
Di suatu tempat bangunan guild. Aku Andre menerima undangan untuk menghadiri rapat darurat dari guild, dan sedang berada di ruangan rapat.
Terlihat beberapa orang aku kenali di sini, seperti, Yanto, Tiara, Ojan (pemilik kedai tempat Kahfi kerja), Deva (sekretaris guild), dan sisa aku tidak kenal.
Terlihat di ruangan ini berjumlah 50 orang, beberapa dari mereka memakai zirah, beberapa lagi memakai seragam sekolah. Terlihat dari pakaian mereka yang di pakai sepertinya mereka knight atas.
Akhirnya seseorang memulai pembicaraan.
"Terimakasih untuk para knight yang sudah menghadiri pada rapat darurat ini" ucap dia
"Aku perwakilan dari guild. Aku adalah Raihan, wakil ketua guild. Salam kenal semuanya" ucap Raihan memperkenalkan diri
Dia terlihat masih sangat muda untuk menjadi wakil ketua guild, umur nya terlihat masih 20 an. Dia memakai kacamata, mata nya begitu tajam berwarna hitam kemerahan, postur badan nya sedang sama seperti ku, tinggi badan nya sekitar 174 cm, dia memakai pakaian formal dan sangat rapih.
"Rapat kali ini adalah untuk memberikan kalian semua quest/misi yang sangat penting dan bahaya" ucap Raihan
Seketika semua orang yang berada di ruangan jni berbisik satu sama lain.
"Quest kali ini adalah untuk menyelidiki apa yang di rencanakan oleh salah satu iblis" ucap Raihan
"Oh iyaa... Quest yang sangat berbahaya hahahahaha" ucap Ojan
"Aku ingin menanyakan sesuatu kepada kau wakil ketua guild yang masih sangat muda" ucap salah satu knight
"Silahkan, tanya apa ?" ucap Raihan
"Quest ini sangat berbahaya tapi mengapa guild malah mengirim wakil nya itu kau bukan ketua guild yang datang kemari" ucap orang itu
"Aku saja sudah cukup untuk menjelaskan quest ini" jawab Raihan dengan nada sombong
"Aku tidak tau apa yang dia lakukan sekarang" ucap orang itu
"Ahhh... Dia sedang mengurus beberapa urusan penting di kota Barat" ucap Raihan
"Oke semuanya, kita akan masuk ke pembahasan penting. Perlu kalian ketahui, kemarin pagi salah satu iblis menampakkan diri nya, dia terlihat sedang mengamati sesuatu di sekolah knight. Kami pihak guild masih mencari apa yang sebenarnya dia rencanakan. Jadi untuk membantu kami, kalian akan di tugas kan dalam misi/quest untuk mencari tau informasi apa pun tentang salah satu iblis itu. Tidak perduli itu info sekecil apapun. Kalian akan membuat satu party/kelompok/regu berjumlah 5 orang dan carilah informasi di dalam ataupun di luar kota ini" ucap Raihan
Para knight pun berbincang satu sama lain.
"Dan untuk informasi tambahan tentang iblis akan di bawakan oleh orang itu" ucap Raihan menunjuk kepintu
Orang itu datang dari pintu, terlihat dia memakai bangku roda, mata nya buta, dia seperti kakek kakek, dan tidak lain orang itu adalah kakek Subagio.
"Hallo semua" ucap Kakek Subagio
Kami semua menundukkan kepala dan menghormati nya ketika dia datang termasuk aku.
"Padahal aku sudah sangat tua tapi masih saja di suruh suruh. Baru kemarin aku jelaskan kepada knight yang berada di sekolah itu" ucap kakek Subagio
"Tapi tidak masalah untuk umat manusia, aku akan jelaskan juga kepada kalian" ucap kakek Subagio
Kakek Subagio pun mulai menjelaskan tentang informasi seputar iblis.
Kembali keruangan latihan yang berada di sekolah.
