
8 tahun kemudian. Aku Bagas umur 16 tahun sedang menikmati tidur di kasurku yang nyaman.
"Ibu, ayah... Ah... ternyata cuman mimpi."
TOK! TOK! TOK!
"Bangunlah! Kita akan sarapan di bawah, jangan sampai telat! Ini sekolah tahun pertamamu, kan!" ucap Andre di balik pintu tersebut.
"Malas!" jawabku.
DOOR!!!
Pintu itu terbuka secara paksa oleh Andre.
"Bangun cepat!!! Sarapannya aku yang buat, ini sangat spesial karena kau mau bersekolah. Seharusnya kau sekolah tahun kemarin bersama denganku, tapi nyatanya kau menolak masuk sekolah dan langsung pergi begitu saja. Setelah kejadian itu, kau tidak pernah mau untuk keluar dari kastil ini, sampai kapan kau akan begini? Malas-malasan di atas kasur. Cepat bangun!!!"
TUUT!!!
Aku tidak sengaja membuang anginku. Sungguh.
"Aa... maaf!" ucapku.
"Cepat bangun!!!" ucap Andre sambil menarik lenganku.
"Iyaaa..." Aku menguap.
"Aku akan menunggumu di bawah!" ucap Andre yang perlahan meninggalkan kamarku.
Betul kata Andre, sejak kejadian 8 tahun yang lalu. Aku dirawat oleh keluarga Andre seorang bangsawan, dan tidak pernah meninggalkan kastil ini.
Andre itu orangnya sangat baik terhadapku, mungkin jika aku menjadi wanita aku bakal jatuh cinta pada pandangan pertama kepada dirinya. Dia memiliki wajah yang tampan, rambut putih, body bagus, tatapan mata yang tajam, kuat, jago memasak, dan berwibawa tapi sayang... Betul kata ayahku dahulu, kalau Andre itu memiliki sikap dingin terhadap orang lain, apalagi orang yang baru dikenalnya.
Aku melihat diriku di cermin yang tengah memakai seragam yang dipenuhi dengan sihir. "Yosh..."
Aku berjalan menyusuri anak tangga dan melihat salah satu seorang knight kelas I yaitu Yanto, dia terlihat sangat kekar menggunakan zirah berat.
"Halo, Knight kuda!" Sapaku.
Dia mengabaikanku dan terus berjalan keluar.
"Apakah dia tidak mendengarku?" tanyaku kepada diri sendiri.
Aku berjalan menuju pintu masuk ruang makan. Ketika aku membuka pintu tersebut terlihat sudah begitu banyak orang. Andre dan paman Yasir duduk di meja makan sedangkan prajurit bangsawan dan beberapa pelayan berdiri di dekat dinding.
"Kemarilah! Aku sudah buatkan ayam spesial untuk kamu sarapan," ucap Andre.
"Pfffff... Pagi hari begini sarapan ayam?"
"Anak kurang ajar... Seharusnya kau bersyukur karena Anakku mau membuatkanmu sarapan!"
Nada bicara paman Yasir terlihat begitu kesal. Sepertinya aku menyinggungnya.
Yasir melihat ke arah Andre. "Andre lain kali jangan buatkan anak kurang ajar ini makanan yaa, lebih baik buatkan untuk Ayah saja!"
__ADS_1
"Seharusnya aku membuatkan mu bubur ayam saja."
Andre mengabaikan ayahnya. Kasihan sekali paman. Aku pun ikut makan bersama mereka.
Aku makan, lalu melihat paman Yasir. "Paman... Lietsts sehhehm (lihat seragamku ini)."
"Kalau mau berbicara... itu yang ada di mulut dihabiskan dahulu!" Yasir menggelepak kepalanya.
"Seperti biasa selalu ramai saat makan,ya.." ucap pengawal kepada salah satu pelayan.
makan pun berjalan dengan lancar dan waktunya berbicara akhir tiba.
"Paman, lihat seragamku ini! Keren, kan?" ucapku kepada paman Yasir.
"Kau menunjukkannya tahun lalu juga..." jawab Paman Yasir.
Andre menyudahi makannya. "Jangan bersembunyi lagi Bagas! Tahun lalu kau bersembunyi di dalam kastil saat mau masuk sekolah dan saat itu, hanya aku saja yang bersekolah."
"Hahahahahaha... Maaf."
"Biarkan saja dia, Andre! Dia 'kan bodoh, hahahaha. Ada yang cocok pekerjaan untuknya dia di sini. Yaitu, jadi tukang kebun, hahahaha..." ucap Paman Yasir.
"Aku tidak bodoh paman, namaku Bagas. Aku akan menjadi knight terhebat di dunia ini yang mampu membasmi semua iblis kelas S, hahaha..." jawabku.
Andre terlihat senang saat aku berbicara seperti itu dan dia tersenyum.
"Aku dan Andre akan jadi Knight terbaik yang pernah ada di dunia ini. Selain itu... aku juga sudah banyak berlatih di sini dengan beberapa orang, jadi tenang saja!" ucapku.
