The Last Knight : New Generation ( Vol 1)

The Last Knight : New Generation ( Vol 1)
Bab 2 : Sekolah Knight part 10


__ADS_3

Di dalam istana keluarga Apollon. Aku Bagas, selesai rapih makan siang dengan teman teman ku, dan paman Yasir.


"Ahh.... Kenyang nya" ucap ku


"Hahahaha kau itu lucu sekali ya Rian. Mengapa kau bisa terpisah dengan kami, dan malah bisa masuk ke kamarnya baginda Yasir" ucap Angga


"Maaf" jawab Rian


"Terimakasih atas makanannya" ucap Adit


"Tak ku sangka, istana ini besar sekali, dan ada pelayanan di belakang kita pula" ucap Kahfi, melihat ke pelayanan yang sedang berdiri di dekat dinding


"Istana ku lebih besar lagi looh" ucap Angga


"Bagaimana kabar ayah mu ?" tanya paman Yasir, kepada Angga


"Yaaa... Seperti biasanya, masih keras kepala" jawab Angga


"Emang sifat dia seperti itu" ucap paman Yasir


"Jadi kalian semua, teman nya Bagas ?" tanya paman Yasir, kepada mereka


"Iyaa, baginda" jawab mereka


"Kalau begitu, panggil aku paman saja" ucap paman Yasir


"Baik, paman" jawab mereka


"Sepertinya Bagas, mendapatkan teman yang sangat baik yaa" ucap paman Yasir, tersenyum kepada mereka


"(Tak ku sangka paman ini begitu lembut sekali)" ucap Kahfi


"Hehehehehe" tawa Angga


"Mohon jaga dia yaa" ucap paman Yasir


"Hmmm...." ucap ku, mengupil


"Ngomong ngomong paman" ucap Angga


"Ada apa ?" ucap paman Yasir


"Apakah Andre ikut dalam quest itu ?" tanya Angga


"Hooh" jawab paman Yasir


"Pantas saja aku tidak melihat dia" ucap Angga


"Apakah kau berteman juga dengan anak ku ?" tanya paman Yasir


"Tidak..." jawab Angga


"Hahahaha, sepertinya anak ku begitu kejam yaa, di mata kalian" ucap paman Yasir


"Betul sekali !!!" jawab Angga, dan Kahfi


Tiba tiba datang seorang pelayan, menghampiri kami.


"Ini... Nikmati, hidangan penutup" ucap seorang pelayan bernama Sony (50)


"Waaahhh.... Semangka. Terimakasih paman Sony" ucap ku, kepada paman sony


Paman Sony tersenyum kecil kepada kami, lalu pergi kembali.


Paman Sony adalah orang yang mengajarkan ku bertempur, dia adalah guru ku. Teknik tempur nya sangat lah hebat, dia mahir menggunakan 1 pedang maupun 2 pedang sekaligus. Aku tidak mengetahui dia sebenarnya apa. Yang ku tau dia hanyalah seorang pelayan saja.


"Amnyam nyam nyam" Aku memakan semangka


"Paman, aku ingin menanyakan sesuatu, tentang Andre" ucap Kahfi, kepada paman Yasir


"Kenapa, dengan Andre ?" tanya paman Yasir


"Mengapa sifat Andre sangat dingin terhadap orang ? Sedangkan paman begitu lembut" ucap Kahfi


"Hahahaha, akhirnya ada yang menanyakan ini" jawab paman Yasir


"Jadi bocah ini tidak menanyakannya ?" ucap Angga, menunjuk jari nya kepada ku yang sedang makan semangka


"Ada apa ? Amnyam nyam nyam" ucap ku, fokus makan semangka


"Bocah bodoh seperti dia mana peka" jawab paman Yasir, menempeleng pala ku dengan jari nya


"Ada apa siii ? Mengapa kalian melihat ke arah ku" ucap ku


"Sebenarnya keluarga Apollon itu adalah keluarga yang ramah, tapi Andre adalah kebalikan nya" ucap paman Yasir


