
"Hmmm kenapa sikap ku jadi begini ketika bertemu orang itu'' ucap ku
Aku Tiara Hestia umur 16 tahun, sedang berjalan menuju gerbang sekolah.
"Gimana sekolah anda tuan putri ?" ucap Michael
"Baik baik saja" ucap ku
"Bagus kalo begitu" ucap Michael
Michael ini adalah pelayan keluarga ku, dia di tugas kan untuk menjaga ku. Sepertinya yang kalian ketahui, aku ini dari keluarga Hestia. Keluarga bangsawan atas yang mahir dalam menggunakan sihir. Sejak ku kecil aku selalu di ajarkan sihir, mulai dari sihir dasar hingga sihir atas. Sejak nenek moyang keluarga ku selalu lekat dengan kekuatan sihir, seakan akan sudah menyatu di dalam diri ini. Kami selalu menggunakan sihir untuk menyerang maupun bertahan. Ketika aku berbeda dengan mereka yang menggunakan senjata pedang untuk menyerang, mereka melarang keras diri ku yang menggunakan senjata ketimbang sihir. Bakat ku sejak kecil adalah menari, aku menuangkan bakat itu dalam teknik pedang dan tercipta lah beberapa teknik pedang yang aku kembangkan sendiri ketimbang teknik sihir. Aku bertemu seseorang anak lelaki ketika aku masih kecil di panggung tarian anak anak, dia berkata kalau tari ku itu sangat cocok menggunakan pedang. Lalu sejak saat itu aku mulai lah berlatih menggunakan pedang. ketika itu keluarga ku melihat diriku menggunakan pedang dan mereka melarang ku untuk menggunakannya, lalu aku bilang kalo dalam berpedang aku juga bisa menggunakan sihir menyerang ku, aku bisa melapisi pedang ku menggunakan sihir elemen. Dan akhirnya mereka pun menyerah dan menerima ku untuk berpedang.
"Tuan putri apa yang kau pikirkan" ucap Michael
"Tidak.... Aku hanya saja memikirkan anak itu" jawab ku
"Anak itu ?" tanya Michael
"Hooh, aku bertemu seseorang saat, aku sedang berlatih. Dia tak asing tapi terasa asing bagi ku" jawab ku
"Saat ku selesai latihan tiba tiba dia berada di bangku penonton. Aku sama sekali tidak menyadari keberadaan, bahkan dia memegang dahi ku. Aku sama sekali tidak berkutik di depan nya, bahkan dia juga tersenyum kepada ku, apa apaan orang itu !!!, tapi di satu sisi dia memuji teknik berpedang ku" ucap ku
"Eh.... Tak seperti biasanya kau membicarakan orang lain tuan putri. Sudah lama sekali aku tidak melihat kau begini" ucap Michael sambil mengendarai kereta kuda
"Kira kira waktu itu kau juga bersikap begini saat menceritakan seorang anak yang menyuruh mu untuk menggunakan pedang" ucap Michael
Terlihat wajah ku memerah, ntah kenapa aku tiba tiba merasa malu.
"Hahaha tuan putri, kau terlihat cantik saat malu yaa" ucap Michael sambil tersenyum menoleh kebelakang
"Ihhhhh apaan sii, kau fokus saja dalam berkendara" jawab ku memalingkan wajah
Kami pun akhirnya tiba di istana/kastil.
"Hey lihat kakak sudah pulang"
"Oh iya kakak sudah pulang"
Adik adik ku datang menyambut ku, dan memeluk erat.
"Hehehe kakak pulang, Ayumi (9) dan Niken (14). Kalian berdua sedang bermain apa di halaman tadi ?, terlihat kalian membawa boneka" tanya ku
"Kami sedang memainkan jelangkung dengan boneka ini. Kata kakek pelayan itu, kami bisa mendatangkan makhluk halus untuk merasuki boneka tersebut" ucap Ayumi
"(Ehh... Kenapa kalian memainkan hal yang menyeramkan)" ucap ku
"Kalian cari permainan yang baru yaa, kakak mau masuk kedalam dulu" ucap ku
"Baik kakak" jawab Ayumi
Aku tiba di dalam, dan seperti biasa para maid berbaris di kiri dan di kanan menyambut kepulangan ku.
