The Last Knight : New Generation ( Vol 1)

The Last Knight : New Generation ( Vol 1)
Bab 3 : Desa Semanggi part 4


__ADS_3

Jessica menunjukkan beberapa ruangan, termasuk ruangan rapat yang di pakai kemarin yang berada di lantai 2.


"Waahh... Luas sekali ruangan ini" ucap Murid Murid


"Nah kita sampai di ruangan rapat. Di ruangan ini, biasa nya kami akan mengadakan pembicaraan penting, seperti kemarin kami mengadakan rapat untuk memberikan Quest terhadap Knight kelas atas" ucap Jessica


"Ehhh... Jadi ini ruangan rapat yaa" ucap Kahfi, melihat sekeliling


Ruang rapat ini sangat lah luas, bahkan dapat di isi 150 orang. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja berbentuk bundar yang sangat besar.


"Eiitttt..." aku menaiki meja tersebut


Semua orang yang berada di dalam ruangan ini terlihat panik, saat melihat ku berdiri di atas meja ini.


"Heyy.... Apa yang kau lakukan, bodoh !!!" teriak Angga


"Hey Rian, naik lah kemari !" ucap ku, menyuruh Rian untuk ikut menaiki meja ini


"Jangan !!!" ucap Kahfi, memegangi tangan Rian


"Bagas, turun lah !" ucap Shiva, dengan nada lembut nya


"(Bau ini menghilang)" Adit masih terlihat memikirkan sesuatu dan mengabaikan ku


Aku melihat sekeliling, terlihat beberapa foto menempel pada dinding.


"A.... Itu foto Kakek yang kemarin" ucap ku, melihat foto Kakek Subagio


Aku melihat bangunan yang sangat lah tinggi, dari arah jendela.


"Eeuuhhtoo" aku turun dari meja dan bergegas melihat jendela


Aku melihat bangunan tersebut di balik jendela.


"Wooyyy... Kalian kemari lah !!!" teriak ku, memanggil Teman Teman ku


Kahfi, Angga, Adit, Rian, dan Shiva bergegas menghampiri ku.


"Ada apa ?" tanya Kahfi, sesampainya di sana


"Hey lihat ! Itu bangunan apa ? Tinggi sekali bangunan itu dan terasa begitu dekat" tanya ku, kepada mereka


"Sungguh, tinggi sekali bangunan itu" ucap Kahfi


"Ini pertama kali aku melihat nya, apakah bangunan itu berada di dalam kota ini" ucap Angga


"Mana mungkin ! Seharusnya kita sudah melihat bangunan itu saat berada di luar tadi. Ini pasti cuman efek sihir ilusi saja" ucap Adit


"Ini aneh... Mengapa bangunan setinggi itu, warga kota tidak menyadari nya" ucap Kahfi, memegangi dagu nya


Tiba Tiba Jessica menghampiri kami, dan memberitahukan bangunan tersebut.


"Kalian sedang melihat bangunan itu yaa" ucap Jessica, sesampainya di sini


"Itu bangunan apa ?" tanya ku


"Itu adalah Labirin" jawab Jessica


"Labirin ?" tanya Angga


"Kami menyebutnya Labirin, karena bangunan itu memiliki lantai untuk di jelajahi" jawab Jessica


"Bangunan itu berisikan Monster Monster di dalam nya, aku tidak tau siapa yang menciptakan bangunan itu, tapi yang jelas bangunan itu sudah berada di sana sejak saat lama" ucap Jessica


"Wahhh.... Monster ?" tanya ku, kaget mendengar nya


"Monster di sana begitu banyak, para Knight mencoba menghabisi nya, tapi jumlah mereka sama sekali tidak berkurang. Saat ini para Knight berhasil menjelajahi sampai lantai 15 saja, karena terlalu berat bagi mereka untuk terus menjelajahi nya" jawab Jessica


"Berapa lantai pada bangunan itu ?" tanya Kahfi


"Di perkirakan bangunan tersebut memiliki 100 lantai. Aku tidak tahu secara pasti, bangunan tersebut memiliki monster semacam apa, tapi yang jelas sangat lah berbahaya" jawab Jessica


"Ini aneh... Mengapa kami dapat melihat nya dari sini ? Sedangkan saat kami berada di Sekolah maupun rumah, kami tidak melihat bangunan itu" ucap Adit


"Kami para Guild sepakat untuk tidak memperlihatkan bangunan tersebut kepada masyarakat, kami membuat sebuah Sihir pada kota ini yang mengakibatkan bangunan tersebut tidak dapat terlihat dengan kasat


mata" jawab Jessica


"Kalo begitu mengapa kami dapat melihat nya sekarang ?" tanya Angga


Murid Murid lain hanya mendengar dari kejauhan, percakapan kami kepada Jessica.


