
Jantung Arin berdetak kencang ketika mereka membahas terkait pernikahan, bagaimana tidak? Sekarang dirinya diam-diam sudah menikah dan tak ada seorang pun yang tau tentang hal itu.
Arin melirik sang putra yang seperti tengah memikirkan sesuatu, buru-buru Arin berkata.
"U-untuk sekarang sepertinya Arin belum memikirkan sampe kesana, a-apalagi... Noval belum siap memiliki Ayah baru" Lirih Arin mencoba bersikap seolah ia memang tidak ada niatan untuk menikah.
"Oh ya? Kenapa Noval, sayang? Apa yang Noval takutin kalau bunda menikah lagi hmm?? Coba cerita sama Oma?" Titahnya pada Noval yang berada disana.
Noval duduk di pangkuan sang nenek, wajahnya mendadak berubah murung. Memikirkan cara yang terbaik untuk Ibundanya, awalnya ia pikir sang Ayah tak akan pernah menemui mereka lagi, dan karena itu Noval meminta Arin agar tak menikah kembali. Tetapi sekarang Ayahnya datang dan seperti ingin membujuk mereka agar kembali bersama. Dan cara satu-satunya agar sang Ayah menjauh adalah dengan Arin menikah lagi?
"Noval gak mau bunda sedih terus, tar kalau bunda punya suami lagi nanti bunda nangis lagi" Lirih nya sendu.
"Uhhh.... Cucu Oma, kamu emang anak yang baik, Oma bangga sama Noval" Puji Mita sambil memeluk tubuh cucunya.
"Tapi gak semua laki-laki itu seperti Ayah kamu loh, masih banyak laki-laki yang mungkin bisa bikin bunda bahagia. Noval kan juga laki-laki nanti kalau Noval udah besar Noval harus jadi laki-laki yang setia. Jadi Noval jangan takut kalau misalnya nanti bunda menikah lagi, karena pasti bunda yakin laki-laki yang bunda pilih adalah yang terbaik untuk bunda dan kamu juga" Jelas Mita memberi petuah pada cucu satu-satunya itu, karena ia juga khawatir Arin tak mau menikah lagi karena Noval belum merestui, sebab ia tak akan tenang bila membiarkan putrinya hidup tanpa seorang pendamping.
"Sekarang Noval udah ngerti kan?" Ujarnya lagi.
Dengan lesu Noval menaik-turunkan kepalanya, "iya, Oma"
Mita tersenyum sembari mengusap rambut cucu kesayangannya, "Anak pinter"
"Tante Arin mau menikah?" Celetuk Meimei.
Kini semua pandangan tertuju padanya.
Arin yang terkekeh lantas menjawab, "Emang Meimei tau apa itu menikah?" Ucap Arin bertanya balik.
__ADS_1
Dengan lugu Meimei mengedikkan bahunya "Tapi kata Ibu-ibu komplek tante Arin mau menikah sama papah Meimei" Sahutnya begitu polos.
Semua tercengang mendengarnya, Arin sampai tak percaya jika Meimei masih teringat tengah perkataan para tetangganya kemarin, beginilah jadinya jika anak itu mendengar bisikan-bisikan Ibu-ibu tersebut.
"Hahaha.... Meimei lucu banget sih, tetangga pada bilang gitu ya?" Timpal Mita menertawai.
Meimei mengangguk penuh kejujuran.
"Emangnya Meimei mau kalau papah Meimei sama tante Arin menikah? Meimei mau tante Arin jadi bundanya Meimei?" Kini giliran Mita yang menggoda gadis kecil tersebut.
Sontak Meimei jadi antusias, perempuan berusia empat tahun itu langsung menyahuti pertanyaan Mita.
"Mauuu!! Meimei mau tante Arin jadi bunda Meimei" Jawab Meimei semangat.
Arin yang melihat itu mendadak dibuat terharu, Arin tahu sudah dari lama Meimei menginginkan ia menjadi Ibu sambung baginya, andai Meimei tau jika kini ia sudah sah menjadi Ibu sambungnya, Meimei pasti sangat bahagia. Tetapi sayang, Arin harus menutupi semuanya terlebih dahulu.
Karena penasaran Noval lalu bertanya.
"Oma, kekasih itu apa?" Cetusnya tiba-tiba.
"Kekasih? Emangnya kenapa Noval sampe pingin tau tentang itu?" Tanya Mita terheran-heran.
"Soalnya waktu di rumah Meimei, Om Sonny bilang kalau bunda itu kekasihnya Om Sonny, Oma sama Opahnya Meimei langsung kaget dengernya. Emang kekasih itu apa Oma?"Jelas Noval.
Belum selesai keheranan Mita kini penjelasan Noval membuat Mita tak bisa berkata-kata. Begitupun dengan Arin yang ternganga ketika tanpa sadar Noval membocorkan hal tersebut.
Mita seketika memandang Arin dengan ekspresi terkejut, sungguh ia mendapat banyak kejutan di rumah ini.
__ADS_1
"K-kamu berpacaran dengan orang tua Meimei, Rin?" Ucapnya menuntut penjelasan.
Arin mengigit bibir bagian bawahnya sambil mengumpat di dalam hati, kenapa malah tambah rumit seperti ini? Berbohong kepada orang tua Sonny sudah cukup, sekarang ia juga harus berbohong kepada orang tuanya sendiri.
"I-itu.... S-sebenarnya.... "
Arin perlahan mengangguk sembari mengkode ibunya agar tidak blak-blakan di depan Noval.
"Oma... Kok Oma juga kaget? Emang kenapa sih? Kok semua orang kaget gitu?" Sergah Noval bingung.
Perasaan Mita jadi campur aduk sekarang, disisi lain ia senang jika Arin sudah menemukan pujaan hati yang baru tetapi disisi lain juga cukup terkejut.
"Kok Oma sama bunda pada diem? Noval aneh ngeliatnya"
"Enggak apa-apa kok sayang, tapi Oma belum bisa jelasin itu sama kamu, Noval masih terlalu kecil itu tahu hal itu" Lanjut Mita memberi pengertian.
"Tapi Oma mau nanya deh sama Noval, kan tadi Meimei bilang Ibu-ibu komplek sini nyuruh bunda menikah sama Om Sonny. Kalau beneran Om dan bunda menikah Noval setuju gak?" Imbuhnya ingin tahu.
"Om Sonny?"
"Iya, Kira-kira Om Sonny boleh gak menikah sama bunda?" Ulang Mita.
"Kalau Om Sonny menikah sama bunda, Noval..... "
Deg! Deg!
Deg! Deg!
__ADS_1