
"Dimana aku ?" ucap ku, terbangun di atas kasur
Nama ku Bagas umur 16. Aku kebingungan kenapa bisa berada di kamar ku, padahal tadi aku berada di sekolah sedang berbicara dengan Kahfi.
"Ohh... Rupanya kau sudah bangun" jawab paman Yasir
"Apa yang terjadi paman ?" tanya ku
"Kau pingsan saat belajar disekolah, dan Andre membawa mu kesini" jawab paman Yasir
"Aku tidak melihat Andre disini" ucap ku
"Sepertinya dia ada quest, dan untuk sementara dia tidak akan pulang" ucap paman Yasir
"Jadi begitu" jawab ku
"Lebih baik kau istirahat saja dahulu, badan mu terlihat masih lemah. Ada sup di meja, makan lah !" ucap paman Yasir
Aku mengambil sup yang berada di meja, tepat di samping ku.
Aku memakan sup ini. Sup ini terasa hangat dan begitu nikmat, aku berfikir ini adalah buatan Amdre untuk ku.
"Sup ini enak. Apa Andre yang buat ?" tanya ku
"Iyaa, Andre yang membuat untukmu" jawab paman Yasir
"Kalo gitu, aku akan meninggalkan kan mu" ucap paman Yasir, bergegas pergi dari kamar ku
"Ahhh... Tunggu sebentar" ucap ku, menghentikan langkah paman Yasir
"Ada apa nak ?" tanya paman Yasir
"Terimakasih, sudah merawat ku" jawab ku
"Tidak usah di pikiran, itu dah jadi tugas seorang ayah, walaupun aku bukan ayah kandung mu" ucap paman Yasir, bergegas pergi
Aku menghabiskan sup ku, dan sedang memikirkan kejadian waktu aku setengah sadar. Aku mengingat Andre sedang menggendong ku, dia berbicara sendiri saat menggendong ku.
"Maaf Bagas, untuk sementara aku tidak akan berada di sisi mu. Aku mendapatkan quest yang cukup berbahaya, tapi aku berjanji akan pulang dan menemui mu kembali" ucap Andre, menggendong ku menuju rumah
Itulah kata kata Andre yang aku ingat, saat aku di gendong oleh nya.
"Hmmm sepertinya aku tidak bisa tidur. Lebih baik aku mencari udara segar di luar" ucap ku, bergegas keluar kamar walaupun seluruh tubuh ku begitu lemas
Aku menuju balkon, tempat dimana angin angin berhembus.
"Wah. Ternyata sudah malam yaa, sepertinya aku pingsan cukup lama" ucap ku, memandangi langit di balkon
Angin berhembus begitu nikmat mengitari tubuh ku.
"Tempat ini begitu tenang" ucap ku, membakar sebatang rokok, dan melihat arah kota kota yang di penuhi lampu
"Andre, semoga kau baik baik saja menjalankan quest mu" ucap ku, menghisap sebatang rokok
Ketika ku menikmati malam yang begitu tenang, tiba tiba angin terasa sangat kencang berhembus.
"Hmmm, angin nya sedikit aneh" ucap ku
"A.... Rokok ku" ucap ku, melihat rokok yang ku pegang terjatuh ke tanah
Malam hari begitu sangat gelap, di sertai dengan angin yang sangat kencang berhembus.
"Gelapnya..." ucap ku
Ketika pandangan ku ke arah langit, aku melihat sesuatu begitu besar bewarna putih terang, memiliki sisik pada tubuh nya.
Aku tidak dapat melihat apapun, pandangan ku tertutupi olehnya, karena tubuh nya yang sangat besar.
"Hmmmm... Apa apaan itu, haruskah aku menusuk nya dengan katana. Tapi aku tidak memiliki tenaga" ucap ku, melihat ke atas
Makhluk itu melintasi istana paman Yasir. Makhluk itu begitu besar bewarna putih, memiliki sisik, dan aku sempat terdiam karena tau sebenarnya makhluk itu adalah seekor naga.
"Naaaaaga" ucap ku, melihat naga itu terbang menjauh dari kota
"Ehh, kenapa nada bicara ku seperti Aziz" ucap ku
"Tidak perduli lah. Yang lebih penting aku ingin menaiki naga itu" ucap ku melihat kembali ke naga itu
"Hmmm, tapi gimana caranya yaaa ?" ucap ku, memikirkan bermacam macam cara
Ketika ku berfikir untuk menaikinya. Naga itu sudah menjauh dari pandangan ku.