"Mengapa bisa begitu ?" tanya Adit


"Amnyam nyam nyam" aku masih fokus dengan semangat ku, dan mengabaikan obrolan mereka


"Sebenarnya Andre mewarisi sifat ibu nya. Jika kalian menanyakan mengapa bisa begitu, maka tanyakan lah ke ibu nya. Hahahaha" jawab paman Yasir


"Jadi begitu. Berarti sifat ibu nya, sama seperti Andre ?" tanya Kahfi


"Hey Rian, kau mau semangka ini ?" ucap ku, mengasih semangat ke Rian yang berada di samping ku


"Betul sekali" jawab paman Yasir


"Terimakasih" jawab Rian, menerima semangat ku

__ADS_1


"Tapi asal kalian tau saja yaaa. Di balik sifat nya yang dingin, terdapat kasih sayang yang sangat besar di dalam hati nya" ucap paman Yasir


"Sungguh ?" tanya Angga


"Hooh. Jika kalian berteman dengan baik dengan Andre, maka Andre akan melindungi kalian dengan nyawanya sendiri" jawab paman Yasir


"Eh... Keren sekali" ucap Adit


"Ini lah yang di namakan Romantis" ucap paman Yasir, tersenyum ke mereka


"A.... Semangka nya abis" ucap ku


"Hey.... Aku belum mencicipi nya tau" ucap Angga


"Mengapa kau habiskan semangka nya sii Bagas" ucap Kahfi


"Rian lah yang menghabiskan nya" ucap ku, memiringkan mulut


"Tidak. Aku hanya memakan satu saja ko" ucap Rian


"Bagas !!!!" ucap Kahfi


"Sepertinya kau berasal dari desa ketenangan yaa ?" tanya paman Yasir, kepada Rian


"Iyaa. Aku berasal dari sana" jawab Rian


"Pantas saja. Mata mu seperti ku kenali " ucap paman Yasir


"Terimakasih paman, karena telah menolong ayah ku" jawab Rian, menundukkan kepalanya


"Jadi paman mengenali Rian ?" tanya ku


"Iyaa. Aku pernah berkunjung ke sana sekitar 10 tahun yang lalu. Desa itu sangat lah nyaman, ketika kau berada di sana, kau akan menemukan padang rumput yang luas, dan jarang sekali ada monster" jawab paman Yasir


"Ehhh..... Aku ingin ke sana" ucap ku


"Penduduk di sana begitu ramah, bahkan mereka menyambut kedatangan ku. Tapi sayang penduduk di sana memiliki penyakit pada mata mereka, yang mengakibatkan penglihatan mereka kurang begitu baik" ucap paman Yasir


"Jadi begitu" ucap Adit, memegangi dagu nya


"Jadi, bagaimana dengan ayah mu ?" tanya paman Yasir, kepada Rian


"Dia baik baik saja sekarang. Sekali lagi, terimakasih telah menyelamatkan ayah ku" jawab Rian, menundukkan kepalanya


"Tidak usah di pikiran. Asal dia sekarang sudah baik baik saja, syukurlah" ucap paman Yasir


"Jadi paman menyelamatkan ayah nya Rian ?" tanya Kahfi


"Betul, paman Yasir menyelamatkan ayah ku, ketika ayah ku sedang mencari kayu di hutan" jawab Rian


"Waktu itu ayah ku sedang berada di hutan sendirian, ketika paman Yasir berkunjung ke desa ku. Ayah ku tak kunjung pulang dari hutan hingga sore hari. Ketika paman Yasir mengetahui itu, dia bergegas pergi menuju hutan untuk mencari ayah ku. Aku dan semua penduduk desa menunggu kepulangan dari paman Yasir dan para pengawal nya" ucap Rian


"Malam pun tiba, akhirnya ayah ku di temukan oleh paman Yasir dan para pengawal nya dengan luka tusukan di pinggang. Paman Yasir menceritakan bahwa ayah ku di serang segerombolan goblin, ketika sedang mencari kayu. Aku berterimakasih atas pertolongan dari paman Yasir kepada ayah ku" ucap Rian, menyelesaikan cerita nya


