Throne Of The Heart

Throne Of The Heart
Bagian 17


__ADS_3

Lashira menutup wajahnya yang masih terasa panas. Bayangan ia mencium Greyson lebih dulu terus saja menghantui pikirannya, ia jadi merasa seperti gadis mesum saat ini. Setelah insiden Norbert memergoki keduanya, Greyson belum juga kembali.


Gadis itu melihat jam tangannya sejenak, dengan cepat ia mengambil barang-barangnya dan bergegas pergi dari sana. Langkah gadis itu semakin cepat menuruni tangga, saat ponselnya terus saja berdering dengan kencangnya. Beberapa anak buah Greyson ikut mengekori gadis itu karena khawatir ada masalah yang menimpa gadis itu.


Lashira berhenti mendadak kemudian berbalik, tatapan gadis itu menajam hingga anak buah Grey menurunkan pandangan matanya segan. "Jangan ikutin, kamu di sini aja. Nanti kalau Grey tanya tentang aku, bilang aku ada urusan mendadak."


"Oke?" lanjut gadis itu karena tidak mendapat tanggapan dari dua pria yang ada di hadapannnya kini.


Kedua pria itu saling melihat satu sama lain, namun saat melihat ekspresi wajah Lashira yang begitu serius, mau tidak mau mereka hanya bisa menuruti perkataan gadis itu. Lashira langsung menaiki mobil Greyson yang sudah siap di depan rumah, tidak lupa dia mengirimkan pesan pada Norbert untuk menyampaikannya pada Greyson.


***


Tatapan Lashira terpaku pada ayahnya yang baru saja pulang setelah bertahun-tahun meninggalkan dia dan Clarissa dengan para pembantu. "Kamu kemana saja? Ini sudah masuk jam makan malam dan kamu baru tiba sampai rumah? Ti-"


"Lashira abis ngerjain tugas kuliah mah," potong Clarissa dengan cepat.


Senna mengangguk pelan mendengar perkataan sang anak, dia tersenyum kecil pada keduanya. "Kalau gitu, ayo makan." Lashira langsung duduk di sebelah Clarissa setelah mendapat anggukan kecil dari sang ayah.


Suasana makan malam begitu hening, tak ada satupun dari mereka yang membuka suara. Clarissa sesekali melirik ke arah ayahnya karena kecanggungan ini. "Kuliah kalian gimana?" tanya sang ayah yang mulai membuka suara.


Clarissa berdehem pelan, "kampusnya bagus yah, seru juga! Apalagi temen-temen Lashira pada ganteng semua." ucapnya dengan senyuman yang terus mengembang. Lashira tersenyum kecil mendengar suara Clarissa yang begitu antusias.


Senna menyapu bibirnya dengan tissu setelah menyelesaikan makan malamnya, ia tersenyum hangat mendengarnya. Tatapannya kini beralih pada Lashira, "kamu udah punya pacar ka?" Lashira langsung tersedak karena mendapat pertanyaan yang begitu tiba-tiba.


Dengan cepat ia meneguk air minum yang ada di depannya, "ah? gak ada kok.." lirihnya sambil sesekali melirik ke arah ayahnya yang sejak tadi diam saja. "Siapa?"


Kedua mata Lashira mengedip lucu mendengar pertanyaan sang ayah, "apanya yah?"


"Pacar kamu."


Lashira menggeleng cepat, "gak ada sumpah."


"Oke."

__ADS_1


Clarissa sebisa mungkin menahan tawanya saat melihat ekspresi wajah Lashira yang tampak konyol saat ini.


"Kalau kalian punya pacar gapapa kok, asal kenalin pacar kalian ke kami. Jadi kami tahu apa pacar kalian punya bebet, bobot yang pantas untuk kalian." Lashira mengernyit tidak suka mendengar perkataan Senna. "Maksudnya?" tanya gadis itu dengan nada tidak suka.


Clarissa menelan makanannya dengan cepat, wajahnya ikut tegang karena mengerti ketidaksukaan Lashira pada perkataan sang ibu. "Ya kan mamah mau yang terbaik untuk kita, ya kan mah?" ucapnya dengan senyum kaku. Senna mengangguk, membenarkan perkataan Clarissa.


"Terus kalau gak sesuai, gimana?" tanya Lashira yang tidak menghiraukan kode lirikan Clarissa.


"Ya putuslah, banyak cowo yang lebih baik di luar sana, lagian kamu kenapa nanya kaya gitu? Emangnya kamu udah punya cowo?" Senna tidak menyadari perubahan mimik wajah Lashira yang berubah menjadi datar sekarang. "Mau aku punya pacar atau engga, bukan urusan kalian. Aku permisi." ucap Lashira yang langsung meninggalkan meja makan.


