
Sekitar jam sepuluh Sonny baru pulang dari kantor, benar saja ia akan lembur malam ini. Sonny memasukkan mobilnya ke area garasi, setelah itu ia berjalan hendak masuk ke dalam rumah.
Namun sebuah suara mengentikan langkah kakinya.
"Mas Sonny!"
Sonny berbalik dan melangkah mendekati sumber suara.
"Arin?" Gumam lelaki itu ketika melihat Arin lah yang memanggil namanya.
Ia pun sedikit heran karena Arin ternyata belum tidur pukul sekian.
"Mas Sonny sudah pulang?" Tanya Arin sumringah ketika melihat suaminya melangkah ke tempat ia berada.
"Iya, hari ini aku lembur. Kamu kenapa belum tidur? Anak-anak sudah tidur?"
"Anak-anak sudah tidur dari jam delapan" Jawab Arin.
"Lalu kenapa kamu ada disini? Apa kamu sedang menunggu aku pulang?' tebaknya.
Seketika Arin langsung memalingkan pandangan, malu jika tebakan Sonny benar.
"T-tidak! Aku hanya sedang mencari angin segar saja. Kebetulan aku lihat mas Sonny pulang, jadi aku refleks memanggil" Ungkap Arin berbohong.
"Oh... Aku kira kamu sedang menungguku pulang. Hufftt.... Ya sudah kalau begitu lebih baik aku pulang saja" Ucap Sonny pura-pura kecewa.
Ketika Sonny berbalik Arin dengan cepat mencekal lengan pria itu menahan Sonny untuk pergi.
"B-bukan seperti itu! M-maksudku.... Aku... " Arin bingung, haruskah ia mengakui jika dirinya memang tengah menunggu Sonny pulang kerja??
"Apa?" Tanya Sonny memancing Arin untuk mengaku.
"I-iya" Ujar Arin.
Sonny mengangkat satu alisnya bingung, "iya apa?"
"I-itu.... Soal... Aku... Menunggu mas Sonny pulang" Kata Arin menunduk, menyembunyikan semburat merah di pipinya.
Sonny tersenyum senang, gemas dengan tingkah laku sang istri. Dengan gerakan lembut Sonny mengangkat dagu Arin, membuat wanita tersebut menatapnya malu-malu.
"Sekarang aku sudah pulang, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Sonny bernada ambigu.
Sontak Arin dibuat semakin merona! Apa maksud ucapannya??? M-melakukan apa? Ia hanya ingin bertemu dengan Sonny, itu saja yang ada di otaknya.
"T-tidak ada" Kata Arin dengan muka polos.
Sonny terkekeh, ia pun hanya menggoda istrinya saja.
"Aku akan pulang dulu untuk mengganti pakaian, tapi... Apa kamu bisa buatkan aku sesuatu? Aku lapar" Ungkap Sonny menyengir sembari mengelus-elus perutnya.
__ADS_1
"Tentu, mas! Akan aku buatkan makan malam untuk mas Sonny" Imbuh Arin yang langsung mengiyakan.
"Terimakasih banyak, aku akan segera kembali" Sonny pun melangkah menuju rumahnya, begitupula dengan Arin.
***
Beberapa menit berlalu, Sonny yang sudah membersihkan diri dan akan bersiap ke rumah Arin justru dikejutkan dengan keberadaan Arin yang berdiri di depan rumahnya.
Wanita itu baru saja mengangkat tangan hendak mengetuk pintu rumah Sonny, tetapi sang pemilik rumah lebih dulu membuka pintu.
"Arin? Sedang apa kamu didepan rumahku?" Tanya Sonny bingung.
"Ini, aku sudah siapin makan malam untuk mas Sonny" Jawab Arin mengangkat tempat makan yang ia bawa.
Sonny melihat benda yang dipegang oleh Arin, "Aku baru saja mau ke rumahmu, kenapa kamu malah kesini?"
"Habisnya mas Sonny lama, aku sudah menunggu dari tadi tapi mas Sonny belum datang juga. Jadi aku memutuskan kesini saja" Jelasnya.
"Ya ampun, maaf ya aku membuat kamu menunggu terlalu lama. Kalau begitu masuklah, tapi.... Anak-anak tidak apa-apa jika ditinggal?" Tanya Sonny sedikit cemas.
"Biasanya sih mereka tidak pernah bangun lagi jika sudah tidur" Timpal Arin.
"Oh... Ya sudah. Masuklah... " Sonny membuka pintu rumahnya lebar-lebar, mempersilahkan sang istri untuk masuk ke kediamannya.
Arin pun tak menolak, ia masuk ke dalam bangunan tersebut.