Aku Bagas, sedang mengupil menatap kedepan. Terlihat Rian sedang memulai serangan. Dia mengarahkan panah nya ke arah kami, bukan ke arah sensei.
"Oy oy oy, apa yang kau lakukan ?, sensei berada di samping mu bukan ke arah sini" ucap Angga
"Woy Rian, sensei berada di samping mu, yang kau bidik sekarang itu ke arah kami, bukan ke arah sensei" teriak Kahfi
"Hmmmmm" ucap ku sambil mengupil
Sensei juga terlihat kebingungan, karena Rian terus mengarah kan panah nya ke arah murid murid.
"Aku disini, mengapa kau membidik ke arah sana ?" tanya sensei
Rian mengabaikan apa yang sensei ucapkan
"Apa kau tidak mendengarkan ku ?" ucap sensei
Rian mengambil nafas dalam dalam, dan mencoba menembak panah nya ke arah kami.
"Teknik menembak : membengkokkan udara" ucap Rian
"Oy oy oy apakah kau serius ?" ucap Angga
"Woy... Rian" ucap Kahfi
"Hmmmmm" ucap ku
Aziz maju kedepan dengan tamengnya, seperti mau menahan serangan dari Rian.
"Daaatang lah keeeemari, akkkkkan ku taaaahan" ucap Aziz
"Hahahahaha, lihat dia Kafur, dia berbicara" ucap ku
"Hey ini bukan waktu nya tertawan, lihat teman kita sedang membidik panah nya ke arah kita" ucap Kahfi
"Aku tidak perduli, nanti juga membelok. Yang lebih penting coba lihat penampilannya, apa apaan itu dia memakai tameng hahahaha, tidak pantas dia memakai nya" ucap ku
"Kau ini berhenti lah menertawai Aziz" ucap Kahfi
Rian melepaskan panah nya dengan sekuat tenaga.
Panah itu terlihat sangat cepat.
"Oy oy oy yang benar saja lah" ucap Angga
Panah itu mengarah ke kami dengan kecepatan tinggi.
Namun tiba tiba panah itu menghilang dari pandangan murid murid.
"Ehhhh Hiiiiilang ?" ucap Aziz
Selang beberapa detik, tiba tiba sensei terjatuh.
"Hueeeeekkk" ucap sensei kesakitan
Panah itu terlihat berada di bahu kanan belakang sensei.
"Sensei" ucap Shiva
"Apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa panah itu terkena bahu sensei" ucap Angga
"Lihat itu, dia masih saja mencoba menahan panah dengan tameng, padahal panah itu sudah terkena sensei" ucap ku menunjuk Aziz
"Panah itu hilang dari pandangan kita, dan tiba tiba terkena sensei. (Rian sebenarnya apa yang kau lakukan)" ucap Kahfi
Sensei masih terjatuh, seperti nya sensei sangat kesulitan untuk berdiri.
Darah terus membasuhi lengan kanan sensei.
"Paaaaanah nya meeeenghilang" ucap Aziz
"Pffff hahahahaha" tertawa ku melihat Aziz berbicara
Shiva pun berlari menuju arah sensei.
"Sensei apa kau baik baik saja ?" tanya shiva mencoba mengasih sihir penyembuhan ke sensei
__ADS_1
"Terimakasih Shiva, aku baik baik saja" jawab sensei Herman
"(Bagaimana bisa panah itu mengenai ku ?)" ucap sensei Herman
"Aku kalah, Rian kau lah pemenang nya. Kau memiliki bakat yang hebat, jarang sekali orang seperti mu ada" ucap sensei Herman kepada Rian
"Aku menang ?, Hore... Hore... Hore" ucap Rian
"Tak ku sangka bocah itu sehebat ini" ucap Kahfi
"Biasa saja. Aku lah yang terhebat hahahaha" ucap ku
"Hey kau sudah kalah di awal tadi" ucap Kahfi
"Dia yang curang, menyerang ku dari belakang, itu bukan laki laki namanya" ucap ku
"Rian pun juga menyerang dari belakang, berarti dia bukan laki laki" ucap Kahfi
"Hmmmmmm..." ucap ku terdiam
Terlihat murid murid masih kebingungan atas apa yang Rian lakukan untuk melukai sensei.
