The Last Knight : New Generation ( Vol 1)

The Last Knight : New Generation ( Vol 1)
Bab 2 : Sekolah Knight part 7


__ADS_3

Nama ku Andre umur 16 tahun. Sedang melihat dari kejauhan ke arah pagar sekolah, terlihat di sana sudah ada Bagas, Tiara, dan beberapa orang lain nya. Bagas terlihat memegangi rambut Tiara dengan santainya.


Sebenarnya aku mau balik ke sekolah, tapi karena aku melihat Bagas baik baik saja, aku memutuskan untuk balik ke rumah.


Di tengah perjalanan pulang, pikiran ku selalu saja memikirkan keselamatan Bagas.


"Apakah aku harus memberitahu dia, soal quest ini ?" ucap ku


"Lagi lagi mereka melihat ke arah ku. Menyusahkan sekali, lebih baik aku segera sampai rumah" ucap ku, melihat sekeliling jalanan


Aku menghindari mereka dan segera pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, aku melihat Yanto yang sedang keluar dari istana.


Aku tidak ingin menyapa nya, karena aku yakin dia akan mengajak aku lagi untuk gabung ke party nya.


Aku menunggu di luar istana, jika Yanto sudah menjauh dari istana, baru aku akan masuk.


Akhirnya Yanto pun sudah tidak kelihatan lagi dari kejauhan. Aku bergegas masuk ke dalam.


Aku melihat ayah sedang berada di meja makan, sepertinya dia sedikit kebingungan. Firasat ku mengatakan bahwa Yanto sudah menceritakan quest ini kepada ayah ku.


"Ohh... Anak ku, kau sudah pulang" ucap ayah ku


Aku bergegas menuju meja makan, dan duduk percis di depan ayah.


"Sepertinya Yanto sudah menceritakan, lebih baik aku tidak menceritakan nya lagi" ucap ku


"Iya... Yanto sudah menceritakan quest ini, dia terlihat seperti sangat sibuk mempersiapkan barang untuk berpergian" jawab ayah ku


"Heyy Anak ku, kenapa kau tidak gabung dengan party nya Yanto ?, bukan nya lebih aman jika bersama mereka. Kau ini jarang selama nya sendirian menjalankan quest, apalagi ini quest yang sangat berbahaya" ucap ayah ku


"Merepotkan sekali. Aku tidak ingin ada seseorang yang merepotkan ku" jawab ku


"Ayah tau kamu itu kuat, tapi ada batas nya juga untuk mu. Ayah hanya takut kau kenapa kenapa di quest ini" ucap ayah ku


"Ciihh... Menyebalkan sekali, lebih baik aku ke kamar dan mempersiapkan barang ku" ucap ku, bergegas pergi


"Tunggu nak, bagaimana dengan Bagas ?, apakah kau mau berparty dengan nya ?" tanya ayah ku


"Hooh, tentu saja. Tapi untuk quest ini lebih baik Bagas tidak mengetahui nya. Aku tidak mau melihat Bagas sedih lagi. Walaupun dia terlihat begitu ceria di hadapan orang orang tapi ketika dia sedang sendirian, dia terlihat beberapa kali memancarkan air matanya, dan melihat ke arah langit. Aku selalu melihat dia ketika berada di balkon sendirian. Dia selalu memendamnya sendirian" jawab ku


Ketika kejadian dimana kedua orang tua Bagas di bunuh oleh iblis. Dia tidak pernah menangisi kepergian kedua orang tuanya di hadapan orang orang, Bagas selalu saja memendamnya sendirian hingga tidak ada orang yang tau. Bahkan waktu itu dia pernah bertengkar dengan Yanto, saat dimana Ayah ku dan Yanto menjemput nya di desa.


"Hey kau ini beneran manusia bukan ?, mengapa kau terlihat begitu ceria, padahal kedua orang tua mu baru saja di bunuh" ucap Yanto, kepada Bagas umur 8 tahun


"Hmmm...." jawab Bagas, memasukkan jari nya ke hidung


"Untuk apa bersedih ?, jika ku menangis dengan kencang, kedua orang tua ku juga tidak hidup lagi, mereka sudah di bunuh iblis itu" ucap Bagas, dengan tenang nya sambil mengupil


"Bocah kurang ajar !!!" ucap Yanto, dia terlihat emosional, dan seketika dia memukul wajah Bagas yang masih anak anak


Buuk (suara pukulan)


Bagas terjatuh di tanah, wajah nya mengeluarkan darah.


