
Hingga pukul enam sore Noval tak kunjung keluar, Sonny tetap setia berada di ruang tamu ditemani Meimei yang anteng dengan mainan-mainan barunya.
Sonny pun tak kuasa untuk pulang ke rumah, takut terjadi sesuatu pada Arin maupun Noval di situasi yang buruk seperti sekarang.
"Papah... Tante Arin tidur ya? Kok kita gak pulang aja sih?" Tanya Meimei heran.
"Emm... Kita tunggu sebentar lagi ya sayang, Meimei boleh tolong pisahin mainan kak Noval ke dalem paperbag itu? Papah mau kasih dulu mainannya" Ucap Sonny meminta tolong.
"Boleh, papah tunggu sebentar ya... " Meimei dengan telaten memasukkan mainan yang bukan miliknya ke dalam satu paperbag besar.
"Ini, pah... " Meimei selesai memisahkan mainan-mainan milik Noval.
"Makasih sayang, meimei tunggu sebentar disini ya" Sonny bangkit dari kursi dan menyeret langkahnya menuju kamar Noval.
Disana ia mengetuk pintu kamar anak sambungnya, berharap Noval mau membuka pintu setelah dibujuk olehnya.
Tok! Tok! Tok!
"Noval.... Ini Om Sonny" Seru lelaki dewasa itu.
"Emm.... Om Sonny beli banyak mainan buat Noval, kebetulan tadi Om ngelewatin toko mainan, Om langsung keinget Meimei sama Noval makanya Om beli. Tapi Om gak tau Noval bakal suka atau enggak, Om beli mobil remote control yang katanya keluaran terbaru itu loh.... " Ujar Sonny panjang lebar, entah anak tersebut mendengarkan atau tidak.
"Noval buka dulu dong pintunya... " Pinta Sonny.
1 Detik
2 Detik
3 Detik
4 Detik
Hingga 5 Detik Noval tak kunjung membuka pintu, tak ada suara apapun dari dalam sana. Mungkinkah Noval tertidur?
Sonny menatap mainan yang dibawanya, mungkin ini bukan waktu yang tepat untuknya memberikan semua barang-barang ini.
"Ya udah deh kalau Noval gak mau, Om kasih aja mainannya ke anak-anak komplek, siapa ya kira-kira? Emm... Mungkin Adit mau kali ya? Kalau gitu Om Sonny pulang dulu ya... Titip salam buat bunda, Om Sonny pa...."
Clekkk....!
Belum sempat Sonny berpamitan pintu kamar Noval akhirnya terbuka dan menampakkan sesosok anak kecil yang sedari tadi berdiam di dalam kamar.
"Eh Noval, baru aja Om Sonny mau pergi" Kata Sonny pura-pura polos.
Noval menatap paperbag yang dibawa oleh Sonny, begitu besar dan penuh dengan berbagai permainan anak laki-laki. Membuat Noval tentu tergoda.
"Kok Om Sonny beli mainan buat Noval?" Tanya Noval menahan Sonny berlalu, jelas ia tak mau semua barang-barang keren itu diberi pada tetangganya.
"Om gak sengaja ke mall tadi, Om liat ada mainan bagus buat kamu sama Meimei makanya Om beli. Liat nih... Katanya ini mainan yang lagi viral, Noval tau gak? Jadi Om beliin ini deh buat Noval... Tapi kalau Noval gak mau, Om kasih aja deh ke.... "
__ADS_1
"Noval mau!!!" Potong Noval membuat Sonny tersenyum penuh kemenangan.
"Oh... Noval mau?? Kirain enggak, soalnya Noval gak bukain pintu dari tadi. Nih ambil mainannya, semua ini buat Noval" Sonny menyodorkan paperbag tersebut dan langsung diterima oleh bocah lelaki itu.
"Makasih, Om... " Cicit Noval antara senang dan malu.
"Sama-sama... Semoga Noval suka ya"
Noval pun mengangguk kecil.
"Duh... Ngomong-ngomong perut Om laper banget nih, kayaknya kelaperan deh gara-gara terlalu lama disini. Kita makan bareng-bareng gimana? Sekalian makan malam, kata bunda Noval juga belum makan siang dari tadi" Tawar Sonny beralasan, padahal ini juga salah satu cara agar Noval mau mengisi perutnya, jangan sampai Noval sakit dan membuat Arin semakin khawatir.
Noval berpikir sejenak, ia juga sebenarnya lapar sedari tadi, namun terlalu gengsi untuk mengakuinya.
"Emangnya bunda udah masak?"
Pertanyaan Noval membuatnya termangu! Benar juga, Arin bahkan belum menyiapkan apapun di dapur.
"Gimana kalau kita pesan online aja? Sesekali kita harus makan masakan diluar juga" Imbuh Sonny memberi jalan pintas.
