Throne Of The Heart

Throne Of The Heart
Bagian 14


__ADS_3

"French kiss?" tanya Lashira tidak mengerti.


Nobert melirik ke arah Chika sebentar, "tuang aja bang," ucapnya. Dengan senang hati Shon menuangkan minuman itu. Dia meminum minuman itu seraya memutar botol dan kali ini botol itu mengenai Theo. "Dare." ucap Theo singkat. Mereka terdiam memikirkan tantangan apa yang cocok untuk Theo.


Shon tersenyum setan, "karena tadi No gak berhasil, sekarang giliran lo yang gue tantang buat French kiss with her." seraya menunjuk Lashira.


Gadis itu menunjuk dirinya dengan wajah bingung, "me?" Shon mengangguk mantap, dia tersenyum senang saat rahang Leon dan Nobert terlihat mengeras. "Tap-" perkataan gadis itu terhenti saat Theo langsung menuangkan whisky tersebut dan meminumnya dengan sekali tenggak.


"Kak.." lirih gadis itu merasa bersalah.


"Nope. Lagian emangnya kamu mau?"


"Eh?"


"Ra, ajak ke atas deh tuh anak." perintah Leon yang diangguki oleh Lashira, dia langsung melaksanakan kata-kata pria itu tanpa membantah sedikitpun. Lashira bahkan mengambilkan handuk untuk Chika tanpa diminta terlebih dahulu. "Penurut ya, kaya anak anjing.." gumam Shon yang masih terdengar oleh ketiga pria itu.


"Elo bang yang kaya anjing," desis Leon kejam.


"Apa tujuan lo sebenernya bang?" tanya Chika yang kembali bergabung dengan mereka. Lashira masuk ke dalam untuk mengambil tambahan makanan yang Shon pesan untuk hari ini. "Gue tadinya cuma mau ngebuka rahasia gadis kecil kalian itu hari ini." ucapnya seraya menatap lurus ke arah Lashira yang kesulitan karena terlalu banyak makanan yang pria itu pesan untuk acara kumpul mereka.


Leon yang tadinya sudah bangkit untuk membantu gadis itu jadi terdiam menunggu kelanjutan dari ucapan Shon tadi. "Apa maksud lo?" tanya Leon.


"Tanya aja sama dia, beberapa minggu ini dia lagi deket sama seseorang. Kalian akan kaget kalau tau orangnya."


Lashira melihat kelima orang itu dengan tidak mengerti, "kok pada ngeliatin aku semua?" tanyanya dengan senyum kikuk. "Dia deket sama gue," sela Theo dengan wajah datar. Shon melipat kedua tangannya angkuh seraya tersenyum miring, "lo suka dia?"


Theo diam.

__ADS_1


"Gue tanya sekali lagi, lo suka dia?" Theo memalingkan wajahnya, "enggak."


"Bego." desis Shon seraya memakan pizza yang tadi Lashira bawa dengan perasaan kesal. "Kalian gak makan?" tanya Lashira yang baru saja selesai membuka semua kotak makanan yang Shon beli. Nobert tertawa garing dan mengambil paha ayam, "enak bang."


"Enak lah bego, kalau gak enak ya gak bakal dijual." balas Shon dengan nada kesal.


Chika mendekati sang abang dan menyeretnya masuk ke dalam rumah, "tadi itu apa?"


"Nanti aja abang jelasin, sekarang kita balik dulu." Shon menepuk pundak Chika pelan dan berniat kembali, namun tangan Chika menahannya.


"Abang nyuruh anak buah abang buat ngikutin Lashira?" tanya Chika. Shon berbalik dan menyentuh kedua pundak Chika, berniat untuk menenangkan gadis itu. Chika menatap Shon tidak percaya, "dia satu-satunya temen cewek aku loh!" Chika menepis tangan Shon yang berusaha menyentuhnya.


"Dengerin dulu.."


Chika menggeleng, "engga."


Gadis itu hendak ke kolam dan meminta teman-temannya pulang sekarang juga, Shon berusaha menghalanginya namun gadis itu tetap keras kepala. "Denger dulu!" bentak Shon yang membuat Chika langsung diam di tempat. Sedangkan di luar sana Lashira berniat untuk menghampiri keduanya saat mendengar suara bentakan Shon, namun Leon menyuruhnya untuk tetap diam.


