Tetangga Cantik Kesayangan Putriku

Tetangga Cantik Kesayangan Putriku
Sonny Sakit


__ADS_3

Esok hari Faris tak nampak mengunjungi kediaman Arin dan Noval, entah apa yang membuat pria itu tak lagi datang, mungkinkah faris menyerah begitu saja setelah kehadirannya di tolak oleh sang putra?


Atau mungkin pria itu punya alasan lain? Misalnya seperti sibuk bekerja atau sedang dalam kondisi tak sehat? Entahlah... Tak ada yang tau.


Hal tersebut membuat Arin maupun Noval sedikit lega. Pasalnya, mereka tak perlu menyiapkan mental untuk bertemu lelaki itu.


Arin yang sudah siap mengantar Noval ke sekolah terlihat terheran-heran ketika melihat Sonny dan Meimei belum keluar dari rumahnya. Apakah hari ini Sonny tidak bekerja? Jika iya, kenapa tidak memberitahunya?


"Sayang, tunggu sebentar ya. Bunda mau samperin Meimei sama Om Sonny dulu" Titah Arin meminta Noval untuk menunggu sebentar.


"Iya, bunda" Jawab Noval menurut.


Arin lantas berjalan ke arah rumah di depannya, ia menekan bel beberapa kali. Cukup lama Arin menunggu hingga sang pemilik rumah membukakan pintu tersebut.


Sonny terlihat masih memakai pakaian rumahan, tak memakai setelan kerja. Wajahnya pun tampak pucat dan lesu.


"Arin?"


"Mas Sonny kamu baik-baik saja?" Tanya Arin merasa ada yang berbeda dari penampilan Sonny.


"Hmm.... Aku sedikit kurang enak badan hari ini" Lirih nya lesu, sontak membuat Arin langsung dibuat khawatir.


Arin langsung mengangkat satu tangannya dan menempelkan punggung tangan itu tepat di kening Sonny, kulit tangannya seketika terasa panas menyengat! Sonny demam!


"Mas, kamu demam!" Ucap Arin dengan nada cemas.


"Sepertinya begitu, aku akan istirahat dirumah dulu. Meimei ada didalam, katanya dia mau menemani aku hari ini" Ujar Sonny memberitahu keberadaan putrinya.


"Sejak kapan kamu sakit, mas? Semalam kamu baik-baik saja. Kamu sudah minum obat?" Cecar Arin dengan pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulutnya.


"Sejak tengah malam, aku hanya meminum obat yang ada saja" Ungkap Sonny.


"Ya, ampun... Kenapa tidak menghubungiku? Kamu perlu ke dokter sekarang juga...!"


Namun dengan cepat Sonny menggeleng, "Tidak perlu, aku akan segera membaik. Kamu tenang saja... "


Bukannya menurut, Arin justru terlihat kesal dengan penolakan Sonny. Pria itu masih saja menyepelekan rasa sakitnya.


"Tidak bisa, mas! Mas Sonny harus ke dokter. Setelah aku mengantar Noval ke sekolah aku akan membawa mas sonny ke dokter, mas Sonny siap-siap saja untuk berangkat, aku akan secepatnya kembali" Dan dengan tergesa-gesa Arin kembali menghampiri putranya lalu mengantarkan Noval menggunakan mobil seperti biasa.

__ADS_1


***


Seusai mengantarkan Noval ke sekolah, kini Arin dan Sonny sudah tiba di rumah sakit, mereka datang berdua tanpa di temani oleh Meimei. Gadis kecil itu arin titipkan sebentar kepada tetangganya, takut bahaya jika membawa anak kecil kemari.


Arin dan Sonny terlihat sedang menunggu nomor antrian mereka, keduanya duduk tepat di depan ruang dokter spesialis.


"Mas Sonny masih kuat menunggu?" Tanya Arin ketika melihat Sonny nampak lemah dan semakin pucat.


Sonny mengangguk lesu, "Ya, aku masih kuat" Jawab Sonny.


Lima menit kemudian nama Sonny pun di panggil, tanpa menunggu lama Arin menuntun Sonny masuk ke dalam ruangan dokter.


Disana Sonny diperiksa seputar keluhan yang tengah dirasakan oleh pria tersebut, Sonny berbaring di atas brangkar membiarkan dokter tersebut memeriksanya.


"Selain demam apa lagi yang Anda rasakan?"


"Saya merasa sedikit pusing, dok. Badan saya juga terasa sakit dan pegal-pegal" Kata Sonny menjelaskan.


Dokter itu pun mengangguk-anggukkan kepalanya, dan kembali menuju mejanya guna menuliskan resep obat.


