Throne Of The Heart

Throne Of The Heart
Bagian 13


__ADS_3

Lashira menggigit bibirnya khawatir setelah mendapat satu set bikini two piece berwarna kuning dengan motif polkadot putih. "Harus banget pake ini ya kak?" tanyanya dengan wajah memelas. Tanpa berkata apapun, Chika mendorong-dorong gadis itu masuk ke dalam kamarnya. Dia bersandar di dinding seraya memainkan ponselnya, sesekali melirik ke arah pintu kamarnya.


Nobert yang baru saja keluar dari kamar abangnya bersiul menggoda saat melihat penampilan Chika dengan bikini hitam polosnya. "Gue colok mata lu!" desis gadis itu dengan tatapan tajam.


Dengan wajah datar, Nobert berjalan mendekat ke arah Chika. "Kalau gitu jangan pake baju beginian," bisiknya. Setelah berkata seperti itu, pria itu langsung saja pergi dari sana meninggalkan Chika yang masih tertegun dengan ucapannya.


Tak lama pintu kamarnya juga terbuka hingga memperlihatkan Lashira dengan bikini yang tadi ia berikan. Gadis itu menggulum bibirnya risih dengan wajah memelas, berharap Chika menyuruhnya ganti pakaian yang lebih tertutup. Chika memerhatikan penampilan gadis itu dari bawah sampai atas, dia menggeleng dengan tegas lalu kembali mendorong gadis itu masuk ke dalam kamarnya.


Mereka tidak sadar jika Theo melihat mereka berdua.


Saat akan keluar dari kamar abangnya Chika, Theo tertegun melihat penampilan keduanya. Apalagi melihat penampilan Lashira, tapi yang membuatnya merinding disko adalah ekspresi wajah memelas gadis itu. Pria itu mengacak rambutnya frustrasi, ***! Kenapa harus gue?* batin Theo.


***


"Si Chika sama Ira kemana? Kok gak turun-turun?" tanya Leon yang matanya selalu tertuju ke arah pintu. Nobert menepuk pundak Leon pelan, "mungkin mereka lagi sibuk milih baju yang bisa menyelamatkan diri mereka dari cowo pervert kaya lo." Mendengar itu, Leon langsung melempari kepala sahabatnya itu dengan bola yang ada di tangannya.


"Theo kok gak keliatan?" tanya Shon; sang pemilik acara party, yang tidak lain adalah abangnya Chika. Namun tatapan Leon menajam pada apa yang Shon bawa di tangannya, "lo nyuruh kita minum?" tanyanya dengan nada tidak suka.


"Up to you guys! Gue sebagai penyelenggara party hanya menyediakan, masalah minum atau enggaknya itu pilihan kalian." balasnya seraya tersenyum tipis.


Merasa suasana menjadi aneh, Nobert berkata, "party kok begini. Dimana-mana party itu ada musik, rame, seru, banyak cewe-cewe cantik-"


Shon langsung menendang Nobert hingga tercebur ke dalam kolam, "seru kan? bac*t bat sih lo."


"Aduh silau!" ketiganya menoleh ke arah pintu saat mendengar pekikan Lashira. Dengan sigap, Nobert naik dari kolam dan menghampiri Lashira. Leon mendengus sebal melihatnya, namun perhatiannya teralihkan pada Theo yang berada di belakang Lashira dan Chika.


Lashira tertawa melihat tingkah Nobert yang seperti bodyguardnya, apalagi saat Chika dan Nobert saling dorong.. ia merasa tak lama lagi ia akan mendapatkan teraktiran besar-besaran melihat keduanya yang terlihat memiliki chemistry yang sangat bagus.

__ADS_1


"Karena semuanya udah ngumpul, gimana kalau kita mulai acaranya dengan permainan Truth or Dare?" ucap Shon seraya tersenyum miring dengan sebotol whisky di tangannya.


Setelah melihat interaksi mereka, entah kenapa ia mulai tertarik dengan keempat pemuda dan pemudi ini. Chika menatap curiga sang abang karena merasa janggal dengan senyuman pria itu tadi.


Mereka berenam duduk di pinggir kolam dengan posisi melingkar, jangan lupa dengan sebotol whisky di tengah-tengah mereka sebagai alat penunjuknya. "Jadi orang yang gak bisa jawab atau ngelakuin tantangan harus minum whisky ini satu gelas penuh." jelas Shon seraya menunjukkan salah satu gelas di belakangnya.