"Apa?" Shon mengangguk.


"Mulai dari sana abang merintahin anak buah abang buat ngikutin gadis itu terus. Belum lama ini juga dia jalan bareng sama Greyson."


"Anak buah abang masih ngikutin Ira?" Shon menggeleng, "abang rasa.. Grey udah sadar karena kemarin.. saham perusahaan pusat yang ada di LA tiba-tiba turun."


"Makanya abang minta kita kumpul di sini?" Shon mengangguk, "abang kira mereka akan memilih truth dan abang bisa ngegali informasi sedikit demi sedikit. Tapi ternyata mereka malah mengorbankan diri mereka sendiri untuk menutupi informasi mengenai Grey.."


"Tapi-"

__ADS_1


"Lashira enggak sepolos itu Chik."


***


Usai bermain air dan makan sebanyak itu di rumah Chika, Lashira langsung saja tertidur di ruang tengah dengan ponsel di tangannya. "Nih anak.." Leon mengambil ponsel gadis itu dan menaruhnya di atas meja dan ikut bergabung bermain ps dengan Nobert.


Chika turun dari lantai atas usai membersikan diri, dia langsung mengambil selimut dan bantal cadangan untuk Lashira. Dengan begitu telaten dan hati-hati ia membenahi posisi tidur Lashira agar lebih nyaman namun perhatiannya kini teralih pada layar ponsel Lashira yang menyala menampilkan nama Grey di sana. Baru saja dia akan mengambil ponsel itu, Theo datang dan membawa ponsel itu bersamanya.


Grey? Greyson? Apa Theo udah tau? pikirnya.


Chika mengikuti Theo yang berjalan ke arah halaman belakang rumahnya.


"Hallo? Dimana?"


"Gue rasa lo sebenernya tau kami ada di mana.. Tuan Masson yang terhormat."


Mata Chika membesar mendengar kalimat yang dilontarkan Theo, tuan Masson? Greyson? Gadis itu langsung berbalik dan berlari menuju ruang kerja abangnya. "Kenapa?" tanya Shon yang sedang sibuk dengan berkas-berkas di mejanya. "Abang bener.." lirihnya.


Shon menghembuskan napas panjang, "trus kamu maunya abang gimana?"


"Bantu Chika buat ngasih pelajaran buat mereka.." gumamnya dengan tatapan mata yang kosong. Chika tersenyum tipis saat melihat Lashira yang masih terlihat linglung usai bangun tidur. Dia mengambil alih selimut dan bantal yang Lashira bawa, "kamu mau pulang?" Lashira mengangguk pelan.


Theo datang, "gue sama Ira balik duluan ya. Kata Clarissa ortunya pulang dan nanyain Ira." Chika mengangguk. Dia mengantar keduanya sampai depan pintu. Senyum yang terukir di wajahnya perlahan luntur seiring menjauhnya mobil Theo dari perkarangan rumahnya.


"Lo mau ngapain?" tanya Leon yang berdiri tepat di belakang Chika. "Enggak.. Lo udahan main ps nya?" tanya Chika seraya berbalik untuk menghindari Leon. Namun pria itu mencekal lengannya hingga ia tidak bisa kemana-mana. "Lo kira gue gak tau apa-apa?"


Merasa cekalan Leon menguat, Chika berusaha untuk melepaskan lengannya. "Lo kenapa sih?" tanyanya dengan dahi berkerut. Leon menggeram kesal, "lo yang kenapa?"

__ADS_1


Tatapan Chika beralih pada Shon yang berdiri di belakang Leon dengan wajah datar, "apa-apaan ini? Kalian berantem?" Leon tersenyum sinis mendengar perkataan Shon, "lo kira gue bego? Gue tau semuanya, gak mungkin lo meluangkan waktu berharga lo buat main ToD sama bocah-bocah kaya kita."


"Tajam juga ya," gumam Shon yang masih dapat didengar oleh Leon. Nobert datang dengan wajah bingung saat melihat ekspresi tegang ketiganya, "ada apa nih?"


__ADS_2