The Last Knight : New Generation ( Vol 1)

The Last Knight : New Generation ( Vol 1)
Bab 1 : Knight part 2


__ADS_3

Aku Bagas (16) mencoba melangkah maju menuju sekolah, dengan rasa bahagia dan sedih. Ada rasa ingin balas dendam terhadap Iblis yang membunuh kedua orang tua ku, tapi di satu sisi ada pula rasa bersalah karena tidak mampu untuk melindungi kedua orang tua ku. Dan saat ini aku berjanji kepada diriku sendiri untuk bisa menjadi orang baik yang mampu melindungi walaupun hanya sekedar senyuman saja, sesuai dengan orang tua ku inginkan.


"Yoosshh...," ucap ku sambil melangkah kedepan.


Aku berjalan bersama Andre (16) melangkah masuk ke depan halaman sekolah. Setibanya disana, ternyata begitu banyak murid yang sudah berdiri di halaman sekolah.


"Sepertinya banyak murid baru yang masuk sekolah ini. Tahun ini sepertinya akan susah untuk mencapai knight kelas I, Bagas!" ucap Andre saat melihat jumlah murid baru di depan halaman sekolah.


"Hey coba lihat dia knight kelas I!" ucap seorang gadis dari kejauhan.


"Ganteng nyaa... Apakah dia punya pacar?" jawab salah satu gadis yang berada di sampingnya.


"Kyaaaa... Walaupun aku cowok, pasti akan jatuh cinta dengan nya," ucap salah satu cowok yang melihat Andre dari kejauhan.


Hampir semua murid yang berada di halaman sekolah melihat Andre, ada yang menatap karena kegantengan nya, ada yang menatap dengan pesimis, ada pula yang menatap dengan optimis seakan-akan mampu menandingi Andre.


"Apakah aku harus ke sana?" ucap ku kepada Andre sambil menunjuk arah keramaian.


"Sepertinya... Sepertinya murid baru harus ke sana!" jawab Andre.


"Baik, aku akan kesana kalo gitu!" ucap ku menuju kesana.


"Aku akan masuk kelas. Berhati-hatilah dengan bergaul mu! Sepertinya beberapa orang di sana ada yang kurang baik!" ucap Andre memperingati ku.


"Hooh...," Jawab ku langsung berlari menuju keramaian.


Aku berlari menuju kesana dan menyapa beberapa orang.


"Hallo!"


"Hallo!"


"Hallo!"


"Hallo!" ucap ku yang menyapa beberapa orang.


"Hallo juga!" ucap seseorang lelaki berambut kuning dengan mata berwarna hijau tapi agak sedikit cacat seperti katarak, dia lebih tinggi dari ku walaupun sedikit.


"Hey kau salah orang, aku di sini!" ucap ku ke lelaki tersebut sambil membetulkan posisi lelaki tersebut karena dia malah menyapa orang lain yang berada di samping.


"Ah, maaf. Mata ku sedikit rabun jadi untuk melihat aku kurang begitu baik," ucap lelaki tersebut.


"Jangan di pikiran! Nama ku Bagas, salam kenal," ucap ku.


"Nama ku Rian (17), salam kenal juga," jawab Rian kepada ku.


"Heey, tebak ini berapa?" ucap ku sambil menunjuk jari ku ke Rian.


"5?" jawab Rian.


"Hahahaha ternyata betul mata kau rabun, hahaha..., (Eh... Bagaimana bisa dia menjawab dengan benar? Kata nya rabun,)" ucap ku kepada Rian dan berbicara dalam hati.


"Anak muda, mengapa kau berbohong? Padahal jawaban dia benar!" ucap seseorang yang berada di samping Rian. Dia memakai kacamata, berambut cokelat kehitaman, dengan sedikit memiliki kumis dan jenggot.


"Jawaban ku benar kah? Yesssss," ucap Rian kegirangan.


"Ehh... Siapa kau, paman?" ucap ku menanyainya.


"Aku adalah Kahfi (25), salam kenal, ehh... Tunggu. Siapa yang kau panggil paman?" ucap Kahfi sambil membentak ku.


"Yaa abisnya kau mirip dengan paman Yasir memiliki jenggot walaupun jenggot paman Yasir lebih tebal dan berwarna putih," jawab ku.

__ADS_1


"Jangan bandingkan aku dengan orang lain! aku ya aku, dia ya dia!" ucap Kahfi.


"Tapi jawaban ku benar kan?" ucap Rian yang masih kegirangan.


"Iyaa betul, tapi tadi kau berkata bahwa mata mu itu rabun, tapi kenapa kau bisa jawab dengan benar?" ucap ku kepada Rian.


"Walaupun aku rabun bukan berarti aku tidak bisa melihat," jawab Rian yang malah menatap ke arah Kahfi.