"Ahh.... Sial... Padahal aku ingin menaiki naga itu" ucap ku
"Hey, mengapa kau di luar ? lebih baik masuk sana, angin nya sedang kencang sekarang" ucap paman Yasir, tiba tiba muncul dari belakang
"Ada naga loh paman" ucap ku, kepada paman Yasir
"Haa ? naga ? aku tidak melihat apapun dari tadi" jawab paman Yasir
"Beneran tau, tadi ada naga. Naga itu melintas istana ini" ucap ku, meyakinkan paman Yasir
"Tapi paman tidak melihat apapun dari tadi nak" jawab paman Yasir
"Yaaah" ucap ku
"Yuk kita masuk ke dalam terlebih dahulu. Ada yang mau paman bicarakan" ucap paman Yasir
Kami pun berdua meninggalkan balkon, dan menuju ke kamar ku.
Sesampainya di sana, wajah paman Yasir terlihat lesuh.
"Jadi apa yang mau dibicarakan ?" tanya ku, duduk di atas kasur
"Besok sekolah akan di liburkan, karena para knight atas sedang sibuk" ucap paman Yasir
"Ehh.... Kenapa ?" tanya ku
"Karena beberapa dari mereka sedang menjalankan quest" jawab paman Yasir
"Quest ?" tanya ku
__ADS_1
"Hooh, quest untuk para knight atas, dan itu di rahasiakan" jawab paman Yasir
"Jadi begitu" ucap ku
"Itu saja yang ingin ku sampaikan" ucap paman Yasir
"Bagaimana dengan Andre ? Apakah dia ikut serta dalam quest itu ?" tanya ku
"Iyaa, Andre ikut serta" jawab paman Yasir
"Hmmmm" ucap ku
"Lebih baik kamu istirahat saja nak, badan mu terlihat masih lemah" ucap paman Yasir, bergegas pergi
"Baik paman" jawab ku
Paman Yasir pergi meninggalkan di kamar. Aku memikirkan sesuatu. Ini terasa aneh, mengapa paman Yasir tidak menyadari naga itu.
"Tadi itu naga apa yaa, dan mengapa paman Yasir tidak melihatnya. Hmmmmm.... Ahhh.... Membingungkan, lebih baik ku tidur saja lah" ucap ku
Aku bergegas tidur di atas kasur ku.
Keesokan paginya.
"Huuaaahh..." aku menguap
"Kepala ku terasa sakit, mungkin karena kebanyakan tidur dan lupa meminum air saat selesai makan semalam" ucap ku, memegangi kepala
Aku bergegas ke kamar mandi, untuk mencuci muka ku, dan membersihkan gigi ku.
Aku melihat cermin, sambil menyikat gigi ku.
"Hay orang tampan" sapa ku, melihat cermin
"Hmmm, apakah aku harus mandi saja yaa. Semalam aku tidak sempat mandi" ucap ku
Selesai dari kamar mandi, aku bergegas menuju kasur ku, untuk melanjutkan tidur ku kembali
"Ehhh... Aku lupa sarapan" ucap ku, bergegas pergi dari kamar dan menuju ke ruang makan
Aku melihat sekeliling dan bertemu beberapa pelayan, tapi tidak bertemu dengan Yanto. Yang biasanya mengawal istana ini saat makan.
"Hmmm, sepertinya dia ikut serta dalam quest juga" ucap ku, menuju tempat makan
Sesampainya di sana. paman Yasir sudah berada di meja makan, dan beberapa pelayan berdiri di dekat dinding.
Aku menuju meja makan, terlihat ada sup untuk ku.
"Mengapa aku harus makan sup lagi sii, paman" ucap ku
"Badan aku masih lemah. Jadi kau harus memakan yang hangat hangat" jawab paman Yasir
"Ciiihh... Aku pengen ayam itu" ucap ku, mengambil ayam goreng
"Eh... Ngapa kau mengambil ayam ku" ucap paman Yasir, mencoba mengambil ayam nya kembali
Seperti biasa, aku menjilati seluruh ayam goreng ini, dan membuat paman Yasir tidak jadi mengambil nya kembali.
