
"Kami pulang dulu, kamu yakin akan baik-baik saja?" Ucap Sonny ketika dirinya dan Meimei sudah berada di teras rumah hendak pulang dari situ.
Arin mengangguk pelan, "Iya mas, aku baik-baik saja" Lirih Arin bersuara serak karena terlalu banyak menangis.
Sonny pun ikut menganggukkan kepalanya, pandangannya beralih pada Noval yang juga berada di sana.
"Om pulang dulu ya, Noval. Tolong jaga bunda malam ini" Pintanya turut berpamitan.
Noval mendongak lalu memandang sang bunda yang berdiri di samping bocah lelaki itu, mata Arin makin sembab, bisa ia simpulkan jika Sonny tengah mengkhawatirkan Ibunya.
"Sudah mas, aku tidak apa-apa. Lebih baik kalian cepat pulang, Meimei sepertinya sudah mengantuk sebentar lagi dia pasti tertidur" Titah Arin memandang Meimei yang berada didalam gendongan Sonny, memeluk Ayahnya dengan tubuh terkulai lemas.
"Baiklah, kami pamit. Selamat malam... " Langkah kaki Sonny menjauh dari sana, meninggalkan istri serta putra sambungnya.
Setelah kepulangan Sonny, Arin dan Noval lantas masuk ke dalam rumah. Arin yang hendak mengantarkan Noval ke kamarnya mendadak terhenti saat Noval berbalik badan.
Noval menatap Arin cukup lama membuat yang ditatap heran dan berpikir yang tidak tidak, apakah Noval akan bertanya soal wajahnya yang semakin sembab ini?? Pikir Arin.
"A-ada apa sayang?"
"Malem ini bunda mau Noval temenin tidur?" Tawarnya.
Arin termangu sesaat, ia pikir Noval akan bertanya seputar dirinya, namun nyatanya tidak. Tak lama ia tersenyum simpul sembari mengusap lembut kepala sang putra. Tumben sekali Noval mengajak tidur bersama.
"Gapapa sayang, bunda tidur kayak biasa aja. Kamu sekarang tidur aja juga ya... Ayo bunda anterin"
"Beneran bunda?"
__ADS_1
"Iya sayang, beneran. Emang kenapa? Noval lagi takut tidur sendiri?" Tanya Arin menduga jika Noval lah yang sedang ingin tidur bersamanya.
"Enggak kok bunda" Elak Noval.
"Ya udah yuk sekarang Noval tidur, ini udah terlalu malem" Dan akhirnya Noval pun menurut kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Lima belas menit kemudian setelah memastikan Noval benar-benar terlelap Arin memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
Kaki jenjangnya melangkah menaiki anak tangga, langkah Arin amat lambat sambil memikirkan kejadian sore tadi.
Dimana Sonny mengungkapkan perasaannya pada Arin, Arin seperti tengah bermimpi ketika mengingat hal tersebut.
Wajar saja memang, mereka sudah cukup lama bersama, seiring dengan berjalannya waktu rasa nyaman muncul diantara keduanya.
Mustahil jika dua orang pria dan wanita dewasa tak pernah memiliki perasaan selama mereka terikat akan sesuatu, apalagi terikat pernikahan yang tak pernah terlintas sebelumnya.
Mereka bahkan sudah melakukan hubungan badan! Hal tersebut sudah pasti berpengaruh besar terhadap hubungan mereka.
Di satu sisi Arin pun mengakui jika ia merasakan sesuatu yang berbeda saat berdekatan dengan Sonny, Arin sadar jika ia juga mulai memiliki perasaan pada Sonny.
Namun, di sisi lain ia belum bisa melupakan Faris sepenuhnya. Sakit hati terhadap pria itu masih sangat membekas di hati Arin, Arin takut itu akan melukai perasaan Sonny lebih dalam.
Sonny benar, Arin harus meyakinkan dirinya terlebih dahulu. Ia masih terlalu labil dengan perasaannya sendiri. Jika dirinya ingin membalas perasaan Sonny maka Arin harus benar-benar bisa melupakan masa lalunya.
Karena pepatah pernah mengatakan 'Jangan menjalin suatu hubungan dengan seseorang yang masih terikat dengan masa lalu' mengingat itu Arin merasa tertampar.
Sesampainya di kamar Arin mendengar suara ponselnya bergetar di atas nakas. Ia pun menghampiri dan melihat gawai tersebut.
__ADS_1
Sebuah pesan dari Sonny beberapa menit lalu.
"Sedang apa?"
"Noval sudah tidur?"
"Kamu juga segera lah tidur"
"Jangan banyak pikiran"
"Aku dan Meimei akan ikut sedih"
"Jangan banyak melamun"
"Mau aku temani?"
"P"
"P"
"Rin?"
"Sudah tidur ya?"
"Baiklah, selamat malam❤"
Sudut bibir Arin melengkung meski samar-samar, Sonny begitu perhatian padanya, bisa-bisanya selama ini ia tidak sadar akan hal itu.
__ADS_1
Jari-jari Arin terangkat untuk membalas pesan Sonny, tak banyak kata yang ia cantumkan, namun setidaknya ia sudah membalas pesan dari sang suami.
"Terimakasih, aku akan segera tidur. Selamat malam"