
Severin bertepuk tangan sangat kencang saat Nobert dan kawan-kawan sudah pergi dari mansion setelah Lashira mengusir mereka secara halus. Lashira tidak menghiraukan Severin dan fokus mengobati telapak tangan Greyson yang terkena rokok tadi.
Setelah Lashira mengusir Nobert dan kawan-kawan, Lashira langsung menyeret Greyson ke dapur dan mengucurkan air di telapak tangan pria itu.
Greyson dari tadi hanya diam saja memperhatikan setiap ekspresi yang dikeluarkan Lashira saat mengobatinya. “Kau sangat-sangat menyebalkan, Grey. Kau tahu itu?” kesal Lashira setelah selesai mengobati bibir dan telapak tangan Greyson.
Kini perhatian Lashira teralihkan pada David. “Kau siapa? Adiknya Greyson?” tanya Lashira dengan nada tidak yakin.
“Dia anakku,” balas Greyson membuat Lashira terperangah.
“Kamu setua apa Grey? Kalau anakmu saja sudah SMA, berarti-”
“Dia anak didikku, jangan lanjutkan khayalan gilamu itu.” Greyson memotong dengan nada kesal. Tentu saja, dia sudah dibuat kesal oleh Lashira karena harus berdiri di depan kamar seharian ini.
Lashira mengernyit tidak terima saat menyadari nada bicara Greyson yang terdengar kesal. “Harusnya aku yang kesal di sini Grey. Pertama kau menciumku tanpa izin, kedua … kau ternyata masih berhubungan dengan j*l*ngmu tanpa sepengetahuanku, dan kau merokok diam-diam di belakangku!”
Severin yang merasa terlibat soal ciuman tadi pagi pun pergi secara perlahan.
“Ah sudahlah! Percuma saja aku mengoceh seperti ini … dan kau! Sini! Lukamu harus diobati agar tidak mati.” David yang merasa dipanggil pun mendekat ke arah Lashira.
“Siapa namamu?” tanya Lashira seraya membersihkan luka David dengan hati-hati. Bahkan gadis itu meniupi lukanya agar tidak terlalu terasa perih saat bertemu dengan kapas.
“David.”
“Umur?” tanya Lashira lagi.
“17 tahun ….”
Lashira langsung mendongak mendengar jawaban David, ternyata ia hanya berbeda beberapa tahun saja dengan laki-laki itu.
“Wajahmu terlalu imut, kukira kau berusia 14 tahun … tapi saat melihat warna seragammu tadi aku jadi ragu akan hal itu.”
“Cukup mengobatinya, biarkan Marie yang akan melanjutkan. Sekarang kau selesaikan urusanmu denganku dulu.” Greyson menarik Lashira untuk ikut dengannya.
“Shh! Grey! It’s hurt!” sentak Lashira berusaha untuk melepaskan genggaman Greyson yang terlalu kencang.
__ADS_1
Greyson menghentikan langkahnya sebentar dan melonggarkan genggamannya. “Better?” tanyanya yang diangguki kecil oleh Lashira.
Lashira mengikuti langkah kaki Greyson yang menuju kamar mereka dengan kepala tertunduk. Sesekali ia melihat ke arah tangannya yang digenggam lembut oleh Greyson.
“Aku tidak ingin tidur di kamarmu Grey, aku ingin tidur di kamar yang lain.” Lashira menarik tangannya dari genggaman Greyson hingga terlepas.
Greyson dengan cepat menangkap tangan Lashira yang satunya saat gadis itu hendak berbalik. “Ra, please … we need to talk.”
Lashira sempat terdiam sebentar karena terkejut mendengar suara Greyson yang terdengar putus asa di telinganya. Dia pun menurut saat Greyson menggiringnya untuk duduk di pinggiran tempat tidur.
“Sorry,” ujar Greyson.
Lashira mengangkat kepalanya untuk menatap mata Greyson. “For what?” tanyanya dengan suara yang sangat pelan hampir menyerupai bisikan.
“For everything. Aku tidak bisa mengendalikan diri akhir-akhir ini dan soal perkataan Norbert … semenjak kamu tinggal denganku, aku tidak pernah menyentuh wanita lain. Aku berani bersumpah untuk itu.”
