The Last Knight : New Generation ( Vol 1)

The Last Knight : New Generation ( Vol 1)
Bab Spesial : Terjebak Di Bandara part 1


__ADS_3

"Ini dimana" ucap ku, melihat sekeliling terasa asing


"Sudah ku bilang, jangan sentuh portal itu" jawab Kahfi


"Aduh, mengapa kau selalu saja buat masalah si Bagas" ucap Angga


"Maaf " ucap Rian


"Mengapa kau yang minta maaf. Ini semua salah Bagas" ucap Adit


"Tenang semuanya, coba kita telusuri dahulu siapa tau ketemu jalan pulang" ucap Shiva


Beberapa menit sebelumnya. Aku Bagas, saat kami sedang menjalankan quest. Aku melihat bola begitu besar seukuran tubuh ku, di tengah hutan.


"Hey lihat, bola ini sepertinya terbang" ucap ku


"Bahaya, jangan kau sentuh" ucap Kahfi


"Heeeee... Aku tidak akan menyentuh nya koo" ucap ku, memiringkan mulut


"Kau pasti akan menyentuh nya, nada bicara mu terlihat sedang bohong" ucap Angga


"Shiva apakah kau tau ini bola apa ?" tanya Adit


"Tidak. Ini pertama kalinya aku menjumpai bola ini" jawab Shiva


"Bola ini, bersuara seperti manusia" ucap Rian


"Sungguh ?" tanya Angga


"Kalo gitu kita harus menyelamatkannya yaa kan" ucap ku


"Apa nya yang menyelamatkan bodoh" ucap Kahfi


"Bola ini aneh sekali" ucap Adit


"Lebih baik kita menjauhinya" ucap Kahfi


"Betul, lebih baik kita mencari burung yang tertera quest ini" ucap Shiva


"A.... Itu burung nya" ucap ku, menunjuk jari ke atas


Semua pandangan pada melihat ke atas, kecuali Rian.


"Hehehe kalian semua ketipu" ucap ku, bergegas memegangi bola itu


Dan inilah yang terjadi, kami semua terjebak di tempat asing.


"Uhhh... Ramai nyaa, orang orang disini" ucap ku


"Hey, pakaian kita berubah" ucap Adit, melihat pakaian kami menjadi sebuah kaos santai


"A... Betul sekali" ucap ku, melihat baju ku


Shiva terlihat sedang merapalkan sihir.


"Apa yang kau lakukan Shiva ?" tanya Kahfi

__ADS_1


"Sepertinya kita tidak dapat menggunakan sihir disini" jawab Shiva


"A... Katana ku tidak keluar juga" ucap ku, mencoba mengeluarkan katana ku


"Jadi kita harus bagaimana ini ?" tanya Angga


"Sepertinya untuk sementara kita harus menanyakan beberapa orang yang disini" jawab Shiva


"Bagaimana coba tanya wanita itu" ucap ku, menunjuk jari ke arah seseorang yang sedang duduk di kursi


Kami pun bergegas menuju ke sana, kecuali Rian.


"Permisi... Ini dimana yaa ?" tanya Shiva, kepada orang tersebut


"ขอโทษนะฉันไม่เข้าใจที่คุณพูด" ucap orang itu


"Ehh... Ngomong apa dia" ucap Kahfi


"Suaranya seperti seorang lelaki" ucap Angga


"Apakah dia bodoh ?" ucap ku


"Permisi. Aku tidak tau apa yang kau ucapkan" ucap Shiva


Tiba tiba suara entah darimana muncul begitu kencang.


"Pesawat menuju arah Jepang sebentar lagi akan terbang. Perhatian semuanya, untuk segera masuk ke pesawat tayo, karena sebentar lagi akan terbang. Terimakasih" ucap suara itu


"Hey, kau darimana asalnya" Teriak ku, meneriaki suara tersebut


"Hey Bagas, kau jangan teriak. Kecilkan suara mu" ucap Kahfi


"Yah... Orang itu pergi" ucap Shiva


"Lebih baik kita coba tanyakan pada yang lain" ucap Adit


"Kita berpencar, dan menanyakan beberapa orang" ucap Angga


Kami pun berpencar dan mulai menanyakan orang orang.


"Permisi... Aku mau boleh nanya tidak ?" ucap Shiva, dengan lembut kepada salah satu orang


"Jammer, ek is haastig" jawab orang itu, kepada Shiva dan bergegas pergi begitu saja


"Ini dimana yaa ?" ucap Kahfi, kepada salah satu orang


"Ik heb het druk. Val me niet lastig" jawab orang itu


"(Dia ngomong apa sii)" ucap Kahfi


"Makanan ini terlihat enak, boleh aku minta ?" ucap ku, kepada seseorang yang sedang makan


"Sampeyan pengin ?" jawab orang itu, menyodorkan makanan nya


"Terimakasih" ucap ku, mengambil salah satu makanan nya


"(Hmmm bukan nya itu Rian yaa, mengapa dia ikut masuk dengan orang orang)" ucap ku, melihat arah Rian yang sedang masuk ke dalam

__ADS_1


Aku melihat ke arah kaca, ternyata Rian masuk kedalam benda itu. Benda itu bewarna putih besar seperti burung, dan bertuliskan Tayo di badannya.


"Sepertinya Rian, sedang menanyakan orang orang yang berada di dalam benda itu" ucap ku, bergegas kembali


Kami pun kembali berkumpul kembali.


"Gimana ?" tanya Kahfi


"Aku tidak menemukan petunjuk" jawab Angga


"Huff... Aku juga tidak menemukan nya" jawab Shiva


"Amnyam nyam nyam" ucap ku, mengunyah makanan


"Hey kau, di saat begini masih sempat sempat nya makan" ucap Kahfi, kepada ku


"Aku tadi dikasih oleh orang itu. Amyam nyam nyam" ucap ku


"Sepertinya kita beneran terjebak disini" ucap Adit


"ngomong ngomong aku dari tadi tidak melihat Rian. Kemana dia ?" ucap Kahfi


"Aku tidak melihatnya dari tadi" jawab Angga


"Rian masuk ke dalam benda itu" ucap ku, menunjukkan jari ke arah benda putih itu


"Benda itu ?" tanya Kahfi


"Rian sedang menanyai orang orang yang berada di dalam benda itu kali" jawab ku


Tiba tiba benda itu bergerak.


"Hey.... Benda itu bergerak" ucap Adit


"Waaahhh... Keren nya. Tau begitu aku ikut masuk dengan Rian" ucap ku


Benda itu mulai berjalan dengan perlahan, tiba tiba berjalan begitu cepat, dan terbang begitu saja.


"A......." ucap ku


"Benda itu terbang" ucap Shiva


"Rian masih berada didalam nya" ucap Adit


"Kita harus bagaimana ?" tanya Adit


"Ahhh.... Rian" teriak Kahfi


"Selamat tinggal Rian, semoga kau baik baik saja" ucap ku, berdoa


"Hey bukan waktu nya berdoa. Kita harus menghentikan benda itu" ucap Kahfi


"Tapi benda itu sudah terbang sangat jauh, bagaimana kita menghentikan nya" ucap Shiva


"Betul juga. Semoga kau baik baik saja Rian" ucap Angga, berdoa


"Semoga kau baik baik saja Rian" ucap Adit, berdoa

__ADS_1


"Hey kalian !!!" teriak Kahfi


__ADS_2