The Last Knight : New Generation ( Vol 1)

The Last Knight : New Generation ( Vol 1)
Bab 3 : Desa Semanggi part 9


__ADS_3

Hujan mulai membasuhi tubuh ku. Goblin semakin mendekati kami, dan Iblis itu hanya menonton dari kejauhan.


Aku mulai bangkit dari pangkuan Tiara, dan ketika itu aku menyadari satu hal penting.


"(Bahaya ini, aku sangat lapar. Apakah padi itu bisa dimakan ?)"


Kaki ku begitu gemetar saat berdiri, perut ku terus berbunyi, tubuh ku tidak memiliki tenaga untuk melawan Goblin ini.


Tiara yang terluka, masih saja duduk di tanah yang sudah basah akibat hujan ini.


Aku melihat tangan Tiara yang sedang memegangi pinggang nya di penuhi warna merah dari darah, seragam yang di pakai sangat lah kotor akibat air yang bercampur dengan tanah. Walaupun begitu wajah nya masih begitu cantik. Ahh... dia sangat cantik sekali, duduk di belakang ku.


Goblin semakin mendekati ku.


Aku mengeluarkan Katana ku yang bersarung putih, dan siap untuk melawan. Tapi, Tapi... Aku tidak memiliki energi untuk melawan nya.


Tiara sedang terluka, aku harus melakukan apa.


"A... Teknik Rahasia : Seribu Langkah"


Aku segera mengendong Tiara dengan kedua tangan ku, menaruh Katana ku di pinggang, dan berlari begitu kencang.


"Kita akan kabur sekarang."


Lari lah sekencang mungkin Bagas, wahai Knight terhebat.


Wuuaahhh... Ini berat sekali, lari sambil mengangkat Tiara.


"Ah... Ah... Ah.... Kau berat sekali yaa"


Paha nya begitu lembut sekali saat ku pegang, kulit nya bersih bercahaya di sertai air hujan yang menetes pada tubuh nya. Rambut nya begitu wangi, aku dapat mencium nya pada hidung ku.


"Maafkan aku. Aku merepotkan mu"


Wajah Tiara terlihat memerah saat ku gendong.


Saat ini, pikiran ku hanya fokus untuk kabur saja dari Iblis dan Goblin itu.


Aku ini benar benar payah sekali yaa, malah kabur, bukannya melawan. Tapi tidak apa apa, ketimbang aku melawan Goblin itu dalam keadaan lapar.


"Aaa...."


Aku terhenti berlari, karena di depan ku sudah ada Iblis itu. Oy, oy, oy... Bagaimana bisa dia menyusul ku ? Padahal aku sudah berlari sangat kencang, yaa walaupun tanpa lari kuda ku.


"Hallo."


Apa nya yang hallo !!! Iblis itu sudah berada di depan ku.


Aku melihat kebelakang dan ternyata Goblin itu juga menghilang.


"Jangan kejar aku !!! Aku ini sangat lapar tau !!!"


Aku berlari menyamping dan berusaha menjauh dari Iblis itu.


Tapi lagi lagi Iblis itu sudah berada di depan ku.


Aku berusaha menghindari nya, dan berlari menjauh dari dia.


Tapi dia sudah berada di depan ku lagi.


"Ah... Ah... Ah..."


Aku sangat kelelahan sekali, berlari dan terus berlari.


"Berhenti lah muncul di depan ku !!!"


Aku benar benar terjebak dan tidak bisa kabur dari mereka.


Entah dari mana muncul nya Goblin itu, dia sudah berada di belakang ku.


Tiara melepaskan gendongan ku, dan mengeluarkan Pedang nya.


"Aku akan melambat nya, jadi kau lari lah dari sini !"


Tiara memasang wajah siap bertempur, dan dia memberikan ku sedikit senyuman.


Aaahh.... Aku sebagai lelaki benar benar payah. Seharusnya aku yang menyelamatkan nya, tapi mengapa dia lah yang menyelamatkan ku.


Yasudah apa boleh buat, aku akan bertarung dengan mu.


"Aku akan melindungi mu."


"Tidak, lebih baik kau lari saja"


Aku segera memegangi kepala Tiara, dan berkata.


"Hehehehe, kau wanita yang baik yaa. Tapi tenang saja, aku kuat koo"


Seketika wajah Tiara memerah dan tersipu malu.


Iblis dan Goblin mendekati kami dari arah depan dan belakang.


Teg Teg Teg Teg (Suara Jantung)


Jantung ku memompa begitu cepat, mata kiri ku mulai kumat lagi


"Sepertinya aku harus mengeluarkan Katana ini"


Aku berfikir untuk mengeluarkan Katana bersarung merah, untuk melawan mereka.


"Hmm ada apa ?"


"Tidak, aku hanya ngomong sendiri"


Yosh sudah ku putuskan, aku akan mengeluarkan nya.


"Teknik Sihir : Penyi....


