
“Kau bahkan tidak bisa menutupi keraguanmu lewat ekspresi wajahmu, Grey. Gadismu itu tidak se-sederhana penampilannya Grey, cara berpikir dan bertindaknya jauh lebih berhati-hati dari yang kelihatannya selama ini.”
“Tapi-”
“Jika itu sangat penting, ia pasti tidak akan membeberkannya padamu dengan mudah. Selamat berusaha lebih keras, Tuan Masson.” Severin tersenyum lebih lebar untuk menambah rasa kesal Greyson.
“Jangan banyak bicara, untuk apa kau di sini?”
“Ah aku sampai lupa dengan tujuanku. Dua hari lagi di club, wanita itu akan menunggumu di sana. Kuharap kau tidak akan melewatkan ini, aku sudah bersusah payah membuatnya senang agar kau bisa bertemu langsung dengannya.”
Greyson mengangguk. “Kalau begitu ikutlah untuk memastikan perjuanganmu masuk rumah sakit tidak sia-sia begitu saja.”
Ceklek!
Pintu kamar terbuka, keduanya serentak menoleh ke arah Lashira yang menyembulkan kepalanya di sela-sela pintu yang terbuka sedikit. “Apa aku mengganggu percakapan kalian?”
“Hai! Kita bertemu lagi, apa kau masih ingat denganku?” sapa Severin membuat Lashira terdiam. Greyson pun tidak berusaha untuk menghentikan Severin karena dia sendiripun ingin melihat reaksi Lashira.
“Maaf tapi aku tidak mengenalmu,” balas Lashira masih di posisi yang sama.
“Kemarilah!” Greyson menggerakkan telunjuknya agar gadis itu mendekat. Lashira akhirnya dengan ragu menghampiri keduanya. Dengan lembut Greyson menarik Lashira untuk duduk di pangkuannya.
Severin tersenyum tipis melihat interaksi keduanya. “Sayang sekali kau tidak mengingatku … atau kuingatkan saja?” Seraya tersenyum manis, Severin mengeluarkan pistol dan menodongkannya tepat di dahi gadis itu.
Bisa Greyson rasakan bahwa tubuh Lashira menegang. Kedua mata Lashira terpejam erat. “Grey…,” lirih gadis itu ketakutan. Kedua tangannya meremas kuat celana yang ia pakai.
“Sev!” Greyson memperingati Severin.
“Kau ingin tahu kejadian dua tahun lalu kan? Dia persis seperti ini, tubuhnya langsung kaku dengan mata yang terpejam erat … bukankah semakin menarik untuk menghabisinya? Tapi namamu keluar dari mulutnya seperti tadi.”
“Aku sudah tidak penasaran dengan apa yang terjadi dua tahun lalu, jadi hentikan.” Lashira membuka matanya saat mendengar perkataan Greyson.
Severin mengangguk setuju. “Baiklah.” Ia kembali menyimpan pistolnya.
“Pergilah kalau urusanmu sudah selesai di sini,” usir Greyson terang-terangan.
“Kau jahat sekali, padahal tadi pagi kau menjengukku ke rumah sakit … seharusnya kau tahu kan kalau aku masih belum seharusnya keluar dari sana? Aku bahkan-”
__ADS_1
Severin berhenti berbicara saat Norbert datang dengan satu koper yang berukuran besar. “Kok dia di sini? Oh aku lupa kalo dia titisan setan makanya udah keluar aja dari rumah sakit.”
“Sebenernya belom boleh sama dokternya tapi begitu ku ancam sedikit dia langsung memperbolehkan.”
Norbert salah fokus dengan Lashira yang sejak tadi tidak melepaskan pandangannya dari wajah Greyson. “Ra? Are you ok?” tanyanya yang berhasil menyadarkan Lashira.
“Hah? Eh! Kak Norbert bawa koper buat apa?” tanya Lashira yang baru menyadari kedatangan Norbert.
“Grey yang minta buat barang-barang kalian katanya,” jelas Norbert.
Lashira bangun dari pangkuan Greyson dan mengambil alih koper yang ada di tangan Norbert. “Kalian lanjut aja….” Begitu Lashira masuk ke dalam kamar, Severin langsung tergelak karena hari ini ia melihat sisi lain kedua partner-nya yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
“Berhenti atau kakiku yang akan bertindak,” ancam Greyson. Dan benar saja, Severin langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
“Dan kau Norbert, pesankan makanan.” Greyson langsung masuk ke dalam kamar setelah berkata seperti itu.
***
Kepulangan mereka diundur, Lashira tampaknya sudah terbiasa menghadapi perkataan Greyson yang selalu berubah-ubah belakangan ini.
“Kamu mau ke mana tengah malam begini?” tanya Lashira mengejutkan Greyson yang sedang bersiap.
