
Ketika semuanya sudah siap, Arin, Noval, dan juga Faris bersiap memasuki mobil.
Namun aktivitas mereka terhenti tatkala suara anak kecil terdengar begitu nyaring memanggil nama Arin, sontak semuanya menoleh ke arah sumber suara.
"Tanteeeeeeee........ "
"Meimei?" Gadis itu langsung menghampiri Arin diikuti oleh Sonny dibelakangnya.
Sonny yang melihat arin serta Noval yang berpenampilan rapih begitu bingung kemana anak dan istrinya akan pergi, namun semua itu terjawab ketika Sonny melihat kehadiran Faris disana.
Sontak dua lelaki itu saling menatap dengan sorot mata dingin seperti seorang rival pada umumnya.
"Tante mau kemana?" Tanyanya penasaran.
"Emm.... T-tante sama kak Noval mau pergi ke kebun binatang, sayang" Jawab Arin jujur, lalu menatap Sonny yang berdiri tak jauh darinya. Ia belum memberi tahu Sonny sebelumnya, mengingat itu Arin mendesah panjang.
"Kebun binatang?? Kok tante gak ajak Meimei? Meimei mau ikut!!!" Pinta gadis imut itu, ia menarik-narik pakaian Arin meminta digendong oleh wanita didepannya.
"Meimei! Kemari nak" Titah Sonny.
"Gak mau! Meimei mau ikut tanteee.....! Tanteeee meimei mau ikutttt" Ucapnya merengek.
__ADS_1
"Meimei ikut aja, bunda! Pasti tambah seru" Sambung Noval setuju, karena dengan begitu ia akan memiliki teman disana.
"Noval, tapi kan.... " Faris ingin menolak keinginan mereka agar Meimei ikut, karena ia pikir ini adalah acara keluarga dan tidak boleh ada orang asing yang masuk.
"Boleh kan yah?? Noval pingin Meimei ikut" Sergah Noval bersuara.
Faris tak langsung menyetujui, ia mengumpat dalam hati. Kedekatan Arin dengan gadis itu membuat kacau semuanya, terlebih Sonny yang hanya diam disana, Faris semakin menatap tajam pria tersebut.
"Meimei, papah gak izinkan kamu untuk ikut. Kemarilah nak... " Perintah Sonny sekali lagi.
Sampai akhirnya Arin menengahi keributan itu.
Faris menarik nafas dalam-dalam, jika begini Arin dan Noval akan fokus pada anak perempuan itu dan pastinya Faris tidak akan menikmati momen langka ini, tapi ia tak bisa menolak, ia pasti akan dianggap tak punya perasaan membiarkan anak kecil menangis karena penolakannya.
"Ya, t-tentu... Mana mungkin aku menolaknya" Timpal Faris menutupi kekesalannya.
"Yeayyyy Meimei juga ikut!!" Teriak Noval kegirangan, begitupula dengan Meimei yang berjingkrak-jingkrak riang.
Berbeda dengan Arin yang terus menatap suaminya.
"Mas Sonny.... " Lirih Arin.
__ADS_1
"Aku tidak mau Meimei mengganggu waktu kebersamaan kalian, sebaiknya hiraukan saja" Kata Sonny seperti diselimuti rasa cemburu, tetapi ia tetap berusaha bersikap dewasa karena ia yakin ada alasan tertentu.
"Yahhh papah... Meimei pengen ikut!! Papah juga harus ikut!" Jawabnya bersikukuh.
"Meimei...!"
"Pokoknya papah harus ikut!! Ayo pahhh.... Ikuttt.... " Pinta Meimei memaksa.
Mendengar permintaan Meimei, Faris tambah dibuat kesal. Sudah untung masih diizinkan untuk ikut sekarang malah meminta orang tuanya ikut juga, benar-benar!!
"Mas Sonny kasihan Meimei, mas Sonny juga ikutlah... Kita ke sana ramai-ramai" Tambah Arin setuju.
Seketika Faris melotot mendengar ungkapan mantan istrinya! Apa ini?!! Kenapa semuanya jadi hancur berantakan! Kenapa Arin malah turut meminta lelaki itu pergi bersama mereka???
"Tidak usah Rin, aku... "
"Mas Sonny!" Potong Arin sembari memandang Sonny dengan tatapan memohon, dengan Sonny ikut mungkin bisa mengurangi rasa bersalah Arin terhadap sang suami.
Sejenak Sonny mengalihkan perhatiannya pada Faris, ia tau Faris tak suka dengan kehadirannya dan Meimei. Namun semakin dibiarkan malah akan semakin menjadi-jadi, ia harus mengawasi semua gerak-gerik lelaki itu! Sonny tak boleh dibodohi hanya karena rasa cemburu.
"Baiklah, aku ikut!"
__ADS_1