The Last Knight : New Generation ( Vol 1)

The Last Knight : New Generation ( Vol 1)
Bab 1 : Knight part 5


__ADS_3

Seketika guru itu masuk, murid-murid pada berdiri dan memberikan hormat kepada guru tersebut. Guru itu terlihat tua seperti berumur 60 tahun ke atas, dengan kursi rodanya dan kedua mata tertutup.


Aura Kakek tua itu sangat hebat, murid-murid memberikan hormat dengan rasa ketakutan disertai keringat di wajah.


"Ehh... Ada apa? Ada apa?" ucapku yang ikutan berdiri.


"Silahkan murid-murid untuk duduk kembali" ucap pak guru Herman.


"Di sini Pak Guru sudah membawa orang yang terhormat di kota ini, beliau adalah seorang mantan knight 0 yang sudah lama mengabdi pada umat manusia, dan berhasil membunuh 1 iblis," ucap pak Herman sambil memperkenalkan seseorang yang berada di sampingnya.


"Keren... kita kedatangan seseorang terhormat di sini, aku sungguh tak menyangka. Di tambah lagi ada 2 orang bangsawan di kelas ini," ucap Kahfi yang terkagum-kagum


"Ano... apakah yang kau lakukan Bagas?" ucap Shiva sambil melihat kebawah.


"Aku sedang mencari botol minuman Rian yang tadi di lempar sama orang itu!" jawabku yang sedang merayap mencari botol minuman.


"A.... ketemu" ucapku.


Aku mengambil botol tersebut dan langsung berdiri menuju tempatnya Rian.


"Hey Rian, ni botol minuman mu!" ucap ku kepada Rian.


Untuk pertama kalinya aku melihat Rian memandang tepat, dan pandangannya tepat berada di depan menatap guru tersebut.


"Hmmm sepertinya kau tidak memandang arah yang salah. Hey Rian kau dengar aku tidak?" ucapku menggoda Rian.


"Hebatnya... orang itu sangat hebat!" ucap Rian.


"Hebat?" tanyaku.


"Hey murid yang di sana! Silahkan duduk kembali di tempat duduk mu!" ucap pak guru Herman kepadaku.


Seketika murid-murid lain pada menatapku.


"Cih... bocah itu, sedang apa dia!!!" ucap Angga.


"Ba-a-a-a-bandelnya! Ki--i-i-i-kita sedang belajar!" ucap Aziz.


"Hahahahaha, lihat nada bicaranya!" tawaku mendengar nada bicara Aziz.


Tiba-tiba murid-murid lainnya memandangiku dengan rasa kebencian.


"Bocah itu tidak tau sopan santun, kah?" ucap seorang siswi.


"Hey bocah yang di sana! Lebih baik kau segera duduk atau pergi saja dari sini!!!. Ganggu saja!!!" ucap seorang siswa kepadaku.


"Hmmmm... ada apa? tanyaku ke Kahfi.


"Kau ini selalu buat masalah yaa... lebih baik kembali ke bangku mu!" jawab Kahfi.


Aku duduk kembali ke bangkuku. Sejujurnya aku tidak tau apa-apa, termasuk apa yang pak Herman perkenalkan tadi. Karena saat itu aku sedang mencari botolnya Rian.


"Harap tenang semua! Bapak akan lanjutkan. Jadi di sini sudah pada tau tentang beliau, kan?" tanya pak Herman kepada murid.


"Sudah pak!" jawab semua murid kecuali aku.


"Kalo gitu beliau ingin menyampaikan sesuatu ke kalian!" ucap pak Herman.

__ADS_1


"Silahkan, pak!" ucap pak Herman kepada beliau.


Ngooookkkk (suara ngorok)


"Pak, mohon maaf silahkan bapak menyampaikan sesuatu kepada murid-murid di sini!" ucap pak Herman sambil membangunkan kakek tua itu yang duduk di bangku kursi rodanya.


"A... maaf... sepertinya aku ketiduran," ucap kakek tua itu.


"Hahahaha, Kakek tua itu sangat lucu," ketawa ku kepada kakek tersebut.


Seketika murid-murid pada menatapku.