"Ya sudah, kau makan saja itu" ucap paman Yasir
Kami pun berdua memulai sarapan dengan tenang.
"Buawabuwgahah ?" ucap ku, sedang mengunyah ayam goreng
"Sudah ku bilang berapa kali. Kalo kau berbicara nanti saja, habiskan makanan mu terlebih dahulu" ucap paman Yasir
Ketika ku makan, aku melihat sekeliling. Para pelayan yang berada di ruangan makan, terlihat tersenyum kepada ku. Termasuk paman pelayan itu yang melatih ku teknik berpedang.
"Ahhh... Kenyang nya" ucap ku, menaruh mangkuk sup ke meja
"Jadi apa yang tadi ingin kau bicara ?" tanya paman Yasir, membersihkan mulutnya dengan kain
"Dimana knight kuda itu ?" tanya ku
"Maksud mu yanto ?" tanya balik paman Yasir
"Betul" jawab ku
"Dia ikut serta dalam quest, seperti Andre" jawab paman Yasir
"Pantas saja aku tidak melihatnya" ucap ku
"Hey nak" ucap paman Yasir
"Ada apa paman ?" tanya ku
"Mata mu itu, apakah bertambah parah sakit nya ?" tanya paman Yasir
"Tidak.... Untuk sementara tidak sakit ko" jawab ku, memegangi mata kiri ku
"Sebenarnya aku sedikit penasaran dengan mata mu itu nak. Sebenarnya kekuatan apa itu ?" tanya paman Yasir
"Aku tidak begitu tau, karena seseorang mengasih mata ini ke aku" jawab ku
"Aku menemukan buku yang sering Andre baca, buku itu berjudul pahlawan. Di dalam buku itu, di jelaskan bahwa seseorang manusia dan seekor naga berhasil memojokkan 5 iblis sekaligus. Manusia itu memiliki mata yang cukup unik. Mata itu dapat melihat masa depan. Jadi apakah mata yang kau gunakan itu, sama dengan yang manusia itu gunakan ?" ucap paman Yasir
"Hmmmm, aku tidak tau" jawab ku
"Bagaimana kelanjutan ceritanya ?" tanya ku
"Dia berhasil memojokkan ke 5 iblis itu, tapi sayang nya iblis ke 6 datang dan membunuh manusia itu. Sedangkan naga nya di jadikan makanan oleh iblis iblis itu" jawab paman Yasir
"Ini aneh" ucap ku, dengan nada pelan
"(Seharusnya orang itu berhasil mundur, dan mati saat penyakitnya bertambah parah)" ucap ku, memegang dagu
"Ada apa nak ?" tanya paman Yasir
"Tidak apa apa" jawab ku
"Kalo gitu aku akan masuk ke kamar ku dahulu" ucap ku, bergegas pergi dari meja makan
__ADS_1
Di perjalanan menuju kamar ku. Aku terus memikirkan cerita yang barusan paman Yasir ceritakan.
"Sebenarnya mana yang benar si" ucap ku
"Ahhh, bodo amat lah. Ku nikmati saja hidup ku sekarang, masa lalu hanyalah kenangan. Aku hanya dapat mempelajari nya saja, dan masa kini adalah masa dimana yang akan menentukan masa depan nanti" ucap ku
Di siang hari.
Aku berada di balkon, sedang menikmati indahnya pemandangan kota dari balkon ini, dengan sebatang rokok ku.
Terlihat anak anak kecil sedang bermain lari larian, pedagang juga sedang melayani pelanggan nya.
"Ahh... Tenang sekali" ucap ku, memandangi kota
"(Andre sedang melakukan apa ya sekarang)" ucap ku, memikirkan Andre
Ketika ku sedang melamun, menikmati ketenangan di balkon, tiba tiba paman Yasir memanggil ku.
"Hey Bagas... Ada teman mu yang datang kemari" Teriak paman Yasir
Aku tidak mendengarnya, karena pendengaran ku kurang begitu baik.
Aku terus melamun, di balkon. Hingga seseorang datang dari arah belakang ku.
