
Plak pluk plak pluk (suara tamparan)
"Sakit... kenapa aku di tampar bulak balik paman Yasir" ucap ku kepada Paman Yasir
Tiba tiba paman Yasir memeluk kami berdua yang baru saja pulang larut malam
"Kalian berdua kemana saja sii ?. Kalian berdua membuat ku khawatir tau" ucap paman Yasir
"Andre tadi nyasar paman" jawab ku
"Tidak mungkin, pasti kau yang nyasar kan !" ucap paman Yasir
"Tadi kami terpisah saat perjalanan pulang, dan Bagas berada di sebuah kedai" ucap Andre
"Hmmmmm" ucap paman Yasir menatap ku
"Hahahaha" jawab ku memalingkan muka
"Pokoknya kita makan saja dulu, kalian pasti lapar kan ?" ucap paman Yasir
"Aku lapar paman" jawab ku
Kami pun bergegas menuju ruang makan, di sana sudah di siapkan beberapa makanan. Kami pun menyantap makanan itu walaupun sudah keadaan dingin
"Buwhaywkshsh jshshshs" ucap ku sembari makan
"Sudah ku bilang jangan makan sambil bicara" ucap paman Yasir
Pletuk (suara ketukan kepala)
"Sakit....." ucap ku
Berbeda dengan bangsawan lain nya, di sini cuman ada kami bertiga saja dan beberapa ksatria dan maid. Keluarga Apollon terpisah di beberapa kota, dan sebenarnya paman Yasir adalah ketua dari keluarga Apollon, Tapi paman paman lain nya memutuskan untuk hidup berpisah ketimbang satu atap dengan paman Yasir. Penyebab nya aku belum ketahui tapi yang jelas di dalam istana/kastil ini cuman ada kami bertiga, ksatria, dan maid saja.
"Jadi apa yang mau kau katakan ?" ucap ku sembari menaruh gelas
"Kan kau yang mau berbicara bukan aku" jawab paman Yasir
"A... Betul juga. Sekolah ternyata sangat menyenangkan, di sana aku bertemu bermacam orang" ucap ku
"Bagus dah kalo itu membuat mu senang" ucap paman yang seketika memegang kepala ku sambil tersenyum
"Ayahanda aku mau ngomong sesuatu" ucap Andre
"Ada apa nak ?" tanya paman Yasir
"Sebenarnya tadi di sekolah aku merasa aura yang begitu kuat diliputi kekuatan yang besar. Sepertinya itu adalah..." jawab Andre yang terhenti dan melihat ku
"Aku tau itu, Yanto menceritakan nya kepada ku. Kalian berdua Berhati hati lah mulai sekarang, sepertinya iblis mulai bergerak" ucap paman Yasir
"Maksud kalian itu, iblis yang tadi pagi mengumpat di balik pohon ?" ucap ku
"Apakah kau melihat nya ?" tanya paman Yasir
"Sebenarnya Bagas melihat nya ketika dia berada di halaman sekolah" jawab Andre
"Hooh, mata nya sama seperti iblis ayunan itu, begitu merah kehitaman" ucap ku
"Maafkan aku Bagas waktu itu aku begitu cuek terhadap orang itu saat berada di ayunan" ucap Andre merasa bersalah
"Sudah ku katakan, jangan terlalu di pikiran Andre. Yang berlalu biarlah berlalu kita harus terus menghadapi apa yang kita jalankan sekarang. Masa lalu hanya lah sebuah cerita, Masa depan adalah sebuah hal yang belum kita ketahui, dan masa yang sekarang adalah masa yang akan menentukan masa depan. Kita belajar dari masa lalu, dan kita terapkan di masa sekarang untuk menentukan masa depan kita nanti" ucap ku kepada Andre
"Terimakasih Nak/Bagas" ucap mereka berdua berbarengan
"Sudah malam lebih baik kau tidur" ucap paman Yasir kepada ku
"Baik lah, Huuaahhhh. Aku mengantuk. Selamat malam" ucap ku meninggalkan mereka berdua di meja makan
Aku meninggalkan ruangan makan dan menuju tempat tidur.
Aku Andre sedang di meja makan dengan ayah ku.
"Ayahanda, sepertinya aku harus menjalankan quest/misi ini" ucap ku kepada ayah
"Tidak perlu nak, ini terlalu bahaya" jawab ayah ku
"Kalo begini terus bakal banyak korban dari iblis itu, ntah siapa selanjutnya yang dia incar" ucap ku
"Ayah tau nak, tapi tetap saja ini terlalu bahaya untuk mu, apalagi kau juga masih pemula menjadi knight" jawab ayahku
"Aku sudah berjanji dengan Bagas, bahwa aku akan melindungi dia apapun terjadi" ucap ku yang masih ngotot
"Tapi nak..."
