The Last Knight : New Generation ( Vol 1)

The Last Knight : New Generation ( Vol 1)
Bab 1 : Knight part 6


__ADS_3

Aku Kahfi, umur 25 tahun. Masih berada di dalam kelas dengan Bagas, Rian, dan Shiva, sedang membicarakan tentang apa yang kakek Subagio dan pak guru Herman jelaskan


"Hebat nya mereka yaa Rian ?" ucap ku ke Rian


"Hooh, Kakek itu sangat hebat" jawab Rian


"Aku lah yang lebih hebat, huahahahahaha" jawab Bagas


"Kau ini ngomong apa Bagas" ucap ku ke Bagas


"Sepertinya hari ini aku mendapatkan pelajaran yang sangat berarti, dan aku tidak menyesal untuk bergabung menjadi knight"


Sebenarnya alasan ku menjadi knight adalah untuk mencari uang. Ibu sedang jatuh sakit, ayah ku sudah meninggal 6 tahun yang lalu ketika ibu ku mengandung adik ku. Aku mempunyai 4 saudara, aku lah yang paling tua. Sejak kecil aku terus mencari uang untuk kebutuhan hidup, keluarga sangat miskin, bahkan untuk makan pun kami kesusahan, kami terus memakan roti secukupnya untuk makan, para tetangga ku juga sering mengasihi sesuatu untuk keluarga kami. Sebelum jadi knight aku bekerja pada beberapa orang untuk berkebun dan kadang suka berjualan di kota dari hasil berkebun ku. Rumah ku berada di luar kota ini, di sebuah desa bernama desa Kemakmuran. sesuai dengan nama desa ku kemakmuran, desa ini sangat makmur dan sangat damai, tapi ada beberapa keluarga yang kebutuhan hidup nya sangat susah termasuk aku. Ayah ku dulu berkerja sebagai petani, dia sangat bekerja keras, tapi suatu hari dia jatuh sakit yang mengakibatkan kematian. Aku mewarisi kerja keras dari ayah ku, untuk mencukupi kebutuhan keluarga ku. Ibu ku sangat baik dan ramah tapi dia sudah terlalu cape untuk bekerja, adik adik ku masih terlalu kecil untuk berkerja, umur mereka masing masing 12, 9, dan 6 tahun. Aku sebagai yang tertua harus bisa bekerja untuk kebutuhan mereka. Aku terus bekerja sepanjang hari, hingga seketika ada seseorang yang menawarkan ku untuk menjadi knight karena di sana kau bisa menghasilkan uang yang banyak dari burburu monster. Aku terus memikirkan tawaran itu sepanjang hari aku bekerja aku terus memikirkan, aku melihat adik adik yang sambil terus memikirkan tawaran orang itu. Dan pada akhirnya aku sudah memutuskan untuk menjadi knight walaupun itu membuat ku tidak bisa untuk bertemu keluarga ku. Saat ini aku tinggal di kota, menyewa tempat tinggal di biayai oleh orang yang menawarkan ku untuk menjadi knight.


"Ibu dan adik adik ku, tunggu lah sebentar aku sedang mencari nafkah untuk kalian" ucap ku


"Hmm... Kau ngomong apa kafur ?" tanya Bagas kepada ku


"Tidak tidak tidak" jawab ku


"Ngomong ngomong nama ku Kahfi bukan Kafur bodoh" ucap ku kepada orang bodoh itu


"Ohh begitu... Kafur" jawab Bagas


"Terserah kau saja lah !!!" ucap ku


"Wuahhh... Aku ingin berjalan jalan sebentar sebelum pulang" ucap Bagas


"Aku masih mau sedikit lebih lama disini" ucap ku


Bagas menuju keluar kelas, dia berlari sangat kencang.


"Dasar orang bodoh" ucap ku


"Hahaha kalian berdua keliatan akur yaa" ucap Shiva


"Ntah lah... Aku sebagai yang tertua harus bisa menjaga nya apalagi sekarang dia sudah menjadi teman ku sejak pertemuan tadi di halaman itu" jawab ku


Ketika pagi itu, aku sedang berdiri di halaman menunggu kedatangan guru untuk bisa masuk knight, orang itu bilang harus terus menunggu jangan sampai kau lengah untuk bisa menjadi knight.


Aku melihat seseorang sedang di godain dan aku menghampiri nya. Orang yang menggodai itu tidak lain adalah Bagas, yang sedang menggodai Rian, itulah pertemuan kami.


