The Last Knight : New Generation ( Vol 1)

The Last Knight : New Generation ( Vol 1)
Bab 3 : Desa Semanggi part 5


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan ?" tanya Jessica, mendekati ku yang sedang menatapi langit


"Aku sedang merasakan angin" jawab ku


"Boleh kah aku bergabung ?" tanya Jessica, berdiri di samping ku


"Silahkan saja" jawab ku


Aku dan Jessica menatapi langit. Entah apa yang sedang Jessica rasakan saat ini, wajah nya terlihat bersedih.


"Angin ini enak sekali aku rasakan" ucap Jessica, memejamkan mata nya dan merasakan angin yang berhembus


"Apakah kau sedang bersedih ?" tanya ku, melihat Jessica


Jessica mengabaikan pertanyaan ku, dia memejamkan mata nya dan merasakan hembusan angin.


Aku pun mengabaikan nya, dan melihat ke arah bawah.


"Huuuffhhhh huuuuuu" aku menghisap rokok ku


"Terkadang ada saat nya dalam hidup, ingin sendiri saja bersama angin dan menceritakan apa yang sedang kau alami, lalu meneteskan air mata" ucap ku, memandangi anak kecil yang sedang bermain


"Terimakasih" ucap Jessica, tiba tiba menangis dan mengeluarkan air mata


"Ahh... Maaf, aku malah menangis di depan mu" ucap Jessica, menghapus air mata nya


"Sepertinya kau bahagia yaa" ucap ku, melihat wajah Jessica


"Aku sangat bahagia sekali" ucap Jessica, menatap langit


"Bagus deh kalo begitu" jawab ku


Aku menatap langit yang cerah, dan menunggu Jessica untuk mulai berbicara.


Aku tidak mengetahui mengapa dia begitu bersedih, dan apa yang sebenarnya dia alami hingga menangis di hadapan ku.


Akhirnya Jessica mulai berbicara, dan menceritakan apa yang dia alami kepada ku.


"Aku sangat bersyukur sekali memiliki ayah setangguh dia" ucap Jessica, yang keadaan nya sudah tenang


"Dia sangat tangguh sekali, dia sangat pemberani, dia sangat lah kuat, dia adalah sosok pria pertama yang ku cintai, walaupun ibu ku sudah meninggalkan ku dan ayah ku bersama pria lain, dia tetap kuat menerima keadaan"


"Sampai saat ini aku belum memberikan apa apa untuk dia" ucap Jessica, tiba tiba menangis lagi


"(Duuh kebelet Poop lagi dh, pasti gara gara sambel itu)"


"Tidak juga ko... Menurut ku, kamu sudah memberikan dia sebuah kebahagiaan" ucap ku


Jessica terdiam.


"Kenapa ? Bagaimana kau bisa tau ?" tanya Jessica


"Lihat ! Kamu tumbuh dewasa sangat lah cantik, dan saat ini kamu sangat lah sehat. Ayah mu mungkin sangat sangat sangat bahagia sekali saat ini, karena bisa merawat mu sebesar ini dan menjadikan mu wanita yang begitu cantik dan menawan" ucap ku, tersenyum kepada Jessica


Angin berhembus kencang menghampiri wajah Jessica dan membawa air mata nya.

__ADS_1


"Hahahaha, sepertinya betul kata Tiara, kau bisa membuat seseorang begitu nyaman saat di dekat mu" ucap Jessica, tersenyum kepada ku


Aku memandangi wajah nya, yang kembali ceria seperti saat dia menuntut kami ke ruang ruangan yang berada di bangunan Guild ini.


"(Ahh.... Sepertinya aku tidak jadi Poop. Terimakasih perut ku)"


"Sepertinya aku di omongin dari belakang" ucap ku, menatap wajah Jessica


Jessica berjalan mendekati bangku yang berada di balkon, dan segera duduk.


"Hey, kemari lah !" ucap Jessica, menyuruh ku duduk di samping nya


...**********...


Bangunan labirin lantai 100


Terlihat 2 sosok sedang berbicara satu sama lain, kaki mereka berdua melayang di menyentuh tanah.