"Aku memang tidak ada niatan untuk melindungi negeri ini tapi di dalam negeri ini ada Bagas, maka nya aku harus melindungi nya. Karena dia satu satunya teman ku"
"Lebih baik kita bicarakan nanti saja, ini sudah larut malam nak" ucap ayah ku
"Baik Ayahanda" ucap ku
Aku segera meninggalkan ruang makan dan menuju ke kamar
"Pokoknya aku harus membunuh iblis itu" ucap ku sambil berjalan menuju kamar.
Keesokan harinya.
Aku bagas sedang melihat seseorang dari kejauhan.
"Are... Itu mereka kenapa yaa ?" ucap ku
Aku melihat seseorang itu seperti wanita dan 1 orang raksasa, sedang bertarung. Pertarungan mereka sangat sengit tapi hal hasil sang wanita lah kalah
"Yah wanita itu kalah, sangat sekali" ucap ku
Aku mencoba mendekat dan terus mendekat. Ketika aku mencoba mendekat ternyata sosok orang raksasa itu adalah monster sejenis goblin. Goblin itu terlihat besar sekali membawa sebuah pedang dan aneh nya tubuh goblin itu bewarna merah bukan hijau.
"Apakah itu goblin jenis baru ?" ucap ku
__ADS_1
Seketika aku semakin mendekat aku melihat seseorang yang tadi pagi ku temui di halaman sekolah, yang tidak lain adalah iblis yang ku liat.
"Bukan nya orang itu adalah iblis yaa ? mengapa dia berada di atas tubuh goblin itu ?" ucap ku
Tiba tiba goblin itu mendekati wanita tersebut yang sedang tersungkur. Wanita itu terlihat kelelahan dan banyak darah yang mengalir di tubuhnya. Goblin itu semakin mendekati nya, aku buru buru bergegas mendekat. Wanita itu melihat ke arah ku yang sedang berlari menuju arah nya, tapi naas aku terlambat untuk membantu nya. Goblin itu telah membunuh wanita itu. Dan suara tertawa dari iblis itu terdengar begitu kencang.
"Tiara..." ucap ku yang terbangun dari tidur
"Ha... Ha... Ha... Syukurlah cuman mimpi" ucap ku
Keringat dimana mana bahkan membasahi baju ku.
"Mimpi buruk..." ucap ku
Tok tok tok (Suara ketukan pintu)
"Haaa" ucap ku terkaget mendengar suara pintu
"Sudah waktunya sarapan, apakah kau masih tidur Bagas ?" ucap Andre di balik pintu
"Aku akan segera ke sana" jawab ku
Untuk pertama kalinya aku merasakan kegelisahan begitu dalam, keringat ku begitu banyak.
"Hufhh..." ku menarik nafas dalam dalam
Aku bergegas menuju ruang makan, tanpa memikirkan mimpi buruk itu.
Kami pun sarapan pagi seperti biasanya.
"Ayahanda kapan ibunda pulang ?" ucap Andre selesai sarapan
"Mungkin masih lama dia pulang, mengingat kondisi saat ini sedang bahaya"
"Jadi Bibi pulang nya masih lama ?" tanya ku
"Sudah ku bilang panggil dia madam" jawab paman Yasir
"Yuk Bagas, sudah waktunya" ucap Andre kepada ku
"Aku jalan dulu kalo gitu paman" ucap ku kepada paman Yasir
"Hati hati lah kalian berdua, dan segera lah pulang" ucap paman Yasir
Kami bergegas menuju ke sekolah, seperti biasa di tengah perjalanan selalu saja melihat ke arah Andre, beberapa dari mereka juga ada yang ketakutan melihat aura Andre yang begitu besar. Akhirnya pun kami sampai di sekolah, Kami berdua berpisah di halaman karena beda gedung dan beda kelas.
Aku pun sedikit melihat ke arah pohon yang kemarin aku lihat ada seseorang di sana. Hati ku masih sedikit gelisah karena mimpi itu.
"Hey lihat itu Tiara"
"Cantik seperti biasa nya orang itu"
Ucap beberapa siswa melihat pintu gerbang sekolah.
Aku pun ikut melihat kebelakang arah dimana Tiara berada.
Tiara berjalan begitu anggun saat menuju bangunan sekolah. Aku yang hanya bisa melihat nya sudah sangat bersyukur karena dia masih hidup.
Sepertinya Tiara melihat ku, dan dia langsung memalingkan wajah nya. Terlihat dia sedikit malu kepada ku.