"Selamat datang tuan putri" ucap semua maid
Aku bergegas menuju kamar untuk mengganti pakaian.
Aku melihat diriku di dalam cermin dan memegang dahi ku.
"Orang aneh" ucap ku kepada cermin
Tok tok tok (suara ketukan pintu)
"Makan malam sudah siap tuan putri" ucap maid di balik pintu
"Terimakasih pemberitahuan nya, aku akan segera kebawah" jawab ku
Aku keluar dari kamar, menyusuri lorong yang panjang menuju tangga, setiba nya di ruang makan, terlihat semua keluarga ku sedang duduk dan beberapa sedang berbincang. Aku pun segera duduk di meja makan.
Makanan pun tiba, maid dan pelayanan berdiri di dekat dinding.
Semuanya begitu tenang saat makan.
Selesai makan ibu ku menanyakan sesuatu.
"Dimana Sinta ? apa kau tidak bareng pulang nya ?" tanya ibu ku
"Tidak ibunda, dia terlihat sibuk sepertinya mengurus knight knight baru" jawab ku
"Apakah dia sudah makan ?" ucap ibu ku yang mengawatirkan nya
"Hahaha anak ku sudah besar, dia mampu ngurus orang lain ketimbang dirinya" ucap ayah ku
"Hey Hamid jaga ucapan mu !, dia itu kan anak mu juga" ucap ibu ku memarahi ayah
"Biarkan saja dia, lagi pula dia sudah berumur 25 tahun" ucap salah satu paman ku
"Ahh... Kau dan kakak mu selalu saja membuat ku khawatir" ucap ibu ku
"Jadi bagaimana dengan teknik pedang mu ?" tanya ibuku
Ibuku sebenarnya sangat baik, tapi hanya saja dia terlalu khawatir dengan anak nya sendiri. Dulu aku pernah bertengkar saat ibu ku tau aku menggunakan pedang bukan sihir, tapi pada akhirnya pun dia menyetujui nya, karena menurut dia itu, anak lah lebih berarti ketimbang keluarganya walaupun dia sebenarnya penerus dari keluarga Hestia.
"Baik baik saja ibunda" jawab ku
"Bagus dah kalo begitu, lakukan apa yang inginkan kau lakukan nak"
"Kalo gitu aku langsung masuk ke kamar" ucap ibu ke bergegas pergi
Ibu terlihat kelelahan karena mengurus negeri ini tapi di satu sisi dia pun mengkhawatirkan anak anaknya.
__ADS_1
Malam semakin gelap, aku menuju kamar ibu.
Tok tok tok (suara ketukan pintu)
"Apakah ibu belum tidur ?" ucap ku
"Masuk saja nak" jawab ibu di balik pintu
Aku masuk ke kamar ibu, terlihat ibu sedang duduk di atas kasur nya, sedangkan ayah berada di luar bersama dengan paman ku.
"Sepertinya ayahanda sedang tidak ada" ucap ku menghampiri ibu
"Ayah mu sedang berada di halaman, dia mengobrol dengan paman mu" jawab ibu
Aku pun duduk di atas kasur bersama ibu.
"Ibunda apakah engkau kelelahan ?" tanya ku sambil mencoba memijat nya
"Hahaha, apakah aku terlihat kelelahan nak ?" jawab ibu
"Tidak... Ibunda terlihat seperti wanita hebat bagi ku" ucap ku
"Terimakasih nak, ibu merasa senang kau berkata seperti itu" ucap ibu
"Nak ibu boleh menanyakan sesuatu kepada mu ?" ucap ibu
"Boleh ibunda, silahkan" jawab ku
"Mengapa kau memakai pedang ketimbang sihir nak ?, padahal sihir ku itu di atas rata rata" tanya ibu
"Ibu tau kan aku ini hobi menari" jawab ku
"lalu ?" tanya ibu ku
"Aku menuangkan bakat menari ku pada pedang. Dahulu waktu aku mengikuti lomba menari ada seseorang bocah lelaki ikut naik ke atas panggung lalu berkata kepada ku, "Wow keren nya.... Tarian mu sangat indah, aku pengen seperti itu, tapi aku bukan wanita, jadi aku tidak akan menari. Bagaimana jika kau mencoba menggunakan pedang dalam menari". Itulah yang dia katakan kepada ku. Sejak saat itu aku mencoba coba menggunakan pedang dan hal hasil aku merasa nyaman dalam menggunakan nya" ucap ku menceritakan ke ibu
"Siapa bocah lelaki itu ? apakah dia teman mu ?" tanya ibu
"Aku tidak mengenal nya, dia seperti dari luar kota ini. Dia tiba tiba naik ke atas panggung, setelah itu dia di usir penjaga dari tempat pentas tari ku" jawab ku
"Kalau itu membuat mu nyaman, kau harus bisa mempertahankan nya" ucap ibu ku mengelus elus rambut ku
"Terimakasih kasih ibunda" ucap ku langsung memeluk ibu.