"Heyyy Kakak ke-3... Sampai kapan kau akan menunggu seorang Manusia berada di sini" ucap sesosok pertama


"Asal kau tau, Manusia sekarang itu begitu lemah, mereka tidak memperdulikan dunia ini, bahkan mereka tidak memiliki tekad untuk melawan kita. Yang mereka inginkan sekarang adalah memiliki kekuasaan, memiliki harta, memiliki jabatan, dan menjadi orang yang terpandang. Lebih baik kau segera keluar dari bangunan ini, percuma saja kau menunggu di sini, tidak akan ada Manusia yang mampu sampai lantai 100" ucap sesosok pertama


"Jika kau tetap berada di sini, hanya akan membuat mu terus menunggu. Ini sudah lebih dari 100 Tahun sejak kau membuat bangunan ini, tidak ada satu pun Manusia yang mampu mencapai lantai ini. Padahal kau sudah membuat bangunan ini di tiap Kota, tapi tidak ada yang berani untuk mencapai lantai ini. Mereka semua nya begitu LEMAH !!!" ucap sesosok pertama, di selimuti aura yang menakutkan membuat bangunan bangunan retak dengan aura nya


"Diam lah Adik ke-7 !!!. Aku akan tetap berada di bangunan ini, sampai aku menemukan lawan ku yang mampu mencapai lantai ini" jawab sesosok kedua


"Terserah kau saja !!!" ucap sesosok pertama, meninggalkan bangunan


"Aku akan menunggu mu, wahai Manusia" ucap sesosok kedua, dengan tatapan tajam nya


...**********...


"Ayah ku saat ini terlibat konflik dengan salah satu keluarga Bangsawan, karena diriku" ucap Jessica


"Kenapa bisa ?" tanya ku


"10 Tahun yang lalu, saat usia ku masih 18 Tahun. Aku saat itu menjadi salah satu Knight terhebat di antara yang lain, Quest Quest aku jalanin dengan baik bersama teman teman ku. Orang orang memandangi dengan rasa bangga karena diriku begitu kuat. Para keluarga Bangsawan juga memandang ku sebagai Knight terhebat, tapi... Ada satu keluarga Bangsawan yang menipu ku"


"Di tipu ?" tanya ku


"Aku di suruh masuk ke istana nya seorang diri. Ketika aku berada di dalam, mereka menyambut kedatangan ku dengan baik, bahkan mereka memberikan ku perjamuan makan. Tapi di balik itu semua, mereka memiliki motif sendiri. Ketika aku sedang menikmati makanan ku, tiba tiba ada seseorang yang mengikat kedua tangan ku. Beberapa lelaki Bangsawan itu datang kepada ku yang sedang terikat, mereka menunjukkan kelamin mereka sendiri di hadapan ku. Mereka berkata kepada ku yang sedang terikat, dan menunjukan kelamin mereka, "Heey, Kau begitu cantik. Gimana kalo kamu menjadi pemuas hasrat kami. Kau akan kami berikan apa yang kau mau. Kau juga boleh tinggal di istana ini." Orang itu berkata seperti itu kepada ku"


"Ehhhhhh...." ucap ku


"Mereka menyuruh ku untuk memuaskan hasrat mereka, saat itu keadaan ku tidak dapat melakukan apa apa, tangan ku tidak bisa menggunakan sihir karena ikatan tersebut. Aku sudah pasrah tidak bisa melakukan apa apa. Tapi tiba tiba Ayah ku datang menolong ku dari Bangsawan itu, mereka tidak mengetahui bahwa salah satu pengawal mereka ternyata adalah Ayah ku. Saat itu, Ayah ku begitu emosional, dia memotong apa yang di liat, termasuk salah satu kelamin dari Bangsawan itu dan membunuhnya. Kami berdua berhasil meninggalkan istana itu, tapi hidup kami sejak saat itu menjadi menurun, kami berdua selalu di bayang bayang pengejaran, kami mencari tempat yang aman di kota ini, untuk kami tinggali. Ayah mencoba melaporkan tindakan mereka kepada Ketua Asosiasi Guild. Ayah melupakan satu hal, bahwasanya Ketua Asosiasi Guild yang sekarang itu adalah keturunan dari Bangsawan Delanggu"


