
Setibanya di rumah, Arin tiba-tiba mendapat telepon dari nomor orang tuanya. Tanpa menunggu lama perempuan tersebut pun mengangkat telepon itu.
"Hallo, mah. Ada apa?" Tanya Arin tanpa basa basi.
"Hallo, Arin. Maaf mamah menganggu. Mamah cuma mau tanya hari Noval sekolah kan?"
"Iya, mah. Hari ini Noval sekolah, kenapa mah?" Tanyanya lagi.
"Gini Rin, mamah dan papah mau ajak Noval ke acara salah satu teman papah nanti malam, jadi nanti siang kami mau menjemputnya ke sekolah. Boleh kan?" Ungkapnya mengutarakan maksud dan tujuan menelpon sang putri.
"Boleh sih, tapi terserah Noval kalau dia mau Arin tidak masalah" Izin Arin membiarkan orang tuanya.
"Baiklah, nanti kita beritahu kamu lagi. Jadi kamu tidak usah menjemput Noval ke sekolah"
"Baik mah, gimana kabar mamah dan papah?" Kini Arin mengubah topik pembicaraan mereka.
"Kami baik-baik saja, sayang. Kamu bagaimana disana? Maaf kami belum bisa berkunjung ke rumah kamu lagi" Sesalnya meminta maaf.
"Arin baik mah, tidak apa-apa kok yang penting kalian sehat-sehat disana. Justru Arin yang harusnya minta maaf karena belum menemui kalian"
"Tidak masalah, sayang. Oh ya, Meimei juga gimana kabarnya? Dia masih bersama kamu?"
"Meimei juga baik mah, iya dia masih bersama Arin"
"Ternyata dia masih betah ya bersama kamu, syukurlah jika begitu. Titip salam untuk Meimei, kapan-kapan mamah dan papah akan kesana. Ya sudah ya mamah tutup dulu teleponnya kamu lanjutkan lagi kegiatanmu"
"Iya mah"
Tuttttttttt.........
Dan telpon pun terhenti sampai disitu, Arin kembali memasukkan gawainya ke dalam kantung celana kemudian kembali menghampiri Meimei yang tengah sibuk memakan ketupat yang baru saja mereka beli.
"Meimei, nanti siang kita gak akan jemput kak Noval ke sekolah" Ucap Arin.
Seketika Meimei menghentikan aktivitasnya.
"Kenapa tante?"
"Nanti Oma sama Opah nya kak Noval yang bakal jemput, kak Noval mau diajak ke suatu acara" Jelas Arin.
"Yahhh.... Meimei gak ada temen dong!" Cebiknya sedih.
"Kan ada tante... " Bujuknya sembari mengelus lembut surai halus itu.
"Bosen! Meimei mau main sama yang lain juga"
"Nanti siang kita main ke taman gimana? Banyak anak-anak disana"
__ADS_1
Namun dengan cepat Meimei menggelengkan kepala, "Gak mau! Nanti kena bola lagi kayak waktu itu" Tolaknya mengingat beberapa hari yang lalu ketika ia bermain di taman seorang anak lelaki yang tengah bermain bola tak sengaja menendang bola ke arah Meimei hingga mengenai kepala gadis itu, dan saat itulah Meimei belum berani bermain di taman.
Arin berpikir sejenak, ia tahu apa yang dirasakan oleh Meimei. Meimei pasti bosan jika seharian hanya bermain dengannya, ia pun bingung, biasanya Meimei akan bermain dengan Noval ketika putranya pulang dari sekolah.
Tiba-tiba sebuah ide muncul di otak Arin, sesuatu yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya.
"Emm.... Meimei, gimana kalau kita pergi ke kantor papah? Karena ini hari pertama papah kamu kerja lagi, kita liat kondisi papah kaya gimana. Meimei mau kan?"
Dengan sangat antusias Meimei langsung mengangguk setuju.
"Mau tanteeeee!!! Meimei mau ketemu papah....!" Teriaknya semangat, Meimei pun sudah lama tidak mengunjungi kantor sang Ayah, dulu ia sangat sering diajak oleh Sonny ke perusahaan tetapi semenjak diasuh oleh Arin ia sudah tak lagi pergi ke tempat itu, membuat Meimei penasaran bagaimana perusahaan sang papah sekarang.
"Ya udah nanti siang kita kesana ya, kita kasih kejutan buat papah. Sekarang Meimei habisin dulu makannya ya, tante Arin mau siapin makanan buat nanti ke kantor papah"
"Iya, tante!"