“Aku ikut.”
Greyson langsung menoleh dan mengerutkan dahinya tidak setuju. “Gak ada. Tetap di sini dan jangan membantah.”
“Aku ikut.” Lashira kekeh dengan kemauannya. Bahkan gadis itu langsung mengambil jaket
tebal dari koper dan memakainya.
“Aku ikut.”
Greyson menghembuskan napas kasar. “Tapi kau harus menempel padaku seperti permen karet, mengerti?” perintah Greyson mutlak. Sesuai perintah Lashira langsung memeluk lengan Greyson erat.
Dan Lashira mulai menyesali keputusannya untuk ikut dengan Greyson saat mereka tiba di sebuah club malam. Tangan Lashira langsung berpindah, dari yang tadinya memeluk lengan Greyson berubah menjadi memeluk pinggang pria itu.
Beberapa pengunjung lain memandangi Lashira dengan tatapan aneh. Tentu saja karena dia benar-benar salah kostum sekarang. Dia hanya memakai kaos dan celana panjang dengan jaket tebal di tubuhnya. Bahkan rambutnya hanya dicepol asal tanpa disisir.
__ADS_1
Mereka naik ke lantai atas, untunglah di sana lebih lengang daripada di lantai bawah. Lashira memutuskan untuk melepas pelukannya dan beralih menggenggam tangan Greyson agar lebih leluasa berjalan.
Greyson membawa Lashira ke dalam ruangan pribadinya, di sana sudah ada Severin yang sejak tadi menunggu kedatangan Greyson. “Kukira kau tidak datang,” ujarnya sesekali melihat ke arah Lashira yang saat ini sedang bersembunyi di balik badan Greyson.
“Di mana wanita itu?” tanya Greyson.
“Dia menunggumu di ruanganku.”
“Ruanganmu?” tanya Greyson lagi dan diangguki oleh Severin.
Greyson berbalik dan mencium kening Lashira. “Kamu tunggu di dalam ruanganku, Severin akan menjagamu.” Greyson melepaskan tangan Lashira yang enggan melepas coatnya.
“Aku tidak mau, Grey. Kamu bilang aku harus menempel denganmu jika ingin ikut.” Lashira kembali memeluk pinggang Greyson, sepertinya gadis itu masih sedikit takut karena Severin sempat menodongkan senjata api di kepalanya tempo hari.
Greyson menghembuskan napas panjang. “Tapi kau harus istirahat, ini sudah hampir pagi.” Greyson menangkup pipi Lashira dan mengusapnya lembut. Lashira diam saja saat Greyson mulai menjauh darinya tapi saat Greyson sudah keluar dari ruangan ini, gadis itu berlari mengejarnya.
Severin mendengus sebal melihatnya. "Dasar lovebird," ejeknya.
"Kenapa?" tanya Greyson karena Lashira tiba-tiba menarik tangannya untuk berhenti, dia diam saja dan membiarkan Lashira memeluknya.
Lashira melepaskan pelukannya dan beralih menggenggam tangan Greyson yang mulai menangkup wajahnya lagi. “Apa kau akan melakukan pembicaraan penting? Kalau begitu-”
“Kitten? Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya seorang wanita yang langsung menghampiri Lashira. Greyson dan Severin terdiam, mereka cukup terkejut karena wanita itu rupanya kenal dengan Lashira.
“Siapa?” Lashira terlihat kebingungan namun ia membiarkan wanita tadi memeluknya bahkan tautan tangannya dengan Greyson terlepas begitu saja.
“Panggil aku Aunty, ah tidak. Panggil aku Mommy. Kenapa kau bisa sampai di sini?” ujar wanita itu membuat Lashira benar-benar kebingungan.
Lashira menoleh ke arah Greyson hingga membuat atensi wanita itu beralih pada Greyson. “Tuan Masson, ada hubungan apa kau dengan gadis ini?”
“Dia milikku,” jawab Greyson singkat padat.
Wanita itu tergelak, “jangan mengada-ada. Kau sama sekali bukan type my kitten, kau pasti menculiknya.” Severin terkekeh pelan mendengar tuduhan wanita itu pada Greyson.
“Em Aunty, eh Mommy … maaf sebelumnya, tapi aku sama sekali tidak mengenal Mommy.”
“Maafkan Mommy, nanti akan Mommy jelaskan setelah urusan Mommy dan curut ini selesai.” Wanita itu mengusap kepala Lashira pelan.
__ADS_1
“Kita selesaikan urusan kita terlebih dahulu, Tuan Masson.” Setelah berkata seperti itu, wanita tadi masuk begitu saja ke ruangan pribadinya Greyson. Sebelum mengikutinya ke ruangan, Greyson dengan cepat mencium kening Lashira.