Clarissa memejamkan matanya erat seraya menggigit bibir bawahnya khawatir saat melihat wajah kaku sang ayah. "Lanjutkan makan kalian," ucap sang ayah menyusul Lashira ke kamarnya.


"Mamah apa-apaan sih?"


"Apa? Emangnya ada yang salah dari ucapan mamah? Dianya aja yang aneh." balas Senna tidak peduli sama sekali. Wanita itu kembali melanjutkan kegiatan makannya dengan santai. Clarissa membanting alat makannya dengan kesal lalu pergi dari sana.


"Dasar anak ****."


Lashira hanya melihat sekilas saat sang ayah masuk ke dalam kamarnya. Dia membereskan kamarnya dengan perasaan kesal, sengaja memerlihatkan pada sang ayah berharap sang ayah menegerti dengan perasaannya. "Mau sampai kapan kamu kaya gitu?"


"Ayah tunggu perubahan sikap kamu pada mamah Senna, kalau sampai besok kamu masih tidak berubah.. Ayah akan mencabut semua fasilitas kamu." Setelah berkata seperti itu, ayahnya langsung keluar dari kamarnya.


"Arggh!" teriak Lashira seraya membanting gelas yang terletak tidak jauh darinya.


Dengan cepat ia menghapus air mata yang tiba-tiba saja keluar dari kelopak matanya, dia menatap ponselnya yang berdering menampilkan nama Greyson di layar ponselnya. "Halo?"


"Kamu nangis?"


Lashira memutar bola matanya jengah, "kenapa?"


"Kamu yang kenapa?"


"Apaan sih kamu, kenapa malem-malem telpon?" Lashira merebahkan dirinya di kasur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Besok kamu mau ikut denganku?"


"Kemana?"


"Kencan."


***


Selesai jam kuliah, Lashira langsung berlari ke halte belakang kampus untuk menemui Greyson. "Kita mau ke mana?" gadis itu langsung mengenakan seatbelt sesaat setelah memasuki mobil Greyson. "Kamu mau ke mana?" tanya Greyson balik.


Lashira mengernyitkan dahinya bingung, entah kenapa ia merasa ada yang salah di sini. "Tunggu, kayanya ada yang salah deh. Kan kamu yang ngajak pergi, kenapa nanya ke aku?"


"Aku mau ngajakin kamu ke tempat yang pengen kamu kunjungin." Lashira tersenyum senang, "kemana aja terserah aku?" Greyson mengangguk.


"Kalau gitu, aku pengen ke jogja."


"Oke," balas Greyson yang langsung menyalakan mobilnya.


Tanpa bersiap terlebih dahulu, mereka langsung berangkat ke jogja. Selama perjalanan, Lashira hanya tertidur pulas, gadis itu bahkan tidak terbangun saat ponselnya terus saja berdering dengan kencang. Greyson masuk ke dalam rest area untuk mengisi bahan bakar sebentar. Selagi mengisi bahan bakar, Greyson membuka ponsel gadis itu.. banyak sekali panggilan tak terjawab dari Clarissa dan teman-temannya.


Dengan terpaksa, ia membangunkan gadis itu saat melihat salah satu pesan Clarissa yang mengatakan ayah mereka akan marah jika Lashira tidak langsung pulang setelah kuliah hari ini.


"Biarin aja.." gumam gadis seraya menggeliat hendak tidur kembali. Namun mata gadis itu langsung terbuka lebar saat mendengar perkataan Greyson, "ayah kamu.." Dengan cepat ia merampas ponselnya dan mengangkat panggilan dari sang ayah.


"Kamu kemana Lashira Ardiansyah?"


"Kenapa?" balas gadis itu dengan nada tenang.


"Kamu gak ingat perkataan ayah yang kemarin?"


"Ingat, ayah mau cabut fasilitas aku kan? Silakan. Aku gak akan pulang mulai malam ini, itu kan yang ayah mau? Bahkan kalau ayah mau blokir semua kartu yang ayah kasih ke aku, aku gak akan protes. Kalau begitu silakan bersenang-senang dengan keluarga baru anda, bapak Rudi Ardiansyah yang terhormat."


Setelah berbicara panjang lebar seperti itu, Lashira langsung menutup panggilan dan mematikan ponselnya. Gadis itu mengambil kartu provider yang ia pakai dan mematahkannya menjadi dua. Greyson mengernyit melihat hal itu.

__ADS_1


Lashira menoleh, "Sembunyikan aku."


__ADS_2