"Hey tadi kau bilang panah itu akan membelok, apakah kau sudah tau itu ?" tanya Kahfi kepada ku
"Hooh" ucap ku
"Bisa kau jelaskan !" ucap Kahfi
"Sebelum Rian melepaskan panah itu, Rian menciptakan suatu sihir di beberapa titik tertentu, dan ketika panah itu di lepaskan, panah itu berpindah tempat dari satu titik ke titik yang lain nya" ucap ku
"Berarti Rian memindahkan panah itu ?" tanya Kahfi
"Hooh betul sekali, satu titik berada di depan kita, dan satu titik lagi berada di belakang sensei. Sepertinya Rian menciptakan 5 titik di ruangan ini" ucap ku
"Rian begitu hebat juga ternyata" ucap Kahfi
"Hooh" jawab ku
"Ngomong ngomong bagaimana kau bisa melihat itu ?" tanya Kahfi
"Kau tidak melihat nya kah, Kafur ?" tanya balik ku
"Tidak" jawab Kahfi
"Berarti apa yang ku lihat bukan berarti sama dengan apa yang kau lihat" ucap ku
Bangunan guild di sebuah ruangan.
Aku Andre, sudah mendengarkan cerita dari kakek Subagio.
"Itu lah kisah nyata dari seorang pahlawan umat manusia yang melawan seorang iblis" ucap Raihan
"Mulai besok, kalian langsung datang lah kemari. Untuk hari ini silahkan kalian cari party masing masing. Rapat di tutup" ucap Raihan
Terlihat semua orang mulai sibuk mencari party untuk quest ini.
Karena quest ini terlalu bahaya, maka pilih lah party yang kuat. Itulah yang berada di benak mereka.
Beberapa orang menghampiri ku untuk masuk ke party nya, jelas aku tolak. Yanto (32) pun juga menghampiri ku.
"Selamat siang tuan muda, apakah anda berkenan untuk gabung party ku ?" ucap Yanto
"Maaf Yanto, kau sudah tau sendiri kan, bahwa aku tidak suka bergaul dengan orang lain" jawab ku
"Baik lah tuan muda, jika anda berubah pikiran, silahkan kabari saya tuan muda" ucap Yanto
Yanto pun bergegas menghampiri teman temannya.
"Sepertinya sulit sekali mengajak dia, aku akui dia begitu kuat, tapi hanya saja dia tidak mau bergantung orang lain. Sikap nya yang dingin membuat tidak nyaman untuk orang lain" jawan Yanto
"Jadi sesulit itu kah ? mengajak bocah itu" ucap seorang laki laki tua (40) yang berada di samping ojan
"Iya dia sangat susah untuk kita ajak, Arief" jawab Yanto
"sayang sekali, dia memiliki aura yang hebat padahal" ucap seorang wanita (28) yang berada di samping Yanto
"Walaupun dia tidak ikut, tidak akan jadi masalah untuk kita Nabila chan" ucap Ojan
"Hooh, seandainya Herman ikut serta dalam quest ini, maka kita tidak akan kekurangan orang" ucap Nabila
"Herman sudah memutuskan untuk menjadi guru, dia sekarang sedang mengajar murid murid baru di sekolah knight" ucap Arief
"(Ini menyusahkan sekali, lebih baik aku keluar saja)" ucap ku
Seketika aku hendak keluar dari pintu, tiba tiba Tiara berada di depan ku.
"Halo Andre..." sapa Tiara
"Aku menolak" ucap ku
"Tidak... Aku tidak mengajak kamu untuk bergabung party ku. Jumlah party ku juga sudah pas" ucap Tiara
"Jadi untuk apa ?" tanya ku
"Sebenarnya hmmm... itu..." ucap Tiara terlihat malu malu
"Jika tidak ada yang mau di omongin, aku akan keluar" ucap ku
Aku bergegas keluar dan meninggalkan Tiara.