Ketika ku menghampiri nya Bagas sedang menggodai Rian yang mata nya itu cacat, sontak aku membela Rian. Bagas itu sungguh orang yang bodoh dengan wajah cerianya, berambut sedang, menyamping bewarna hitam pekat, mata nya begitu polos bola mata nya bewarna hitam, tinggi badan Bagas 170 cm.


Selang beberapa menit tiba tiba Angga masuk kembali, dia datang menghampiri seseorang yang sedang duduk, berada di sudut kanan depan bangku barisan ke 2.


"Sampai kapan kau akan begini Adit, rumor tentang mu sudah sangat jelek, bahkan aku saja harus menunggu mereka pergi agar bisa menyapa mu" ucap Angga kepada orang itu


Adit mendiamkan Angga dan tidak ada respon sama sekali, dan seketika itu dia langsung berbicara ketika melihat kami masih berada di belakang sudut kiri.


"Menjauh lah dari ku !. Jika engkau tidak mau kenapa kenapa !!!" jawab Adit


Adit pun langsung pergi meninggalkan Angga.


Sebenarnya rumor yang beredar tentang Adit sudah banyak yang tau di negeri ini, tentang dimana seseorang yang membunuh 1 keluarga bangsawan.


7 tahun yang lalu di negeri ini ada 15 keluarga bangsawan, 6 di antara nya ada di kota ini. Konon katanya sesuai rumor yang beredar, Adit lah yang membunuh keluarga bangsawan ke 6 tersebut saat dia berusia 9 tahun. Ada yang percaya ada pula yang tidak, karena di usia nya yang masih anak anak, mana mungkin membunuh satu keluarga apalagi ini keluarga bangsawan. Dan untuk 4 keluarga bangsawan lain nya yang berada di luar kota ini, mereka semua di musnah oleh 1 orang iblis. Ada rumor yang beredar juga kalo sebenernya bangsawan yang di bunuh oleh Adit itu sebenarnya adalah perbuatan dari iblis itu, dan Adit berusaha melindungi nya. Tapi sayang, dia malah di tuduh membunuh keluarga tersebut. Hanya Adit lah yang tau kejadian sesungguhnya, tapi dia tidak pernah bercerita tentang kejadian tersebut.


Selang beberapa menit, tiba tiba kami merasakan aura yang begitu kuat, datang dari pintu masuk kelas, orang itu langsung masuk kelas begitu saja.


"Dimana Bagas ?" ucap Andre


"A.. Dia baru saja pergi" jawab ku


"Pergi kemana dia ?" tanya Andre dengan nada tinggi


"Kata nya sii, dia ingin pergi berjalan jalan" jawab ku


"Orang bodoh itu... Ku tunggu pas istirahat tapi tidak ada kabar nya, apakah dia sudah makan ?" Andre ngomong sendiri


"Sepertinya sudah, dia memakan bento punya teman nya. Ya kan Rii...


Aku melihat wajah Rian yang ketakutan melihat Andre. Ya aku pun sebenarnya juga ketakutan akibat aura dari Andre tersebut.


"Dimana tempat duduk nya itu ?" tanya Andre


"Di sini" jawab ku menunjukkan tempat duduk Bagas


Andre pun menghampiri bangku tersebut. Pandangan Rian masih saja terus ke Andre dengan wajah ketakutan dan keringat di wajah. Tapi untuk Shiva dan Angga seperti nya biasa biasa saja, apa mungkin dia sudah terbiasa dengan aura tersebut.


"Yoo... Andre, Lama tak jumpa" ucap Angga yang mencoba menyapa Andre


"Diam lah...!!!" jawab Andre dengan tatapan tajam yang membuat Angga terdiam


Angga tiba tiba berkeringat, begitu pula dengan Shiva


"(Eh... Dingin nya orang ini, aku tidak mau berteman dengan nya, bisa bisa aku mati ketakutan karena berteman dengan nya)" ucap ku


*Note

__ADS_1


Jika ada percakapan dan ada tanda () berarti sedang bicara dalam hati


Andre pun memegang meja dengan kedua mata tertutup.


Rian terus menatap pandangan nya ke Andre.


"Ketemu...!" ucap Andre


Tiba tiba Andre menghilang begitu saja. Kami semua yang berada dalam kelas pun kaget. Kami yang tadi nya melihat dia berdiri sambil memegang meja tersebut, tiba tiba menghilang begitu saja.