"Jadi begitu" ucap Kahfi


"Nah untuk kalian semua, yang baru saja menjadi knight. Ini pesan dari paman. Berhati hati lah saat menghadapi monster, jangan suka sendirian ketika berada di tempat asing, lebih baik cari lah teman untuk menemaninya mu. Itulah pesan dari paman" ucap paman Yasir


"Hmmmmm...." ucap ku


"Baik, paman" jawab Adit, Kahfi, Angga, dan Rian


"Kalo gitu, paman mau pergi dahulu, karena masih ada beberapa urusan. Kalian bersenang senang lah di istana ini, anggap lah seperti rumah sendiri" ucap paman Yasir, bergegas pergi


Paman Yasir meninggalkan kami berlima di meja makan, dan para pelayan mulai kembali berkerja.


"Hey Bagas, apakah kau benar tidak apa apa ? tanya Adit, terlihat masih khawatir kondisi ku


"Aku baik baik koo, lihat otot ku ini" ucap ku, menunjuk otot tangan ku


"Mana mungkin kau baik baik" ucap Angga


"Tenang saja, aku baik baik saja ko" jawab ku


"Sebenarnya mata mu itu kenapa ? Mengapa bisa mengeluarkan darah ? Kami semua khawatir tau" ucap Kahfi


"Mata ku mengeluarkan darah ?" tanya ku


"Iyaa. Saat kau pingsan, mata kiri mu mengeluarkan darah begitu banyak. Seperti menangis tapi ini mengeluarkan darah bukan air mata" jawab Kahfi


"Waahhh... Keren nya" ucap ku


"Apa nya yang keren bodoh !!!" ucap Angga


Sebenarnya aku mau menceritakan kejadian ketika orang itu mengasih ku mata ini, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk ku ceritakan. Jadi lebih baik ku ganti topik pembicaraan saja.


"Bagaimana dengan latihan nya ?" tanya ku, kepada mereka


"Shiva membuat boneka baru, dan kami semua kecuali kau Bagas meninju boneka itu. Aku mendapatkan nilai 78%" jawab Kahfi


"Heeee..... Kecil sekali" ucap ku, memandangi Kahfi dengan wajah kasian


"Itu nilai sudah sangat bagus tau !!!" jawab Kahfi


"Aku mendapatkan 85%" ucap Angga


"Kecil" ucap ku, memandangi Angga dengan wajah kasian


"90%" ucap Adit

__ADS_1


"Nah ini baru namanya nilai, walaupun kecil juga" ucap ku


"Bagaimana dengan Rian ?" tanya ku, kepada Rian


"Aku mendapatkan nilai 31%" jawab Rian


"Pfff.... Kecil sekali, hahahaha" ucap ku, tertawa mendengar nilai Rian


"Sepertinya Rian hanya bisa menarik saja, ketimbang mendorong nya" ucap Adit


"Kenapa bisa begitu ?" tanya ku


"Karena Rian pengguna busur" jawab Adit


"Hmmmm.... Aku tidak paham" ucap ku


"Pengguna busur lebih mementingkan daya tarik pada tangan nya, ketimbang daya dorong. Panah itu di tarik lalu di lepaskan" jawab Angga


"A.... Jadi begitu. Siapa yang paling tinggi nilainya ?" tanya ku


"Aziz lah yang paling tinggi, nilai dia 93%" jawab Kahfi


"Aku tidak percaya" ucap ku


"Tak ku sangka, Aziz begitu kuat" ucap Angga


"Aku lah yang terkuat, hahahaha" ucap ku, dengan nada sombong


"Aku tidak mempercayai nya" ucap Angga


"Kau ini, asal bicara saja yaa" ucap Kahfi


"Hahahaha" tawa ku


Di desa semanggi.


