The Last Knight : New Generation ( Vol 1)

The Last Knight : New Generation ( Vol 1)
Bab 3 : Desa Semanggi part 3


__ADS_3

Jumat 17 Juli, Pukul 08.40


Aku, Kahfi, Angga, Adit, Shiva, dan Rian sedang berjalan menuju bangunan Guild.


"Pagi Pagi sudah mendapatkan tamparan" ucap Angga, memegangi pipinya


"Tapi setidaknya kita mendapatkan sarapan pagi gratis kan, hehehe" ucap Shiva


"Padahal jarak antara Istana ku dengan Istana Apollon begitu jauh... Hikkss... Aku cape jalan tau... Hikss" ucap Angga, menangis kecil


"Hey mengapa kau seperti anak kecil" ucap Kahfi, memegangi pipinya


"Biarkan saja dia" ucap Adit, memegangi pipinya


"Bluebluwewwe" ucap ku, dengan muka bonyok


Aku di pukul beberapa kali oleh Paman Yasir.


"Bagas sini ! Biar aku sembuh muka mu" ucap Shiva, mendekati ku


Shiva mengobati muka ku yang bonyok dengan sihir nya.


"Waahhh... Muka ku kembali normal. Terimakasih Shiva" teriak ku


Angga mendekati Shiva.


"Aku juga mau" ucap Angga


"Bole...


Kahfi Tiba Tiba ikut mendekat bersama Rian yang di pegangi nya.


"Jangan !" ucap Kahfi


"Eehhhh.... Kenapa ?" tanya Angga


"Hari masih begitu panjang, lebih baik Shiva menyimpan stamina nya untuk keperluan yang lain" ucap Kahfi


"Ehhhh...." ucap Angga, cemberut


"Tidak Apa Apa koo" ucap Shiva


"Kalo begitu, tolong sembuhkan muka ku juga" ucap Kahfi


"Bilang aja kau juga mau" ucap Angga


Shiva menyembuhkan pipi mereka berdua.


"Adit, kau tidak mau ku sembuhkan juga ?" tanya Shiva


"Aku tidak perlu, aku bisa sendiri" jawab Adit


"Jadi kau juga mempunyai sihir penyembuhan ?" tanya Kahfi


"Hanya sedikit saja" jawab Adit


Aku melihat Rian sedang di pegangi tangan nya oleh Kahfi.


"Mengapa kau memegangi tangan Rian, Kafur ?" tanya ku


"Jika aku tidak memegangi, orang ini akan tersesat. Kau tau kan, berapa kali aku harus mencari nya" jawab Kahfi, melihat Rian


"Maaf..." ucap Rian


"Jadi begitu" jawab ku, mendekati Rian dan mengelus pundak nya


Tiba Tiba seorang pedagang menghampiri kami.


"Apakah kalian mau membeli apel emas ini ?" tanya pedagang, memegangi sebuah apel di tangan nya


"Waahh... Apel ini keren sekali" ucap ku, terkagum kagum


"Apel ini berasal dari Hutan Terlarang yang berada di Selatan Negeri ini" ucap pedang tersebut


"Sungguh ?" tanya ku


"Sungguh nak, apakah kau mau membeli nya ?" ucap pedagang tersebut


"Jelas Jelas ini penipuan" ucap Angga


"Sangat jelas sekali" ucap Kahfi


"Bukan nya Hutan Terlarang itu berada di Timur ?" ucap Shiva


"Ekkk... Iya maksud ku, ini apel berasal dari Hutan Terlarang yang berada di Timur Negeri ini" ucap Pedagang


"Ehhh Ketauan yaa" ucap Angga


"Ini jelas tipu" ucap Kahfi


"Aku akan membeli nya !!! Berapa harga apel itu ?" ucap ku


"Murah sekali koo, apel ini seharga 3 Gold" jawab pedagang tersebut


"Murah dari mana !!!" teriak Kahfi


"Apel ini bisa memberikan kau kekayaan yang melimpah hingga 10 keturunan" ucap pedagang tersebut


"Keren....." ucap ku, terkagum kagum


"Seharusnya orang ini sudah kaya" ucap Angga


"Ayuk kita pergi" ucap Angga, menarik seragam ku


"Tapi aku ingin membeli apel itu" ucap ku, mencoba meraih apel tersebut


Aku dan Teman Teman ku, melanjutkan perjalanan menuju ke Guild.


