Tetangga Cantik Kesayangan Putriku

Tetangga Cantik Kesayangan Putriku
Meski Tak Seperti Dulu


__ADS_3

Hari minggu pun tiba.


Dimana semua orang menanti hari tersebut untuk digunakan sebagai waktu berlibur, berkumpul bersama keluarga, ataupun sekedar menghabiskan istirahat sepanjang hari.


Akan tetapi, berbeda dengan keluarga satu ini. Hari minggu kali ini tampaknya tak membuat Noval dan Arin menghabiskan waktu libur mereka dengan santai.


Kedatangan Faris yang suka tiba-tiba membuat mood keduanya langsung down begitu saja.


Seperti biasa, alasan ingin bertemu Noval menjadi tema utama yang selalu lelaki itu sebut.


Kini ruang tamu terasa begitu kaku dan canggung, Faris terlihat berusaha berbicara dengan sang anak, tak lupa ia membawakan mainan terbaru sebagai sebuah hadiah karena Faris tau Noval sangat menyukai itu. Kali ini Noval pun lebih bersikap dewasa, ia tak bersembunyi ketika Faris datang, namun Arin harus tetap berada di sampingnya selama Faris masih disini.


"Nah ini mainan buat Noval, semoga Noval suka ya" Ucap Faris menyerahkan mainan tersebut pada putranya.


Dengan tak bersemangat Noval menerima benda itu, jujur ia memang senang mendapat mainan ini, tetapi entah kenapa hatinya tak bergairah ketika Ayahnya yang memberi barang kesukaannya itu.


"Makasih" Cicit Noval singkat.

__ADS_1


"Sama-sama sayang, kapan-kapan Ayah ajak Noval ke tokonya langsung ya biar kamu bisa milih semua mainan yang kamu suka disana" Balas Faris sembari mengelus rambut putra kandungnya itu, Faris bahkan sudah lupa terakhir kali ia menyentuh surai tersebut, hatinya bergetar ketika merasakannya kembali.


Noval tak menjawab, pandanganya hanya menunduk menatap mainan baru ditangannya. Tak ada sedikitpun senyum yang terpancar dari bocah lelaki itu.


Sama halnya dengan Arin yang juga duduk berhadap-hadapan dengan mereka, jika saja Noval tak meminta Arin untuk menemaninya pasti Arin tak segan-segan untuk mengurung diri didalam kamar.


"Kok Noval diam aja? Noval gak suka sama mainan yang Ayah beli?" Tanya Faris bingung.


Noval menggeleng, "Suka" Balasnya.


Mendengar itu Faris tersenyum getir, tapi ia bersyukur setidaknya Noval mau menerima barang pemberiannya.


Tak ada yang Noval lakukan, ia tak mengangguk atau menggeleng apalagi menjawab pertanyaan Faris. Bingung bagaimana ia harus bersikap, mereka layaknya orang asing yang dipaksa untuk mengakrabkan diri.


"Maaf ya kalau Ayah buat Noval kecewa, Ayah minta maaf. Ayah gak akan paksa Noval kok untuk maafin ayah, liat Noval aja Ayah udah senang. Sekali lagi Ayah minta ya... " Tutur Faris sendu, ia memang tak boleh berekspektasi tinggi dengan sikap Noval terhadapnya begitupula dengan sikap Arin, apalagi beberapa hari yang lalu mereka sempat dilanda rasa emosional.


"Oh iya kalian hari minggu suka pergi kemana? Kita jalan-jalan yuk! Ayah pingin jalan-jalan lagi sama Noval, emang kalian gak bosen di rumah terus?" Ajak Faris berusaha tetap tersenyum.

__ADS_1


Noval memandang Arin, seperti memberi kode jika Noval akan ikut jika Arin mau, maka jika tidak ia pun akan menolak ajakan sang Ayah.


Sedangkan Arin bimbang, tetapi ini salah satu cara agar Noval bisa kembali dekat dengan Ayah kandungnya meski tak seakrab dulu.


"Gimana? Kalian mau kan?" Tanya Faris mengulang.


"Kemana kita pergi?" Kata Arin bersuara, ia tak boleh menunjukkan rasa sedihnya ketika bertemu dengan Faris dihadapan Noval, sikap tersebut pasti akan membuat Noval sungkan menerima semua ajakan Faris.


"Kemana pun! Noval mau jalan-jalan kemana, sayang?" Ujar Faris bersemangat, tadinya ia sudah optimistis tawarannya akan ditolak, tetapi hari ini mungkin keberuntungan tengah menghampiri Faris.


Lagi-lagi Noval memilih bungkam, karena tak mau situasi semakin canggung Arin lantas menjawabnya.


"Noval sudah lama ingin pergi ke kebun binatang, dia bilang ingin melihat pandai yang baru lahir" Sahut Arin.


"Oh ya? Kalau gitu ayo kita berangkat sekarang. Pasti seru deh apalagi ini hari minggu"


Tak banyak berbicara Noval akhirnya bangkit dari sofa.

__ADS_1


"Noval siap-siap dulu"


"Iya sayang, Ayah tunggu ya"


__ADS_2