"Tunggu !!!" ucap Tiara
Aku berhenti dan berbalik arah ke Tiara
"Apa lagi sii ?" ucap ku
"Sebenarnya.... Itu... Hmmm... (Duh gimana ini ngomong nya, dan kenapa aku harus malu malu untuk berbicara). Sebenarnya... Yah sudah pergi. Padahal aku ingin menanyakan siapa orang itu kemarin yang berada di ruangan latihan" ucap Tiara
"Namanya Bagas" ucap ku di belakang Tiara dan langsung pergi begitu saja.
Aku berhasil keluar dari ruangan itu. Di tengah berjalan keluar bangunan guild aku bertemu Raihan.
"Sudah mau pergi ?" tanya Raihan kepada ku
Aku mengabaikan nya dan terus berjalan keluar
"Ehh... Cuek sekali orang ini. Wow sepertinya kau sangat kuat yaa. Pantas saja ketika aku sedang menjelaskan quest, aku merasakan aura yang begitu kuat. Ternyata dari dirimu" ucap Raihan
Aku terus mengabaikan nya.
"Dulu aku seperti mu, selalu mengabaikan orang lain, tapi sekarang aku sudah tidak mengabaikan nya lagi. Karena waktu itu aku pernah mengabaikan teman ku yang sedang di serang monster dan membuat dia mati, sejak saat itu aku terus perhatian kepada orang lain dan berjanji untuk tidak mengabaikan nya lagi" ucap Raihan
"Jangan sama kan aku dengan mu !!!" ucap ku yang berada di belakang Raihan, dan langsung pergi begitu saja
"(Sejak kapan dia ada di belakang ku ?)" ucap Raihan yang kebingungan
Ketika Raihan menengok kebelakang ternyata aku sudah tidak ada.
Akhirnya aku sudah keluar dari bangunan ini dan sedang menuju sekolah.
__ADS_1
Sekolah Knight
Aku Bagas, sedang melihat sensei duduk sambil di balut luka nya.
"Woy Rian, mengapa kau menyerang nya begitu serius ?" ucap Kahfi
"Jika kau sedang bertarung maka tunjukkan lah kekuatan mu yang sesungguhnya" jawab Rian
"Betul sekali Rian hahaha, ngomong ngomong itu Angga" ucap ku
"Kau salah menghadap lagi Rian" ucap Kahfi
"Ternyata kau begitu hebat yaa, mampu mengalahkan sensei. Sebenarnya aku juga bisa si mengalahkan nya, tapi karena orang bodoh itu aku jadi kalah" ucap Angga
"Apa yang kau bilang !!! salah kau sendiri kenapa tidak konsentrasi saat bertarung" ucap ku
"Iya itu emang salah ku, tapi seandainya kau tidak teriak, pasti aku akan menang" ucap Angga
"Kalian berdua hentikan !!!. Sensei ingin berbicara" ucap Shiva dengan tegas
"Shiva makasih yaa, tapi jangan terlalu galak sama mereka" ucap sensei Herman kepada Shiva
"Baik sensei" ucap Shiva
"Baik semuanya, berhubung sensei kelelahan dan terluka jadi kita sudahi latihan ini yaa" ucap sensei
"Eh... Tapi aku belum kebagian, aku juga ingin menunjukkan skill pedang ku" ucap seorang siswa
"Betul sensei, aku juga belum menunjukkan teknik senjata ku" ucap seorang siswi
Beberapa murid menolak untuk menyudahi latihan ini.
"Hey kalian tidak lihat apa, sensei sedang terluka" ucap Angga
"Cih... Mentang mentang bangsawan dan sudah bertarung melawan sensei" ucap beberapa murid
"Tau tuh. Aku juga ingin bertarung lagi, tadi itu nama nya curang" ucap ku
"Hey kau cukup sekali saja" ucap Kahfi
Sensei yang terluka mencoba berdiri.
