Throne Of The Heart

Throne Of The Heart
Bagian 19


__ADS_3

“Grey, what’s wrong with you?”


“Nothing.” Lashira membalas pelukan pria itu, lalu mengusap lembut punggung pria itu. “Kamu mau gak tidur denganku malam ini?” tanya Greyson tanpa berniat melepaskan diri dari gadis itu. Mendengar hal itu, sontak saja hampir membuat jantung Lashira melompat keluar dari tempat yang semestinya.


Lashira menjauhkan pria itu darinya, jangan lupa mata bulat gadis itu yang hampir keluar dari tempat semestinya. “Kamu bilang apa? Kamu mau mati ya?!” Greyson refleks langsung menutup telinganya ketika mendengar suara Lashira yang begitu melengking.


Dengan wajah datar Greyson berkata, “just sleep. I swear.”


Lashira mengangguk pelan, senyum geli gadis itu muncul berbarengan dengan munculnya sebuah ide dari otak cantiknya. “Bujuk aku.”


“Please.” ucap Greyson cepat.


Lashira merengut sebal karena tidak ada nada memohon di sana. Kenapa pria ini kaku sekali? batin gadis itu bertanya-tanya.


“Itu tidak cukup.”


Greyson berdecak, “aku tidak biasa membujuk seseorang. Mari kita buat kesepakatan, itu akan jauh lebih mudah.” Lashira menggeleng dengan tegas, “itu terlalu mudah untukmu Grey.”


“Bagaimana jika aku menyanyikan lagu untukmu sebelum tidur? Aku tahu kamu sering tidak bisa tidur.” Mata Lashira membola, “memangnya kamu bisa nyanyi?” Greyson tersenyum smirk. “Kalau tidurmu nyenyak karena suaraku, kamu harus tidur denganku.. Deal?”


“Kamu ingin mencoba untuk membuat kesepakatan denganku?”


Sial. Maki Greyson dalam hati.


***


Sambil bernandung gadis itu menyiapkan nasi goreng untuk sarapan, para maid memerhatikannya dengan tatapan was-was. Jika tuan mereka melihat ini akan menjadi masalah besar, itulah kira-kira isi benak mereka. “Mereka akan terkena masalah kalau Grey melihatmu.”


Lashira berbalik ketika mendengar perkataan Norbert, “kenapa begitu?”


“Bisa siapkan kopi untukku?” pinta Norbert pada salah satu maid, tidak menghiraukan pertanyaan Lashira. Dia yakin gadis itu tahu alasannya, menurutnya gadis di depannya ini tidak bisa diremehkan begitu saja.


Norbert langsung pergi tanpa berkata-kata setelah mendapatkan kopinya. Setelah selesai menyajikan hasil karyanya di atas meja makan, gadis itu bergegas ke kamar Greyson untuk membangunkannya. Gadis itu mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar pria itu saat melihat Norbert keluar dari ruang kerja Greyson dengan membawa beberapa map di tangannya.


“Makanlah nasi di bawah, aku akan membangunkan Grey terlebih dahulu.” Setelah berkata seperti itu Lashira langsung masuk ke dalam kamar Greyson, Norbert sedikit tertegun mendengar perintah gadis itu.

__ADS_1


“Grey, bangunlah!” teriak Lashira seraya menyalakan lampu kamar pria itu. Greyson menggeram pelan dan menutupi wajahnya dengan selimut. Gadis itu berdecak kesal melihatnya, dengan langkah cepat ia mendekat ke arah ranjang dan menyibak selimut pria itu.


“Oh ayolah Ira! Aku baru bisa tidur pagi ini karena dirimu dan sekarang-”


“Aku sudah membuatkan nasi goreng untukmu, kalau kamu tidak turun dalam 5 menit.. maka jangan harap kamu bisa memakan masakanku.” potong Lashira. Begitu gadis itu keluar, Greyson mengacak rambutnya frustrasi. Dengan enggan pria itu bangkit dari kasurnya dan membasuh wajahnya.


Langkah Greyson terhenti saat melihat Norbert yang sedang menyantap nasi goreng bersama dengan Lashira. “Apa-apaan ini kamu memasak untukku atau untuknya?” mendengar nada kesal dalam perkataan Greyson, Norbert langsung berniat untuk menyudahi kegiatan makannya. Padahal tadinya ia ingin nambah setelah merasakan betapa enaknya masakan Lashira.


“Lanjutkan makannya kak,” ucap Lashira yang paham dengan situasi saat ini. Dia berdiri dan menyidukkan beberapa centong nasi goreng buatannya ke atas piring Greyson. “Makanlah.”