Di suatu tempat, beberapa jam sebelumnya.
Aku Bagas sedang melihat kiri kanan
"Areeee... Dimana aku ?"
Ketika ku berjalan pulang bareng Andre tiba tiba Andre menghilang atau... Aku yang nyasar ?
Tiba tiba ada sebuah panci mengarah ke kepala ku, dan tepat mengenai kepala ku
Pletuungg (Bunyi panci)
"Berisikk... ! kau tau ini sudah gelap" ucap ibu ibu dari jendela
"Bacot... Ibu ibu gosip" jawab ku
"Anak kurang ajar !!!" ucap ibu ibu tersebut mencoba untuk keluar rumah
Sontak aku langsung berlari dari ibu tersebut.
"Ah... Ibu ibu itu kelihatan berbahaya" ucap ku berlari lari
Beberapa menit aku menyusuri jalan, dan akhirnya aku melihat sebuah tempat yang begitu berisik dari kejauhan.
"Sepertinya ramai di sana, mungkin aku bisa menemukan Andre" ucap ku berjalan menuju tempat itu
Aku mencoba masuk ke tempat itu. Aku melihat beberapa knight knight sedang asik minum dan berbincang, mulai dari knight I sampai IV di zirah mereka.
"Tempat apa ini ?. A... Ada Kafur" ucap ku melihat Kahfi yang sedang membersihkan gelas
"Yoo... Kafur, sedang apa kau ?" sapa ku, sepertinya mengagetkan Kahfi
"Astaga Bagas kau mengagetkan ku. Tentu saja aku sedang bekerja di sini" jawab Kahfi sambil membersihkan gelas
"Kerja ? Oh... Ku tau kau bekerja agar tidak makan roti lagi kan, hahaha" sindiran ku kepada Kahfi
"Kau ini emang kurang ajar yaa, aku ini lebih tua dari mu tau" ucap Kahfi
"Hmmmm" ucap ku memalingkan wajah
"Aku ini bekerja bukan untuk mencari uang tapi untuk berterima kasih kepada orang itu, karena sudah membiayai hidup ku" jawab Kahfi
"Orang itu ?" tanya ku
"Hooh, orang itu yang membiayai hidup ku dan memberikan bantuan untuk menjadi knight" jawab Kahfi
"Jadi begitu..., kalo gitu aku mesan susu beruang satu" ucap ku
" Susu ? hahahaha ternyata kau masih anak anak ya minum susu, apakah kau tidak memesan minuman yang mengandung alkohol nya kah ?" ucap Kahfi
"Tidak... Paman Yasir tidak memperbolehkan ku untuk minum sebelum usia ku 17 tahun" jawab ku
Kahfi pun langsung mengambil minuman itu.