"Jelas Jelas itu penipuan !!!" ucap Angga, melepaskan seragam ku


"Ciih" jawab ku, memalingkan wajah


Kami pun berjalan, hingga sampai pada tempat yang di sebut taman.


Terlihat air mancur pada patung, beberapa tempat duduk di isi Orang Orang, anak kecil pada berlarian bermain, Wanita Wanita sibuk dengan gossip mereka, Ibu Ibu terlihat mondar mandir seperti setrikaan mencari anak nya.


Akhirnya kami pun sampai pada bangunan Guild.


"Waahhh...." ucap ku, melihat bendera yang berada di depan bangunan tersebut


"Akhirnya kita sampai di sini" ucap Adit


"Sepertinya sangat ramai sekali di dalam" ucap Kahfi, mendengar beberapa percakapan di dalam


Pintu masuk ini sangat lah besar 2x dari tubuh kami.


"Ayo kita masuk ke dalam" ucap Angga, membukakan pintu


Angga membukakan pintu untuk kami, terlihat Murid Murid kelas kami sudah pada hadir di dalam bangunan tersebut.

__ADS_1


Aziz dan Teman Teman nya terlihat berbicara satu sama lain.


Sensei Herman sedang berbicara dengan resepsionis Guild.


"Akhirnya pasukan yang terakhir datang juga" ucap Sensei Herman, melihat kami masuk


"Maafkan kami Sensei" ucap Shiva


"Ini semua karena Bagas" ucap Angga, melihat ku


"Ehhh... Kenapa aku ?" tanya ku


"Kita terlambat karena engkau malah berbincang dengan pedagang itu" ucap Kahfi


"Maaf" jawab Rian, menundukkan kepalanya


"Mengapa kau yang minta maaf !!!" teriak Kahfi


"Hey kalian berdua jangan bertengkar" ucap ku, memisahkan Rian dan Kahfi


"Kenapa jadi aku yang bersalah" ucap Kahfi


"Sudah Sudah. Kalian berenam silahkan ikut berbaris di sana" ucap Sensei Herman


Kami pun berjalan menuju ke tempat teman kelas kami berada.


Bangunan Guild ini terdiri dari 3 lantai dan 1 basemant untuk keadaan darurat.


Aku melihat papan begitu besar begitu banyak kertas di tempelkan pada papan itu.


"Apa yang kau lihat Bagas ?" tanya Shiva


"Ini kertas apa ?" tanya ku, mencabut sebuah kertas dari papan


Tertulis pada kertas itu.


...----------...


Sekelompok orang telah menghilangkan saat mencari sebuah pohon jati di Hutan Rondo. Carilah sekelompok orang tersebut yang menghilang saat berada di Hutan Rondo.


...Khusus Knight I-III...


^^^Tertanda^^^


^^^Asosiasi Guild^^^


...----------...


"Oh itu adalah sebuah Quest yang di berikan oleh Guild" jawab Shiva, melihat kertas tersebut


"Quest ?" tanya ku


"Itu adalah sebuah misi untuk kita nanti, kita juga bisa mencari yang lain sesuai dengan kelas kita" jawab Adit


"Oalah sebuah misi, berarti seperti Andre dong yang saat ini menjalani Quest" ucap ku


"Andre sedang menjalankan sebuah Quest yang di berikan secara langsung oleh Guild, bukan yang berada di papan ini" ucap Angga


"Beda nya apa ?" tanya ku


"Biasa nya sebuah Quest yang di sampaikan secara langsung itu lebih berbahaya dan sangat lah penting ketimbang yang berada di papan ini" jawab Kahfi


"Jadi begitu, kalo begitu kita coba tanyakan mereka, apa ada Quest yang berbahaya untuk kita" ucap ku, menunjuk resepsionis


"Bukan begitu bodoh !!! Mereka hanya lah resepsionis yang melayani kita saja bukan memberikan sebuah Quest berbahaya. Kau bisa bawa kertas ini ke mereka, dan mereka akan memberikan mu beberapa perlengkapan yang di butuhkan" jawab Angga


"Jadi begitu... Kau begitu kita kasih kertas ini ke mereka" ucap ku


Angga memukul bagian atas kepala ku dengan tangan nya.