"Bocah kurang ajar!!!" ucap seorang siswa


"Bocah ini tidak punya sopan santun, kah? Padahal orang tersebut adalah orang yang terhormat untuk umat manusia," ucap seorang siswi.


"Hey Bagas, lebih baik diam dulu!" ucap Kahfi kepadaku.


"A... ada apa? Kakek tua itu 'kan sangat lucu" jawabku kepada Kahfi.


Murid-murid terus memandangiku dengan tatap kebencian, ada tatapan seperti ingin melukai, ada pula yang tidak perduli.


"Sudah semua nya tenang!!!" teriak kakek tersebut.


Kakek itu mengeluarkan aura yang sangat besar hingga membuat murid-murid patuh terhadapnya, Rian terus fokus pandangannya ke depan. Keringat terus mengalir di sekujur wajah para murid, termasuk Shiva yang berada di sampingku. Ini seperti Singa yang sedang menyudutkan mangsanya.


"Ada apa ini?" Tanya ku yang terheran-heran mengapa mereka pada ketakutan.


Aku kebingungan apa yang sebenarnya terjadi, mengapa mereka ketakutan.


"Apakah kau tidak merasakannya, Aura dari orang tersebut? Kami di sini merasakan aura yang sangat besar dan kami sungguh ketakutan sekarang," jawab Kahfi.


Aku melihat sekeliling, semuanya pada ketakutan terhadap kakek tua itu, kecuali aku dan satu orang yang berada di sudut kanan bangku baris kedua.


"A... maaf... sepertinya Auraku bocor, hahahaha!" tawa kakek itu.


"Perkenalkan, nama ku Subagio (68). Salam kenal calon Knight-Knight hebat!" ucap kakek tersebut.


Angga berdiri.


"Salam kenal juga, nama ku Angga Oedo yang akan menjadi Knight terhebat yang pernah ada!" ucap Angga.


"Sa-a-a-a-salam kenal juga. Na-a-a-namaku Aziz!" ucap Aziz.


"Hahaha, lihat itu dia berbicara!" ucapku menertawai Aziz.


"Hey bagas, berhenti menertawai dia!" ucap Kahfi menatapku.


"Kenapa? Soalnya itu 'kan lucu, hahahaha" jawabku


"Pokoknya berhenti menertawai orang lain! Aku di sini menasehatimu, karena usiaku lebih tua darimu," ucap Kahfi yang masih terus menatapku.


"Iyaaa..." jawabku memalingkan wajah.


"Bagus anak muda, itu baru yang dinamakan semangat muda. Keberadaanku di sini mau menceritakan beberapa hal kepada kalian para knight! Pengetahuan tentang Knight, Monster, dan Makhluk menjijikan, yaitu Iblis!" ucap kakek Subagio.


"Apakah kalian tau kapan terjadinya pertarungan antara Manusia dan Iblis?" tanya kakek Subagio kepada murid-murid.

__ADS_1


"Yaa... aku tau, aku tau!" ucapku sambil berdiri.


"Ketika Manusia bertemu dengan Iblis, dan mereka bertarung," jawabku atas pertanyaan kakek tua itu.


"Apakah kau beneran bodoh, kah?" ucap Angga menatapku.


"Hahahaha, betul sekali. Baru kali ini ada yang menjawab dengan benar pertanyaan dariku, hahahaha," ucap kakek Subagio.


"Eh... serius kah?" ucap beberapa murid.


"Hahahaha aku ini terlalu pintar, soal ini terlalu mudah untukku!!!" ucapku dengan nada sombong.


