The Last Knight : New Generation ( Vol 1)

The Last Knight : New Generation ( Vol 1)
Bab Spesial : Terjebak di Bandara part 4


__ADS_3

"Kita akan memainkan sebuah game."


"Game?"


"Apa maksudnya ini? Mengapa kita harus memainkan game? Apa yang sebenarnya kau rencanakan?" tanya Kahfi yang penasaran.


Aku pun ikut menantikan permainan dari orang ini. Wajah penuh penasaran karena ingin ikut bermain, ku tampilan kepada mereka.


"Kalian ingin keluar dari sini kan? Kalau begitu kita akan bermain," orang itu tiba tiba mengeluarkan sebuah kertas di dalam saku bajunya. "Ini adalah daftar beberapa barang yang harus kalian cari, untuk ku!"


Kahfi menerima kertas yang di berikan orang itu. Kami semua melihat kertasnya, dan tertulis.


...----------...


...*1. Sebuah buku berjudul, "Buku ini aku pinjam."...



Gaun selebriti bewarna hitam.


Makanan bernama, "Hotdog."


Sebuah pakaian Pilot beserta topinya.


Tiket menuju Jepang*.



...----------...

__ADS_1


Kami kebingungan satu sama lain, pasalnya kami tidak mengetahui apapun tentang barang-barang yang dimaksud.


"Biar aku yang mencari makanan ini!" ucap ku menunjuk jari ke arah kertas nomor 3.


"Aku akan mencari ini!" ucap Kahfi menunjuk jari ke arah kertas nomor 1.


Angga, Shiva, dan Adit terlihat masih bimbang dalam hal memilih.


Aku melihat sekitar, nampak semua orang masih terdiam layaknya patung.


"Aku akan mencari Gaun ini!"


Shiva seperti sudah yakin dengan pilihannya.


"Apa yang akan kalian pilih?" tanya Kahfi.


"Adit, kau nomor 5 ya! Dan Angga, kau nomor 4! Oke ?"


"Baiklah!" jawab Angga dan Adit.


Kami sudah memilih barang yang ingin kami cari. Kalau urusan makanan biar aku saja yang mencarinya, itulah keahlian ku.


Kahfi mengembalikan kertas nya kembali kepada orang itu.


"Kalau begitu, kita mulai saja kah?" tanya orang itu memasukkan kembali kertas ke dalam sakunya.


***


Kami semua sedang mencari informasi tentang barang-barang yang kami cari. Kami terpisah satu sama lain.

__ADS_1


Aku berada di beberapa tempat makanan dan mencoba satu persatu makan, mumpung orang-orang masih terdiam.


"Hmm... Ini rasanya seperti nasi. A... Disana seperti enak."


Kahfi memeriksa beberapa tas orang yang diam. Menurut ku ini tidak sopan!


"Permisi, dan maafkan aku ya," Kahfi membuka tas dan memeriksa beberapa barang yang bawa, hingga akhirnya mendapatkan sebuah buku. "Ah... Tapi bukan ini judulnya."


Shiva melihat beberapa orang yang memakai gaun, tapi dia terlihat kebingungan, karena tidak tau apa yang di maksud dengan kata "Selebriti."


"Kenapa bisa orang berada di dalam sana?" ucap Shiva melihat ke arah sebuah layar kaca yang begitu besar, dan ada orang di dalamnya. "Itu bukannya gaun hitam?" Shiva melihat seseorang berjalan di dalam layar kaca itu, menggunakan gaun hitam.


Adit memang sebuah kertas panjang.


"Ini mudah sekali," Adit membaca kertas itu dengan keras. "Tiket menuju ke Jepang, sudah ku dapatkan!"


Angga sedang menatap seseorang yang terdiam.


"Hmmmm... Ini kali ya?" Angga mulai melihat lihat pakaian yang dikenakan orang itu. "Beneran ini kali ya?"


Entah kenapa aku punya firasat tidak enak soal ini.


Aku masih menyicipi beberapa makanan yang menurut ku enak.


"Ini enak sekali, walaupun daging ini berminyak, tapi ini enak sekali!


Aku terus menyicipi daging yang sama. Hingga akhirnya aku menemukan sesuatu yang aneh.


"Apa ini? Mengapa daging nya begitu panjang?" Aku memperhatikan terus daging yang aneh ini. "A... Mungkin kah ini?"

__ADS_1


__ADS_2