"Kemana orang itu pergi ?" ucap ku yang kaget


"Hebat nya..." ucap Rian


"Orang itu menghilang" jawab Shiva


"Sepertinya aku berada jauh di level dia" ucap Angga


Angga pun menghampiri kami


"Sebenarnya dia itu apa ?" tanya Rian


"Ntah lah..." jawab ku


"Walaupun kami berada di keluarga bangsawan yang sama, tapi dia sangat berbeda. Kami bangsawan selalu ramah dan baik terhadap siapa saja, tapi dia... Berbeda jauh dengan kami, sikap nya yang dingin dan cuek terhadap orang lain. Membuat kami sedikit kesal walaupun dia juga seorang bangsawan. Ya kan Shiva ?" ucap Angga


"Ano... Kau tidak boleh menjelekkan orang lain" jawah Shiva dengan nada lembut nya


"Sepertinya biasa, kau Shiva terlalu baik terhadap orang lain" ucap angga kepada Shiva


"Kami bangsawan selalu mengadakan pertemuan tiap 5 tahun sekali, dan 2 tahun yang lalu, di situ lah aku bertemu dengan Andre. Dia tidak perduli dengan acara itu dan pergi menjauh dari kerumunan" ucap Angga


"Oh iya Andre tadi itu menanyakan dimana orang bodoh itu kan ?" tanya Angga


"Iyaa dia menanyakan dimana keberadaan Bagas" jawab ku


"Sebenarnya, kalian harus menjauhi orang itu" ucap Angga


"Siapa ?" tanya ku


"Bagas" jawab Angga


"Kenapa ?" tanya Rian yang menghadap ke jendela


"Sebenarnya, kedua orang tua Bagas itu di bunuh oleh iblis. Satu desa telah di hancurkan oleh iblis tersebut, dan yang selamat cuman dia seorang, sejak saat itu wajah dia selalu ceria padahal kedua orang tua nya telah di bunuh oleh iblis, apakah dia bodoh kah ?. Dan keluarga Apollon lah yang merawat dia" ucap Angga


"Bahaya dari mana nya ?. Bukan nya itu terlihat seperti kita sedih yaa" ucap ku


"Apakah kau iri dengan Bagas, karena dia bisa berteman dengan Andre ?" ucap ku


"Eggg..." jawab Angga menelan ludah nya sendiri


Angga ini sebenarnya kalo di lihat lihat wajahnya sangat tampan, dengan tinggi badan 180 cm, rambut tebal bewarna merah, mata nya indah berwarna hitam, tubuh yang ideal.


"Sebenarnya....


"Ada apa ?" ucap Angga


"Ah... tidak, lupakan saja"


Sebenarnya tadi ketika itu, pas di tengah penjelasan pak Herman, aku sedikit melihat kebelakang. Aku melihat Bagas sedang tidur, aku ingin membangunkan nya tapi untuk pertama kalinya aku melihat wajah seseorang yang tadi nya begitu ceria tiba tiba terlihat sedih saat tidur. Aku melihat wajah Bagas sangat sedih, air matanya terjatuh di atas meja. Dan saat itu aku tidak jadi membangun nya.


Suatu tempat di dalam sekolah, aku Bagas sedang berdiri di depan pintu sebuah ruangan.


"Wahh gila... Kerennya pintu ini" ucap ku


Tok tok tok (suara getok pintu)


"Apakah ada orang di dalam ?" ucap ku


"Sepertinya tidak ada, masuk ah kalo gitu." ucap ku


Aku pun membuka pintu tersebut. Terlihat dari kejauhan ada 2 orang sedang beradu pedang.


Cringgg Cringggg (suara pedang)


Ruangan ini sangat luas, terlihat di dekat beberapa dindig ada banyak senjata. Ini semacam ruangan latihan.


"Siapa kedua orang itu ?" ucap ku


Aku berusaha melihat mereka berdua.


"A... Ternyata pak guru" ucap ku


Pak guru Herman dan 1 seorang siswi sedang berlatih.


"Kebetulan ada tempat duduk, istirahat sebentar ahhh..." ucap ku menuju bangku


Aku duduk sembari melihat latihan mereka, dan sepertinya nya mereka tidak menyadari ku. Mereka berdua terlihat fokus satu sama lain, terus menyerang dan terus bertahan.

__ADS_1


"Hebat nya..." ucap ku


Tiba tiba pak guru Herman terjatuh


"Sepertinya biasa kau hebat Tiara, aku selalu kalah sama mu, padahal aku adalah knight 0" ucap pak guru Herman yang mencoba untuk berdiri


"Kita sudahi latihan ini, hari pun mulai gelap sudah waktunya kau pulang" ucap pak guru Herman


"Terimakasih pak guru atas waktu nya" ucap Tiara


Tiara merapikan peralatan latihan nya dan menuju pintu keluar.