"Sakitt.... Apa yang kau lakukan knight kuda ? kau ngajak berantem yaaa" ucap Bagas


"Hey... Yanto kau berlebihan" ucap ayah ku


"Maafkan aku baginda" jawab Yanto, bergegas keluar dari istana ini


Ayah mengantarkan Bagas ke kamar nya, dan mengobati luka nya.


"Ini sakit loh paman" ucap Bagas, kepada ayah ku


"Apa kau beneran tidak kenapa kenapa nak ?" tanya ayah ku, terlihat dia masih sedikit saat melihat jasad kedua orang tua Bagas


"Tenang saja, aku ini kuat" jawab Bagas, dengan senyuman nya


"Maaf aku ya nak, aku tidak mampu untuk menyelamatkan kedua orang itu mu" ucap ayah ku


"Tidak. Ini bukan salah paman, ini salah iblis ayunan itu. Karena sudah membunuh kedua orang tua ku" ucap Bagas


Ayah ku terlihat menangis begitu kencang saat melihat wajah Bagas.


Karena ayah ku tidak kuat untuk menahan sedih nya, dia memutuskan untuk keluar dari kamar Bagas.


"Maaf, aku tidak menepati janji ku" ucap ku, kepada Bagas yang sudah di balut wajah nya


"Ehh... Ini bukan salah mu Andre, janji kita pun masih berlanjut" jawab Bagas


"Terimakasih Bagas. Lebih baik kau segera istirahat" ucap ku, bergegas pergi dari kamar Bagas


Sebenarnya aku pun merasakan kesedihan, saat tau dimana paman sam dan tante elsa di bunuh oleh iblis itu. Tapi aku masih bisa bersyukur karena satu satunya teman ku masih hidup.


Terlihat beberapa pelayan dan maid bersedih, karena paman Sam sangat baik orang nya terhadap mereka.


Aku menghampiri ayah, lalu tiba tiba ayah memeluk ku dengan erat, seakan akan dia tidak mau kehilangan orang yang di sayang nya.


Beberapa menit kemudian.


Aku memutuskan untuk kembali ke kamar Bagas.

__ADS_1


Ketika sampai di sana, pintu sudah di tutup olehnya.


Aku memutuskan untuk kembali ke kamar ku, tapi ketika ku mencoba kembali. Aku mendengar suara dari balik tembok kamar Bagas.


Aku mendengar suara tangisan dari Bagas, di balik dinding ini.


"Ayah ibu. Maaf yaa, aku tidak mampu melindungi kalian. Padahal aku sudah berjanji dengan Andre untuk menjadi pelindung umat manusia. Tapi aku tidak mampu untuk menyelamatkan kalian dari iblis ayunan itu. Sekali lagi maaf kan aku ayah ibu" ucap Bagas, di balik dinding


Aku mendengar ucapan Bagas di balik dinding ini, terlihat dia seperti bersedih atas kematian kedua orang tua nya.


"Mulai sekarang aku akan hidup tanpa kalian, ayah ibu. Tapi aku berjanji dengan diriku sendiri, bahwa aku akan melindungi orang yang ku sayang, walaupun itu hanya sekedar senyuman nya saja. Sepertinya aku akan di rawat oleh paman Yasir, aku berjanji tidak akan bandel lagi kepada nya. Ayah ibu, semoga kalian tentang di alam sana" ucap Bagas, meneteskan begitu banyak air matanya


Sejak saat itu, aku mengetahui bahwa Bagas memandang perasaannya sendirian.


Aku bertemu Bagas saat usia ku 7 tahun, dimana dia datang dengan ayahnya ke istana ini, untuk bertemu dengan ayah ku.


Ketika dia datang dengan ayah nya, aku sama sekali tidak memperdulikan nya. Apa yang dilakukan, dia berasal dari mana, hubungan ayahnya dengan ayah ku.


