Throne Of The Heart

Throne Of The Heart
Bagian 34


__ADS_3

“Saya Norbert sekertarisnya tuan Masson,” ujar Norbert memperkenalkan dirinya pada Chika dan Nobert.


“Dimana Greyson?” tanya Nobert tanpa basa-basi. Di bawah meja, Chika menepuk paha Nobert pelan untuk memperingati Nobert.


Norbert tersenyum tenang. “Tuan Masson sedang ada pertemuan yang tidak bisa diwakilkan oleh orang lain, jadi saya di sini untuk mewakilkan beliau.”


“Oke kalau begitu langsung ke intinya saja. Kami ingin bertemu dengan Lashira, anda pasti mengenalnya kan?” tanya Chika.


“Ada sesuatu yang harus saya sampaikan langsung pada Lashira, gadis itu memutuskan kontaknya pada kami. Dan saat ini tidak ada yang tahu dimana Lashira sekarang, hanya Greyson yang tahu pasti keberadaan gadis itu.”


Norbert mengangguk mengerti seraya tersenyum tipis. “Kalau begitu saya harus menanyakan hal itu terlebih dulu pada tuan Masson.”


Rahang Nobert mengeras mendengar penuturan Norbert. Sudah tidak bisa bertemu langsung dengan Greyson, sekarang dia juga harus menunggu lagi? Pikir Nobert sangat kesal.


***


“What the h*ll! Grey! Kanada?! Dan kau akan meninggalkanku di sini?!” Lashira memaki Greyson habis-habisan saat mengetahui tujuan pria itu mengajaknya makan malam di luar hanya untuk berpamitan padanya.


Greyson hanya diam memperhatikan reaksi gadisnya.


Lashira menarik napas panjang sebelum berbicara, “kapan kau akan kembali?”


“Tidak tahu,” jawab Greyson dengan sangat cepat.


Lashira mengangguk-anggukan kepalanya, gadis itu menggulum bibirnya kesal. “Kau tidak berniat membawaku?” tanya Lashira yang langsung mendapat gelengan tegas dari Greyson.


“Lalu kapan berangkatnya?”


“Besok.”


Mata Lashira langsung membola saat mendengar jawaban Greyson. Dia langsung meletakkan garpu dan pisau yang ada di tangannya, selera makannya rusak seketika.


“Makanmu sudah selesai?” tanya Greyson yang langsung mendapat tatapan tajam dari Lashira.


“Selera makanku hilang, seharusnya kau bilang ini setelah makan!”


Greyson menahan senyumnya melihat Lashira yang rupanya sudah sangat ketergantungan padanya, senang rasanya mengetahui jika seseorang sangat menginginkan keberadaannya. “Buka mulutmu, Aaaa.” Greyson menyodorkan daging ke depan mulut Lashira yang tertutup rapat.


Lashira merengut kesal namun dia tetap membuka mulutnya dan menerima suapan Greyson.


“Kenapa aku gak boleh ikut? Apa itu berbahaya?” tanya Lashira setelah menelan makanannya.


Lashira mencondongkan tubuhnya ke arah Greyson, wajahnya menjadi sangat dekat sekali dengan Greyson. “Kau tau? Aku tidak selemah itu Grey,” bisik Lashira.

__ADS_1


Greyson menyeringai jahil, lalu dengan secepat kilat ia mencuri kecupan di bibir Lashira. Gadis itu melotot kaget dan langsung kembali ke posisi semula. Lashira menoleh ke segala arah untuk memastikan kalau tidak ada yang melihat perbuatan mereka tadi.


“Apa aku pernah mengatakan padamu kalau kau itu sangat menyebalkan?” tanya Lashira.


Greyson mengangguk. “Kau sering mengatakannya.”


“Kau masih tidak ingin memakan makananmu?” tanya Greyson saat Lashira tak kunjung menyentuh alat makannya lagi.


Dengan enggan, Lashira kembali memegang garpu dan pisau makannya lalu mulai memakan makanannya tanpa berbicara atau membantah lagi. Greyson tersenyum kecil melihatnya, dia benar-benar berhasil menaklukan Lashira.


“Kamu tenang aja, ada Severin dan Norbert yang akan membantumu. Jaga dirimu baik-baik selagi aku pergi,” ujar Greyson.


Lashira berdecak kesal. “Kau berbicara seperti aku tidak bisa mengurus diriku dengan baik Grey. Sebelum bertemu denganmu aku biasa melakukan semuanya sendiri Grey, kau tidak perlu khawatir.”


“Baguslah kalau kau berpikir seperti itu,” balas Greyson seraya tersenyum smirk.


Setelah makan malam, Greyson membawa Lashira berjalan-jalan santai di taman. Hingga sampai tengah malam mereka baru kembali ke mansion, Dan selama itu pula Lashira enggan melepaskan genggaman tangan Greyson.


Bahkan saat di mobil Lashira juga menyandarkan kepalanya di bahu Greyson. Dan untungnya Greyson tidak mengeluhkan apapun mengenai hal itu.