"Ya udah, terserah Om aja... "
Setelah mendengar persetujuan dari Noval Sonny lantas meminta Meimei untuk memanggilkan Arin.
"Meimei tolong panggil tante Arin dong, bilang kata papah ayo kita makan sama-sama... " Pintanya yang langsung diiyakan oleh sang putri.
"Tanteeee..... Buka pintunya!"
Seketika pintu kamar terbuka lebar, menampakkan Arin dengan wajah yang sedikit sembab.
"Meimei? Ada apa sayang?" Tanya Arin ketika melihat keberadaan Meimei.
"Tante kata papah ayo kita makan bareng... " Ungkap Meimei mengajak Arin.
Arin yang mendengar itu tak langsung menyetujui, ia tau Sonny mengkhawatirkan dirinya, namun saat ini Arin sedang banyak pikiran dan tidak nafsu untuk sekedar makan saja. Apalagi Noval masih belum mau keluar dari kamar, pikirnya.
"Tante mau nunggu kak Noval dulu aja, sayang. Kalau Meimei sama papah mau makan, duluan aja ya" Tolak nya halus.
"Tapi kak Noval udah nunggu dibawah... "
Pernyataan Meimei seketika membuat Arin membulat! Noval menunggu di bawah? Apakah putranya sudah mau keluar dari kamar?! Kalau begitu ia harus segera menemuinya!
"Kak Noval udah keluar dari kamarnya??? K-kalau gitu ayo kita turun sayang... " Dengan tak sabaran Arin dan Meimei menuruni anak tangga.
Sesampainya di bawah benar saja, Noval dan Sonny tengah duduk di sofa, mereka sedang menunggu makanan yang Sonny pesan lewat aplikasi.
Terlihat Noval sibuk membuka mainan baru yang dibelikan oleh Sonny, bocah lelaki itu seolah lupa dengan kejadian sebelumnya.
"Noval.... "
__ADS_1
Pemilik nama yang merasa di panggil pun menoleh, mendapati Ibunya yang berdiri tak jauh dari sana.
"Syukurlah kamu enggak mengurung diri terlalu lama, bunda khawatir nak" Ungkap Arin sembari memeluk putra tunggalnya, merasa lega melihat kondisi Noval yang baik-baik saja.
Noval mendongak menatap wajah Arindita, meneliti raut wajah wanita yang sangat ia sayang.
"Bunda nangis lagi?" Cicit Noval melihat mata Arin yang kemerahan.
Arin mengerjap! Ia tak sadar akan kondisinya sendiri.
"I-ini... Bunda cuma kelilipan kok!" Bantah Arin tak mengakui.
Ekspresi Noval berubah drastis, antara sedih dan kesal bercampur menjadi satu. Ia menunduk menatap mainannya dengan tak bersemangat.
“Pasti karena Ayah dateng, harusnya Ayah gak ke sini, bunda pasti sedih lagi” lirihnya.
Sonny yang juga mendengar itu merasa terkejut dengan ucapan Noval, anak sekecil ini bisa berbicara seperti itu, Sonny benar-benar tidak menyangka!
“Enggak kok sayang… Ayah kan ke sini mau ketemu sama Noval. Udah ya Noval jangan mikir macem-macem” tutur Arin memeluk kembali tubuh putranya.
“Iya, bener yang dibilang sama bunda. Ayah Noval kan ke sini punya niat baik mau ketemu sama anaknya, pasti beliau kangen sama kamu. Gak baik loh berburuk sangka sama orang" Ucap Sonny menasehati, walau bagaimana pun ia tak mau Noval mempunyai rasa benci terhadap siapa saja.
Noval tak berkutik, memang benar yang dikatakan oleh Arin dan juga Sonny, hanya saja ia merasa kecewa pada Ayah kandungnya tersebut, bahkan lelaki itu baru mengunjunginya setelah sekian lama.
"Ya udah, sekarang kita jangan pikirin hal lain dulu ya, mending kita siap-siap makan malam, sebentar lagi pesanannya pasti sampai" Ajak Sonny pada semua orang.
Mereka pun mengangguk patuh, yang penting Noval baik-baik saja dan tidak terus-menerus mengurung diri di dalam kamar.
•
•
•
•
Hai Semuanya... 👋
Mohon Maaf Beberapa Hari Ini Mamie Gak Up Dikarenakan Mamie Baru Selesai Mudik😁
Makasih Banyak Buat Yang Udah Sabar Nunggu Kelanjutan Cerita ini😇
Sekali Lagi Mamie Mohon Maaf, Jangan Marah Ya... 😩
Author Juga Manusia Mau Ikut Lebaran😋
Selamat Mambaca🥰
Love❤
__ADS_1