Throne Of The Heart

Throne Of The Heart
Bagian 45


__ADS_3

“Kau ingin bertemu dengan Chris?” tanya Severin untuk kedua kalinya karena masih tidak mempercayai apa yang tadi ditangkap oleh fungsi pendengarannya.


Lashira mengangguk malas karena respons Severin sangat berlebihan menurutnya.


“Jangan sampai Greyson tahu tentang hal ini.”


Severin mengangguk mengerti. “Itu sebabnya kau menerobos masuk ke dalam kamarku dan memilih mengatakannya di sini?” tanyanya yang langsung diangguki benar oleh Lashira.


Saat ini keduanya berada di dalam kamar pribadi milik Severin, satu-satunya kamar yang tidak terpasang alat penyadap suara ataupun kamera pengawas di mansion ini karena itu memang syarat mutlak yang diberikan Severin untuk Greyson terkait hubungan kerja mereka.


“Tapi kau tidak memikirkan bagaimana keadaanku nanti setelah ini? Greyson pasti akan langsung memerintahkan Norbert untuk memasangkan kamera pengawas dan penyadap suara juga di kamarku meski aku menolaknya mentah-mentah.”


“Maaf aku tak memikirkannya sampai ke sana. Aku memang sengaja melakukannya karena hari ini aku sedikit kesal dengannya. Ya jadi begitulah,” ujar Lashira santai.


Dan sesuai dugaan Lashira, Greyson yang ternyata menunggu keduanya di depan kamar Severin langsung menarik Lashira masuk ke kamar mereka dan mendudukan gadis itu di sofa. “Apa yang kau lakukan tadi?”


“Apa?” tanya Lashira balik dengan nada jutek. Gadis itu menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan bersandar pada sofa dengan ekspresi wajah datar. Kedua matanya menatap Greyson dengan tajam, tiba-tiba rasa kesalnya kembali muncul di permukaan karena melihat wajah Greyson saat ini.


“Apa yang kau lakukan dengan Severin tadi? Kau sengaja memancing kemarahanku?”


“Ya,” balas Lashira langsung tanpa berpikir lagi.


“Ira-”


“Aku kesal denganmu seharian ini, Grey! Kalau memang kau tidak setuju dengan permintaanku terkait David tadi siang, kau bisa menolaknya. Aku tidak akan memaksa karna mungkin kau memiliki alasan tertentu. Tapi kau malah meragukan pernyataan cintaku dan mengabaikan seluruh teleponku!” Lashira berhenti sejenak untuk mengambil napas setelah berkata sepanjang itu.


“Kau kekanakan!” lanjutnya seraya melempar bantal sofa ke kepala Greyson untuk melampiaskan seluruh sisa kekesalannya pada pria itu, sayangnya Greyson berhasil menangkis lemparan itu dengan lengannya.

__ADS_1


“Aku memang kekanakan, kau baru tahu? Kau membuatku melambung begitu tinggi dengan pernyataan cintamu dan setelah itu kau langsung menghempaskanku ke tanah karena permintaanmu. Seolah-olah pernyataan cintamu itu hanya ditujukan untuk-”


“Aku malu bodoh! Greyson bodoh! Aku berusaha mengalihkan pembicaraanmu karena terlalu malu dan berdebar karena godaanmu! Kau pria terbodoh yang pernah kukenal! Bodoh!” teriak Lashira seraya bangkit dan melempari wajah Greyson dengan bantal sofa sekali lagi.


Setelah itu Lashira langsung kabur keluar dari sana karena merasa gerah, kesal, sekaligus malu. Sementara itu Greyson malah membeku di tempatnya alih-alih mengejar Lashira ke luar.


***


Clarissa tersenyum paksa saat salah satu sahabatnya –Angel– menarik dirinya untuk menonton film India di kamar kost gadis itu. “Oh ayolah! Film yang akan kita tonton ini seru, aku jamin itu karena aku sudah pernah menonton film ini sebelumnya.” Angel mulai membujuk karena menyadari keengganan Clarissa.


Dalam hati Clarissa memaki sahabatnya karena untuk apa menonton lagi film yang sudah ditonton? Bukankah itu hanya membuang-buang waktu? “Oke, tentang apa?” tanya Clarissa.


“Cinta segitiga.”


Clarissa langsung bangkit dari sofa dan bersiap untuk pergi setelah mendengar dua kata itu. Karena sudah pasti jalan cerita film itu akan seperti drama menyebalkan yang hanya bisa membuatnya kesal.