"Teknik Sihir : Time Normal"


Tseeett (Suara Tebasan)

__ADS_1


Andre tiba tiba datang dan menebaskan kepala Goblin yang berada di belakang kami.


Aku dan Tiara kaget seketika, tiba tiba Andre menolong kami.


"Mati lah kau !!!"


"Arggggg..."


Kepala Goblin itu terpisah dari badan nya, dengan kedua Pedang yang Andre pakai.


Mata kiri ku tiba tiba melihat Goblin itu akan meregenerasi kepala nya kembali.


"Andre menjauh lah dari nya !!!"


Aku memperingati Andre yang masih berada di udara.


Dan ternyata benar saja, Goblin itu beregenerasi sangat cepat.


Goblin itu mencoba menyerang Andre yang masih berada di udara.


"Teknik Earth Element : Lumpur Penghisap"


Paman Yasir menolong Andre dan membuat Goblin itu terhisap di dalam tanah.


Andre mendarat dengan selamat.


Tapi tiba tiba Iblis itu sudah muncul di hadapan Andre.


Iblis itu mencoba meraih leher Andre.


Tapi Andre dengan sigap mampu membuat sebuah Teknik Sihir.


"Teknik Sihir Light Element : Cahaya Terang"


Seketika pandangan ku menjadi sangat silau.


Andre menghindari menyamping tangan Iblis itu, dan seketika membuat serangan.


"Teknik Dual Pedang : Tebasan Harimau"


Namun sayang, serangan Andre tidak mampu mengenai siapa pun, karena Iblis itu menghilang seketika.


Mata kiri ku tiba tiba melihat Iblis itu sudah berada di belakang Tiara.


Aku segera mungkin mencoba menyerang ketika Iblis itu muncul.


Aku menarik tangan Tiara, dan memeluk Tiara dengan tangan kanan ku.


"Ada apa ?"


Dan ternyata benar saja, Iblis itu muncul di hadapan ku.


"Oh yaa."


Iblis itu sedikit kaget, karena aku tau dia akan muncul di sini.


"Sepertinya kau mengetahui pergerakan ku yaa."


Andre dan Paman Yasir sudah sangat siap sekali untuk menyerang, sedangkan Tiara masih berada di pelukan ku.


"Ah... Ah... Ah... (Badan ku mulai panas lagi)"


"Badan kau begitu panas sekali"


Tiara sepertinya merasakan suhu tubuh ku yang memanas, mungkin karena terlalu menempel dengan nya, maka nya dia bisa mengetahui nya.


Iblis itu terlihat memikirkan sesuatu, dia sama sekali tidak beranjak dari tempat nya.


"Hey Bagas, kau tidak apa apa ? Kau sangat berkeringat."


Andre melihat ku, yang sedang memeluk Tiara dengan erat.


Paman Yasir pun memegang dahi ku.


"Suhu tubuh mu begitu panas. Kau harus beristirahat."


Ah, ah... Semua orang menghawatirkan ku, tapi mereka tidak menghawatirkan diri nya sendiri, padahal saat ini masih sangat bahaya, Iblis itu pasti akan berbuat sesuatu.


"Aku tidak apa apa, tenang saja"


"(Tubuh nya sangat hangat sekali)"


Tiara melihat wajah ku.


Hujan masih turun begitu deras, dan membasahi tubuh kami.


Akhirnya Iblis itu mulai berbicara, setelah memikirkan sesuatu.


"Hallo semua, wahai kaum Bangsawan,"


"Apakah kalian tau, kenapa aku berada di sini ? Sebenarnya aku hanya mencoba makhluk itu saja ko, dan untuk membunuh wanita itu."


Mata nya sangat tajam melihat Tiara.


Iblis itu tiba tiba mengeluarkan aura begitu kuat, membuat kami ketakutan kecuali aku yang tidak bisa merasakan aura Iblis itu.


"Tapi lupakan saja lah, aku sudah tidak mood lagi untuk membunuhnya, lagi pula juga aku sudah puas dengan Goblin itu."


Seketika tanpa menjadi goyang.


Goblin itu melompat dari dalam Tanah, dan siap menyerang kami kapan saja.


Ini sangat lah bahaya. Tubuh ku tidak siap untuk bertarung, Tiara yang terluka, Andre yang terlihat kelelahan, dan Paman Yasir yang sudah sangat tua untuk bertempur. Ini sangat lah bahaya untuk kami, jika kami melanjutkan pertarungan.


"Aku akan melawan Iblis itu"


"Kau sedang sakit, lebih baik istirahat lah. Aku yang akan melawan nya."


"Jangan Andre, kau sudah kelelahan seperti nya."


"Kalau begitu biar Paman yang akan melawan."

__ADS_1


"Jangan ! Kau sudah tua Paman."


"Anak kurang ajar !!! Kau meledek ku yaa."


"Aku saja, yang akan melawan nya."