"Pertarungan antara Manusia dengan Iblis, sudah sering terjadi. Sudah begitu banyak Manusia yang mati akibat melawan Iblis. Sedangkan Iblis yang berhasil di kalahkan cuman 1 saja. Aku dan teman-temanku berhasil membunuh 1 orang Iblis, namun tidak sebanding dengan pengorbanan mereka, yang tersisa tinggal aku seorang saja, saat pertarungan itu terjadi. Ketika usiaku masih berumur 32 tahun atau lebih tepatnya 36 tahun yang lalu. Aku dan para Knight kelas 0-II berjumlah 100 orang bertarung melawan seorang Iblis dan kami berhasil mencapai kemenangan. Pertarungan itu sangat sengit, Iblis lebih unggul walaupun dia hanya seorang diri, dan aku saat itu melewati batasku untuk bisa bertarung melawan Iblis tersebut. Aku berhasil memojokkan Iblis tersebut dan tepat menusukan pedangku pada kristal yang berada di dalam tubuhnya. Teman-temanku dan para Knight lainnya pun mati, yang tersisa hanyalah aku seorang. Semua badanku tak bisa bergerak sama sekali ketika aku sudah berhasil membunuh iblis tersebut, dikarenakan aku melewati batas. Mulai dari pikiran, mata, tangan, kaki, dan seluruh tubuhku melawati batas untuk melawan Iblis tersebut. Inilah kemenangan pertama manusia dalam melawan Iblis. Aku pun kembali ke kota dengan bantuan yang datang. Seperti kalian lihat sendiri, saat ini tubuhku sudah mati, mataku tidak dapat melihat lagi, kakiku tidak bisa berjalan seperti dulu kala. Ketika kau melewati batas, itu terasa seperti melihat kematian. Yang tersisa hanyalah rasa keinginan untuk menang dan membunuhnya. Saat itu, kedua mataku mampu melihat organ dalam tubuh Iblis tersebut, dan aku tau letak dimana kristal berada. Kedua kaki terasa berat, kedua kakiku terus saja gemetar. Kedua tanganku terus memegang erat kedua pedangku. Pikiranku terus fokus,fokus, dan fokus untuk mengalahkannya. Otot-ototku terasa kuat. Kupingku mampu mendengar dengan baik walaupun suara sekecil apapun, bahkan aku mampu mendengar suara lautan yang begitu jauh jaraknya," ucap kakek Subagio tersebut.


Semua yang berada di dalam kelas terkagum-kagum mendengar cerita kakek Subagio.


"Kau mampu mendengar suara lautan yang begitu jauh jaraknya?" tanya Rian kepada kakek tersebut.


"Iya, jika kau melewati batas. Tapi kusarankan lebih baik jangan melakukannya! Jika tubuhmu tidak ingin rusak sepertiku!" jawab kakek Subagio.


Aku juga terkagum-kagum dengan cerita kakek tersebut. Ada rasa ingin menanyakannya, tapi hati bilang jangan, karena takut melukai hati kakek itu.


Kakek Subagio itu pun melanjutkan bicaranya.


"Itulah ceritaku dan teman-teman Knight yang sudah berjuang untuk mengalahkan 1 orang Iblis. Perlu kalian ketahui, Iblis di dunia ini jumlahnya masih belum di ketahui, ada yang bilang berjumlah 10, ada pula yang bilang berjumlah 5. Yang aku tau iblis itu sangatlah kuat. Ada sebuah cerita bernama, "Pahlawan" di cerita itu ada seorang Manusia yang mampu melawan 5 Iblis sekaligus seorang diri. Orang itu mampu memojokkan kelima Iblis tersebut, namun sayang Iblis ke 6 datang dan membunuhnya. Iblis itu berhasil melukai matanya dan dia kehilangan 1 mata, itulah dimana kesempatan para Iblis membunuhnya," ucap kakek itu.


"Di dunia ini Manusia terus menghadapi ketakutan akan keberadaan Iblis dan para Monster yang entah kapan akan menyerang mereka. Kalianlah para Knight masa depan yang akan melindungi umat Manusia dari Monster dan Iblis. Menanglah!!! Wahai KNIGHT terhebat!!!" teriak kakek Subagio.


"Oke itulah cerita pengalaman dari Kakek Sugiono yang mampu melawan Iblis. Mulai dari sini aku yang akan menjelaskan lebih lanjut," ucap pak guru Herman.


Tiba-tiba ada seseorang wanita yang datang dari pintu, dan dia menjemput kakek Subagio untuk keluar.


"Pengalaman yang hebat yaa dari seorang Pahlawan umat Manusia. Mulai saat ini, aku akan menjelaskan bagaimana caranya kalian melawan Iblis dan para Monster!" ucap pak guru Herman setelah kakek Subagio pergi.