"Tapi ka-"


"Kalau kamu gak bisa minum, kamu bisa minta pemain lain sebagai pengganti kamu.." sela Shon yang membuat Lashira bernapas lega. "Tapi sebagai gantinya, pengganti kamu tadi akan meminta imbalan apapun ke kamu." lanjut Shon tersenyum licik.


"Kalau gitu aku akan jawab semua pertanyaan dan ngelakuin semua tantangan," gumam Lashira penuh tekad. Shon yang berada tepat di sampingnya itu pun tersenyum miring, emangnya segampang itu?


Karena Shon yang memiliki acara, dia pun memutar terlebih dahulu. Wajah Lashira tampak tegang saat putaran botol itu semakin melambat. Namun gadis itu menghembuskan napas lega karena botol itu tidak menunjuk ke arahnya melainkan ke arah Nobert.


"Truth or Dare?"


"Dare," ucapnya dengan dagu terangkat. Sesumbar, batin Shon.


Semuanya bersorak, bahkan Lashira menatap keduanya dengan takjub.


Kini Nobert yang memutar botol, gadis itu tersenyum senang saat putaran botol tidak menunjuk ke arahnya melainkan ke arah Leon yang berada di sebelahnya. "Truth," ucapnya sebelum ditanya.


Nobert menyoraki Leon, "cupu lo!" namun sepertinya tidak dihiraukan oleh Leon sama sekali.


"Ada berapa folder tersembunyi di laptop lo?" tanya Nobert tersenyum setan.


Dengan wajah datar Leon menjawab, "10 folder, masing-masing folder lebih dari 50 file."

__ADS_1


Shon bertepuk tangan seraya tertawa, Nobert menggeleng tidak menyangka, Chika memaki pelan pria itu, sedangkan Lashira mengedipkan matanya lucu seperti boneka karena tidak mengerti arah pembicaraan mereka. Tanpa memerdulikan reaksi mereka, Leon kembali memutar botolnya dan berhenti tepat ke arah Lashira.


"Truth or Dare?" Lashira menelan ludahnya gugup.


Lashira melirik ke arah Theo yang menatapnya datar, jika seandainya dia memilih truth.. apa Theo akan kembali menanyakan perihal Greyson? Dengan ragu Lashira berkata, "Da-dare.." Leon menatapnya seolah berkata, are you serious? Lashira mengangguk seraya tersenyum tipis untuk meyakinkan Leon dan juga dirinya.


Shon tersenyum miring saat ide jahat terlintas di otak iblisnya, "cium bibir Theo selama satu menit."


Kedua mata Leon dan Nobert membola seketika, "bang-" Shon mengangkat telapak tangannya hingga mereka tidak melanjutkan perkataannya. Lashira menatap Theo takut-takut, melihat gelagat gadis itu.. Shon membuka whisky lain dan menuangkannya ke dalam gelas.


Tanpa berkata apapun lagi Theo mengambil segelas whisky itu dan meminumnya dalam sekali tenggak. "Gue anggap ini utang," ujarnya. Lashira mengangguk kaku. Dia memutar botol dan botol itu mengarah ke arah Chika, "Dare." ujar gadis itu tanpa ragu.


"Tiduran di kolam tanpa pelampung setelah 3 putaran." Chika mengangguk mendengar ucapan asal Nobert.


Sebelum menuju kolam, Chika memutar botol itu. Lagi-lagi botol itu mengarah ke arah Lashira, gadis itu bahkan sudah mengumpati botol itu dalam hati. "Dare.." lirihnya.


Leon mengelus punggung gadis itu dengan lembut, "sabar ya.." Lashira mengangguk kecil. Shon berdehem pelan, "upload foto mesra di UG." Lashira mengernyit bingung, "sama siapa?"


"Gimana kalau Leon?"


Leon mengambil ponselnya yang ada di meja, "pake akun aku aja.." Mereka berdua mendekat dan sudah mengambil posisi untuk selfie, Theo memalingkan wajahnya ke arah Chika yang kini sedang mengapung di atas air dengan tenangnya.


"Satu.. dua.. ti-"


Cups!


Mata Lashira membola saat tiba-tiba Leon mencium pipinya, dengan cepat pria itu meng-upload foto tadi ke akun UG nya, tidak lupa pula dia men-tag akun Lashira pada foto tersebut. Karena Lashira masih terkejut, Leon menggantikan gadis itu untuk memutar botol dan botol itu sekarang tertuju ke arah Nobert.

__ADS_1


"Dare! Gue mah pantang ambil Truth kalau main ToD."


"French kiss with my sister."


__ADS_2