Sesampainya Tiara di depan pintu tersebut tiba tiba dia melihat ke arah ku.


"Hallo... Kau sangat hebat, bahkan pak guru kalah hahahahaha" ucap ku yang melihat Tiara


"Hallo juga, dan terimakasih pujian nya. (Ehh ada orang di sini, bagaimana bisa aku tidak menyadari nya)" ucap Tiara


"Kau terlihat menawan memakai pedang mu, begitu indah" ucap ku


"Terimakasih atas pujiannya" jawab Tiara


Tiara terlihat malu malu


"Sepertinya pedang mu sangat bahagia dimiliki oleh orang seperti mu. Pedang itu terlihat menawan sekali saat kau menggunakan nya" ucap ku memandang Tiara


Wajah Tiara terlihat bewarna merah


"Ehh... ada apa ? apa kau sakit ?" ucap ku


"Tidak... Aku tidak papa" jawab Tiara


Aku mencoba mendekati lalu memegang dahi nya, untuk mengecek dia sakit atau engga


"Hmmmm... Kalo panas begini sakit apa tidak yaa ? hmmmm" ucap ku yang kebingungan sambil memegang dahi Tiara


Tiara pun merespon dan menjauhkan dahi nya dari tangan ku.


"Tidak... aku tidak papa ko" Jawab Tiara


"Kamu tidak papa kan ?. Bagus deh kalo begitu" ucap ku kepada Tiara


Dengan wajah merah nya Tiara terus menatap ku


"Yoshh sudah waktunya balik ke kelas" ucap ku bergegas


Tiba tiba muncul lah seseorang dari luar pintu.


"Ternyata kau disini" ucap Andre


"Yo... Andre, kemana saja kau" tanya ku


"Kau yang kemana saja. Aku menunggu mu di halaman tadi pas istirahat, ternyata kau tidak keluar. Tadi aku mencari mu di kelas dan ternyata kau malah di sini" jawab Andre


"Hahaha maaf yaa. Aku sedang jalan jalan dan ternyata aku malah nyasar hahahaha." ucap ku


"Ayo kita kembali" ucap Andre


"Wah Andre, sudah lama tidak kesini. Ada keperluan apa kau kemari ?" ucap pak guru Herman menuju ke arah ku


"Tidak ada" ucap Andre mengubah nada bicaranya kepada pak guru Herman


"Seperti biasa kau sangat dingin ya, aku ini guru mu loh" ucap pak Herman


Tiara masih berdiri di samping ku, dia dari tadi menatap ke arah ku.


"A..... Bocah ini, bocah yang tadi tidur saat ku menjelaskan" ucap pak guru Herman sambil menunjuk jari nya ke arah ini


"A.... Pak guru, yang barusan kalah" ucap ku menunjuk jari nya ke arah pak guru Herman


"Hahaha iya tadi aku kalah, Tiara sangat hebat" ucap pak Herman


Tiara masih saja menatap ke arah ku, dan seketika aku menatap balik Tiara, dia langsung membuang mukanya.


"(Ehh... kenapa aku malah buang muka) ucap Tiara


"Ayo kita kembali" ucap Andre bergegas kembali


"Dah dah, pak guru Herman sampai ketemu besok, dan kamu sampai ketemu lagi jika kita jodoh" ucap ku sambil melambaikan tangan ke arah mereka berdua


Tiara pun melambaikan tangan ke arah ku, dan aku balas dendam senyum. Seketika dia terlihat malu dan langsung buang muka nya


"(Eh... kenapa begini)" ucap Tiara


"Tidak seperti biasanya kamu begitu terhadap cowok Tiara. Sudah berapa banyak cowok yang kau tolak, bahkan knight kelas 0 yang begitu kuat lebih dari ku kau tolak. Apakah kau sekarang sedang membuka hati kepada anak itu ?" ucap pak guru Herman kepada Tiara


"Aku pulang duluan kalo gitu pak guru" ucap Tiara bergegas keluar dari ruangan itu


"Sebenarnya apa apaan ini... Andre yang begitu dingin terhadap orang lain, dan Tiara yang tidak suka dengan cowok tapi mereka berdua malah bersikap begitu di hadapan bocah itu. Ini aneh loh, Aneh !!!" pak guru Herman ngomong sendiri.

__ADS_1


Di suatu tempat


"Jadi ini kah raja mereka. Akan ku buat kau lebih kuat" ucap seseorang yang berdiri di depan monster raksasa.


__ADS_2