"Karena bangunan Guild tidak terpasang Sihir itu, jadi kalian dapat melihat nya dari sini" jawab Jessica


"Kereennn.... Aku ingin memanjat bangunan itu" ucap ku


"Mana bisa di panjat, bodoh !!!" ucap Angga


"Mengapa para Knight hanya mampu sampai lantai 15 saja ?" tanya Kahfi


"Jika kau sudah masuk ke dalam nya, kemungkinan kau bisa pulang hanya 30%" jawab Jessica


Murid Murid seketika menelan ludah nya sendiri, ketika mendengar apa yang Jessica ucapkan.


"Gilaaa..... Keren....." ucap ku, terkagum kagum


Pletuk (Suara pukulan)


"Apa nya yang keren, bodoh !!!" ucap Angga, setelah memukul kepala ku


Adit memperhatikan Shiva yang hanya diam saja.


"Mengapa kau terdiam, Shiva ?" tanya Adit


"Hahahaha.... Sebenarnya aku sudah mengetahui bangunan itu" jawab Shiva


"Ehhh" ucap ku


"Kakak ku yang menceritakan nya" ucap Shiva


"Bangunan ini, seperti nya berada di luar kota ini" ucap Kahfi


"Jadi kau bisa melihat nya yaa dari jauh" ucap Jessica, melihat Kahfi


"Tidak... Aku hanya memikirkan nya saja" jawab Kahfi


"Betul sekali, bangunan ini berada di Utara luar kota ini. Jarak dari kota dan bangunan tersebut sekitar 20 km" ucap Jessica


"Jauh sekali" ucap Kahfi, kaget


"Apa nya yang kau ?" tanya ku


"Itu bangunan nya yang jauh dari kota ini, Bagas" ucap Shiva


"Tapi aku dapat melihat nya" jawab ku

__ADS_1


"Mungkin karena bangunan itu tinggi, jadi kau dapat melihat nya dari sini" ucap Adit


"Kalau begitu, kita ke sana yuuk" ucap ku


Pletuk (Suara Pukulan)


"Sangat berbahaya untuk ke sana, dengan kekuatan kita" ucap Angga


"Ehhh.... Bilang saja kau takut" ucap ku, memalingkan wajah


"Mana ada seorang Bangsawan takut terhadap Monster" jawab Angga


"Ehh.... Sungguh ?" tanya ku, meragukan Angga


"Sungguh loh" jawab Angga, sedikit gemetar pada kaki nya


Rian terus memandangi jendela tanpa bicara satu kata pun.


"Hey Rian, sebenarnya apa yang kau sedang pikirkan ?" tanya Kahfi


"Ohh...." Rian kaget


"Sebenarnya kalian sedang membicarakan bangunan apa ?" ucap Rian, yang tidak dapat melihat bangunan tersebut


Kami pun melanjutkan perjalanan untuk melihat beberapa ruangan lagi, di tuntut oleh Jessica.


Di tengah perjalanan kami bertemu dengan seorang yang kami kenali, bersama dengan seorang pria berkacamata.


"Hallo Jessica, sepertinya hari ini kau yang menuntut mereka yaa" sapa Pian


"Iyaa, ini sudah menjadi tugas ku" jawab Jessica


Raut muka Jessica terlihat kesal ketika bertemu mereka.


"Aaa..... Orang yang menggangu ku waktu itu" ucap ku, menunjukan jari ke arah Pian


"Ohh... Bocah yang pingsan waktu itu" ucap Pian, menghampiri ku bersama Safira


"Maaf mengganggu waktu mu lagi, Shiva" ucap Safira sesampainya di sini


"Tidak apa apa, Kakak" jawab Shiva


"Jadi kau sudah baik baik saja yaa" ucap Pian, kepada ku


Angga terlihat memalingkan wajah nya, dan tidak melihat orang itu.