Sedangkan Arin membantu Sonny untuk turun dari brangkar, membawa lelaki itu duduk berhadap-hadapan dengan sang dokter.


"Tidak ada, Nona. Suami anda hanya demam biasa, itu hal yang sangat wajar. Saya sudah menuliskan resep obat untuk kalian tebus, setelah beberapa hari suami anda pasti akan segera sembuh. Ini resepnya... " Pria berjas putih itu lantas memberikan kertas yang berisikan resep obat kepada arin.


"Baik, terimakasih dok. Kalau begitu kami permisi sekarang, sekali lagi terimakasih"


"Sama-sama, semoga lekas sembuh"


Mereka pun keluar dari ruangan dokter, kali ini Arin akan menebus resep obat terlebih dahulu sebelum mereka pulang ke rumah.


Setelah mendapat obatnya Arin dan Sonny kembali ke dalam mobil lalu melajukan kendaraan itu menuju rumah mereka.


"Syukurlah mas Sonny hanya demam saja, aku sudah panik takut mas Sonny punya penyakit serius. Lain kali jika mas Sonny sakit segera beritahu aku, jangan sepelekan rasa sakit mas Sonny" Tutur Arin menasihati suaminya.


Sonny yang mendengar itu tersenyum lucu, merasa gemas dengan sang istri yang terlihat lebih cerewet dari biasanya.


"Maaf... Aku hanya tidak mau membuat kamu khawatir, lagipula dulu kalau aku sakit aku memang tidak pernah pergi ke dokter, aku selalu meminta mbak Ayu untuk membelikan obat demam di apotik" Imbuh Sonny menceritakan masa-masa ketika ia belum mengenal Arin.


"Itukan dulu, mas... Sekarang sudah ada aku, aku pasti akan mengkhawatirkan suamiku, begitu juga kamu" Cibir Arin menggerutu.

__ADS_1


Sonny pun tertawa kecil ditengah rasa sakitnya, ia mencubit kecil pipi Arin yang sedang fokus mengemudi.


"Kenapa? Kamu takut menjadi janda untuk yang kedua kalinya ya?" Goda Sonny pada Arin.


Hal itu sukses membuat Arin melotot, ia tak sadar tengah digoda oleh suaminya sendiri.


"Ishh... Mas Sonny apaan sih! Mana mungkin aku memikirkan hal seperti itu dalam situasi begini!" Bantah Arin tak Terima.


Sonny terkekeh kembali, rasa sakitnya teralihkan kala ia berinteraksi dengan Arin, meskipun semalam mereka sempat dilanda percekcokan satu sama lain tetapi Sonny tak bisa berlama-lama memendam rasa amarah pada wanita di sampingnya ini, apalagi bentuk perhatian Arin berhasil meluluhkan hati sonny.


"Nanti depan aku mau beli bubur dulu, mas Sonny suka bubur kan?"


"Sebenarnya tidak terlalu suka, tapi karena sedang sakit aku akan memaksakan untuk memakannya" Imbuh Sonny.


"Baiklah... "


Suasana pun hening kembali, Arin kembali memfokuskan diri untuk menyetir, sedangkan Sonny sibuk memandang ke luar jendela.


Kalau dipikir-pikir mereka jarang sekali berduaan seperti ini, sekalinya berduaan Sonny malah dalam kondisi tidak sehat, entah sakit ini adalah sebuah musibah atau rezeki.


Disaat keduanya sama-sama diam, sejurus kemudian Sonny teringat sesuatu. Lelaki itupun lantas membuka suara.


"Hari ini Faris datang lagi?" Tanyanya.


Seketika Arin hampir menginjak rem mobil, namun ia berusaha bersikap normal.


"T-tidak! Tidak ada siapapun yang datang ke rumah ku hari ini" Ungkap Arin gugup, padahal ia tengah berbicara jujur terhadap Sonny, tapi hatinya selalu tak karuan ketika sedang membahas lelaki lain bersama sang suami.


"Oh ya? Kenapa?" Tanyanya lagi.


"M-mana aku tau! Aku bukan istrinya lagi sekarang! Lagipula kenapa juga mas Sonny penasaran banget?!" Sahut Arin bernada sewot.


"Tidak kenapa-kenapa sih, hanya merasa aneh saja... "


"Sudahlah, mas. Tidak usah dipikirkan soal itu, sekarang lebih baik mas Sonny pikirkan cara supaya mas bisa segera sembuh"


"Iya-iya... Duh bawel banget sih istriku ini. Jadi pengen aku bawa ke dalam kamar deh"


"Ish... Mas Sonny!"

__ADS_1


"Hahaha.... Maaf maaf... "


__ADS_2