"Ah... Ah... Ah.. " Angga kecapean


"Sakit...." teriak ku, memegangi kepala


"Coba kau lihat kertas itu" ucap Angga


Aku melihat kembali kertas yang ku pegang.


"...."


"..."


"..."


"Ayuk kita bawa kertas ini ke mereka" ucap ku, bergegas pergi


Pletuk (Suara pukulan)


Angga memukul ku lagi.


"Sakit..." teriak ku


Angga mengambil kertas yang ku pegang.


"Kau baca ini !!!" ucap Angga, menunjukkan jari nya ke kertas yang dia pegang


"Khusus Knight I-III" aku membaca tulisan yang di tunjukkan oleh Angga


"Nah paham kan sekarang" ucap Angga


"Kalo begitu kita bawa kertas ini ke mereka" ucap ku


"Ah... Ah... Ah... Kahfi aku cape menghadapi nya" ucap Angga, kelelahan


"Quest ini kita tidak dapat menjalankan nya. Tertulis di sana, Quest ini khusus Knight kelas I, II, III saja" ucap Kahfi


"Ehhh... Mengapa bisa begitu ?" tanya ku


"Entah lah, mungkin karena terlalu bahaya untuk kita" jawab Kahfi


"Tapi kan... Mereka sedang membutuhkan pertolongan" ucap ku


"(Bau ini... Bau darah)" Adit memikirkan sesuatu dan melihat sekeliling


"Tenang saja, nanti juga ada yang mengambil Quest ini" ucap Shiva


"Baik lah" ucap ku, menaruh kembali kertas tersebut ke papan


Terlihat Sensei Herman selesai berbicara dengan resepsionis dan menghampiri Murid Murid nya.


"Pagi semua" sapa Sensei Herman


"Pagi Sensei" jawab Murid Murid


"Apakah kalian siap untuk berpetualang dan menjadi Knight terhebat ?" tanya Sensei Herman


"Saaaaangat siap" jawab Aziz


Murid Murid lain nya pun sudah sangat siap.

__ADS_1


"Bagus kalo begitu" ucap Sensei Herman


"Sebelum kalian berpetualang, Sensei akan memperkenalkan seseorang kepada kalian" ucap Sensei Herman


Tiba Tiba wanita dewasa datang mendekati Sensei Herman, dengan seragam Guild yang di pakai nya.


"Hallo para Knight berbakat" sapa wanita tersebut, kepada Murid Murid dengan senyuman lembut nya


"Hallo" jawab Murid Murid


"Nama ku Jessica (28), salah satu resepsionis Guild" ucap Jessica, memperkenalkan diri


"Cantik nyaa"


"Jadi ini yang di sebut wanita dewasa"


"Apakah dia sudah memiliki pacar ?"


Ucap beberapa murid.


"Aku tidak memiliki pacar" jawab Jessica


"Ehhh... Pertanyaan ku di jawab"


"Aku ingin mendekati nya"


Ucap beberapa Murid.


Tiba Tiba Angga berjalan mendekati Jessica.


"Hallo Ladies" ucap Angga, memegangi tangan Jessica


"Apa yang bocah itu lakukan" ucap Kahfi, melihat Angga


"Araa... Hallo juga. Tak di sangka tangan ku di pegang seorang Bangsawan" jawab Jessica


"Mau kah engkau....


Pletuk (Suara pukulan)


Sensei Herman memukul kepala Angga, dan menarik seragam nya untuk kembali ke tempat nya.


"Jaga teman kalian" ucap Sensei Herman, sesampainya di tempat kami


Sensei Herman bergegas kembali ketempat nya.


"Apa yang kau lakukan ?" tanya Kahfi


"Sakit nyaa, pukulan dia" ucap Angga, memegangi kepalanya


"Silahkan lanjutkan" ucap Sensei Herman, kepada Jessica


"Hehehehe" tawa Jessica


"Apakah kau bodoh kah" ucap ku, kepada Angga


"Hey, bodoh teriak bodoh" jawab Angga


"Kalian sudah tidak sabar kan, akan berpeluang di negeri ini dan menjalankan Quest yang tersedia ?" tanya Jessica, kepada Murid Murid


"Iyaa" jawab Murid Murid


"Kalian bisa lihat papan ini berisi Quest Quest untuk kalian wahai para Knight berbakat" ucap Jessica, menunjukkan papan


Murid Murid mulai memandangi papan tersebut, beberapa lagi hanya melihat wajah Jessica saja termasuk Angga.