Sonny menutup pintu rumah dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil piring dan juga sendok serta air untuknya dan Arin.
Sonny kembali dan ikut duduk disana, ia meletakkan piring serta dua cangkir minuman, selanjutnya membuka kotak makan yang dibawa Arin.
"Kamu mau ikut makan juga? Biar aku ambilkan satu piring lagi untukmu" Tawarnya
"Tidak, mas! Aku sudah kenyang" Tolak Arin.
Lelaki itu mengangguk dan tak akan memaksanya, ia melanjutkan kegiatan makan malam itu ditemani oleh sang istri.
"Bagaimana kabarmu hari ini? Apa ada sesuatu yang terjadi?" Ucap Sonny ditengah aktivitasnya.
"Emm... Tidak ada, hanya saja tadi orang tuaku datang. Mereka sudah pulang dari Bali" Imbuh Arin.
"Oh ya? Pekerjaan mereka sudah selesai?" Dan dijawab anggukan oleh Arin.
"Apa kamu memberitahu mereka tentang pernikahan kita?" Tanya Sonny hati-hati.
Arin diam sejenak, ia menggeleng pelan.
"Tidak, aku tidak memberitahu apapun" Lirihnya.
Sonny memelankan kunyahannya, entah kenapa ia tidak puas dengan jawaban Arin.
__ADS_1
"Apa kamu pernah punya niat untuk memberitahu mereka? Setidaknya orang tuamu saja?" Seru Sonny.
Arin melamun, memikirkan pertanyaan dari suaminya. "Entahlah, aku ingin bertanya dulu pada Noval. Mungkin, setelah itu baru aku berani memberitahu orang tuaku" Ungkap Arin.
"Kapan kamu akan melakukannya?" Tanya Sonny penasaran.
Namun, Arin hanya menggeleng. Ia pun belum tau pasti kapan itu.
Sonny ikut terdiam, sebenarnya ia sangat ingin memberitahu semua orang terutama anak-anak dan keluarganya. Tetapi Sonny terlalu ragu dengan keputusannya, takut Arin menganggapnya terlalu lancang.
Sonny tersenyum paksa, seolah mendukung keinginan wanita di depannya ini.
"Baiklah, aku akan tunggu sampai waktunya tiba" Kata Sonny menggenggam salah satu tangan Arin.
Arin ikut melengkungkan bibirnya, senang dengan sikap dewasa Sonny.
"Terimakasih, mas"
***
Selepas makan malam Sonny mencuci tempat makan milik Arin, meski Arin sudah melarangnya tetapi Sonny tetap melakukan itu.
Makan malam kali ini terasa menyenangkan karena Arin menemaninya dan membuatkan makan malam untuknya.
"Terimakasih untuk makan malamnya, maaf aku jadi merepotkan lagi" Ucap Sonny pada Arin yang kini berdiri diambang pintu hendak pulang.
"Sama-sama, mas. Sama sekali tidak merepotkan kok. Emm... Aku... Akan pulang sekarang. Selamat malam, mas Sonny" Arin tersenyum simpul, membalikkan tubuhnya, tangan Arin sudah memegang handle pintu.
Namun seketika Sonny menarik lengan Arin yang lain, membalikkan tubuh wanita tersebut hingga menabrak dada bidang Sonny.
Arin dibuat terkejut!! Nafasnya tercekat tatkala melihat tindakan Sonny yang tiba-tiba.
"M-mas?"
"Aku mohon... Sekali saja" Ucap Sonny dengan nafas yang menderu.
Arin membulatkan kelopak matanya, permintaan Sonny membuat jantungnya berdetak diluar batas normal.
Cup!
Sonny menempelkan kedua bibir mereka, ia mencium Arin dengan penuh hasrat! Sonny sudah menahannya sejak Arin datang ke rumah.
Arin pun ikut hanyut dalam suasana, benda yang sedari dipegangnya jatuh ke atas lantai. Arin mulai memejamkan mata dan mengalungkan kedua lengannya dileher sang suami.
Lidah mereka berputar-putar satu sama lain, berebut oksigen yang terasa sedikit hingga membuat rongga paru-parunya terasa sesak.
Sonny melepas ciuman itu sesaat dengan kening mereka yang menempel, Sonny memberi Arin ruang untuk bernafas. Nafas keduanya begitu terengah-engah!
Wajah Arin sudah berubah sayu, Sonny tidak tahan lagi! Ia ingin melakukan malam kedua dengan Arin.
__ADS_1
Tanpa aba-aba Sonny pun mengangkat tubuh Arin seperti seekor koala. Membawanya ke lantai atas tepat dimana kamar Sonny berada.