"Aku baik baik saja, karena aku kuat" jawab ku


"Hahaha kau ini, Ada Ada saja" tawa Pian


"Kau tau, Safira saat itu terlihat panik melihat mu" ucap Pian


"Terimakasih telah menolong ku" ucap ku, kepada Safira


Raihan menghampiri Pian dan Safira yang sedang berbicara dengan ku.


"Ayo kita pergi" ucap Raihan, terlihat dingin berbicara nya


"Sampai jumpa" ucap Safira


"Bye bye" ucap Pian


Angga dan Raihan berpapasan satu sama lain.


Angga terlihat begitu kesal melihat Raihan.


Seketika aku menarik bahu Raihan.


"Apa yang kau katakan, kepada teman ku" ucap ku


"Selain menjadi Knight, ternyata kau memiliki teman juga yaa" ucap Raihan, kepada Angga


Angga terus mengepalkan tangannya, dia begitu kesal terhadap Raihan.


"Apa yang kau katakan" ucap ku


"Lebih baik kalian menjauhi dari nya, karena orang ini begitu lemah, dia hanya akan membebani kalian" ucap Raihan


"........." aku mengupil


"Ni buat mu" ucap ku, melempar upil ku


"Apa yang kau lakukan !!!" teriak Raihan


"Aku tidak perduli memiliki teman yang lemah ataupun kuat, asalkan mereka merasa nyaman di sisi ku, itu lah yang terbaik" ucap ku, tersenyum kepada Raihan


Angga, Kahfi, Rian, Shiva, dan Adit tersenyum saat melihat ku. Jessica dari kejauhan ikut tersenyum kepada ku tanpa aku ketahui.


"Ciih..." ucap Raihan, bergegas pergi


Kami pun melanjutkan kembali perjalanan menuju Basemant yang berada di bawah lantai.


Di sana adalah tempat untuk keadaan darurat untuk para masyarakat.


"Nah ini lah tempat kunjungan terakhir kalian" ucap Jessica, sesampainya di basemant


Basemant ini sangat lah luas, beberapa peralatan tersimpan di sini, seperti senjata, zirah, tameng, dll.


"Hey Angga, hubungan dengan orang itu apa ?" tanya Kahfi


"Ahh... Dia adalah Abang ku" jawab Angga


"Abang ?" kami semua kecuali Shiva kaget ketika mendengar itu


"Jadi orang itu Abang mu" ucap ku


"Aku terkejut sekali" ucap Kahfi


"Iya dia Abang ku, kami berdua satu Bapak dan beda Ibu" jawab Angga


"Pantas saja warna rambut mu berbeda dengan nya" ucap Adit


"Hey mengapa kau terlihat kaget juga, Adit ? Padahal kau teman kecil nya" ucap Kahfi


"Aku juga baru mengetahui nya" jawab Adit


Jessica pun menjelaskan tentang ruangan ini.


"Ruangan ini adalah tempat untuk para masyarakat berkumpul saat terjadi nya masalah di kota ini ataupun keadaan darurat yang terjadi. Ruangan ini juga kami jadikan gudang peralatan untuk kalian" ucap Jessica, menyampaikan informasi nya


Aku memandangi sebuah senjata sejenis Tombak.


"Ada apa ?" tanya Kahfi, mendekati ku


"Aku ingin menyimpan nya" jawab ku

__ADS_1


"Sttttt" Kahfi membungkam mulut ku


"Aku tau itu Tombak yang bagus, tapi jangan kau ambil juga" bisik Kahfi


Aku melepaskan tangannya Kahfi yang membungkam ku.


"Jadi kau juga mau menyimpan nya ?" tanya ku


"......." Kahfi terdiam tanpa kata


Shiva menghampiri kami.