Besoknya, Lashira sudah tidak melihat Greyson saat membuka matanya. Pria itu hanya meninggalkan pesan lewat tulisan ‘jaga diri baik-baik’ di selembar kertas yang sepertinya pria itu sobek asal karena begitu terburu-buru.


Setelah menyikat gigi dan mencuci wajahnya, Lashira langsung turun ke bawah untuk sarapan. Rupanya di meja makan sudah ada Severin yang juga sedang menikmati sarapannya.


“Bertemu atau tidak, memangnya kenapa?” tanya Severin balik.


Lashira menggeleng seraya mengoleskan selai di rotinya malas. Memang seharusnya ia tidak bertanya pada Severin karena hasilnya malah membuat dirinya merasa kesal.


“Heh Sebastian! Abis ini kau mau ngapain?” tanya Severin pada Lashira.


“Kamu bertanya padaku?” tanya Lashira.


“Iyalah, siapa lagi?” Lashira terkekeh pelan melihat ekspresi wajah kesal Severin.


Lashira berpikir sejenak, semua buku novel yang ia beli sudah ia baca semua … haruskah ia berbelanja hari ini?


“Euh, Sev … kau yang akan menemaniku seharian ini?” tanya Lashira ragu-ragu.


“Menurutmu?” tanya Severin balik.


“Aku ingin pergi ke mall hari ini, kau bisa menemaniku ke sana?”


Severin tersenyum smirk mendengarnya. “Yah, mau bagaimana lagi. Kalaupun aku bilang tidak mau, aku harus tetap menemanimu kan?” balasnya yang langsung mendapat gelengan kepala Lashira.

__ADS_1


“Kalau kau memang tidak mau, aku bisa sendiri kok.” Setelah mengatakan hal itu, Lashira langsung menenggak susunya hingga tandas dan beranjak dari tempat duduknya hendak kembali ke kamar.


“Kalau begitu bersiaplah,” ujar Severin tanpa melihat ke arah Lashira.


Lashira tersenyum senang mendengarnya, dia pun kembali ke kamarnya untuk bersiap.


***


Severin mengangkat sebelah alisnya heran saat Lashira memasuki toko buku, rasanya baru kali ini ia menemani seorang gadis masuk ke dalam toko buku. Karena kebanyakan dari 'mereka' biasanya akan menarik tangannya untuk menjelajahi seluruh toko baju, aksesoris, dan perhiasan.


Sudah hampir dua jam mereka di sana, tapi Lashira masih menyusuri tumpukan rak yang berisi puluhan buku novel. Severin yang mengekori Lashira sejak tadi mulai merasa jenuh. Dia menepuk pundak Lashira, “masih lama?”


Lashira mengecek buku-buku yang dibawakan Severin, ada sekitar lima buku. “Sebenernya masih ada lagi tapi ya udah segini dulu deh.”


Setelah membayar buku-buku yang ia inginkan, Lashira menarik Severin ke salah satu restoran untuk makan siang. “Sven, apa makanannya sesuai sama seleramu?” tanya Lashira.


Severin mengangkat sebelah alisnya bingung saat mendengar panggilan Lashira untuknya. “Sven?” tanyanya.


“Apa tidak bo-”


“Nope! Aku hanya merasa tidak asing dengan panggilan itu,” potong Severin. Lashira menggulum bibirnya untuk menahan tawa. Tentu saja pria itu tidak merasa asing, hampir semua anak-anak di negara ini mengetahui siapa itu Sven.


“Kenapa?”


Lashira tersenyum kecil seraya menggeleng pelan dan kembali melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan, Lashira mampir ke supermarket untuk membeli beberapa camilan. Saat ia menelusuri rak yang berisi makanan, ia berpapasan dengan Chika. “Hai kak!” sapanya dengan senyum manis.


Di belakang Lashira, Severin membeku saat melihat mereka berdua berpapasan. Dengan cepat ia mengirimkan pesan pada Norbert mengenai hal ini.


To, babu1 : si Sebastian ketemu sama Chiken.


Severin mendekat ke arah mereka dengan berpura-pura sedang memilih beberapa makanan ringan. Lashira melirik sebentar, tapi dia diam saja seperti tidak mengenal Severin. “Kamu kok bisa di sini?” tanya Chika.


“Aku mau beli cemilan,” balas Lashira.


“Oh iya, kebetulan kita ketemu di sini … ada yang mau aku omongin sama kamu, kamu ada waktu gak hari ini?” tanya Chika seraya sibuk mengirim pesan pada Nobert lewat ponsel.


Lashira melirik ke arah Severin yang menggelengkan kepalanya pelan. Saat Chika menatapnya, Lashira berpura-pura menimbang perkataan Chika. “Gimana ya kak, aku pamit sama orang rumah cuma sebentar. Kalau aku terlalu lama di luar, nanti yang ada mereka kena masalah karena aku.”


“Sebentar aja kok, mau ya?” pinta Chika sedikit memaksa.


Lashira menggulum bibirnya gugup, sekarang bagaimana caranya ia menolak Chika?

__ADS_1


__ADS_2