemu dengan mas, apalagi jika mas mengantarkan ke sekolah. Aku tidak yakin Noval mau" Lirih Arin berargumen.
Namun perkataan Arin seolah tak membuat niat Faris gugur ditengah jalan, sebelumnya pun Faris sudah memikirkan hal tersebut tapi ia tak mau menyerah.
"Mas akan berusaha membujuk Noval sebisa mas, meski hari ini Noval menolak tapi mas akan tetap membujuknya sampai dia mau. Mas benar-benar ingin memperbaiki kesalahan mas padanya... Juga padamu" Lirih Faris.
Kalimat terakhir Faris membuat Arin refleks menatap wajah pria itu, tatapan keduanya sama-sama sendu, ada raut kerinduan dari pancaran mata mereka, namun Arin maupun Faris tak mengutarakan hal tersebut.
Sebisa mungkin Arin menjaga hatinya! Ia tak boleh lengah! Ia tak boleh salah mengambil arti atas ucapan Faris tadi.
Ketika keduanya tengah asyik bergelut dengan pikiran masing-masing, dari arah belakang Noval muncul dengan seragam sekolah dan bersiap untuk berangkat.
"Bunda ayo kita berang............. Kat" Seketika Noval menghentikan langkahnya tatkala ia melihat Faris disana.
Perlahan Noval mundur dan bersembunyi dibalik tubuh Arindita.
Faris yang melihat kemunculan Noval mulai berusaha membujuk anak itu, ia tak mau membuat Noval takut.
"Noval sayang, ini Ayah nak. Kamu udah mau berangkat sekolah ya?" Tanya Faris basa-basi.
Namun yang ia terima hanyalah sebuah tatapan tajam dari bocah lelaki itu.
"Emm.... Hari ini, gimana kalau Ayah yang anterin Noval ke sekolah?" Tawar Faris penuh harap.
__ADS_1
"Noval mau ya? Kasian kalau bunda yang anterin Noval terus, sesekali Ayah yang anter. Gimana?"
Alih-alih menerima penawaran Faris, Noval justru menolaknya mentah-mentah.
"Gak! Noval gak mau...!" Ucapnya bernada ketus.
Faris menelan ludah susah payah, ia sudah menduga jika Noval pasti akan menolak niat baiknya. Tapi Faris tetap tersenyum, ia memaklumi penolakan sang anak, Noval masih belum memaafkan kesalahannya.
"Emm.... Gimana kalau Noval sama bunda berangkat pakai mobil Ayah aja? Sekalian Ayah juga mau berangkat kerja" Faris tak kehilangan akal, ia tetap berusaha merayu putranya itu.
"Ya udah Ayah kerja aja! Noval cuma mau dianterin sama bunda!" Tolaknya bersikeras.
Arin yang mendengar interaksi sepasang anak dan Ayah tersebut tak bisa berbuat apa-apa, ia mengerti jika Noval tak mau bersama dengan Faris, disisi lain Arin juga tau kalau Faris berniat memperbaiki hubungannya dengan putra mereka.
Ditengah peristiwa yang sedang berlangsung itu, Sonny dan Meimei datang ke rumah Arin. Seperti biasa, Sonny hendak menitipkan putrinya pada Arin.
Namun apa yang terjadi tak luput dari pengamatan Sonny, sedangkan Meimei tak mengerti apa yang sedang terjadi.
"Permisi..... " Potong Sonny membuat percakapan kedua lelaki disana terhenti sejenak.
Sonny menghampiri mereka, sambil menggandeng lengan Meimei disebelahnya.
Sonny mengamati apa yang barusan terjadi, Sonny melihat Noval yang bersembunyi dibalik tubuh Arin dan Faris yang sedari tadi berbicara entah apa. Sepertinya sekarang Sonny paham apa yang sedang terjadi.
Noval yang melihat Sonny datang langsung berlari ke arah pria itu, membuat semua orang yang berada disana dibuat kebingungan.
"Noval berangkat sama Om Sonny aja kalau gitu! Boleh kan, Om?" Tanya Noval.
Sonny yang masih kebingungan hanya bisa mengiyakan, "I-iya, boleh. Tapi... Ada apa sebenarnya?" Tutur Sonny penasaran.
"Noval, jangan merepotkan orang lain nak. Lebih baik diantar sama Ayah saja ya?" Bujuk Faris untuk yang kesekian kali.
"Noval bilang enggak ya enggak!!" Teriak Noval kesal, rasa hormat pada Ayahnya sendiri pun sudah hilang ditelan bumi. Kini ia mulai berani melawan Faris.
"Tapi Noval.... "
"Sudah tidak apa-apa, tuan. Jika Noval ingin bersama saya, saya sama sekali tidak keberatan" Sela Sonny memotong.
Pertengkaran itu rupanya membuat Meimei ketakutan, ia berlari ke arah Arin dan memeluk kaki jenjang wanita tersebut.
"Tante.... Kak Noval marah kenapa?" Cicit Meimei ketakutan.
__ADS_1
Melihat Meimei seperti itu membuat Arin tak bisa membiarkan hal ini terus terjadi, mereka tidak boleh memperlihatkan hal yang tak boleh dilihat oleh anak seusia Meimei.
"Kalian tolong berhenti berdebat!! Ada anak kecil disini" Cecar Arin menengahi.
"Mas Sonny, tolong antar Noval ke sekolahnya... " Pinta Arin memutuskan.
Faris yang mendengar itu sontak ingin protes.
"Rin?"
"Mas aku mohon kamu mengerti! Jangan terlalu memaksa Noval, mas masih punya banyak waktu lain kali" Sentaknya, membuat Faris tak berkutik.
Sonny menunduk memandang Noval yang mencengkram kuat kemejanya, Sonny pun berpamitan pada Arin untuk mengantar Noval ke sekolah.
"Kami pamit pergi, Rin.... "
Arin mengangguk sebagai balasan, dan membiarkan Sonny yang mengantar Noval ke sekolah.
Sedangkan Faris memandang kepergian Noval penuh kecewa, niatnya kali ini gagal total. Bukan hanya ditolak, ia juga diacuhkan oleh sang putra.
Faris menghembuskan nafas kasar, hatinya berdenyut nyeri. Apakah sekarang putranya sendiri membencinya? Seberapa besar kah rasa benci itu? Selama ini ia tidak sadar dengan apa yang telah dirinya perbuat, ia terlalu sibuk dengan dunia sendiri sampai-sampai Faris lupa jika ada seseorang yang menunggunya.
Tapi kini, dunia terasa berbalik. Ia kehilangan orang-orang yang ia sayang, sudah tidak ada lagi yang menunggunya, malah kehadirannya pun tak diinginkan saat ini.
"Mas Faris sebaiknya pergi, mas juga harus bekerja, bukan?" Seru Arin secara tak langsung mengusir pria itu dari kediamannya.
Faris menyoroti Arin dengan tatapan sedih.
"Mas akan kembali lagi besok, mas masih ingin bertemu Noval... " Ungkap Faris sebelum dirinya pergi.
"Terserah mas saja.... " Balas Arin, ia mengendong Meimei dan membawanya ke dalam rumah, meninggalkan Faris yang terpaku disana.
•
•
•
•
Jangan Lupa Bagi Vote Mingguannya Ya🥰
__ADS_1
Mamie Tunggu😇
Love❤