Greyson merengut sebal saat melihat beberapa anak buahnya yang keluar dari dapur sambil membawa sepiring nasi goreng. “Aku kira kau membuatnya khusus untukku.”


Norbert hampir saja tersedak ketika mendengar nada bicara Greyson, dia menutup mulutnya rapat berusaha menahan tawanya setelah melihat ekspresi Greyson. “Aku membuatnya cukup banyak, apa salahnya kalau anak buahmu juga ikut memakannya?” jawab Lashira santai.


“Kamu memasaknya sendiri?” Lashira mengangguk.


“Kalau begitu buat apa aku mempekerjakan maid-”


Perkataan Greyson terhenti saat Lashira meyuapkan sesendok nasi ke dalam mulutnya, “enak?” Greyson mengangguk.


“Tidak ada, pergilah jika makanmu sudah selesai.” usir Geyson yang diangguki patuh oleh Norbert. Setelah kepergian Norbert, keduanya tidak mengeluarkan suara sedikitpun, hanya ada suara dentingan sendok garpu yang mengisi keheningan mereka.


“Apa kamu akan berangkat kerja hari ini?” Greyson mengangguk.


“Sebenarnya aku cukup bingung dengan pekerjaanmu Grey, kenapa kamu bisa menghasilkan begitu banyak uang dengan cara kerjamu yang santai seperti ini?”


Greyson menyapukan tissue pada bibirnya yang sedikit berminyak, “kamu penasaran?” Lashira menganggukkan kepalanya.


“Kenapa?”


Lashira terdiam sebentar, “aku hanya penasaran..”


“Kalau kau ingin tahu, bersiaplah.”


Lashira ikut berdiri dari tempat duduknya saat melihat Greyson berdiri. “Kamu akan membawaku bersamamu?” tanya Lashira dengan mata berbinar penuh harap. Greyson menghela napas panjang, “itu yang kamu inginkan bukan?”

__ADS_1


Lashira menggigit bibir bawahnya cemas, “tapi ada yang harus kulakukan hari ini.”


Greyson mendekat ke arah gadis itu, “apa?”


“Aku harus mengembalikan ponselku, kak Nobert yang membelikan ini.. aku merasa tidak enak karena tetap membawa ini bersamaku padahal aku sendiri ingin menjauh dari mereka.” Greyson menyisiri rambutnya ke belakang setelah mendengar penjelasan gadisnya itu.


“Apa kau bilang? Kamu gila?!”


Mata Lashira membelalak tidak terima saat Greyson meneriakinya, “aku akan ke rumahnya hari ini. Akan kutitipi ponsel ini pada orang rumahnya.”


Greyson menahan tangan Lashira, “apa kamu ingat sekarang kita ada di mana? Kau bilang padaku untuk menyembunyikanmu, tapi tindakanmu ini sangat berlawanan dengan perkataanmu.” Lashira terdiam mendengarnya, Greyson benar.. kenapa ia bisa selabil ini?


Greyson melepas tangan gadis itu, “tapi kalau kamu masih ingin pergi.. maka pergilah.” Greyson berbalik seraya tersenyum miring, dia menghitung mundur dari lima.


Lima.


Empat.


Tiga.


Du-


Bruk!


Lashira memeluk Greyson dari belakang, “aku akan ikut.. tapi bisakah kamu menyuruh anak buahmu untuk mengembalikannya?” Greyson melepas pelukan tangan gadis itu dari tubuhnya, “kalau begitu bersiaplah.” Lashira mengangguk patuh dan langsung ke kamarnya untuk bersiap.


***


Greyson mengusap lehernya tidak nyaman saat Lashira menatapnya dengan tajam. “Jadi aku gak bisa ikut hari ini?” Greyson mengangguk. Lashira menghembuskan napas kasar, “pergilah.” Ucapnya seraya berbalik hendak


kembali ke kamarnya.


“Bawakan aku es krim saat kembali.” Greyson tersenyum tipis mendengarnya.


“Memangnya kenapa kalau dia ikut? Ini hanya pertemuan biasa.” ucap Norbert saat mereka sudah bersiap untuk naik mobil. Greyson mendongak untuk melihat Lashira yang sedang memerhatikannya dari balkon kamar gadis itu.

__ADS_1


Pria itu tersenyum tipis saat Lashira melambaikan tangan ke arahnya. Dia melihat Norbert sebentar, “aku tidak ingin dia sampai terkena masalah.”


__ADS_2