Aku Andre, sedang berdiri di depan puing puing bangunan rumah Bagas.


"Sepertinya sudah tidak ada barang yang tersisa disini" ucap ku


Rumah Bagas sudah ancur lembur, begitu pula dengan rumah yang lain. Beberapa puing bangunan sudah di lumuti. Tidak ada yang tersisa disini. Tapi yang aneh nya, ayunan yang di pakai iblis itu terlihat masih utuh.


Aku bergegas menuju ayunan itu.


"Jadi inikah yang dipakai untuk mengamati desa ini" ucap ku, memegang tali ayunan


Ketika ku memegang tali ini, aku merasakan aura yang tersisa dari iblis itu.


"Seperti ini kah aura dari iblis itu" ucap ku, memejamkan mata


Aura itu begitu kuat. Aku mencoba merasakan aura ini menggunakan pikiran ku, untuk bisa mengetahui motif dari pembantaian di desa ini.


"Ahh.... Sepertinya tidak bisa ku jangkau" ucap ku, melepaskan tangan ku dari tali ayunan ini


Aku terus mencari petunjuk, dari desa ini. Dan akhirnya aku menemukan tempat dimana para warga bersembunyi.


"Teknik fire element : Pembakaran" aku membuat api pada kayu yang ku pegang


Aku terus berjalan di lorong gelap ini sesampainya di ruangan tempat dimana para warga bersembunyi dari iblis itu.


"Tempat ini" ucap ku


Terlihat bekas darah masih pada menempel di dinding dan di lantai. Aku mencoba mendekati dan memegangi bekas beberapa darah dengan tangan kanan ku, lalu aku mencoba menjangkau kejadian dimana iblis itu membantai para warga.


Aku melihat Bagas sedang di pangkuan ibunya. Tapi ketika terdengar suara, ibunya langsung menaruh Bagas di sudut ruangan, dan menciptakan sihir untuk melindungi Bagas.


Setelah ibunya menciptakan sihir untuk Bagas, aku tidak dapat melihat Bagas di sudut ruangan itu. Sepertinya sihir itu tidak dapat terlihat.


Akhirnya iblis itu datang, dan dimulai lah pembantaian di ruangan ini.


"Lebih baik cukup, sampai disini" ucap ku, mencoba membuka mata


Ketika ku mencoba membuka mata, tiba tiba iblis itu melihat ke arah ku berada, dia terlihat tertawa.


"Ahh..." ucap ku, membuka mata


Tubuh ku di penuhi keringat seketika.


"Lebih baik, aku keluar saja" ucap ku, bergegas keluar dari ruangan ini


Sesampainya di luar, aku sudah di sambut beberapa monster kelas B.


Monster itu tiba tiba menyerang ku, mereka berjumlah 6. Tapi aku dengan mudah nya, mengalahkan mereka semuanya.


"Menyusahkan sekali" ucap ku, menaruh pedang di punggung ku


"Hari sudah mau gelap, lebih baik aku harus mencari tempat aman disini, untuk memasang tenda ku" ucap ku


Aku menelusuri desa ini dan akhirnya menemukan tempat yang cocok untuk memasang tenda yang ku bawa.


Tempat ini tepat berada di belakang rumah Bagas.


"Teknik sihir : Penyimpanan keluar" aku mengeluarkan beberapa barang yang ku bawa, termasuk tenda


Aku membuat tenda kecil ini, tenda kecil ini akan ku gunakan untuk tidur nanti dan istirahat. Aku harus mencari petunjuk lagi di desa ini.


Aku sudah mengetahui iblis yang membantai desa ini, dan sisa nya hanya tinggal mencari motif dari pembantaian ini.


"Ciihh... Untuk apa iblis itu membantai tempat ini" ucap ku, duduk di luar tenda

__ADS_1


Biasanya kalo iblis melakukan sesuatu, pasti selalu ada motif/rencana nya.


"Aku akan menemukan nya, dan membunuh iblis itu !!!" ucap ku


__ADS_2