"(Ehh... Kenapa dia melihat ke arah ku, apakah aku ada salah dengan nya)" ucap Tiara
Tiara berjalan cepat menuju gedung sekolah, dan terlihat Michael tersenyum kepada ku.
"Mengapa paman pelayanan itu melihat ku ?" ucap ku
Aku pun juga bergegas menuju kelas. Setiba di sana ternyata ruangannya kosong, hanya beberapa tas lah yang tersisa.
"Mengapa kosong ? apakah aku salah kelas ? atau mungkin mereka di culik alien ?" ucap ku
Aku memasuki kelas itu dan duduk di bangku ku, menunggu dan menunggu di bangku ku.
Beberapa menit kemudian datanglah Kahfi.
"Hey apa yang kau lakukan disini ?, semua orang sudah berada di ruangan latihan" ucap Kahfi kepada ku
"Ruang latihan ?" tanya ku
"Iyaa. Pelajaran kita hari ini tuh menggunakan senjata, dan semua sudah berada di ruang latihan, hanya kau saja yang masih disini" jawab Kahfi
Aku dan Kahfi pun bergegas menuju ruang tersebut.
Sesampainya di sana, aku melihat beberapa senjata di pajang, Bermacam macam senjata, mulai dari pedang, tombak, busur, tongkat, dll.
"Kemarin ku lihat tidak terlalu banyak senjata di sini" ucap ku
"Kau pernah kesini ?" tanya Kahfi
"Iyaa. Kemarin ku kesini dan melihat Tiara sedang latihan dengan pak guru Herman" jawab ku
"Eh.... Kau melihat Tiara disini sedang berlatih dengan pak Herman ?" tanya Kahfi
"Hooh" jawab ku
Kami berdua pun bergegas menghampiri Rian yang sedang sendirian.
"Yoo Rian" sapa ku
"Hallo Bagas" ucap Rian
"Hey Rian kau salah menyapa orang" ucap Kahfi
"Ah.. Maaf" ucap Rian
"Apakah pak guru Herman belum datang ?" tanya Kahfi kepada Rian
"Aku belum melihat nya, sepertinya dia belum datang" jawab Rian
__ADS_1
Selang beberapa menit akhirnya pun pak guru Herman datang.
"Selamat pagi semua, maaf aku sedikit terlambat" sapa pak guru Herman
"seperti yang kalian lihat di ruangan ini begitu banyak senjata, hari ini kelas kita belajar cara menggunakan senjata. Kalian semua boleh mengambil senjata yang kalian inginkan" ucap pak guru Herman
Kami pun mengambil beberapa senjata, terlihat Kahfi mengambil tombak yang begitu mengkilap, Rian mengambil Busur kayu, Angga mengambil pedang Foil, Shiva mengambil tongkat, Aziz mengambil pedang dan tameng, Adit mengambil dua buah belati, dan aku sedang kebingungan.
"Hmmm...."
"Hmmm...."
"Hmmm...." ucap ku sambil melihat beberapa senjata
"Aku menggunakan apa yaa ? hmmmmm.... A.... Aku ingat, saat orang itu mengasihi ku katana. Jadi aku akan mengambil katana juga" ucap ku
"Hmm... Mengapa di sini tidak ada katana yaa. Hey pak guru, dimana senjata katana ?" tanya ku ke pak guru Herman
"Oh iyaa... Langkah sekali, ada orang yang memilih katana ketimbang pedang. Katana ada di sudut ruangan itu" jawab pak guru Herman
Aku bergegas menuju sudut ruangan. Nampaknya terlihat masih begitu banyak senjata katana yang di pajang.
"Wah ternyata sepi di sini, apakah mereka tidak tertarik dengan katana ?" ucap ku menoleh kebelakang
Aku pun memilih satu katana untuk ku, katana ini di sarungi begitu cantik motif nya bewarna putih dan emas, ketika ku buka sarung tersebut, terlihat begitu indah dan mengkilap.
"Hmmm... sepertinya tajam, coba ku test ah..." ucap ku
Aku mencoba menggoreskan ujung jari ku pada bagian tajam katana tersebut.
"Sakit..... Hufh hufh hufh (suara meniup)" ucap ku meniup dan menghisap darah
Darah di ujung jari ku tidak berhenti berhenti, aku terus menghisap nya hingga akhirnya pun berhenti.
"Syukurlah berhenti hufhh... ternyata katana ini tajam. Yoshh... Aku akan menyimpan nya" ucap ku
Aku membuat sihir yang dimana untuk menyimpan senjata ku.
Terlihat Kahfi menghampiri ku.