“Bohong sekali, buktinya kamu jarang menghubungiku selama di Kanada. Kamu juga tidak mengajakku ke sana karena ingin menghabiskan waktu dengan wanita-wanitamu, ‘kan?” racau Lashira.
Greyson mengernyit tidak terima. Bagaimana bisa Lashira berpikiran serendah itu padanya? Pikir pria itu kesal. “Siapa yang meracuni pikiranmu selama aku di sana? Pemikiran yang sangat-sangat tidak masuk akal seperti itu, hah ….”
Greyson kehabisan kata-kata.
Lashira menggulum bibirnya gelisah. Di satu sisi ia percaya dengan perkataan Greyson, tapi di sisi lain ia juga ragu.
“Lalu kenapa dia masih berusaha menemuimu ke kantor?” tanya Lashira lagi.
Greyson mendekat hendak memeluk Lashira, namun Lashira dengan cepat menjauhkan tubuhnya. “Setidaknya biarkan aku memelukmu!” ujar Greyson frustrasi.
Lashira menggeleng dengan tegas. Gadis itu sadar bahwa ia mudah tenggelam dalam pesona Greyson dan ia tidak sedang ingin dikontrol oleh pria itu saat ini.
“Itu karena aku menyabut dana investasiku di agensi perusahaan mereka, makanya dia berusaha untuk menemuiku. D*mn! Biarkan aku memelukmu atau aku bisa gila saat ini juga!” Greyson berteriak frustrasi karena Lashira selalu menjauh dan menepis tangannya.
Lashira menatap Greyson dengan serius. “Kau akan mati di tanganku kalau kau berbohong!”
“Lakukan saja. Sekarang beri aku pelukan.”
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun lagi, Lashira mendekatkan tubuhnya dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Greyson. “Maafkan aku karena terlalu kekanakan,” ujar Lashira menyesal.
Setelah mendengar penjelasan Greyson, Lashira langsung menyadari jika ia bertingkah kekanakan hari ini. Perasaan kacau yang tidak bisa dihilangkan ini benar-benar mengacaukan kerja otaknya.
“Semuanya baik-baik saja?” tanya Greyson seraya menepuk-nepuk punggung Lashira pelan.
Lashira menggeleng pelan dalam pelukan Greyson. “Semuanya kacau setelah kamu pergi ke Kanada, aku kebingungan banget …,” lirihnya pelan.
“Kau ingin pergi dari sini? Aku masih memiliki beberapa tempat yang belum mereka-”
Lashira melepaskan pelukannya dan duduk dengan tegak. Gadis itu menggeleng ragu, “aku tidak ingin melarikan diri lagi. Aku ingin menyelesaikan semua ini dan hidup tenang di sisimu. Rasanya sangat menyebalkan karena hal ini terus saja mengusikku beberapa hari terakhir.”
“Aku akan membantumu.”
***
“Kalian sudah lihat sendiri bagaimana keadaannya bersama Greyson kan? Kalian masih ingin melanjutkannya?” tanya Nobert pada Leon dan Theo.
Leon melihat Chika lewat kaca. “Bagaimana menurutmu Chik?” Pria itu malah melempar pertanyaan Nobert pada Chika.
“Kalian masih memerlukan pendapatku?” balas Chika tidak bersahabat.
“Tentu saja, makanya kau berada di sini sekarang.”
Setelah itu hening, bahkan saat sampai di rumah Chika … mereka masih tidak ada yang berniat untuk memecahkan keheningan canggung ini.
Saat ini mereka hanya tinggal bertiga saja di dalam ini. “Sebelum perasaan cinta Lashira pada Greyson menjadi lebih dalam, aku harus berhasil memisahkan mereka.”
Leon dan Nobert saling pandang setelah mendengar perkataan Theo.
“Greyson tidak akan pernah bisa yang namanya mencintai dan aku tidak ingin Lashira menjadi objek obsesi Greyson,” ujar Theo.
“Aku tidak peduli siapa yang akan bersama dengan Lashira nantinya. Yang menjadi tujuan utama yang menjadi prioritasku saat ini adalah memperbaiki hubungan keluargaku dengan Lashira.”
Theo mengernyit tidak suka mendengar perkataan Nobert. “Kau setuju jika Lashira bersama dengan Greyson?”
__ADS_1
“Siapapun itu, jika Lashira merasa bahagia … maka aku akan ikut berbahagia bersamanya.”
Leon hanya diam mendengar keduanya.