Tiara tiba tiba melepaskan pelukan ku.


Aku menarik nya kembali dan memeluk nya lagi.


"Kau sedang terluka, lebih baik di sini saja !"


Aku memutuskan untuk mengeluarkan Katana bersarung merah ku.


"Teknik Sihir : Penyi...


Aku mencoba mengeluarkan Katana sarung merah ku, tapi seketika Iblis itu mulai berbicara lagi di sertai tawa.


"Hahahahaha, kalian mau melawan ku ? Jangan bercanda lah, hahahaha,"


"Aku bisa saja melenyapkan kalian seketika di sini, tapi itu kurang begitu menyenangkan, hahahaha,"


"Mumpung aku lagi senang karena ciptaan ku ini sangat kuat"


Iblis itu menunjuk ke arah Goblin.


"Kau mau tau. Mengapa Goblin itu bewarna merah ? Itu karena darah ku sudah menyatu dengan makhluk itu, hahahaha. Ini benar benar menakjubkan."


Iblis ini benar benar mengerikan, nada bicara dan suara tawa nya begitu menyeramkan untuk di dengar.


"Ahhh... Seandainya saja ayah ada di sini, pasti akan bangga terhadap ku."


Iblis itu mengucapkan Ayah begitu senangnya, yang membuat kami penasaran.


Paman Yasir mulai menanyakan.


"Apa maksudmu ?"


"Tentu saja Ayah ku. Jangan bilang kalian tidak mengenal nya ? Hahahaha, kalian Manusia benar benar sampah !!!"


Iblis ini bertambah seram sekali.


"Saat ini ayah ku tidak berada di dunia ini, dia di segel oleh seseorang tapi tenang saja, segel itu sebentar lagi akan lenyap."


Kami penasaran sebenarnya apa yang dia maksud.


"Kalian mau tau siapa nama Ayah ku ?"


Rasa penasaran pun mulai bertambah.


"Nama Ayah ku 'Azazil' Hahahaha."


Seketika kami semua kaget, kecuali aku yang tidak mengerti apa yang dia maksud.


"Oh yaa, mengapa kalian begitu kaget ? Hahahaha, sebentar lagi Ayah ku akan melenyapkan Manusia yang berada di sini. Tapi sebelum itu, aku harus melenyapkan beberapa Bangsawan yang menghalangi kami. Ah... Tinggal 10 lagi Bangsawan di dunia ini. Aku pasti akan melenyapkan mereka semua"


Aku segera memeluk Tiara begitu erat.


"Tidak akan ku biarkan !!!"


"Oh yaa, tenang saja, aku tidak akan membunuhnya untuk sekarang, karena aku hanya ingin melihat seberapa kuat ciptaan ku saja."


Tubuh Tiara begitu gemetar, aku bisa merasakan nya.


Paman Yasir mencoba menanyakan sesuatu.


"Apa maksudmu membunuh kami para Bangsawan ?"


Iblis itu tidak bisa diam, seakan akan sedang menari.


Iblis itu memiringkan kepalanya.


"Kau tau, siapa yang membunuh kelima Bangsawan itu ?"


"Tentu saja aku, Hahahahaha."


Bahaya. Iblis ini terlalu berbahaya, dia sudah sangat Gila ketika berbicara.


Kami kaget mengetahui bahwa Keluarga Bangsawan yang telah mati itu adalah perbuatan dari Iblis ini, termasuk Ayah nya Adit di bunuh oleh nya.


"Aku akan kasih keringanan kepada kalian, 3 Bulan. 3 Bulan aku akan memusnahkan kalian kaum Bangsawan, hahahaha. Oh ayah, ini sangat menyenangkan sekali, hahahaha."


Tiara benar benar ketakutan, wajah nya berkeringat di campur dengan air hujan.


Aku memeluk dengan erat Tiara dan berkata kepada Iblis itu.


"Tidak akan ku biarkan !!! Aku akan melindungi nya !!!"


Tiara sedikit tenang dan merangkul tubuh ku begitu erat ketika aku berbicara seperti itu.


"Terimakasih"


Tiara memeluk ku dengan erat.


"Hahahaha, ini benar benar menyenangkan sekali. Aku akan membantai kalian semua"


Ucapan itu terlihat sangat serius dari Iblis itu.


Iblis itu tiba tiba menghilang bersama dengan Goblin yang berada di belakang kami.


Akhirnya kami sedikit merasa lega ketika Iblis itu menghilang, dan tubuh ku tidak kuat lagi menahan sakit ini akibat kekuatan dari mata ini.


Duuuk (Suara tubuh menyentuh tanah)


Aku pingsan seketika.


...**********...


Sony sedang berlari menuju sawah, seperti dia tadi sedang menolong Nenek Nenek di sebuah tempat.


"Semoga tidak terlambat"

__ADS_1


Hey kau sudah terlambat tau Sony...


__ADS_2