"Anak pinter, tante tinggal dulu ya ke dapur" Arin lantas berlalu dari sana, ia pun sudah tak sabar ingin pergi ke perusahaan Sonny. Karena Arin ingin memastikan kondisi Sonny pasca sembuh dari sakit kemarin.
***
Siang pun tiba.
Arin dan Meimei kini sudah sampai di perusahaan tempat Sonny bekerja, Arin dan Meimei turun dari mobil lalu berjalan memasuki gedung tersebut.
Disana seorang satpam menyambut mereka dengan ramah, lelaki setengah baya itu melihat Meimei yang jelas ia tahu siapa gadis kecil itu.
Arin membalas sapaan itu dengan tersenyum manis, "Terima kasih"
Mereka pun masuk ke dalam dan langsung disambut oleh dua resepsionis cantik.
"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?"
"Selamat siang juga, emm.... Kami kesini mau bertemu dengan Tuan Sonny, beliau ada didalam?" Ucap Arin.
"Maaf apa sebelumnya sudah punya janji untuk bertemu?" Tanya salah satu resepsionis.
Dengan ragu Arin menggeleng, "Belum"
"Maaf kalau boleh saya tau ada keperluan apa ya? Karena jika tidak punya janji maka tidak boleh masuk" Jelasnya.
"Emm.... Itu..... "
"Meimei mau ketemu papah!' seru Meimei bersuara.
Kedua resepsionis itu pun seketika teralihkan perhatiannya pada anak kecil yang berada di samping Arin, mereka baru menyadari jika itu adalah anak dari atasan mereka.
"Oh maaf kami kira tadi bukan putri boss, kalau begitu kalian boleh masuk, boss sedang ada di dalam. Mau saya antar?" Tawarnya tak enak hati.
__ADS_1
Seketika Arin melengkungkan kedua sudut bibirnya, "Tidak perlu, tolong beritahu saja ruangannya ada di nomor berapa?"
"Ada di lantai paling atas Nona, disana ada dua pintu. Nanti akan ada meja sekertaris Nona bisa tanya lebih lanjut padanya"
"Baiklah, terimakasih. Ayo Meimei... "
Mereka kembali melanjutkan langkahnya, setelah masuk ke dalam lift Arin lalu menekan angka paling atas hingga lift itu tertutup.
Tak lama pintu lift terbuka kembali, kini mereka sudah berada dilantai teratas, disana Arin bisa melihat dua meja sekertaris.
"Tante ayo kesini, itu ruangan papah" Tunjuk nya ke salah satu pintu yg ada disana.
Arin tak menolak, ia pun menuruti kemana Meimei menuntunnya.
Sang sekertaris yang melihat itu langsung menyadari keberadaan putri boss nya, tapi karena tak mengenal Arin ia tak langsung membiarkan mereka masuk ke dalam.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu?"
"Meimei mau ketemu papah! Iya kan tante?" Jawab Meimei tanpa basa-basi.
"Maaf sebelumnya, kami kesini bermaksud bertemu dengan Tuan Sonny. Putrinya mau bertemu, kami juga sudah mendapat izin dari resepsionis" Lanjut Arin.
Sang sekertaris mendengarkan penjelasan Arin dengan seksama, tak mau membuat putri atasannya menunggu lama. Ia pun lantas mengizinkan mereka masuk ke ruangan Sonny.
"Baiklah, silahkan masuk. Maaf sebelumnya sudah membuat kalian menunggu"
"Tidak masalah, terimakasih"
Selanjutnya Meimei membuka pintu ruangan Sonny hingga penghalang itu terbuka lebar, suara teriakan Meimei langsung terdengar keras.
"Papahhhhhhhhh........ "
Sonny yang tengah mengerjakan pekerjaan seketika dibuat terkejut dengan kedatangan putri kecilnya, Meimei berlari ke arah Sonny dan langsung disambut oleh si pemilik ruangan itu.
"Sayang kamu disini?" Tanya Sonny sembari memangku Meimei.
"Iya, Meimei datang sama tante Arin. Sini tante.... "
Sonny mengedarkan pandangannya dan langsung tertuju pada Arin yang baru saja masuk.
"Kamu disini juga" Ucap Sonny tersenyum senang.
"Iya, mas. Maaf aku enggak memberitahu mas dulu, kita sengaja mau memberi kejutan buat mas"
"Hahaha.... Kalian berhasil, aku sangat terkejut. Kemarilah" Pinta Sonny menepuk satu pahanya, menyuruh Arin untuk duduk dipaha sebelahnya sama seperti yang meimei lakukan.
Melihat hal itu sontak Arin langsung melotot!
__ADS_1