"Yang nanya itu di arah sana, bukan arah sini!" ucap Kahfi.


"Ahh... Maaf...," jawab Rian kepada Kahfi.


"Hahahahahaha, Kalian berdua orang yang lucu yaaa, hahahahaha" ucap ku menertawai mereka berdua.


"Sial. Mengapa engkau jadi menertawai ku!" ucap Kahfi.


"Ngomong-ngomong, kau tadi berjalan dengan knight kelas I yaa? Yang bernama Andre?" ucap Kahfi kepada ku.


"Hooh, dia itu teman ku," jawab ku kepada Kahfi.


"Ehh... Bohong?" ucap kahfi yang terkejut.


"Beneran tau!" jawab ku meyakinkan Kahfi.


"Ku dengar-dengar dari beberapa gosip, bahwa Andre itu tidak punya teman, karena sikap dia yang begitu dingin dan dia sangat hebat di usia yang masih muda," ucap Rian yang ikut percakapan walaupun dia salah menghadapkan badannya.


"Hey di sini!" ucap Kahfi yang membetulkan posisi Rian.


"Ah... Maaf...," ucap Rian.


"Ehhh, berarti aku harus bangga dong kalau begitu, bisa menjadi temannya Andre, hahahahaha," ucap ku sambil tertawa jahat.


"Di usia yang masih muda, dia mampu untuk menjadi Knight kelas I, padahal kemarin lawannya di final cukup susah," ucap Kahfi.


"Kau tidak nonton ketika battle antara knight tahun kemarin?" ucap Kahfi.


"Tidaakk...," ucap ku.


"Padahal kau temannya, tapi tidak mendukung dia, apakah kau berpura pura menjadi temannya?" ucap Kahfi.


"Hahahaha, sudah pasti aku temannya, hahahahaha, tanya saja orangnya" jawab ku dengan nada sombong.


"Baik, ku percaya kalo gitu walaupun agak ragu. Jadi lawan dia tahun kemarin itu adalah orang terhebat dan tercantik di dunia ini. Dia merupakan Bangsawan dari keluarga nomor satu di kota ini, yaitu keluarga Hestia. Aku menonton pertandingan itu tahun kemarin, sungguh hebat kedua orang tersebut, bahkan aku menyangka kalau mereka berdua bukanlah Manusia biasa," ucap Kahfi.


"Ehhh... Biasa aja. Aku juga tau pasti tidak ada yang mampu melawan Andre, hahahaha" jawab ku yang membanggakan Andre.


"Wow... Andre sekuat itu kah? Ini menakjubkan," ucap Rian yang kegirangan.


"Aku sendiri pertama kali liat pertarungan yang hebat. Andre mampu menghindari beberapa serangan sihir hebat dari lawannya, beberapa kali mereka beradu pedang satu sama lain, tapi Andre lebih unggul. Dia melancarkan satu serang pedang yang cukup kuat, hingga lawannya terjatuh dan di pastikan Andre lah pemenang nya," ucap Kahfi sambil memegang kacamatanya.


"Andre tidak pake sihir kah?" tanya ku kepada Kahfi.


"Dari yang ku tonton dan ku amati, Andre sama sekali tak mengucapkan mantra sihir. Dia hanya menghindar dan terus memainkan pedang nya sangat baik," jawab Kahfi.


"Yaa kalo gitu Andre belum serius bertarung," ucap ku kepada mereka berdua.


"Serius? Apakah jika Andre menggunakan sihir dia akan lebih hebat lagi?" tanya Rian.


"Tidak!" jawab ku.


"Ehhh... Apakah kau sedang bercanda?" ucap kahfi.

__ADS_1


"Sihir Andre itu biasa-biasa saja, hahahaha" ucap ku sambil tertawa.


Di tengah obrolan tiba-tiba muncul sebuah kereta kuda dari depan pagar sekolah. Sang pengendara berpakaian sangat rapih memakai jas hitam. Dan muncullah seseorang dari dalam kereta kuda tersebut, yang tidak lain merupakan seorang bangsawan.


"Tuan Putri, kita sudah sampai sekolah!" ucap pengendara tersebut sambil menurunkan tuan putri dari dalam kereta kuda.


"Terimakasih, Michael," jawab tuan putri tersebut.


"Eh lihat-lihat, ada tuan Putri dari keluarga Hestia" ucap salah satu murid.


"Cantik nya...," ucap salah satu murid.


"Seandainya aku cowok, pasti aku akan jatuh cinta kepadanya" ucap salah satu murid.


"Kau kan emang cowok!" jawab salah satu murid yang berada di sampingnya.


"Oh iya, yaa" ucap cowok tersebut.


