
“Kapan berangkat?”
“Minggu ini,” balas Lashira singkat.
“Bonyok baru pulangnya minggu ini, lo gak nyusul seninnya aja?” dahi Lashira mengerut mendengar perkataan Clarissa. Trus apa masalahnya? pikir Lashira.
Lashira menaruh buku yang sedang ia baca, lalu menatap Clarissa. “Kenapa?”
“Waktu bonyok pulang terakhir kali, lo kan gak ada di rumah.” Lashira mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Terus apa masalahnya?”
“Ya masa pas bonyok pulang lagi, lo nya malah gak ada.” rengek Clarissa. Dia menoleh ke arah Lashira yang terdiam tidak membalas perkataannya.
Glek!
Ekspresi dan tatapan itu- , batin Clarissa.
“Ternyata masih ya?” ujar Lashira dengan nada datar, gadis itu langsung pergi meninggalkan Clarissa yang membeku di tempatnya.
Besoknya, Leon menjemput Lashira untuk berangkat bersama. “Ada Lashiranya?” tanya Leon saat Clarissa membukakan pintu untuknya.
Clarissa mengangguk pelan, “lo duduk aja dulu, biar gue panggil si Ira.”
Sambil menunggu Lashira, Leon mengernyit bingung saat melihat ponsel Clarissa yang tergeletak di atas meja. Foto seorang pria yang entah kenapa tidak asing di mata Leon. Gue kaya pernah liat, tapi dimana? pikir Leon.
Sampai suara derap langkah Lashira mengalihkan perhatiannya, “udah siap?” tanyanya pada Lashira yang dibalas senyuman oleh gadis itu. Leon ikut tersenyum melihatnya, “Clar pamit ya!” teriaknya pada Clarissa yang memperhatikan dari lantai atas.
Lashira langsung berlalu dengan Leon yang mengikutinya dari belakang. Jelas sekali hari ini Lashira terlihat sangat berbeda, biasanya gadis itu akan menawarinya sarapan terlebih dahulu namun sekarang. Bukan, bukan karena Leon ingin menumpang makan tapi- ah sudahlah.
“Kak kita sarapan dulu yuk, di depan biasanya ada tukang bubur.. Kakak gapapa kan makan bubur yang dibeli di pinggir jalan?” Leon tersentak, baru saja dia memikirkannya. Hampir saja dia memikirkan hal yang tidak-tidak tentang gadis itu.
“Gak masalah kok, tapi kita makan di rumahnya Chika aja ya.. Kalau di pinggir jalan susah parkir mobilnya.” Lashira mengangguk pelan.
Leon meminggirkan mobilnya saat Lashira menunjuk ke tukang bubur, “kamu aja yang turun ya.” Lashira mengangguk dan bergegas turun dari mobil.
__ADS_1
“Mang buburnya empat ya!”
“Eh neng Ira, kirain siapa.. Mobilnya beda sih, mamang teh jadi gak ngenalin.” Senyum Lashira mengembang mendengar perkataan tukang bubur langganannya.
“Oh iya yang satu jangan pake kacang ya mang.”
“Siap neng!”
Di rumah Chika..
“Pagi kak!” Chika langsung menoleh saat mendengar suara Lashira yang begitu semangat.
Chika mengambil kantung plastik yang ada di tangan Lashira, “semangat banget kamu.”
“Gak ada kelas soalnya,” balasnya dengan senyuman lebar. Chika mengedarkan pandangannya ke segala arah, Lashira mengangkat kedua alisnya karena bingung dengan apa yang sedang Chika cari.
“Kakak cari apa?”
Chika menggeleng pelan saat melihat Leon dengan Nobert yang baru saja datang. Chika menatap Leon dan Lashira bergantian, “kalian berangkat bareng kan?” Lashira mengangguk membenarkan pertanyaan Chika.
Chika mengangguk mengerti, “pantes..”