"Baik murid murid ku, kita tidak akan menyudahi latihan ini" ucap sensei Herman
"Tapi sensei kau sedang terluka" ucap Shiva
"Tenang saja Shiva, sensei kuat koo" ucap sensei Herman
"Tapi..." ucap Shiva
"Atau begini saja, kalian kan masih banyak yang belum bertarung" ucap sensei Herman
"Iyaa betul" ucap murid
"Gimana kalo kalian berhadapan satu sama lain" ucap sensei Herman
"Berhadapan ?" tanya Angga
"Jadi maksudnya itu, kita sekelas ini bertarung satu sama lain ?" tanya Kahfi
"Betul sekali, sensei akan menentukan siapa yang akan lawan siapa" jawab sensei Herman
Murid murid pun terlihat berbisik satu sama lain.
"Hmmmmm (Aku lapar. Bento ku berada di kelas pula, hmmmm)" ucap ku
"Jadi gimana ?" tanya sensei Herman
Murid murid menyetujui nya, beberapa juga ada yang diem saja, dan ada pula yang pikiran nya entah kemana, itu aku.
"(Mumpung semua nya sedang fokus dengan sensei, lebih baik aku ke kelas)" ucap ku
Aku berjalan mengendik ngendik keluar supaya tidak ketahuan.
"A... Rian sepertinya melihat ku" ucap menatap Rian
Rian terus menatap ku, dengan tatapan kosongnya itu.
"Sebenarnya Rian itu melihat ku apa tidak si. Oh iya, penglihatan Rian itu kan buruk, jadi anggap saja dia tidak melihat ku" ucap ku
Aku membuka pintu keluar secara perlahan lahan, agar tidak ketahui.
"Yoshh. Akhirnya keluar juga hahaha" ucap ku
Aku berhasil keluar dari ruangan itu, dan bergegas menuju ke kelas ku.
Terlihat beberapa kelas sedang belajar dengan sensei masing masing. Aku melihat salah satu kelas sedang asik belajar namun sensei itu melihat ku dan dia pun segera keluar menghampiri ku.
"A... Bahaya, aku harus lari" ucap ku
Aku mencoba berlari namun sayang sudah terlambat. Sensei itu tiba tiba muncul di hadapan ku.
"Apa yang kau lakukan, di tengah jam pelajaran" ucap sensei Sinta
"Hmmmm, aku lapar. Aku ingin mengambil bento ku di kelas"
"Ini belum waktunya untuk istirahat kan, cepat lah kembali ke ruangan yang kau sedang pelajari" ucap sensei Sinta
"A... Ada kakek Subagio" ucap ku
"Selamat siang kakek Subagio" ucap sensei menundukkan kepalanya
Sensei berbalik arah kebelakang, dia terlihat seperti menghormati kakek Subagio, padahal sudah sangat jelas aku menipu nya.
"Ini kesempatan" ucap ku berlari kebelakang
Aku berlari dengan sangat kencang, untuk menghindari sensei itu.
Sensei terus terusan menundukkan kepalanya, padahal tidak ada siapa siapa di belakang dia.
Beberapa detik kemudian.
"(Apakah kakek Subagio sudah lewat ?") ucap sensei Sinta
"(Lama sekali yaa)" ucap sensei Sinta
Sensei Sinta pun akhirnya menegakkan kepalanya kembali.
"Aree... Tidak ada siapa siapa di sini, apakah aku sedang di tipu ?" ucap sensei Sinta
"Bocah itu. Sialan !!!" ucap sensei Sinta
Aku pun berhasil ke kelas, dan segera mengambil bento yang berada di tas.
"Akhirnya bisa makan juga" ucap ku membuka bento tersebut
Di ruangan latihan.
Aku Kahfi, sedang bertarung melawan seseorang yang begitu kuat.
__ADS_1
"Hufhh... Hufhh... Hufhh..." ucap ku kelelahan.