"Ni minuman nya... Eh apa apaan kau ini, Kata nya tidak boleh tapi kau malah merokok ?" ucap Kahfi
__ADS_1
"Gpp kalo rokok, karena dulu ayah ku itu perokok berat jadi aku di wariskan, dan paman Yasir memperbolehkan nya" jawab ku
"Warisan macam apa itu woyyy" ucap Kahfi yang ngegas
Tiba tiba seseorang paman berbadan besar, penuh luka di wajah nya, dan sedikit ngondek saat jalan menghampiri ku
"Ini kah teman mu Kahfi chan ?" ucap orang itu kepada Kahfi
"Iya dia teman sekelas ku" jawab Kahfi
"Apa apaan banci ini" ucap ku
"Wooyy... Sopan sedikit" ucap Kahfi kepada ku
"Tidak apa apa Kahfi chan. Hallo anak muda" ucap orang itu
"Hallo paman atau tante" jawab ku
"Panggil saja aku paman Ojan (30), pemilik kedai ini. Jadi siapa nama mu ?" ucap ojan
"Nama ku Bagas (16)" jawab ku
"Oh Bagas nama yang indah seperti orang nya" ucap paman Ojan memuji ku
"Terimakasih paman ujan" ucap ku
"Ojan loohh Ojan, bukan ujan" ucap paman Ojan
"Baik" jawab ku
"Hahaha, kau orang yang lucu yaa. Jadi lah teman yang baik untuk Kahfi yaa, dan jaga lah Kahfi seperti anak sendiri walaupun kau belum punya anak" ucap paman Ojan
"Ehh Ojan apa apaan kau meminta dia untuk menjaga ku, dia lebih muda dari ku, jadi harus aku yang menjaga nya" ucap Kahfi
"Baik kalo begitu paman Ujan" ucap ku
"Hahaha kau begitu lucu" ucap paman Ojan
"Wooyy Ojan, minta makanan nya lagi sama minuman nya" ucap salah satu knight kepada paman Ojan
"Oke... Silahkan di tunggu" jawab paman Ojan
Paman Ojan segera pergi untuk membuat makanan sedangkan Kahfi segera membuat minuman nya, dan aku sedang asik meminum susu beruang, tanpa perduli ini sudah larut malam dan melupakan Andre
"Sepertinya aku melupakan sesuatu, hmmmm apa yaa hmmmm. Yasudah, nanti juga mengingat kembali" ucap ku
Beberapa menit pun berlalu
"Hey ini sudah sangat gelap, kau tidak pulang kah Bagas ?" tanya Kahfi
"A.... Aku melupakan Andre. Aku harus bergegas mencari nya, sepertinya dia nyasar" jawab ku
"Hey kau itu yang nyasar sepertinya, mana mungkin Andre nyasar" ucap Kahfi
Aku pun bergegas dari bangku tersebut, dan tiba tiba muncul seseorang yang aku kenal masuk dari pintu tersebut
"Wah Andre, darimana saja kau ?" tanya ku
"Kau yang dari mana saja,aku mencari mu dari tadi. Mengapa kau berbeda jalan saat kau berada di samping ku" jawab Andre
"A.... Ku pikir kau nyasar Andre hahahaha, ternyata aku yang tersesat dan sampai sini hahahaha" ucap ku
"Kan sudah ku bilang kau yang tersesat bukan Andre" ucap Kahfi
"Pokoknya kita harus pulang, ayah ku sudah menunggu dari tadi tanpa kabar" ucap Andre
Ketika Andre masuk ke kedai tersebut, para knight pun yang tadi nya berisik menjadi tenang
"Ayoo kita pulang. Ngomong ngomong ko pada diam" ucap ku
Aku dan Andre bergegas keluar dari kedai.
"Hufhhh... Gila sii anak itu Andre aura nya sangat menakjubkan, walaupun aku satu tingkat knight dengan nya tapi perbedaan level sangat jauh. Ngomong ngomong ko basah yaa" ucap salah satu knight saat ku sudah pergi bersama Andre
"Mengapa kau malah mengompol di sini !!!" ucap salah satu knight
"maaf kan aku, aku ketakutan" ucap salah satu knight 4
"Sesuai rumor nya, dia itu memiliki aura yang menakjubkan, bahkan kita yang sudah lulus dari sekolah itu saja ketakutan" ucap salah satu knight.
Di tengah perjalanan pulang.
"Hey Bagas, untuk sementara jangan berkeluyuran dulu" ucap Andre
"Kenapa ?" tanya ku
"Tadi pas pagi aku merasakan sesuatu aura yang jahat, sepertinya beberapa guru menyadari dan meminta kita untuk segera pulang dan meminta kita untuk segera pulang ke rumah" jawab Andre
"Aura jahat ? Ah... orang yang di balik pohon itu yaa ?" ucap ku
"Kau melihat nya ?" tanya Andre
"Aku melihat nya sebentar, dia pun langsung pergi" jawab ku
"Berarti aura itu dari orang tersebut" ucap Andre sambil memegang dagu
"Pokoknya kita diminta untuk segera pulang" ucap Andre
"Baik lah" jawab ku
__ADS_1
Kami pun akhirnya tiba di istana/kastil keluarga Apollon.