"Delanggu ?" tanya ku


"Iyaa... Bangsawan yang mencoba memperkosa ku adalah Bangsawan Delanggu. 4 Tahun yang lalu, beberapa pengawal Bangsawan Delanggu berhasil menemukan kami, mereka mencoba membunuh Ayah ku, tapi sayang nya mereka ketangkap basah oleh Bangsawan Hestia yang kebetulan melintas. Keluarga Hestia merahasiakan kejadian ini, dan membuat seakan akan mereka di tangkap oleh anggota Asosiasi Guild. Sejak saat itu aku berteman dengan Sinta dan adik nya Tiara. Sinta menyarankan ku untuk bergabung menjadi resepsionis Asosiasi Guild dan Ayah ku di angkat menjadi seorang Guru/Sensei di sekolah Knight. Dan inilah diri ku yang sekarang kau bisa lihat" ucap Jessica, menyudahi cerita masa lalu nya


"Jadi apa yang terjadi terhadap Bangsawan Delanggu ?" tanya ku


"Saat ini mereka di isolasi selama 5 tahun. Sebentar lagi mereka akan terbebas dari masa isolasi" jawab Jessica, gemetaran tangan nya


"Mengapa tangan mu gemetar ?" tanya ku

__ADS_1


"Haaa... Tidak koo, walaupun mereka sudah bebas, Bangsawan Hestia pasti akan melindungi ku dari mereka" jawab Jessica


"Apakah kau membenci Bangsawan ?" tanya ku


"Hooo... Aku membenci mereka, hanya Keluarga Hestia saja yang tidak aku benci, karena menolong Ayah ku" jawab ku


"Kalo begitu, bisa kah kau menambahkan Keluarga Apollon juga, untuk tidak di benci ?" tanya ku, berdiri


"......." Jessica terdiam


"Sebagai gantinya, aku yang akan menjaga mu" ucap ku, tersenyum kepada Jessica


Angin segar menghembus di wajah Jessica, rambut Jessica yang berkilau terbawa oleh Angin yang berhembus.


"Terimakasih" jawab Jessica, tersenyum bahagia


Setelah berbicara dengan Jessica, kami Murid Murid bergegas pulang ke rumah, kunjungan kami sudah berakhir, dan hari Senin lah dimana kami akan bisa menerima sebuah Quest.


...**********...


Pukul 19.30


Istana Apollon, meja makan.


"Hey paman" ucap ku, selesai makan


"Ada apa Nak ? tanya Paman Yasir


"Besok aku akan mengunjungi makam kedua orang tua ku" jawab ku


"Sudah ku duga, kau akan mengunjungi nya tahun ini"


"Boleh... Aku akan menemani mu bersama dengan Sony" ucap Paman Yasir


"Yeee..." ucap ku


"Kondisi saat ini kurang begitu baik, jadi aku dan Sony yang akan menemani mu ke sana" ucap Paman Yasir


"Tidak usah di temanin, juga tidak apa apa, Paman" ucap ku


"Saat ini, para Knight atas sedang menjalankan Quest, beberapa dari mereka belum juga pulang. Jika firasat ku benar, maka sedang terjadi sesuatu di luar kota ini" ucap Paman Yasir


"Apa yang terjadi dengan Andre ?" tanya ku


"Aku tidak mengetahui nya. Dia belum memberikan ku kabar sama sekali, sejak meninggalkan ku" jawab Paman Yasir


"Tenang saja, Andre kuat" ucap ku, tersenyum kepada Paman Yasir


"Semoga kau baik baik saja, wahai Anak ku" ucap Paman Yasir


...**********...


Tengah Hutan.


Terlihat seseorang sedang memegangi luka pada bagian perut kanan nya, dan bersandar pada sebuah pohon.

__ADS_1


"Ah... Ah... Ah..."


"Tak ku sangka, Goblin itu di kendalikan oleh Iblis" ucap Andre


__ADS_2