"Kalian bisa menjalankan Quest yang berada di sana, dan kami akan memberikan kalian perlengkapan apa saja yang di butuhkan, seperti makanan untuk perjalanan, kendaraan, dan Alat Alat lain nya yang di butuhkan" ucap Jessica


"Jika kalian sudah merapihkan nya, silahkan memberitahu kami untuk mendapatkan hadiah yang sesuai dengan Quest tersebut, kami akan mengecek nya apakah sudah Benar Benar menjalankan nya apa hanya sebuah kebohongan saja. Jika kalian berbohong akan mendapatkan hukuman dan pinalti" ucap Jessica


Murid Murid lain nya terlihat berbicara satu sama lain nya, mereka berbicara segala hal, dan Jessica melanjutkan penjelasannya.


"Kalian harus membuat party minimal 2 orang dan menjalankan nya bersama party kalian. Pada hari Senin sampai Jumat, kalian harus bersama party dengan seangkatan kalian di sekolah Knight. Dan untuk hari Sabtu sampai Minggu kalian dapat menjalankan nya bersama dengan Senpai kalian atau mungkin dengan Knight atas. Itulah peraturan untuk yang masih bersekolah di Sekolah Knight" ucap Jessica


*Note


Senpai \= Kakak Kelas


Murid Murid lain nya panik ketika mendengar apa yang Jessica ucapkan.


"Ehh.. Jadi aku tidak bisa menjalankan bersama kekasih ku dong"


"Padahal aku ingin menjalankan bersama Sensei ku"


"Tapi kan bisa kalian jalankan bersama di hari Sabtu dan Minggu"


Ucap beberapa murid.


"Bagaimana jika kami menjalankan nya pada hari Sabtu bersama Senpai kami, tapi kami baru bisa menyelesaikan nya pada hari Selasa ?" tanya seorang murid


"Tenang saja, kalian semua akan mengisi daftar formulir Quest pada resepsionis sebelum kalian jalankan. Data kalian akan kami simpan dan jika kalian sudah menyelesaikan Quest, maka data kalian akan kami tulis Selesai dan kalian mendapatkan hadiah yang sesuai dengan Quest yang di jalankan" jawab Jessica


"Jadi begitu" ucap murid tersebut


"Bagaimana jika Senpai kami itu Knight kelas III sedangkan kami itu Knight kelas V, sedangkan di Quest ini tertulis Khusus Knight I-III ?" tanya seorang murid


"Soal itu... Tergantung jumlah party kalian. Minimal harus ada 2 orang Knight kelas III, maka kalian dapat mengikuti nya walaupun kalian hanya kelas V saja" jawab Jessica


"Jadi begitu" ucap murid tersebut


"Apakah sudah jelas semua nya ?" tanya Sensei Herman


"Sudah pak" jawab Murid Murid


"Satu hal lagi yang akan Sensei jelas kan" ucap Sensei Herman


"Apa itu Sensei ?" tanya Murid Murid


"Kalian tidak lupa dengan kristal yang berada di dalam tubuh monster kan ?" tanya balik Sensei Herman


"Tidak" jawab Murid Murid


"Kalian dapat menjual nya di sini, tidak perduli seberapa kecil nya kristal itu, pihak Guild akan membeli nya dengan harga yang sepadan" ucap Sensei Herman


"Baik Sensei" jawab Murid Murid


"Kalian dapat menjalankan Quest itu pada hari Senin nanti, untuk sekarang kalian dapat melihat lihat pada bangunan ini"


"Yaaahhh"


Murid Murid terlihat lesuh ketika Sensei Herman mengucapkan kata itu.


"Tapi mereka sedang membutuhkan pertolongan" teriak ku


"Tenang saja, akan ada Knight lain ko yang akan mengambil Quest ini" jawab Sensei Herman


"Jadi begitu" ucap ku


"Baik Anak Anak, kalian akan di tuntut Jessica untuk mengelilingi bangunan ini" ucap Sensei Herman

__ADS_1


Kami pun bergegas pergi dengan Jessica untuk melihat beberapa bagian pada bangunan ini.


__ADS_2