"Apa yang kalian lakukan ?" tanya Shiva


"Kafur ingin menyimpan Tombak ini" jawab ku


"Sssstttt" Kahfi membungkam mulut ku lagi


"Anoo..." ucap Shiva, kepada Jessica


"Ada apa ?" tanya Jessica, menghampiri kami


"Kafur ingin buebeuhebue


Kahfi membungkam mulut ku lagi


"Ssssttt, kau diam lah !!!" bisik Kahfi


"Berapa harga Tombak ini ?" tanya Shiva


"Itu tidak di jual, itu hanya lah Tombak pajangan saja" jawab Shiva


"Apa !!! Tombak sebagus ini, hanya sebuah pajangan" ucap Kahfi, kaget


"Apa !!!" ucap ku, ikut kaget padahal tidak tahu apa apa


"Kalian ingin menyimpan nya ?" tanya Jessica


"Hehehehe.... Jika kau tidak keberatan sii..... Hehehehe...." ucap Kahfi, terlihat malu malu


"Aku lah yang pertama menginginkan nya" ucap ku


"Kau kan pengguna Katana, untuk apa kau menyimpan Tombak" ucap Kahfi


"Aku hanya ingin menyimpan nya saja" jawab ku


"Aku saja kau begitu yang akan menyimpan nya, aku membutuhkan Tombak ini" ucap Kahfi


"Kau kan sudah memiliki Tombak" ucap ku


"Aku memiliki nya, hanya saja Tombak itu terlihat bagus untuk ku" jawab Kahfi


"Aku juga begitu, Tombak itu terlihat bagus untuk ku" ucap ku


Kami berdua bertengkar memperebutkan Tombak itu.


Aku segera mengambil Tombak yang di pajang itu.


"Hehehe milik ku" ucap mu, memegangi Tombak di tangan mu


"Itu milik ku" ucap Kahfi, mengambil Tombak yang berada di tangan ku


"Tidak.... Ini punya ku" ucap ku, mengambil nya kembali


"Ini punya ku" ucap Kahfi, mengambil kembali


"Punya ku" ucap ku, mengambil kembali daru tangan Kahfi


"Hey kalian berdua hentikan ! Masih ada Tombak yang lain" ucap Jessica


"Kalau begitu, aku mencari yang lain saja. Ini buat mu, aku tidak membutuhkan nya" ucap ku, memberikan Tombak nya ke Kahfi


Aku melihat beberapa Tombak di Pajang pada dinding.


"Hmmm... Yang mana saja lah" ucap ku, mengambil salah satu tombak


Aku segera menyimpan nya pada Sihir Penyimpanan ku, dan bergegas kembali pada Teman Teman ku.


...**********...


Pukul 11.51


Kami semua kembali ketempat semula, dan berkumpul


"Jadi gimana kunjungan kalian ?" tanya Sensei Herman, kepada Murid Murid


"Bangunan ini sangat lah bagus sekali"


"Aku tidak sabar untuk menjalankan sebuah Quest"


"Desain nya sangat bagus, bahkan ada tempat untuk berkumpul saat keadaan darurat"


Ucap beberapa murid.


"Terimakasih Jessica, atas pertolongan nya" ucap Sensei Herman, kepada Jessica


"Kalian semua boleh melihat melihat bangunan ini sekali lagi, dan beristirahat lah" ucap Sensei Herman, membubarkan Murid Murid


Aku pun bergegas pergi ke lantai atas, tempat dimana ada sebuah balkon.


Kahfi, Adit, Shiva, Angga dan Rian mereka istirahat di taman tanpa ku.


...**********...


Pukul 12.18


Selesai Makan.


Aku memandangi kota ini dari balkon, tempat ku berada sekarang.


Aku melihat beberapa wajah anak kecil sedang menikmati piknik di sebuah taman, yang di mana Teman Teman ku berada.


Aku membakar rokok ku, dan mengisap nya lalu menghembuskan ke udara.


"Fuuhhh"


"Ayah dan Ibu, besok adalah hari kematian kalian. Aku akan mengunjungi makam kalian" ucap ku, meneteskan air mata


"Apakah Paman Yasir akan menemani ku, ke makam nanti" aku berbicara dengan diri ku sendiri


"Fuuuhhh"


"Semoga kalian tenang di alam sana, Ibu Ayah" ucap ku, merenung ke bawah


Tiba Tiba seseorang datang.

__ADS_1


"Hallo, apa yang sedang kau lakukan ?" tanya Jessica


__ADS_2