Tetangga Cantik Kesayangan Putriku

Tetangga Cantik Kesayangan Putriku
Seperti Disambar Petir


__ADS_3

Sonny berjalan ke arah Arin dan langsung melilit pinggang wanitanya, Arin maupun Tasya sama-sama kaget melihat sikap Sonny.


"Nona Tasya perkenalkan wanita ini Arin, kekasih saya" Jelas Sonny tanpa ragu.


Duarrrrr!


Bak disambar petir di siang bolong Tasya seketika membeku ditempat, belum cukup keterkejutannya kini ia semakin dibuat tak percaya. Apa katanya tadi, kekasih?!!


"K-kekasih?" Gumam Tasya datar.


Sedangkan Arin jadi merona ketika Sonny mengakui dirinya sebagai seorang kekasih, ada rasa bangga didalam lubuk hati Arin meski sebenarnya mereka adalah sepasang suami-istri. Tetapi setidaknya Sonny sudah mengakui jika dia adalah miliknya.


"Benar Nona, oh ya.... Arin perkenalkan dia Nona Tasya rekan bisnis ku" Arin mengangguk lalu menghampiri Tasya yang masih diam ditempat.


Dengan senyum indah di bibirnya Arin kemudian mengulurkan tangan pada Tasya bermaksud untuk berjabatan tangan.


"Salam kenal, Nona Tasya" Imbuh Arin.


Beberapa detik Tasya melamun menatap tangan Arin yang terulur, rasanya ia masih tak percaya jika Sonny sudah memiliki kekasih. Padahal jujur saya, ia sendiri sudah mengakui jika dirinya mulai mencintai pria itu. Tapi kini....


"Nona Tasya? Anda baik-baik saja?" Seru Arin.

__ADS_1


Tasya seketika tersentak dan langsung menjabat tangan Arin, sebisa mungkin ia harus terlihat biasa saja.


"T-tentu, Nona Arin. S-salam kenal juga. S-saya tidak menyangka Tuan Sonny ternyata sudah memiliki kekasih. S-selamat atas hubungan kalian" Tutur Tasya terbata-bata, padahal hatinya sakit mengatakan hal ini.


"Terimakasih Nona Tasya" Jabatan tangan mereka pun terlepas.


"Sepertinya kalian ada urusan penting ya, kalau begitu lebih baik saya keluar saja" Cetus Arin yang langsung dicegah oleh Sonny.


"Tidak perlu, Rin. Nona Tasya hanya sebentar saja disini, kamu duduklah di kursi kerja ku" Cegah Sonny tak membiarkan Arin keluar dari ruangannya.


"Jangan mas, aku takut menganggu pembicaraan kalian"


Mas? Bahkan percakapan mereka sudah terdengar sangat dekat, pikir Tasya.


Tasya semakin tertegun, sebegitunya Sonny menginginkan Arin berada disamping lelaki ini. Padahal baru beberapa bulan lalu mereka bertemu dan status Sonny masih belum berpasangan.


Dengan berat hati Tasya mengangguk, “Iya, benar yang dikatakan oleh Tuan Sonny. Saya kemari hanya untuk meminta tanda tangan mungkin hanya lima menit saja. Nona Arin di dalam saja tidak usah keluar” timpalnya tersenyum masam.


“Jadi… tidak apa-apa jika aku berada disini?” Tanya Arin memastikan.


Sonny mendekat dan menuntun istrinya untuk duduk di kursi kerja, “Sudah tidak usah khawatir, kamu cuma perlu duduk tenang disini” setelah itu Sonny pun mempersilahkan Tasya untuk duduk di sofa.

__ADS_1


Sonny dan Tasya kini mulai membahas hal apa yang perlu ditanda tangani oleh Sonny, Tasya menjelaskan sebuah proyek kerjasama yang masih perlu surat persetujuan dari kedua belah pihak.


Selama hampir lima menit Sonny mendengarkan penjelasan Tasya dengan serius sembari membaca isi surat dengan teliti, diiringi dengan Tasya yang masih menjelaskan isi surat tersebut.


Tasya berbicara dengan terus memerhatikan wajah pria di depannya, sedangkan Sonny hanya berfokus pada kertas yang ia pegang.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi Arin terus memandang ke arah dua insan itu. Namun ada yang berbeda dengan cara pandang Tasya pada suaminya, dan entah kenapa perasaan Arin mendadak tidak enak.


Arin menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir rasa buruk sangka terhadap orang lain.


"Tidak, mereka hanya sedang membahas masalah bisnis" Elak Arin dalam hati.


Dan ketika Sonny menandatangani surat itu Tasya langsung berdiri hendak pergi berpamitan.


"Terimakasih atas waktunya, Tuan Sonny. Maaf sekali lagi jika ini terlalu mendadak"


"Tidak masalah Nona Tasya, saya paham ini memang masalah penting, saya juga sangat berterima kasih karena partisipasi anda terhadap kerjasama kita"


"Kalau begitu saya langsung pamit saja"


"Baik, Nona Tasya. Sekali lagi terimakasih" Sonny mengulurkan tangan seperti biasa ketika tamunya hendak berlalu.

__ADS_1


Tasya pun menyambut uluran tangan Sonny, beberapa detik tasya tak melepaskan tangan itu hingga tak lama jabatan tangan mereka akhirnya terlepas.


Arin yang melihat tingkah laku Tasya tadi semakin dibuat gusar, insting wanitanya seakan mengiyakan apa yang sedari tadi mengusik pikiran Arin.


__ADS_2