"Dia lah Tiara (16) yang di kalahkan Andre pada final kemarin, walaupun dia kalah, tapi kita di sini sungguh jauh levelnya dari dia. Dia sangat kuat, bahkan kemarin ada salah satu murid knight kelas I senior di sini yang mencoba menantang battle, orang itu lebih tua dari ku berumur 27 tahun, tapi dia malah mencoba melawan Tiara yang jelas-jelas di bawah umur nya, itu sungguh kejam yaa. Walaupun pada akhirnya dia kalah. Ngomong-ngomong Rian, Kau salah menghadap lagi! Mengapa kau menghadap membelakangi nya!" ucap Kahfi yang menjelaskan tentang Tiara salah satu murid bangsawan di sini.


"Orang itu berumur 27 tahun knight I dan juga murid senior?" ucap ku yang terheran-heran.


"Kau belom tau kah?" ucap Kahfi.


"Di sekolah ini untuk menjadi knight itu tidak terbatas berapa umur mu, asalkan sudah 15 tahun dan tujuan untuk melindungi umat Manusia, dan kau akan bersekolah disini, belajar untuk menjadi Knight selama 3 tahun. Di sekolah ini, ada 6 peringkat Knight dari yang terendah, yaitu knight V seperti kita murid baru disini, dan paling tinggi, yaitu knight 0. Identitas mereka sendiri di rahasiakan, karena aku yakin mereka adalah orang-orang yang kuat, dari yang ku ketahui knight 0 cuman ada 10 orang saja. Untuk menjadi knight IV sampai II kau bisa melakukan ujian test tertulis dan praktek bertempur maupun beberapa quest tingkat tinggi dari Guild, dan untuk menjadi knight I kau harus mengikuti battle Knight, dan kau harus memenangkan battle tersebut ataupun peringkat 2!" Kahfi menjelaskan kepada ku tentang bagaimana sekolah disini.


"Berarti dia knight I?" tanya ku kepada Kahfi.


"Hooh...," jawab Kahfi sambil memandang wanita itu.


Tiara Hestia sangat cantik dengan tatapan mata yang indah berwarna biru, rambut panjang berwarna hitam pekat sama seperti ku, tubuh nya sangat indah untuk di pandang, tinggi nya sama seperti ku 170 cm, seragam sekolah yang dia pakai sangat cocok untuknya, jalan nya begitu anggun, wajah nya sangat begitu bercahaya dan cantik, apakah ini yang di namakan malaikat tanpa sayap?


Tiara berjalan masuk ke sekolah dan para murid menatap keindahan dirinya itu, aku juga menatap Tiara yang sedang berjalan menuju bangunan sekolah sambil mengupil, begitu juga dengan Kahfi, dan... Rian.


"Ahh Rian kau salah menghadap lagi!" ucap Kahfi yang membetulkan posisi Rian.


Tiara tersenyum kepada murid-murid baru. Senyuman nya sangat begitu indah, bahkan ada beberapa cowok yang pingsan melihat kecantikannya itu.


"Apakah dia malaikat yang turun dari surga?" ucap seorang calon siswa sambil tiduran.


Bahkan cewek-cewek disini pada mengaguminya, seakan-akan dia itu dewi kecantikan. Anehnya, mereka tidak iri hati karena kecantikannya dan malah terkagum-kagum terhadap Tiara.


"Biasa saja," ucap ku sambil mengupil.


"Hey Kafur, bagaimana dengan knight kelas 0 itu? Apakah mereka ada di sini? Apakah mereka memiliki aura yang berbeda untuk seorang manusia?" tanya ku kepada Kahfi yang mengabaikan kedatangan Tiara.


Kahfi tidak menjawab karena dia masih memandangi Tiara, semua orang di sini masih terus memandangi Tiara, kecuali aku dan... Sepertinya Rian salah memandang lagi.


"Knight kelas 0 itu indentitasnya masih tidak diketahui, mereka di tugaskan Guild dengan quest berbeda dan berbahaya sepertinya. Mereka di tugaskan untuk menginvestigasi para Iblis," jawab Rian atas pertanyaan ku.


"Oh, jadi begitu. Ngomong-ngomong, aku di belakang mu!" ucap ku kepada Rian.


"Ahh... Maaf, sepertinya aku salah memandang lagi," ucap Rian.


"Hahahahaha, kau orang yang lucu yaa, Rian, hahahahaha," Aku tertawa karena kelucuan Rian.


Tiara pun masuk ke gedung sekolah dan para murid pun mulai kembali.


"Tadi kau menanyakan apa, Bagas?" ucap Kahfi kepada ku.


"Tidak jadi, Rian sudah menjawab nya!" Jawab ku.

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian tiba-tiba...


__ADS_2