"Hallo... Sepertinya kau sudah sehat yaa" ucap orang itu
"Waaahh... Kau menjenguk ku Adit" jawab ku
"Aku disini cuman mau melihat keadaan mu saja, dan ini untukmu dari ibu ku" ucap Adit, mengasih ku sebuah buah buahan di balut kain
"Terimakasih Adit. Eh...." ucap ku, membuka balutan kain itu
Ketika ku membuka, ternyata itu adalah buah lemon.
"Aku tidak dehidrasi ko" ucap ku
"Kata ibu ku, kau harus memakan ini secara langsung. Agar tubuh mu segar" jawab Adit
"Tidak tidak tidak. Ini terlalu asam untuk ku" ucap ku
"Kau harus memakan ini" ucap Adit, mencoba membujuk ku
"Aku tidak mau !!!" jawab ku
"Kalo gitu aku akan menyuapi mu" ucap Adit, memegangi lemon dan menyodorkan ke mulut ku
"Tidak........" teriak ku
"Hey, situasi macam apa ini ?" ucap Angga, melihat Adit sedang memegangi mulut ku.
Angga, dan Kahfi tiba tiba muncul dari belakang ketika Adit sedang menyodorkan lemon ke mulut ku.
Adit seketika terdiam, ketika mereka berdua datang.
"Lebih baik aku pulang sekarang" ucap Adit
Adit tiba tiba mencoba lari, tapi aku dengan sigap memegangi tangannya.
"Lemon itu akan ku makan, tapi kau jangan pulang dahulu" ucap ku, memegangi tangan Adit
"Sebenarnya ada apa ? tapi sebelum itu, sepertinya kau sudah sehat Bagas. Syukurlah... Kami semua begitu khawatir terhadap mu" ucap Kahfi
"Apakah orang ini juga khawatir" ucap ku, menunjuk jari ku ke arah Angga
"Hooh... Dia lah yang paling khawatir" jawab Kahfi
"Tidak tidak tidak.... Mana mungkin aku menghawatirkan bocah bodoh ini" ucap angga
"Eh.... Beneran kah kau segitu nya menghawatirkan ku" ucap ku, menggodai Angga
"Mana mungkin" jawab Angga
"Lebih baik ku pulang saja" ucap Adit
"Tidak boleh !!!" jawab ku
Tiba tiba Angga menghampiri Adit, wajah Angga terlihat begitu sedih. Angga memegangi pundak Adit dengan di iringi tangisan.
"Maaf..." ucap Angga
"Maafkan aku, karena tidak berada di sisi mu, saat kau membutuhkan seseorang. Aku tau kau begitu kesepian, tapi aku hanya bisa melihat mu dari kejauhan saja. Karena ayah ku begitu keras melarang ku untuk bergaul dengan mu. Sekarang pun dia masih begitu keras padahal keluarga kami sedang ada masalah finansial. Sekali lagi maaf" ucap Angga
Adit dan Angga adalah sahabat dekat ketika mereka masih kecil, namun sayang ketika Adit sedang terkena masalah, dan rumor soal pembunuhan keluarga bangsawan. Angga mulai menjauhi nya, karena ayah nya yang begitu keras melarang Angga untuk mendekati Adit.
"Apa apaan ini" ucap ku, melihat mereka berdua menangis
"Hey Kafur apakah kita juga harus menangis juga" ucap ku, memandangi Kahfi
"Hey sudah ku bilang nama ku Kahfi, bukan Kafur" jawab Kahfi
"Ngomong ngomong, apakah Rian juga ikut ?" tanya ku
"Oh iya Rian kemana" ucap Kahfi
"Tadi aku berada di samping nya" ucap Angga, menghapus air matanya
Di dalam istana. Dikamar paman Yasir.
"Hmmmmm" ucap paman Yasir, memandangi Rian
"Apakah kau nyasar nak ?" ucap paman Yasir
"Maaf" jawab Rian
Di tengah hutan jauh dari kota pusat. Aku Tiara menunggangi kuda sedang bergegas menuju ke desa semanggi, tempat dimana 7 tahun lalu terjadi peristiwa pembantaian oleh iblis.
"Apakah kita perlu istirahat ? Ini sudah 2 jam kita berkuda" ucap Sri
"Sedikit lagi" jawab ku
"Kau semangat sekali Tiara, tidak seperti biasanya" ucap Dwi
__ADS_1
"Kita sebentar lagi sampai anak anak" ucap sensei Guntur
"Iyaa sensei" jawab Amelia