"Mengapa kau menyimpan senjata mu, ini masih dalam pembelajaran ketika sudah selesai pembelajaran baru lah kau simpan. Segera lah keluar kan kembali !" ucap Kahfi
"Oh jadi begitu. Baik lah" ucap ku
Aku mengeluarkan katana nya kembali
"Kau memilih senjata katana ?" tanya Kahfi
"Hooh" jawab ku
"Langkah sekali, orang orang lebih memilih pedang ketimbang katana" ucap Kahfi
"Katana atau pedang kan sama saja tidak ada bedanya, sama sama tajam" ucap ku
"Jelas beda lah bodoh. Pedang memiliki daya tahan yang kuat ketimbang katana, dan pedang pun sangat cocok untuk bertahan ataupun menyerang. Sedangkan Katana lebih harus menyerang ketimbang bertahan. Ngomong ngomong tangan mu kenapa ?" ucap Kahfi
"A.... Darah nya netes lagi, huff huff huff (suara menghisap)" ucap ku menghisap jari
"Gimana anak anak, kalian semua sudah memiliki senjata kan ?" ucap pak guru Herman
"Hey kafur, mengapa kau cuman mengambil satu tombak saja ?" tanya ku ke Kahfi
"Ada apa emang nya ?" ucap Kahfi
"Mengapa kau tidak mengambil banyak tombak, kan tombak itu di lempar dan kau membutuhkan banyak tombak untuk mengganti tombak yang baru" ucap ku ke Kahfi
"Bukan begitu cara nya bodoh. Kau tau kan ujung tombak ini sangat lah tajam, kau bisa menusuk nya menggunakan ujung tombak ini, dan bagian pegangan tombak ini sangat lah kuat untuk bertahan karena di lapisi dengan besi" ucap Kahfi
"Jadi kau tidak melempar nya ?" tanya ku
"Ah... Mungkin sewaktu waktu aku juga pasti akan melempar tombak ini, tapi untuk sekarang aku fokus menyerang dari dekat" jawab Kahfi
"Busur ini aneh" ucap Rian
"Ah... Aku juga sedikit merasa aneh pada tombak ini"
"Oke anak anak, karena kalian semua sudah memiliki senjata yang kalian inginkan, ada satu hal yang perlu kalian ketahui. Kalian pasti merasakan senjata kalian itu aneh yaa ?"
"Betul pak, ini senjata nya ko memiliki aura yaa ?" ucap salah satu murid
"Yess... Senjata kalian itu sebenarnya terbuat dari kristal beberapa monster, para leluhur kita membuat senjata menggunakan kristal yang ada pada monster tersebut karena memiliki kekuatan yang dahsyat" ucap pak guru Herman
"Tapi, bukan nya kalo monster itu mati kristal nya pun ikut hancur pak ?" tanya salah satu siswi
"Tidak nak. Jika kalian membunuh monster tersebut, kalian dapat mengambil kristal yang berada di dalam tubuh monster itu, walaupun kristal itu hanya sekecil semut. Kalian bisa menukar kristal itu ke guild untuk di jadikan uang atau kalian bisa membuat senjata, zirah, dan perhiasan lainnya. Asal kalian tau, kristal yang berada di dalam tubuh monster memiliki daya yang sangat kuat, sangat cocok sekali untuk umat manusia gunakan" jawab pak guru Herman
"Tapi bukan nya kita kalo bertemu monster, itu harus menghancurkan kristal yang berada dalam tubuh monster tersebut pak ?" tanya salah satu siswa
"Iya betul sekali, kita harus membunuh monster itu dengan cara menghancurkan kristal tersebut. Tapi yang sudah bapak bilang, walaupun kristal itu hanya tersisa sekecil semut, kalian masih bisa mengambil nya untuk kalian jual ke guild atau gunakan yang lain. Dan satu hal lagi. Semakin kuat monster nya maka semakin pula bagus kristal nya, kalian bisa mendapatkan harga yang tinggi." jawab pak guru Herman
"Jadi senjata kami yang saat ini dipakai, itu menggunakan kristal dari monster ?" tanya Kahfi
"Betul sekali nak" jawab pak guru Herman
"Pantas saja ini terasa aneh, ketimbang senjata yang biasa" ucap Kahfi
"Ini terlihat hidup" ucap Rian
"Hmmmm... Aneh ? aku tidak merasakan apa apa" ucap ku ke mereka berdua
"Hey Bagas, emang nya kau tidak merasakan aura pada katana mu kah ?, aku saja merasakan nya loh" ucap Kahfi
"Tidak.... Aku tidak merasakan apa apa" jawab ku
"Kau ini emang aneh yaa" ucap Kahfi
"Oke anak anak, kalian semua sudah memiliki senjata sekarang, saat nya kita berlatih" ucap pak guru Herman
__ADS_1
Latihan menggunakan senjata pun tiba.