"Hey sini Andre, sepertinya kau akan mendapatkan teman" ucap ayah ku, memanggil ku


Aku menghampiri nya, dan melihat 2 orang asing. 1 orang dewasa, dan 1 lagi seorang anak anak.


Aku melihat bocah ini tersenyum kepada ku, ketika kami berpapasan muka.


"Heyy... Ayo kita main" ucap bocah itu


Aku mengabaikan nya, dan bergegas berjalan kebelakang.


Dia mengikuti ku kemana saja, dan selalu mengajak ku untuk main dengan nya.


"Ayo kita main" ucap bocah itu


Aku mengabaikan nya lagi, dan segera pergi menjauh dari dia. Tapi lagi lagi dia muncul di hadapan ku. Padahal aku sudah sembunyi di salah satu ruangan istana ini.


"Heeeyy... Ayuuk main" ucap bocah itu


Aku terus mengabaikan nya, dan bergegas pergi menjauh.


Dia selalu menemukan ku di dalam istana ini. Karena aku sudah begitu marah karena mendengar yang dia ucapkan dan dia selalu mengikuti ku. Akhirnya pun aku memutuskan untuk menendang nya, dan membuat dia berhenti untuk mengikuti ku.


Buuk (bunyi benturan)


Aku menendang cukup kencang, kepalanya terbentur dinding.


Darah di bagian belakang kepala nya pun mulai keluar.


"Jangan pernah mengikuti ku lagi" ucap ku, kepada dia yang sedang terjatuh


Sepertinya ayah dan beberapa pelayan mendengar suara itu.


"Hey Bagas. Apa kau baik baik saja ?" ucap paman Sam, memegangi Bagas


"Aku tidak apa apa. Aku hanya terpeleset saat bermain dengan nya" jawab Bagas, dengan senyuman nya


Aku bergegas pergi dan meninggalkan nya.


Beberapa menit kemudian.


Aku berada di kamar ku, sedang membaca sebuah buku berjudul "Pahlawan".


Tiba tiba seseorang mendobrak pintu kamar ku.


Dan ternyata orang itu adalah bocah yang aku tendangan tadi.


Dia terlihat memakai pembalut luka di kepalanya.


"Ayuk kita main" ucap bocah itu menghampiri ku


Aku sudah kecapean menghadapi bocah ini. Dia selalu saja mengajak ku bermain.


"Sudah lah berhenti mengajak ku bermain" jawab ku


"Tidak mau. Aku ingin bermain dengan mu" ucap bocah itu


"(Bocah keras kepala)" ucap ku


"Nama ku Bagas, aku akan bermain dengan mu" ucap bocah itu, memperkenalkan diri nya


Karena aku sudah sangat cape melihat dia terus, maka ku putuskan untuk bermain dengannya.


"Jadi kau ingin bermain apa ?" tanya ku


"Hmmmm... Gimana kalo petak umpet, kau yang jaga" jawab Bagas


"Haaa... Aku yang jaga ?" ucap ku


"Hooh, kau yang jaga" jawab Bagas


"Kenapa harus aku yang jaga ?" tanya ku


"Aku tadi sudah jaga looh, dan aku berhasil menemukan mu beberapa kali" jawab Bagas


"Baiklah" ucap ku

__ADS_1


"Kalo gitu aku akan mengumpat, hehehehe" ucap Bagas, dengan senyuman nya


Dia segera berlari meninggalkan kamar ku.


Aku mengabaikan nya, dan segera melanjutkan membaca buku ku.


Akhirnya bocah itu tidak menggangu ku lagi, aku cukup tenang sekarang membaca buku ini.


"Huffhh... Akhirnya, tenang juga" ucap ku


Aku melanjutkan membaca buku ini. Hingga waktu pun berjalan dengan damai.


Beberapa jam kemudian.


"(Ehhh.... Dia beneran tidak muncul lagi di hadapan ku)" ucap ku, terlihat sedikit panik saat membaca buku ini


"Buka nya ini bagus, dan aku bisa melanjutkan membaca buku ini" ucap ku, mencoba melanjutkan membaca buku yang tersisa sedikit lagi


"Tapi, bagaimana jika dia beneran menunggu ku" ucap ku


"Aku tidak perduli lah" ucap ku, melanjutkan membaca buku ini


Aku menaruh buku ini, dan bergegas mencari nya.