“Ini berbeda, situasinya agak sama seperti dirimu. Dan mungkin saja justru film ini akan memberimu sedikit inspirasi.” Clarissa diam saja saat Angel kembali mendudukan dirinya di sofa dan mulai memutar film-nya.


Selama bertahun-tahun yang membalas pesan Raj selama ini adalah Pooja karena Tina ternyata tak menaruh hati pada Raj. Tiba saat Raj pulang ke India, ia tak tahu kalau selama ini yang membalas pesannya adalah Pooja.


Begitu tahu yang membalas selama ini adalah Pooja, Raj kemudian jatuh hati pada Pooja. Pooja pun ternyata juga jatuh hati pada Raj. Namun masalahnya, Tina juga mulai menyukai Raj.


Dan setelah menonton film itu sampai abis, Clarissa terdiam memikirkan permasalahannya dengan Greyson dan sang kakak. Hatinya gelisah memikirkan kemungkinan bahwa sebenarnya Greyson tidak jatuh hati pada sang kakak, melainkan orang yang selama ini bertukar pesan dengannya seperti yang terjadi pada Raj di film itu.


Clarissa benar-benar tidak tidur semalaman karena kegelisahannya. Biar bagaimanapun, semua ini berawal karenanya. Karena dialah sang kakak jadi bisa berhubungan dengan Greyson dan karena dia juga Greyson bisa jatuh hati pada Lashira.


“Hey, Sayang! Tidurmu nyenyak?” Clarissa tidak menjawab pertanyaan ibunya. Dia hanya tersenyum kecil sebagai jawaban atas pertanyaan Senna.

__ADS_1


“Pagi, Yah.” Rudi hanya berdehem pelan menanggapi sapaan anak sambungnya.


Mereka menikmati sarapan dalam diam. Rudi mengernyitkan dahinya saat merasakan ada sesuatu yang berbeda hari ini. Tatapan matanya langsung mengarah pada anak sambungnya, pagi ini entah kenapa ia merasa anak sambungnya itu sedang menyembunyikan sesuatu karena tidak biasanya anak sambungnya itu setenang ini.


“Clarissa, Ayah tunggu di ruang kerja sekarang. Ayah mau ngomong sama kamu sebentar.” Rudi yang sudah menyelesaikan sarapannya langsung memerintahkan anak sambungnya itu ke ruang kerja.


Clarissa mengangguk patuh, ia pun mengekori Rudi ke ruang kerjanya. Senna hanya menatap keduanya datar dan melanjutkan sarapannya.


“Kenapa, Yah?”


“Kamu ada masalah apa?” tanya Rudi.


Clarissa tersenyum lebar karena menyadari kekhawatiran sang ayah. “Rissa gak papa kok, cuma kepikiran sama kak Lashira doang.”


“Kamu gak perlu khawatir sama dia-”


“Ayah … aku tau sebenernya Ayah juga khawatir sama kak Lashira, ‘kan? Ira pasti mau pulang kalau Ayah mau bujuk Ira, dia gak akan nolak kalau Ayah yang minta dia pulang. Ayah mau ‘kan bujuk dia?” Clarissa langsung memotong perkataan sang ayah dan lanjut memohon pada ayah sambungnya itu.


Rudi menghembuskan napas panjang. “Ayah harus pergi sekarang,” pamitnya enggan menanggapi permintaan anak sambungnya itu.


Clarissa menatap datar punggung Rudi yang menjauh, dari sini saja Clarissa bisa merasakan perbedaan rasa kasih yang dimiliki oleh Rudi padanya dengan rasa kasih ayah sambungnya itu pada Lashira.


Sampai kapanpun Clarissa tidak akan pernah bisa menggeser posisi Lashira di hati ayah sambungnya. Sama seperti, mamahnya yang hingga saat ini juga tidak berhasil menggeser posisi bunda Lashira di hati sang ayah sambung.


Clarissa menyalakan ponselnya untuk menghubungi seseorang yang sekiranya bisa membuatnya bertemu dengan Lashira, syukur-syukur juga bisa membuatnya bertemu dengan Greyson juga.


“Halo Kak, hari ini sibuk gak?” tanya Clarissa dengan excited.

__ADS_1


“Kalau engga, aku boleh minta bantuan Kakak?” Jantung Clarissa bertalu-talu menunggu jawaban dari orang di seberang sana. Ia berharap orang di seberang sana bisa dan mau membantunya untuk bisa bertemu dengan Lashira.


 


__ADS_2