Selama aku tinggal di sini, aku terus berlatih dengan beberapa orang, mulai dari cara menggunakan sihir, teknik pedang, antisipasi serangan, pelemasan otot. Sedangkan Andre sendiri dilatih oleh Yanto salah satu knight kelas I.
"Ngomong-ngomong, Paman. Dimana istrimu dan Sisil?" tanyaku.
"Anak kurang ajar... Jangan memanggil dia dengan Istriku! Panggil dia madam! Mereka sedang berada di rumah keluarga madam," jawab Paman Yasir.
Sepertinya paman terlalu membanggakan istrinya sendiri.
"Baiklah, kalo gitu kupanggil Nenek saja!" jawabku.
"Anak kurang ajar... Akan kujadikan makanan ikan kau, ya..."
Paman Yasir merupakan bangsawan dari keluarga Apollon. Dia penerus dari keluarga Apollon, nama lengkap paman Yasir adalah Yasir Apollon dan nama lengkap Andre adalah Andre Apollon.
Di kota ini terdapat 5 keluarga bangsawan. Yang pertama, keluarga Hestia. Yang kedua, keluarga Oedo. Yang ketiga, keluarga Apollon. Yang keempat, keluarga Ardilles. Dan yang terakhir, keluarga Delanggu.
Para Bangsawan perannya begitu penting untuk negeri ini. Dan masih terdapat 5 bangsawan lagi di luar kota ini yang aku tidak ketahui.
"Yuk, sudah waktunya berangkat!" Andre menatapku. "Jangan kabur lagi yaa!"
Aku dapat melihat tatapannya itu seperti sedang kecewa. Kasihan sekali Andre... padahal aku yang salah.
"Ayo kita berangkat!" jawabku.
Andre melihat ayahnya. "Kalau begitu... aku pergi dahulu, Ayahanda."
__ADS_1
"Hati-hati Anakku!"
Aku melambaikan tangan ke arah paman Yasir. "Dadah Paman bodoh!"
Wajah paman Yasir begitu kesal. "Anak kurang ajar! Awas kau yaa!" Paman Yasir mengepalkan tangannya.
Akhirnya kami berdua meninggalkan kastil dan aku mencoba kembali kehidupan ku untuk menjadi orang yang terbaik.
Di tengah perjalanan menuju sekolah.
"Apakah sekolah itu menyenangkan?" tanyaku.
"Membosankan," jawab Andre.
"Ehhhh?"
"Di sana kau cuman mempelajari cara bertahan hidup, pola serangan monster, cara menghindari Iblis kelas S, mempelajari sihir dan senjata, mempelajari bagaimana memanfaatkan semua indera, dan satu hal lagi... yaitu, battle antara Knight untuk mendapatkan gelar Knight I. Setiap tahunnya selalu diselenggarakan battle untuk Knight-Knight rendah, pihak Guild-lah yang menjadi panitia battle tersebut."
"Keren nyaa..."
Kami pun meneruskan perjalanan menuju sekolah, tapi di sisi lain beberapa warga dan beberapa pedagang pada melihat kami terutama ibu-ibu.
Aku kebingungan sontak mencoba bertanya kepada Andre.
"Hey, kenapa mereka pada ngeliatin kita?"
"Orang aneh!" ucap Andre.
"Kyaa... gantengnya anak itu" ucap seorang warga.
Kami pun melanjutkan perjalanan. Jarak dari kastil menuju sekolah lumayan jauh, karena kami berjalan kaki. Sebenarnya, kami mau diantarkan menggunakan kereta kuda, tapi karena terlalu mencolok Andre menolak untuk diantar dan memutuskan untuk jalan kaki.
"hey Andre... di seragammu kenapa memiliki angka I? Sedangkan aku angka V?"
"Kau tau, Knight itu mempunyai 6 tingkatan. Tingkatan itu terdiri dari V, IV, III ,II ,I , dan 0. Angka V-lah yang terendah dan angka 0-lah yang tertinggi untuk tingkatan Knight." Andre melihat seragamnya. "Nah, di seragam ini kau bisa melihat tingkatan Knight orang lain itu berada di level berapa."
"Kalo begitu kau berarti knight I?"
"Iya, aku mendapat kemenangan pada battle tahun kemarin. Dan aku berada di posisi 1"
"Keren sekali..."
"Jika kau mendapatkan peringkat 1 maupun 2 pada battle tersebut, maka level Knight-mu akan langsung naik ke posisi I."
"Kau keren sekali Andre... bisa menjadi Knight I dalam waktu setahun."
"Hooh... tahun kemarin peserta yang ikut battle 300 orang dan berlangsung 10 hari."
"Wow banyak sekali dan kau mengalahkan semuanya, pantas saja waktu itu engkau pulang dari sekolah selalu kelelahan."
Tanpaku sadari kami pun tiba di sekolah.
"Wow besarnya..." Aku menatap gedung sekolah.
__ADS_1
Dengan langkah kaki penuh keyakinan, aku mencoba melangkah maju untuk memulai perjalananku menjadi Knight dan aku akan membasahi Iblis ayunan itu yang membunuh orang tuaku.