Aku mencari di beberapa ruangan, tapi tidak menemukan nya.


Beberapa menit kemudian.


Aku tidak menemukan nya sama sekali, padahal aku sudah mencari dia di semua ruangan dalam istana ini.


Aku pun bertanya pada salah satu maid, tentang keberadaan dia. Tapi maid itu tidak mengetahui nya.


"Apa yang kau lakukan disini tuan muda ?" ucap Yanto, yang tiba tiba muncul


"Aku mencari seseorang bocah dengan tinggi segini, dan berpakaian putih" jawab ku, kepada Yanto


"Hmmm. Kalo tidak salah aku melihat dia berlari keluar dari istana ini. Tapi itu sudah cukup lama, sekitar 1 jam yang lalu. Ada apa emang nya tuan muda ?" ucap Yanto


"Tidak apa apa" jawab ku


Aku bergegas pergi keluar istana ini dan mencari dia.


"Ahh... Merepotkan sekali. Ini begitu luas, gimana cara nya aku mencari dia" ucap ku, melihat sekeliling kota


Aku terus berlarian mencari bocah itu, sudut tiap sudut kota aku telusuri, tapi tidak menemukan apapun.


Akhirnya aku menemukan petunjuk di salah satu tempat yang di sebut teater.


Aku masuk ke bangunan ini, dan melihat panggung begitu besar, ada seorang anak gadis kecil yang sedang menari.


Aku mencoba bertanya pada penjaga soal dimana keberadaan bocah itu, dan penjaga pun bilang bahwa bocah itu sempat kemari tapi dia sedikit rusuh karena masuk ke atas panggung dengan pakaian kotornya. Lantas kami semua penjaga mengusir nya keluar.


"Ciihh..." ucap ku, bergegas keluar


Aku mencari disekitar bangunan teater ini, tapi tidak menemukan nya.


Beberapa menit kemudian, aku berhasil menemukan nya. Dia sedang berdiri menghadap salah satu bangunan yang di sebut guild.


Aku berjalan mendekati nya, mata dia terus menghadap bangunan itu.


Beberapa orang melihat dia, ya karena mungkin pakaian yang di pakai sudah sangat kotor dengan tanah, dan perban di kepalanya.


"Akhirnya aku menemukan mu" ucap ku, kepada nya


Dia mengabaikan ku, dan terus memandangi bangunan itu.


"Hey... Lambang itu terlihat keren yaaa kan" ucap Bagas, kepada ku


"Yaa. Itulah lambang knight" ucap ku, yang ikutan menghadapi lambang itu


"Knight ?" tanya bagas


"Knight adalah pelindung untuk melindungi umat manusia dari iblis dan monster, mereka melindungi dengan nyawa nya sendiri" jawab ku


"Kalo gitu aku akan menjadi knight, untuk qmelindungi umat manusia ini" ucap Bagas, melihat kearah ku lalu dia tersenyum.


"Nama ku Andre, nama mu ?" ucap ku memperkenalkan diri


"Aku Bagas. Orang yang akan melindungi mu dan umat manusia" jawab Bagas, dengan senyuman nya


"Melindungi ku ? Hahahaha" tawa ku


Untuk pertama kalinya aku tertawa dalam hidup ku ini.


"Tentu saja, aku kan kuat hahahaha" jawab Bagas


"Kalo gitu, aku juga akan menjadi knight untuk melindungi mu" ucap ku


"Mengapa cuman melindungi ku saja ? bagaimana dengan umat manusia ?" tanya bagas, kepada ku


"Ntah lah. Itu sangat merepotkan sekali untuk melindungi umat manusia" jawab ku


"Kalo begitu serakah saja kepada ku" ucap Bagas

__ADS_1


"Hahaha, kau ini orang yang aneh yaa" ucap ku.


Itulah dimana aku bertemu dengan Bagas, sejak saat itu aku berteman dengan nya, hingga saat ini. Aku percaya dengan dia, dan dia pun percaya dengan ku.


__ADS_2