“Kamu beli empat buat siapa aja?” tanya Nobert. Pria itu sudah membokar isi dua kantung plastik yang tadi dibawa Lashira.
Dahi gadis itu semakin berkerut karena bingung dengan pertanyaan Nobert, “ya buat kita berempat.”
“Lo mau makan bubur, Yon?” ujar Nobert tidak menyangka.
Leon membalasnya dengan anggukan malas, dia langsung duduk di samping Lashira dan bersandar pada bahu gadis itu. Melihat itu Nobert langsung memukul kepala Leon dengan kencang, “kebiasaan lo! Udah tau nih bocah gak biasa sama kontak fisik,” omel Nobert.
“Justru itu, makanya gue nempel-nempel sama dia.”
“Oh! Kak Theo!” ketiganya menoleh ke arah pintu saat mendengar perkataan Lashira. Chika langsung berdiri dan dengan cepat menghampiri Theo.
Plak!
__ADS_1
Nobert dan Leon diam, mereka berdua sudah memperkirakan hal ini. Sedangkan Lashira, gadis itu membelalak kaget karena baru kali ini dia melihat kekerasan di depan matanya langsung.
Dengan santainya Chika duduk kembali di tempat semula, “masih hidup ternyata? Puas ya gak kasih kabar beberapa hari ini?” ujarnya seraya menyiapkan bubur ayam yang sedari tadi belum dimakan oleh mereka.
“Ayo makan, Ira udah bawain bubur buat kita.”
Lashira menatapTheo dengan tidak enak, “tapi aku cuma beli empat doang.. soalnya aku kira kak Theo gak dateng lagi hari ini.”
“Kak Theo makan bagian aku aja ya, tapi maaf gak ada kacangnya.” Lanjut Lashira yang membuat Theo menggeleng tegas.
“Gak usah,” balas Theo dengan suara serak, membuat Lashira semakin merasa bersalah.
Leon memberi bagiannya pada Theo, “lu makan aja bagian gue.. Ntar gue bagi punyanya Ira aja.”
“Bareng ya?” Lashira mengangguk kaku, mengiyakan perkataan Leon.
“Gue gak usah, lu aja yang makan..” ucap Theo masih dengan suara serak.
Baru Leon akan membalas, Lashira sudah menyelanya. “Gapapa kak makan aja, aku juga gak pernah habis kok kalau makan bubur.. Jadi aku barengan aja sama kak Leon.” Akhirnya Theo pun mengikuti kata-kata Lashira.
Setelah selesai, Chika membereskan sisanya dibantu oleh Lashira. “Tumbenan banget nih cewe,” gumam Leon yang tidak melepaskan pandangannya dari Chika.
Nobert mengangguk setuju, baru kali ini mereka melihat Chika seperti ini. Biasanya gadis itu akan langsung memanggil salah satu pembantunya untuk membereskannya. “Bacot lu semua!”
Leon beralih menatap Theo yang masih saja diam, “lo gak mau jelasin sesuatu?”
“Apa yang harus gue jelasin?” Leon menahan diri untuk tidak mengumpat mengingat ada Lashira juga di sini. Tapi mulutnya sudah gatal sekali ingin mencecar Theo yang terlihat biasa saja dan tidak merasa bersalah sedikitpun.
Baru saja Leon akan kembali membuka mulutnya, Lashira datang dengan Chika di belakangnya sambil membawa camilan. “Kalian ngomongin apa? Serius amat.” Kedua alis Lashira terangkat dengan senyuman di wajahnya, menunggu jawaban dari ketiga pria itu.
“Mereka cuma nanyain, aku kemana aja dari kemarin gak ada kabar.” Nobert mengangguk setuju mendengar penjelasan Theo.
“Eh iya, emang kakak kemana aja?”
Mampus kemakan jawaban sendiri! batin Nobert dan Leon bersamaan. Keduanya tersenyum puas saat melihat pertama kalinya Theo kebingungan untuk menjawab pertanyaan seorang Lashira.
__ADS_1