"Manusia, Iblis, dan para Monster itu sama-sama memiliki jantung, tapi yang membedakan antara Manusia dengan Iblis dan para Monster adalah kristal. Iyaa, betul kristal. Iblis dan para Monster memiliki kristal di dalam tubuh mereka. Jika kalian menghancurkan kristal tersebut maka mereka akan mati. Cukup sederhanakan? Membuat mereka mati.Tidak. Tidak, sesederhana seperti itu. Setiap Iblis dan para Monster memiliki kristal yang berbeda-beda. Ada yang bentuknya besar ada pula yang bentuknya kecil, ada yang berjumlah lebih dari 1, dan ada pula yang hanya memiliki 1 kristal saja. Dan yang membedakan lainnya adalah stamina. Mereka Iblis dan para Monster tidak memiliki stamina. Walaupun punya stamina, pasti stamina mereka sangat banyak, sedangkan Manusia memiliki stamina yang terbatas. Jika stamina Manusia sudah mencapai batas, maka tidak bisa menggunakan Sihir. Semakin stamina kalian banyak, maka semakin pula kalian bisa gunakan bermacam-macam Sihir. Dan satu hal lagi yang perlu kalian ketahui. Tipe-tipe Monster berbeda-beda, kami para Guild yang membedakan mereka seberapa bahaya mereka. Tipe yang pertama yaitu tipe Monster kelas B. Kelas B ini biasanya cenderung lemah, tapi jika mereka banyak akan begitu kuat. Dan mereka tidak bisa bertarung dengan baik, biasanya mereka menyerang asal-asal saja. Tipe yang kedua yaitu Tipe monster kelas A. Mereka kuat, bahkan dalam bertarung mereka sangat baik mampu menggunakan Sihir, jangan sekali-kali kalian menghadapinya sendirian, jika kalian tidak mau mati sia-sia. Tipe ketiga dan terakhir untuk Monster, yaitu tipe kelas A+. Monster ini memiliki pola pikir yang sangat baik bahkan kemampuan bertarungnya melebihi Knight kelas I. Mereka memiliki sihir tingkat atas yang sangat berbahaya, jika kalian ketemu monster tipikal ini, lebih baik kalian sebisa mungkin untuk pergi karena terlalu bahaya. Dan untuk iblis yaitu kelas S. Mereka kuat sangatlah kuat, bahkan knight terhebat pun tidak mampu menandinginya. Seperti yang kakek Subagio cerita pengalamannya menghadapi Iblis. Mereka datang dengan jumlah 100 knight, gabungan antara knight kelas 0 sampai kelas II, yang selamat cuman 1 orang saja, yaitu beliau. Jika kalian bertemu berarti kalian sedang sial, nyawa kalian pasti akan di rebutnya" ucap pak guru Herman menjelaskan dasar-dasar pengetahuan.


"Jadi itulah pembelajaran untuk hari ini, sepertinya hari pun sudah mulai gelap. pulanglah langsung, jangan keluar dari kawasan kota, jika kalian tidak ingin mati!!!" ucap pak Herman memperingati kita.


"Baik, Pak" jawab murid-murid.


"Anoo... Bagas, bangunlah! Sudah waktunya untuk pulang," ucap Shiva membangunkanku dari tidur.


"Sudah selesai, kah?" tanyaku.


"Sudah!" jawab Shiva.


"Tak kusangka pak guru Herman sedang menjelaskan hal penting tapi kau malah tidur" ucap Kahfi kepadaku.


"Dia kan bodoh!" ucap Angga dari kejauhan sambil menuju pintu keluar kelas.


"Apa kata mu!!! Ngajak berantem lagi, kah?!" jawabku.


"Dah-dah! Aku tidak mau berurusan dengan orang bodoh sepertimu," ucap Angga.


"Emangnya kuperduli!" jawabku.


Hari pertama sekolahpun sungguh menyenangkan, aku banyak ketemu orang orang baru.

__ADS_1


"Jadi waktu nya pulang, kah?" ucapku.


__ADS_2